Ya Rabb... hamba penasaran di manakah jodohku
Ya Rabb… hamba penasaran di manakah jodohku

Hai, friend…?! Ada yang menanyakanmu. Siapakah engkau?

🙂🙂🙂

9 thoughts on “Ingin Bersahabat

  1. Ku ingin petik satu bintang yang paling terang. Untuk menemani perjalanan malamku. Setelah mentari mengucapkan, “Sampai berjumpa lagi wahai sahabatku. Esok pagi-pagi benar, ku kembali menyapamu. Ada untukmu. Menemanimu mengisi siang”.

    Ku ingin petik satu bintang yang paling terang. Apapun warnanya. Untuk menambah indah warna-warni hariku. Setelah banyaknya warna-warni yang menghiasi masa laluku, hingga saat ini, “Semangat mengisi hari yuuks. Yakinlah esok lebih cerah. Saat kita menjalani hari ini dengan kembali mengingati-Nya. “Our Love”. Allah subhanahu wa ta’ala Yang Selalu Ada untuk kita. Menemani dalam mengisi detik demi detik waktu”.

    @Jadilah bintang yang tersenyum untuk selama-lamanya.

    “I have a heart only. You have one heart, too. We are being one in our heart. Yes!”.

    🙂🙂🙂

    Like

  2. Pikiran orang tua dengan pikiran anak-anak sangat jauh berbeda. Ketika orang tua memikirkan banyak hal yang akan terjadi sebelum bertindak. Maka anak-anak lebih senang menjemput risiko. Dengan demikian anak-anak mempunyai lebih banyak peluang untuk mengerjakan hal-hal yang baru baginya. Sedang seorang yang berpikiran lebih tua, ‘having and doing more of thinking before doing something.’

    “Ya, kita memang berbeda”.

    Terkadang kita memerlukan cara berpikir ketika masih kanak-kanak. Agar kita mau berinisiatif terhadap hal-hal baru. Karena kita tidak lagi memikirkan tantangan yang akan kita tempuh. Namun, kita lebih fokus pada hasil yang mempengalamankan kita. Sehingga kita lebih berani untuk mulai melakukan hal-hal yang menurut kita masih baru dan segar. Maka risiko segawat apapun, tiada pernah hampir dalam pikiran kita. Ia hanya sebuah kata. Hadapi tantangan, nikmati risiko. Kalau kita ingin memiliki pengalaman. Karena hidup ini bukan untuk bersenang-senang, Yan. Ia ada untuk mengajarkan kita arti kehadiran. Ia adalah diri kita. Semakin kita bersedia untuk melangkah. Maka hidup kita akan berubah. Yes!😀

    Like

  3. “Jalani hidupmu yang penuh dengan anugerah. Berterima kasihlah lebih banyak lagi. Lalu tersenyumlah, kapanpun engkau mau”.🙂🙂🙂

    Like

  4. Ku ingin menjagamu terus seperti penjagaanmu yang berkelanjutan padaku,

    Ku tetap menyempatkan sebagian masaku untukmu, sebagaimana halnya dirimu,

    Ku masih berjuang melanjutkan langkah-langkah ini untuk menemuimu, lalu bersamamu ku bahagia,

    Ku sungguh yakin, bahwa engkau adalah yang selama ini ku cari. Maka, ketika ku telah menemukanmu, aku pun menjagamu, menata, mempercantik tampilanmu. Tak hanya raga.

    Ku tersipu dalam kagum mendalam, engkau tersenyum saat ini. Sure. Aku ada untukmu. Ya, betul.😀

    Like

  5. Wahai, pelita hati penyejuk sanubari..
    Terdampar kembali engkau mengemparkan melodi,
    mengusangkan masa memperbarui tatap mata,
    hingga cemerlang ia dengan pandangan barunya,
    menata..rumah maya kita,
    menjentikkan satu slogan, “Yes!”
    tampan, rupawan, mendewasakan pikiran,
    kini dan nanti,
    kelak kita tahu semua ini tak akan pernah terduga,
    jalani saja,
    lalu tersenyumlah kita meski tanpa suara,
    nikmatilah… yaa..
    Terima kasih atas kerjasama yang baik,
    🙂🙂🙂

    Like

  6. Membuka jendela dunia,
    sejenak setelah kita terjaga,
    dari lelap penghantar ke pulau impian,
    ia telah kadaluarsa untuk sementara.

    Kini, saat yang tepat kiranya,
    melanjutkan mimpi-mimpi semula,
    tak hanya igauan penyela masa,
    namun menanam cita menjadi nyata.

    Bermandi keringat pada raga,
    tak terasa ke jiwa yang syahdu sentosa,
    sedangkan fikir mendata bahasanya,
    kita berada di pantai asa,
    hahaa..😀
    dunia terasa lebih sempit saja ya,
    di tempat berbeda kita mudah bertemu orang yang sama,
    wahahaa..ia lagi, ternyata,
    percaya pula kita dalam mengendalikan harapan,
    ia masih di tempat yang sama, meski berbeda masa,
    dunia dalam genggaman kita,
    melintas, melezatkan hari nan berwarna ceria,

    Wahai…masih banyak halaman yang kosong, yaa.. Untuk kita taburi aneka corak dan warna.😉

    Like

  7. Don’t understand a word in here, but just want to say thank you for the follow. Great beat btw🙂

    ===========

      :D Aha! You are welcome, Hanne T. Fisker.
      Nice appreciate from you and I am enjoy it.

      Beautiful Regards,
      --- See You..

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s