Kepada Siapa Hati Berharap?

Saya punya harapan untuk dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Saya menyayangi orang tua.

Saya gemar berpikir dan merenung.

Saya rajin belajar dari alam-Nya untuk menemukan hikmah demi hikmah.

Sayornis saya

Saya senang melakukan hal-hal baru dan mempelajari bermacam-macam ilmu guna memperoleh pengalaman sebagai hasil belajar, lalu menuliskannya…

Salam,

🙂 🙂 🙂

🙂 .... :):) .... 🙂

🙂 🙂 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Kepada Siapa Hati Berharap?

  1. Kita boleh menjejakkan kedua telapak kaki ini bersama-sama,
    mengatur ritme perjalanan agar senada,
    mengukur tingkat kesyukuran dengan senyuman yang kita tebarkan,
    mulai berusaha menjelang sang fajar menyapa,
    hingga nanti mentari pagi hadir dalam wajah cerianya,
    wahai…bersama kita menantinya,
    berteman bahagia pula,

    Wahai mentari hati,
    teruslah membagi suara hati,
    sebagai bukti eksistensi,
    dalam kehidupan dunia ini,
    agar ia tak hanya sekadar mimpi,
    namun telah terlaksanai,
    ya, kita menjalani dengan sepenuh hati,
    menikmati….
    seperti suasana pagi ini,
    di sini,

    Wahai sahabat hati,
    kita akan selalu merindukan sampai akhir nanti,
    ai…!
    indahnya hari demi hari,
    semakin berseri-seri,
    di dalam naungan ridha Illahi,
    ingiiin sangat dapat terus berbagi,
    di jalan ini,
    yang sedang kita tempuh detik ini,
    harap bersua denganmu wahai sahabat hati,
    sesegera mungkin di dunia ini,
    dalam waktu yang terus mengelilingi,
    untuk kita isi,
    dengan jejak-jejak diri,
    hingga nanti kita pun kembali,
    ke kampung halaman yang abadi,
    nan telah lama menanti,
    merindui,
    seperti yang kita alami kini,
    yuuks kita saling mensupport, mengingatkan, menyemangati,
    meski jarak masih membatasi,
    namun saat hati kita bersemi,
    jarak bukanlah satu alasan pasti,
    untuk tidak saling mengingati,
    karena kita teman sejati,

    Wahai sahabat hati
    ku ukir senyuman saat ini,
    untukmu… ya, untukmu… ai!
    😀

    🙂 🙂 🙂

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close