Halaman alternatif, ya, begini nama halaman ini.

Ia hadir sebagai jawaban atas berbagai tanya yang saya alami akhir-akhir ini.  Setelah beberapa hari belakangan saya seringkali gagal posting dari halaman tulisan.  Akibatnya, catatan-catatan singkat yang saya rangkai pun tertelan oleh zaman. 😆 Maka sebagai salah satu solusinya, saya berpindah ke sini. Lalu, memposting dari komentar ajah!😀 Harap maklumnya.

Seperti namanya, ia hanya alternatif.  Saya masih terus belajar untuk melakukan yang terbaik. Mohon do’anya yaa… agar blog ini menjadi lebih baik.

Aamin ya Rabbal’alamiin.

Trim’s yaa..

🙂😀🙂 Karena hidup adalah pilihan, betuuulll…?

🙂😀🙂

Yes! Semangat menempuh langkah-langkah baru bersama-sama, yyyuuuukssszz..?!

117 thoughts on “Today

  1. Langkah-langkah ini masih ada,
    ia terus menjejak telapaknya,
    berusaha menyapa alam-Nya,
    bersiul gembira menyentuh tanah dan air nan membentang persada,
    semakin damai terasa,🙂

    Like

  2. Bersama teman-teman di Sangga Buana. Saat ini duduk manis di samping saya beberapa orang teman. Beliau adalah Teh Rena “luchu” (berkostum merah marun), Teh Dewi dengan busana hitam polos. Kemudian Teh Riama yang berpakaian kembang-kembang bermekaran. Dan seorang muslimah cute yang duduk paling ujung adalah Teh Dini, sang “little star”. Kita berjejer rapi di kursi panjang, depan ruangan LaB IV feat LaB V. Ada apa gerangan? Yeah, waiting our lecturer Mr. Asep Efendhy.🙂
    Nb: Bapak…we are care, loyal and smiling. ^^

    Like

  3. Yah, semoga kita tidak mudah terbuai dengan segala kesenangan yang sedang berlangsung kini. Sehingga kita lebih sering mengingat dari mana kita berasal, untuk keperluan apa kita sampai ke sini. Lalu, akan kemana kita setelah ini? Kita mesti berintrospeksi lebih sering lagi. Agar senantiasa ada makna dalam setiap waktu yang datang dan pergi.

    Yah, hanya karena berbagai fasilitas yang sedang kita nikmati saat ini. Dengan berbagai pelayanan yang kita terima, semestinya kita mengerti. Bagaimana keadaan beliau-beliau yang saat ini berada pada kondisi yang tidak sama dengan kita. Agar kita tidak terlena dalam kebahagiaan yang kita rasa. Semoga kita terus mau berbagi. Meski dengan memberi sekuntum bunga kata sebagai bukti keberadaan diri.🙂🙂🙂

    Like

  4. – Pemimpin –

    Yah, memang betul. Ternyata beliau begitu sibuknya. Karena banyak yang sedang beliau kerjakan. Hal ini dapat saya tangkap dari ekspresi suara yang beliau perdengarkan ketika kita berkomunikasi. Bersama nada yang terdengar bulat, padat. Ditambah lagi dengan kata-kata yang singkat. Namun, banyak informasi yang ada di sana. Lalu saya memetiknya seketika. Sehingga membuat saya mengerti.
    😆 “Ok”, kalimat penutup yang beliau sampaikan. 😆

    Yah, dari beliau saya belajar. Kemudian mengambil pelajaran saat ini sebagai pengalaman untuk masa yang sesaat lagi. Bahwa, meski sebagaimana sibukpun kita, meluangkan waktu untuk memberikan pelayanan terbaik adalah pilihan. Saya masih belajar dalam hal ini. Dengan waktu yang hanya 24 jam sehari semalam, ia perlu berisi pelayanan. Kepada siapapun saja. Yes!🙂

    Yah, betul ya? Kalau hidup ini adalah pilihan. So, berbagai hal tergantung kepada pilihan kita masing-masing. Dan semua pilihan tersebut, kita yang memutuskan. Seperti saat kita sedang mengisi waktu paling berharga ini.

    * Apakah kita mau memilih tidak suka atau bergembira ria bersamanya?
    * Ataukah kita memilih manyun atau tersenyum?😀
    * Hahaa… it’s up to us. Karena kita yang menjalaninya. Lagi pula, akibatnya kembali lagi kepada diri kita terutama.
    * Baiklah… selamat melakukan pemilihan terbaik yaa…
    🙂

    Like

  5. Ya, hidup terindah dapat kita rasakan saat kita saling mencintai karena Allah subhanahu wa ta’ala semata. Diantara cintaku dan cintamu ada cinta-Nya yang menyatukan. Menghubungkan. Menjembatani. Mengikat. Mengeratkan. Subhanallah…🙂

    Menjalani hidup bersama cinta, engkaudanaku. Akhir-akhir ini kita mengalaminya. Ya, kita sama, semoga selamanya, ya..🙂

    Like

  6. Adalah…,
    auditor internal: menjalankan fungsi untuk terlaksananya internal control dalam perusahaan.

    Adalah…,
    Sarbanes Oxly Act (SOA). Membantu proses penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance di perusahaan. Proses penerapan GCG tersebut tidak terlepas dari peranan Auditor Internal dalam melakukan internal control dalam perusahaan. ^^

    Like

  7. Adalah….. Ummy sedang tersedu dalam sedan, ketika ku berangkat pagi ini,
    Aliran airmata nan membanjir, wakili suara hati,
    beliau berteman mutiara-mutiara suci,
    ada apa dengan Ummiiiiii…

    Adalah….. Ummy hanya menjawab; periiiii…..h,
    beriring bulir-bulir bening nan terus menganak sungai,
    wajah beliau, tak mampu ku menatap lagi,
    hati ini bergemuruh seketika, sediiiii…..h,
    ada apa gerangan wahai Ummiiiiii…

    Adalah….. Ummy kemudian meringiiiii…..s,
    “What should I do for you, wahai pelita hati?”.
    mestikah ku mengheran-penasaran atas semua ini?,
    ketika kunci-bahagia di wajah Ummy tertutupi,
    ya, senyuman yang terhimpit getiiiii…..r,
    ketika ia tiada saat ini,
    berjuta tanya di hati,

    Adalah….. Ummy, saya ingin menikmati bahagia itu segera kembali,
    menghiasi halaman-cahaya hari-hari,
    di wajah Ummy yang saya sayangi,
    ya, saya ingin ia kembali,
    untuk menemani Ummy,
    seperti senyuman ini,🙂🙂🙂

    Like

  8. Kembali melangkah menuju masa yang lebih baru,
    meski tak sama dengan yang dulu,
    ya, seperti namanya, ia baru,
    bersama segala tekadku,
    ku meninggalkanmu,
    untuk sementara waktu,
    karena ku ingin memuhasabahi diriku,
    menemaninya menghampiri Allahu,
    lalu melanjutkan langkah-langkah ini bersama matahatiku,
    maafkan aku,
    belum lagi menyapamu,
    atau mengunjungimu,

    Wahai sahabat hatiku,
    yakinlah… ku terus mengingatimu,
    karena engkau adalah mentari di hatiku,
    mencerahkan siang hariku,
    mendamaikan malam gelap itu,
    terima kasih atas hadirmu di sebagian episode kehidupanku,

    Rangkaian ini ku tuliskan *)
    untukmu yang menemaniku nikmati bahagia dalam aneka waktu,
    untukmu yang mengajariku bagaimana cara memahami dunia yang sementara,
    untukmu yang mendampingi namaku dengan setia,
    untukmu, izinkanku menyelip kata-kata membentuk kalimat,
    di sana, di sekepinghatimu,
    “Tolong….. ingatkan aku, saat ku tidak ingat yaa. Karena kita tiada yang sempurna segala-galanya”. Dalam nuansa bahagia, kusampaikan suara jiwa. Semoga kita dapat pula berjumpa meski pada masa yang tidak sama. Lalu, ku ceritaimu tentang apa itu cinta?
    Ya, …😉

    Like

  9. Menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat. Bersama hati yang berbunga-bunga. Karena mimpi-mimpi yang muncul menjadi kenyataan. Alhamdulillahirabbil’alamin.🙂
    >:> Meraih cita bersama cinta <:<

    Like

  10. Memanfaatkan waktu senggang dengan cara terbaik. Salah satunya dengan menuangkan semua unek-uneg dan gejolak rasa dalam rangkaian kata. Damai selalu. Insya Allah…. I Miss You🙂

    Like

  11. Silakan, memilih mana yang engkau suka? Semua siap menyambut hadirmu. Lalu menerimamu. Kemudian menemani hari-harimu pula.

    Pilihan yang tersedia saat ini adalah:….
    🙂 Tersenyum,
    😆 Sumringah,
    😀 Tertawa bahagia

    Ya, berhati-hatilah! dalam setiap tindakanmu dan telitilah sebelum berbuat. Jangan tergesa. Namun bergeraklah cepat dan tegas. 🙂

    Like

  12. Arti cinta😉
    Aku pun membenari segala yang mereka suarai,
    yes! seringkali apa yang ku sangka dan banyak hal yang ku rasa ternyata tak sama dengan apa yang dia rasa.

    Teruslah melangkah hingga sampai ke tujuan akhirmu.

    Bergeraklah lepas, bebas, cerdas dan tangkas, tanpa mempedulikan batas. Karena sesungguhnya batas itu tiada, back to your mind. Siapa kamu adalah apa yang kamu pikirkan saat ini. Semangat menempuh kehidupan yang baru, bersama fikirmu. 😉

    “Kamu pernah ada untukku. Ya, that’s true. Terima kasih ya”.

    Ketika dua telaga bening itu tumpah. Lalu sang fikir pun melanglangbuana ke angkasa sana. Lebiih tinggi. Maka nikmatilah semua itu. Seiring menebarnya senyuman dari bilik hatimu. Engkau adalah dirimu, bersamanya.

    Yakinlah, bahwa kamu:
    = harus bisa
    = pasti mampu
    = mesti sanggup
    untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. 🙂

    Duduk dinamis adalah dengan lebih sering mengubah posisi ketika sedang duduk. Agar fresh, always. And keep smile. /🙂

    Merangkai tangkai demi tangkai kembang cita-cita mewujud karangan bunga bernama senyuman.🙂🙂🙂

    Memulai lembaran baru. Memulai cerita terbaru.
    Memulai merajut asa.
    Memulai berpikir lagi.
    (lha kebanyakan mulainya, hA!)😀

    Dua kata *Harus & Ingat!*

    HARUS
    Mulai detik ini, kamu harus berubah. Demi kebahagiaan jiwa, raga dan fikirmu. Beranilah, kalau memang kamu ingin maju dan memiliki masa depan yang lebih baik. Seperti yang pernah kamu impikan.

    INGAT!
    Orangtuamu sangat membanggakanmu. Beliau sungguh menyayangimu. Dalam harap, suatu hari nanti engkau kembali pada beliau. Untuk mempersembahkan berbingkis tanda terima kasihmu bersama senyuman. Sedangkan orangtuamu mengharu, terharu, menyambutmu.”

    “Beri kami keberanian dan kemampuan untuk menegakkan kebenaran dari-Mu ya Rabb”. 🙂

    Like

  13. 🙂
    Oke, baiklah…..

    Berfikirlah yang terbaik semampumu. Maka engkau memperoleh yang lebih baik lagi beberapa waktu kemudian. (*Begini pesan saat ini.😆

    Apabila engkau berfikir baik, maka kebaikan datang lebih cepat menujumu. Lalu, tersenyumlah menyambut hadirnya.

    Pentingnya konfirmasi, untuk saling berbagi informasi. Pentingnya saling berbagi informasi untuk membuka mata hati. Hingga ia mampu memandang sekeliling dengan berseri-seri.

    Keramahan dan kesantunan adalah kunci dalam menikmati hari.

    Berbesar hatilah dalam setiap kejadian yang engkau temui. Yakinkan, bersamanya engkau sedang tersenyum.

    Susunlah kalimat-kalimatmu. Kemudian bacalah lagi. Maka engkau mengetahui siapa dirimu. Lalu, berikanlah senyuman terbaikmu kepadanya.🙂

    Like

  14. -About My Feeling-

    Sekarang nie, perasaanku sangat calm…yach, very-very calm. What happen..? I don’t know, too.😉

    Sekarang-sekarang ini ya, saya senang ngebayangin bisa berkumpul ma orang-orang yang shaleh/ah. Bergaul dengan beliau dan menjadi bagian dari hidup beliau.

    Sering saya terharu, bila mengimpikan semua itu. Terharu, karena ada satu rasa yang menyesaki dada, bahagiaaa. “Menjalani kehidupan dalam sebuah lingkungan yang aman, damai, sentosa, dengan keramahtamahan. Yang ada hanya kebaikan…kebaikan…kebaikan…dan kebahagiaan melingkupi. Ditambah lagi dengan untaian ketulusan dari dalam hati sanubari yang memancarkan lambang cinta. Cinta hanya karena-Nya, karena Allah subhanahu wa ta’ala.”
    Saya sangat rindu suasana seperti itu. {Enot on Novemberfourth Tuthouzen en Seven}

    Suasana saat ini, yang ku alami kini, membuktikan semua mimpi. Ia adalah jawaban atas setiap tanya di hati. Alhamdulillahirabbil’alamin, bersyukur pada-Mu ya Rabbi. Terima kasih ya, padamu yang menjadi sahabat hati. Bahagia, menempuh jalan ini, bersama-sama denganmu. I wish to meet you, wahai sahabat berbagi.

    Tersenyum meriah… memulai hari,
    meski mentari pagi belum cerah berseri,
    namun hasrat di hati menjadi saksi,
    inginku menatap wajah nan suci,
    sebening hari ini,
    putih…menaungi relung sisi-sisi hati,
    kedamaian sejati,
    kesejukan mewujud syukur tertinggi,
    Friday, saya suka yang hari ini,🙂

    Like

  15. -Rindu Illahi-

    Cinta-Mu yang ku cari Ya Allah,
    Cinta-Mu yang ku mau Ya Allah,
    Saat ku merasa tenang, tenteram dan damai,
    aku mulai menyadari di situ ada Cinta-Mu,

    Cinta yang tulus dan suci, tak ternodai,
    Cinta Sejati, Cinta Abadi,
    Cinta Mencintai karena Illahi,
    karena mengharap keRidhaan-Nya,

    Betapa aku mendambakan semua itu,
    aku membutuhkannya,
    Ya Illahi Rabbi, Cinta-Mu yang ku cari,
    Ya Allah, bukakan jalanku
    untuk mencapainya,
    karena ku sangat Rindu Illahi,

    Rindu pada-Mu Rabbi,
    aku menyadari, tak mungkin aku bisa di sini,
    tanpa Cinta-Mu,
    Ya Allah Cintaku, Cintailah aku hamba-Mu yang lemah ini,
    Ya Illahi Cinta-Mu yang ku tuju,

    Cinta melebihi segalanya,
    Cinta betapa indahnya hidup ini,
    hidup dengan Cinta,
    Cinta Illahi Cinta Abadi,🙂

    Like

  16. -Eshortletterfor My Love-

    Hari ke hari, ku semakin merasakan. Betapa sangat dekatnya Engkau denganku. Apalagi setiap detik nafas yang ku lewati. Selalu ku teringat pada-Mu, kasih sayang-Mu, o_o… Semua itu membuatku makin yakin, aku Mencintai-Mu. Cintailah diri ini dengan sepenuh hati-Mu. Setulus jiwa-Mu.

    Sungguh tak bisa ku membayangkan. Bila sedetik saja Engkau tak melindungiku. Meski sepersekian ‘sekon’ Engkau lepaskan aku dari Cinta dan Kasih Sayang-Mu. Entah apa yang telah terjadi pada diri ini.

    Ya Allah, dekatkan hamba dengan hamba-hamba-Mu yang baiiik hatinya, pengasih dan penyayang. Seperti Engkau Yang Senantiasa Baik dan Pengasih Penyayang kepada hamba.
    Ya Allah, hamba insan-Mu yang mudah tergoda, tetapkanlah hati hamba untuk istiqamah di jalan-Mu,
    Ya Allah, Engkau Yang Menguasai hati hamba. Engkau Maha Tahu yang hamba pikirkan. Jagalah hati, jiwa dan pikir ini hanya untuk-Mu, satu.
    Astaghfirullahal’adziim.

    -Smile,🙂 –

    Like

  17. -I like jujur kacang ijo-

    Tak seperti pagi hari sebelum detik ini, ia berbeda. Sungguh tak sama. Karena saya menemui seorang Bapak yang lagi jualan menu sarapan. Akhirnya sayapun tergoda. Berhubung ada daya tersendiri yang meminta saya untuk mendekat. Lalu langkah-langkah kaki ini tertarik lebih cepat menuju pada beliau. “Bubur Kacang Ijo dan Ketan Hitam”. Begitu judul gerobak yang lagi berdiri tegap di samping beliau. “Saya suka”. He,😀

    Like

  18. Yepp..pppss! Peace, untuk segala yang terjadi di sini. Hihii… Saya menulis semaunya. Meski tak di halaman tulisan, di komentar box pun jadi.😀 yach..gitu dech!

    “Ketika berbagai kegagalan menyelingi aktivitasmu, tersenyumlah padanya. Lalu segeralah beralih, mencari solusi. Inilah gunanya kata “Alternatif”. 🙂

    Like

  19. Dengan izin-Nya, mungkinlah segala yang tak mungkin. Bagaimana bisa? Ya bisa dong. Wong…(😀 ) Allah Yang Menciptakan kita. Lalu Ia Menjaga kita, Mengurusi segala yang kita perlukan. Mencukupi, bahkan Melimpahi kita dengan segala nikmat yang Ia punya. Alhamdulillah, sungguh! Saya mendadak kangeeen banget, sama Allah. Menetes airmata…menguntai di pipi nan jelita, membasahi seluruhnya. Sepatah kata menemani,
    Ya..Rabbi..
    Dengan izin-Mu semua terjadi,
    dalam tatapan-Mu segala yang hamba alami,
    tiada hasil kreasi tanpa bimbingan dari-Mu,

    Di setiap persimpangan yang kita temui, di sana ada pilihan. Begitupun dengan yang saya alami kini. Antara menulis di halaman postingan atau dari kolom komentar? hA! Untuk saat ini, saya inginkan di sini dulu aach. Agar ada variasi. Menjadikan lembaran-lembaran ini tempat mencurahkan suara hati. Agar ia pun abadi, hingga nanti. Hihii.. (mencoreti sekehendak hati. Demi senyuman yang lebih indah lagi).😀 Peace..?!

    Like

  20. 🙂

    Menjalin persahabatan dengan alam-Nya,
    menata peradaban bersama-sama,
    menciptakan kesejahteraan di dalam petunjuk-Nya,
    lalu tersenyumlah kita selama-lamanya,
    hingga akhir usia menjelang pula,
    kita kembali memenuhi panggilan-Nya,
    panggilan untuk terakhir kalinya,
    untuk tak kembali lagi ke dunia,
    tak seperti yang berlangsung baru saja,
    ketika sang Mu’adzin menyapa kita,
    mengajak … mengajak … kita untuk bersegera,
    menggerakkan fikir, langkah, dan hati dengan sempurna,
    lalu bersujud kepada-Nya,
    mendirikan ibadah shalat bersama-sama,
    kemudian berdo’a,
    “Ya Rabbana,.. Engkau Maha Pengasih dan Penyayang…








    … Untuk sahabat-sahabat terbaik hamba, siapapun beliau. Di manapun beliau berada. Yang saat ini masih berdua dengan-Mu. Untuk beliau yang masih menanti pasangan hati (sabarkan beliau Ya Rabb dengan ketentuan-Mu). Bagi yang sangat merindukan pertemuan (izinkan beliau untuk bertemu, Ya Rabb). Yang saat ini lagi kurang sehat (segarkan jiwa, fikiran dan raga beliau Ya Rabb). Bagi yang sedang beraktivitas, tambahkan semangat beliau Ya Rabb, mudahkanlah dalam prosesnya. Untuk yang belum tersenyum saat ini, tolong senyumkan hati beliau lalu senyuman tersebut memancar terang dari wajah-wajah beliau. Hingga mampu menerangi alam di sekitar beliau Ya Rabb. Engkau Maha Tahu Yang terbaik bagi kami. Izinkan dan bimbing kami untuk terus mengingat-Mu Ya Rabb..melebihi apapun. Aamin Ya Rabbal’alamin.
    /🙂😀🙂

    Like

  21. Hidup…inilah kehidupan. Saya masih belajar memahami realita ini. Dengan lebih sering berprasangka baik pada-Nya. Meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sangat Menyayangi dan Mengasihi dengan Rahman dan Rahim-Nya. Allah Maha Dekat. Selalu membersamai, Mengamati setiap gerak-gerik kita. Tak sedetikpun yang luput dari pengawasan-Nya. Yakin.🙂 Saat percaya ini menebar, kita menjadi lebih mudah tersenyum. Karena kita ingat pada-Nya.

    “Dalam menjalani kehidupan, kita membutuhkan pengertian dan saling memahami. Kita sama dalam pandangan-Nya. Yang membedakan hanya ketaqwaan. Itu saja.”

    “Waktu-waktu kita sangat berharga. Manfaatkan setiap kesempatan dengan baik. Isi setiap tarikan dan hembusan nafasmu dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala. Engkau tenang…dan bahagia.”🙂

    “Ya Rabbana, bukakanlah pintu hati kami dalam menerima kebenaran dari-Mu. Tunjukanlah jalan-jalan kebaikan yang perlu kami tempuh untuk dapat melakukan yang terbaik dalam setiap gerak kami. Dan mudahkanlah kami dalam melakukan amalan shalih. Untuk menjalankan segala perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Aamin ya Rabbal’alamin. ^_^🙂🙂🙂

    Like

  22. Memandang sekitar…

    Menatap datar, ada banyak insan sedang bergerak, berpindah,
    ada yang tersenyum menyapa, bercengkerama, bertampang keren, berwajah manis, berperawakan serius, ada yang tenang dan sederhana,
    pun banyak pula yang kelihatan gigi-giginya, berjejer rapi,
    lalu ada yang berekspresi di wajah seperti icon ini😀
    dan yang lebih banyak, orang-orang lagi merenung, beliau-beliau lagi mikirin apa ya? Adakah beliau baik-baik saja?

    Memandang ke bawah, saya menyaksikan bebatuan berbaris teratur, tersenyum meneduhkan…
    ada pula rerumputan berpegangan tangan, saling meneguhkan, melambai, mengucap salam,
    lalu di ujung sana lagi, ada bebungaan berwajah cerah ceria, akar pepohonan tempat bernaung makhluk-makhluk kecil,
    di sekitarnya, di bawah sana, di dalam tanah, pasti ada cacing-cacing yang bersorak gembira, “Horeee…! Namaku disebut-sebut oleh seorang insan”, 😀 mereka bahagiaaa, saya pun senang.

    Lalu memandang ke atas, saya menatap mentari ‘mengedipkan matanya’, silau…
    Akhirnya, sayapun kembali tafakur… Menata hati… berteman dedaunan yang berguguran,😉

    Like

  23. …Dan sore ini, saya baru saja kembali dari beraktivitas. Seharian…bersama beliau, Mr. Tasteful (begini saya memanggil nama beliau di alam maya ini). Bolehlah, membaguskan nama beliau yang telah “Bagus” semenjak dulunya. He, peace ya Bapak. Terima kasih atas waktu yang telah Bapak sempatkan untuk meneliti, mengoreksi, memperbaiki hasil kerja saya. Indah terasa dalam diskusi. Karena beliau membimbing dengan jeli. Hingga akhirnya, tujuh keliling juga belum cukup ya Pak, untuk mengubah fikir ini menjadi tuing-tuing.😀 Meski ia terus memanas dari waktu ke waktu. Namun begitu sejuk di hati. Karena setiapkali ada yang aneh telah terjadi, kita menghapus jejak-jejaknya dengan senyuman. Alhamdulillahirabbil’alamin. Saya sangat menikmati hari ini.

    Oia, ada pesan dari Mr. Tasteful?. “Cross Check selalu. SpM PPN = RecAp PenDAPAtan. SaLarY ExpeNSE = SpM PpH, ya… GooD LUcK in YouR neXT StePS”, kata beliau.
    .
    Aamin ya Rabb, thank you very much, Bapak… I remember it forever.
    🙂

    Like

  24. Wahai Ayah, Bunda…
    di pelupuk mata ini,
    wajah Ayah dan Bunda terus menari-nari,
    membayang lebih sering menghiasi waktu ke waktu, tiada henti,
    senyuman penuh kasih sayang terus menyelingi,
    menemani aktivitas Ananda di sini,

    Waha Ayah, Bunda…
    penyemangat diri,
    penabur inspirasi,
    semoga kelak Ananda kembali,
    kita tersenyum lebih indah lagi,
    begini asa meningkahi,
    mendamba sukses dan hasil yang abadi,
    semenjak hari ini hingga nanti,
    dalam waktu yang tidak pasti,
    Aamin Ya Rabbi..

    Subhanallah..senangnya hati,
    cerah hari ini membekas hingga detik ini,
    semoga esok menjadi lebih baik lagi,
    kita jalani hari bersama sahabat sejati,
    yang setia mengakrabi,
    he…😉 “Mentari”,
    teman mengisi hari,
    bersama mengukir prestasi,
    mempersembahkannya pada semua yang kita sayangi,
    dengan sepenuh hati,

    Wahai Ayah, Bunda…
    do’akan kami selamat dalam perjalanan ini,
    meraih Ridha Illahi,
    merengkuh mimpi-mimpi,
    mewujudkannya dari hari ke hari,
    untuk menjadi bukti eksistensi,
    kami pernah ada di jalan ini,
    lalu saling menyemangati,
    dari hati ke hati,
    karena ternyata banyak perbedaan di antara kami,
    jadi…kami tak bebas merengkuhi,
    hanya suara hati,
    yang terus memprofokasi,
    sekaligus menjadi sponsor tunggal kami,
    ai! ai! …
    cinta ini …
    menjadi saksi,
    ketika kelak kami tiada lagi,

    Wahai Ayah, Bunda…
    permintaan do’a dan restu, terus menerus kami rangkai,
    lagi…sekali lagi, lalu lagi dan lagi,
    hihi…kami ingin berbakti,
    special untuk Ayah Bunda yang sangaaaat kami sayangi,
    kaguuum kami…semenjak mula jadi,
    tak pernah henti hingga detik ini.

    🙂🙂🙂

    Like

  25. Cerah hati ini, mengajarkan kita untuk tersenyum,
    benderang siang ini, menitipkan pesan pada seluruh alam “hari ini adalah yang terbaik”,

    Cekatan menjadikan kita lebih kuat!
    bersama mentari yang kembali tersenyum, ia hadir untuk menerangi “hari ini yang sedang kita jalani”,

    Cahaya persada kembali menyengat!
    namun tidak dengan jiwa, ia meneduhkan, seperti air yang menyejukkan “menjadi bukti hadirnya membawa arti”,
    🙂😀🙂

    Like

  26. Setelah memetik banyak buah nasihat sepanjang hari ini, saya pun ingin menyimpannya di sini. Semoga pada kesempatan yang lain, ia berarti pula.

    “Senyuman yang engkau tebarkan meski sesekali, sudah cukup bermakna. Ketika engkau menyampaikannya pada orang yang tepat. Sedangkan ia benar-benar membutuhkannya.”

    “You should visit a place to get happiness. It’s your heart.”

    “How can you are giving, when you haven’t anything.”

    “A word that you write will tell more about your self.”

    “You may not go anywhere to fullfill your needs. If you are good person.”

    “Although many people who staying arround you. They will not be there in your heart if you not pay attention with them. And there are many kindness person in your life, if you are remembering them. Although they life in other country.”

    Like

  27. Untukmu yang terus mengabdi,
    bagimu yang gemar memberi
    sebaris senyuman ini,

    Untukmu kota yang sedang menaungi,
    bagimu negeri yang damai nan asri,
    tetesan keringat ini,

    Untukmu taman-taman pelega sanubari,
    bagimu kebun-kebun inspirasi,
    kata-kata ini bertaburan banyak sekali,

    Untukmu sang mentari pagi,
    bagimu wahai sahabat berbagi,
    kenangan ini terus bersemi,

    Untukmu bunga nan mekar mengharumi,
    bagimu penyiram qalbu abadi,
    persembahan dari hati,

    Untukmu yang pernah saya kenali,
    bagimu yang sering mencengkeramai,
    terkirim bait-bait murni ini,

    Untukmu yang dekat di sisi,
    bagimu yang lekat di hati,
    gunamu tak kan pernah pergi,

    Untukmu yang pernah menjadi penyebab mengalirkan bening di pipi ini,
    bagimu yang seringkali membuat senyuman di wajah ini,
    engkau ku rindui,

    Untukmu yang kini telah pergi,
    bagimu yang akan berkunjung di hari-hari,
    ku cipta rangkaian ini,

    Untukmu yang manis budi,
    bagimu yang berpekerti,
    terimalah hadiah ini,
    sebuah kumpulan suara hati,
    sebagai penyambung silaturrahim… ai!
    senangnya hati,
    kita kembali jumpa di sini,🙂🙂🙂

    Like

  28. Esok hari. Ketika kita tiada berkesempatan lagi bersua. Saat waktu tak gigih untuk membersamai. Biarlah bait-bait ini yang menjadi saksi. Bahwa kita pernah bersama di sini.

    Esok hari. Ternyata kita kembali jumpa di sini. Pertanda takdir masih berpihak. Mari kita sambut ia dengan wajah berseri-seri, seperti saat ini.😀

    Like

  29. Maha karya yang terus berkata, “Aku Ada”,
    wujud eksistensi seorang hamba yang “menggelora alam maya”,
    mengartikan masa dalam “rangkaian kata-kata”,
    menyeruak segala beda menjadi “tiada”,
    meski ternyata ia terus “merajalela”,
    beda, ya…kita memang berbeda,
    namun tiada “mengapa”,
    karena ia ada untuk “menceriakan dunia kita”,
    menyertai langkah demi langkah yang “tercipta”,
    agar indahnya semakin penuh “makna”,
    lalu, kita memahaminya “bersama-sama”,
    dengan cermat, telaten dan “saksama”,
    hingga jelas! “terbukti dan nyata”,
    membentuk corak menyerupa motif-motif “rasa”,

    Wahai sahabat “My Surya”,
    curahan kasih, sayang, “cinta dan air mata”,
    dalam dunia kita,
    persamaan adalah “permata”,
    sedangkan beda menjadi “kalung”-nya,
    kita merangkainya dalam satu “makna”,
    menjudul “Kalung Permata”,

    Wahai sahabat..ia ada “untukmu”, yaa,
    saya cukup memandangnya saja,
    ini sungguh membuat saya “bahagia” detik ini juga, saat engkau berkenan “memakainya”, atau;
    izinkan, saya memasangkannya ya..
    saya bersedia…😆
    mangga; *)😉
    bebaskan ia menguntai di lehermu,
    sebagai hiasan penampilanmu,
    untuk memperindah ekspresi raga ;?
    “Terima” yaa…?🙂🙂🙂

    Like

  30. Mengingat pengorbanan kedua orangtua ‘Ayah Bunda’,
    ku berjanji membahagiakan beliau,
    mengabdi, berbakti, dengan seluruh kemampuan ini,
    menjadi muslimah anggun, menata hati,
    rajin, tekun, teguh gemar tersenyum,
    karena belajar membutuhkan proses,
    gigih mengentaskan segala kemungkinan,
    menaklukkan perbedaan,
    yakinku:
    usaha optimal+do’a kita=sukses bahagia😀
    🙂🙂🙂
    Yes! Bersama Kita Bisa!

    Like

  31. Tersenyum bahagia mengisi kesuksesan…🙂🙂🙂
    Alhamdulillahirabbil’alamin
    (*) Menjadi bintang yang tersenyum selama-lamanya (mengenang sugesti dari seorang tetangga di masa balita; “Bintang”, begini beliau mengungkap kagum.
    (Ai! Indahnya menatapmu…wahai gemintang fajar)

    Like

  32. Oa…, inikah dunia? Haha😀
    Tertawa padanya, mampu membuka mata. Di siang terik sebegini, mimpi kembali menepi. Padahal, saya enggak tidur sama sekali. Namun, mengapa ini terasa mimpi ya? Benar-benar mimpikah? Atau hanya … sebuah ilusi?

    Bahagia yang tak beralasan, kembali menjadi teman. Wahai sahabat, sebenarnya, saya tidak ingin berlama-lama dalam suasana begini. Ingin dech saya menatapmu lekat, lalu berkata singkat, “Cukup! Hentikan semua ini.”😀 Lalu, saya kembali tertawa lepas. Karena ternyata engkau tidak berubah. Tingkahmu yang aneh! Menyadariku… Bahwa ini bukan ilusi apalagi mimpi. Bukan. Sama sekali, bukan. Engkau bermakna. Keberadaanmu benar-benar menebar inspirasi. Engkau menjadi jalan. Hingga saya kembali menulis di sini. Haha😀 Aya-aya wae…
    Terima kasih wahai sahabat berbagi. Tetaplah menjadi bintang yang tersenyum selama-lamanya. Dengan senyuman yang engkau hadirkan, duniapun tersenyum padamu. Lebih meriah, . . .😀🙂😉

    Like

  33. Duniamu + duniaku = dunia kita,
    olala..ternyata kita memang satu dunia, ya..
    meski kita aslinya berbeda,
    namun Pencipta kita sama,
    Alhamdulillahirabbil’alamin, saat ini menjelang senja,
    dalam perjalanan menuju Sangga Buana,
    syukur kembali menyapa jiwa,
    menggali rasa,
    menyentuh alam maya,
    tempat saya menitipkan benih-benih kata,
    setelah dunia nyata menempa jiwa, raga dan fikir hamba,
    sungguh! kembali saya ke halaman ini demi sahabat tercinta,
    agar ia tak tertinggalkan begitu saja,
    karena rasa sayang ini padanya,
    telah bertumbuh subur pula,

    Wahai sahabat, sekali lagi…ku sampaikan suara jiwa,
    meski kita berbeda,
    tiadalah mengapa, ya?
    karena dunia kita sama,
    ya…hanya taqwa pada-Nya yang menjadi pembeda,
    makanya, saya kembali ada,
    untuk membuktikan bahwa kita sama,
    sedangkan beda tak berarti apa-apa
    di dunia kita.🙂🙂🙂

    Like

  34. Gadis ayu itu,
    ia menatapku,
    menatap lagi seiring mengitari sekeliling,

    Gadis ayu itu,
    menggoda pandangku,
    menatapku tiada henti berkedip, lalu mengerling,

    Gadis ayu itu,
    ia menyentuh hatiku,
    menyapa dengan tatapnya nan bening,

    Gadis ayu itu,
    ia mengingatkanku,
    pada sebuah hati yang tak lagi kering,
    ia telah lembab, berteman teduhnya hari. Hening.

    Like

  35. Kini, sang mentari perlahan menyelinap di ujung Barat,
    kepergiannya meninggalkan seberkas kesan yang tersirat,
    menyisakan sebait pesan untuk kita catat,
    bahwa ia masih ingin mengingat,
    tentang kebersamaan kita tadi siang, meski sesaat,

    Wahai sang mentari,
    yang sabar yaa..menjalani titah diri,
    esok tiba waktunya engkau pun bersinar lagi,
    tuk menerangi,
    menemani siangku mengisi hari,
    so, keep smiling dalam menjalani episode ini,
    selamat bersinar di belahan bumi yang perlu engkau terangi,
    ku masih di sini,
    menanti…
    mempersiapkan diri,
    ‘tuk menyambutmu esok pagi,
    oke…hati-hati di jalan ya…melangkah dengan penuh konsentrasi,
    sekali-sekali,
    ingatlah aku di sini,
    yang sedang menanti,🙂

    Like

  36. “How about making Bubur Kacang Ijo?”, Teh Elen asked.

    “It’s easy”, Siti answered.

    I am smiling when I hear their voice. Then I am laughing in My room while record it here. Hehe.. My friend, thank you very much, ya. You are inspiring me.😀

    After that, they are silent together. And I continue my other morning activities. They are reading while smiling, typing, and arranging words.
    🙂🙂🙂 I begin this morning by smiling. I hope that today will be wonderful day. Friday… I like “today”.

    Like

  37. Saat ini, di sini, saya kembali menikmati keindahan hidup bersama teman sebaya. Teman yang berubah wujud menjadi sahabat berbagi. Bersama, kita saling mengerti dan memahami. Hampir di berbagai kesempatan kita bersama. Di mana ada dia, saya pun ada di sana. Kita bebas bercanda dan tertawa. Namun kembali akur saat bertemu beda. Karena kita telah memahami sifat masing-masing. Dan satu alasan lain adalah karena kita saling membutuhkan.

    Sekarang, saya kembali merasakan. Bahwa sebenarnya, menjalani kehidupan dan bergaul dengan teman yang sebaya, sangat mengasyikkan. Ditambah lagi dengan persahabatan yang kita warnai dengan rasa saling mengasihi dan menyayangi. Maka hidup pun menjadi kian indah.

    “Dengan siapapun kita bergaul, bersamanya ada ketenangan. Bila kita senantiasa ingat pada-Nya”.

    Terima kasih wahai sahabat, atas segala yang ada. Rasa, tatap mata, penambahan wawasan, yang tercipta bersamamu, ku ingat selamanya. Terima kasih untuk kesediaan hati dalam menjaganya, terus ada, ya…🙂

    Like

  38. Manusia juga membutuhkan maintenance. Salah satu bahan yang kita butuhkan dalam proses maintenance adalah berupa bahan makanan. Diantaranya yaitu gado-gado dengan aneka rasa. Seperti rasa manis, rasa gurih, asin, asam pedas ataupun hambar. Ya, begitulah. Namun, gado-gado beraneka rasa tersebut menjadi nikmat saat kita konsumsi. Apabila yang mengolahnya adalah seorang yang profesional.🙂
    @ …. Berkreasi, berproduksi, berpromosi lalu berjualan …. ¤

    Like

  39. Pesan Ibu Fitriana:

    ¤* Hiduplah di bawah standar yang kita mampu

    ¤* Berpikirlah dari hulu ke hilir

    ¤* Anda mengalami trial and error dalam belajar? Nikmatilah…

    ¤* Ibu dan Bapak bekerja fulltime demi karier di luar rumah? How about daughters and sons?

    ¤🙂 ¤

    Like

  40. Berkesempatan melanjutkan pendidikan pada lembaga formal, dengan beasiswa 100%. Dan belum termasuk tambahan uang saku. Berikut buliran perhatian serta kasih sayang nan melimpah, membanjir. Hal ini membuat hari-harinya kian bermakna. Perubahan segera menjelang pula. Seiring dengan pergantian waktu yang tidak mau berkompromi, meski sedetik lamanya. Tidak!. Tak pernah sang waktu menanti. Ia terus saja melaju. Menuju masa berikutnya. Cepat! Seperti kilat. Seakan ia adalah pemenang dalam berbagai keadaan. Hal ini membuat ia tak pernah berpaling lagi. Buktinya, sang waktu tidak menanti kita. Sekali-kali tidak. Ia telah menemukan keasyikkannya. Hingga akhirnya, ia begitu loyal dan demikian profesional dalam mengabdi.

    “Belajar dari ‘sang waktu’, kita perlu bercermin diri. Sudah sampai di mana kita saat ini? Adakah telah melaju jauh merengkuhi mimpi, atau malah sebaliknya? Mari kita berintrospeksi lagi…wahai diri.”

    Lalu berbenah diri untuk mempersiapkannya agar mau melangkah lagi. Setelah saat ini pergi…🙂🙂🙂

    Like

  41. Untuk dapat belajar memang tidak mesti di lembaga pendidikan formal. Namun, ketika pintu ‘kesempatan’ untuk menjejaknya sedang terbuka? Boleh kan, kita memasukinya. Karena ia adalah peluang untuk menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan. Demi kehidupan yang lebih baik dari saat ini. Itu saja. ^_*

    Like

  42. Ayo..! Mencoba!
    Kita belajar dari sekarang, meski itu suatu yang baru. Karena masih ada waktu untuk memulai. Cepat. Semangat. Coba…coba…ketika kita kembali mau mencoba. Insya Allah. Apa yang kita cita tercapai jua. Hanya membutuhkan usaha, do’a demi do’a dari dan untuk kita, beserta waktu. Yes! Keep on our best yaa..😀

    Nice to be with you,
    wahai sahabat,
    namamu senantiasa ada di hati ini,
    pesan-pesanmu terus menemani,
    do’a-do’amu apalagi..ia tetap menemani,
    yuksz! Kita melangkah lagi menjemput rizqi,
    di negeri ini.

    Apapun yang akan kita lakukan, awali dengan menyebut nama Allah. Sebagai bukti bahwa kita mengingat-Nya.

    Apabila kita mencintai seseorang tentu kita akan selalu mengingatnya. Sehingga bayangannya lebih sering hadir di pikiran kita. Di setiap gerak dan langkah kita, dia sering menyertai. Dia akan terus ada. Terus membersamai kita. Sehingga secara otomatis, hari-hari yang kita lalui penuh dengan bayang-bayangnya. Menemani. Akibatnya, kita belum memiliki waktu yang terbaik untuk memusatkan perhatian pada yang lainnya. Oh…yes?!😀

    Secara diam-diam, ketenangan pun berkurang dari waktu ke waktu. Lalu menjangkitlah ketidaktenangan. Ia pun menampakkan wujud kurang bahagia. Semoga…cinta kita ada karena-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala. Dia memiliki segalanya. Bahkan diri kita ada dalam kuasa-Nya.

    @fixation about cleanliness

    Like

  43. Pagi yang indah berseri…
    berteman sang mentari,
    ku masih menatapnya hingga kini,
    mengagumi… masih mengagumi…
    ku pun tak pernah tahu, sampai berapa lama begini,
    namun ku yakin, pasti…
    sampai tutup usia ini,
    atau kelak ia tak bersinar lagi,
    pergi mendahului,
    wahai mentari,
    terima kasih untuk menjadi teman berbagi,
    engkau menjadi jalan munculnya inspirasi,🙂

    Like

  44. Wahai Ibunda….
    bening nasihat demi nasihat mengaliri hari,
    loncatan demi loncatan kata menjadi sumber inspirasi,
    lantunan suara nan merdu menyejukkan sanubari,
    pertalian kata yang menyambungkan hati,
    menentramkan fikir ini,

    Wahai Ibunda…
    meski jauh jarak membatasi,
    tiada begitu berarti,
    ia menjadi mahligai nan abadi,
    tempat pemberhentian suci,
    bagi sang musafir dalam perjuangan ini,

    Wahai Ibunda…
    canda tawa riang ceria cermin bahagianya jiwa,
    bersama gemulai denting pita suara,
    beliau terus menguntai cerita,
    membuka jendela bahasa,
    menjelaskan pesan nan tersirat lewat nada-nada,

    Wahai Ibunda…
    syahdu masa nan menyelimuti,
    harunya rasa menjadi saksi,
    Ananda ingin, kita bertemu lagi..
    berkumpul bersama sanak-family..🙂🙂🙂

    Like

  45. Ingin menjadi anak yang baik, berbakti pada kedua orang tua,
    dalam sebuah cita,
    ia hadir menyapa senja,
    berteman mega merah menyala,

    Ingin menjadi …
    putri sejati,
    muslimah suci,
    seputih melati,
    selembut lili,
    Aamin ya Rabbi,🙂

    Like

  46. Ibunda, panutan hati, pautan kasih. Lautan ridha yang beliau hamparkan berisi mutiara-mutiara do’a di dasarnya. Bersama riak-riak harapan, beliau mengangguk pelan. Lalu bergumam lirih, “Iya, Nak. Lanjutkanlah perjalananmu. Teruskanlah perjuanganmu. Demi masa depan terbaikmu, beranilah melangkah. Sisiri tepian ilmu, arungi samudera waktumu dengan iringan do’a-do’a Ibunda. Gapailah segala cita yang terlanjur engkau sangkutkan. Yakinlah, Ibunda terus mengawasi perkembanganmu. Menanti kabar selanjutnya. Oia, saat tantangan itu menampakkan wajahnya. Tersenyumlah padanya lebih sering. Sebanyak wujudnya yang datang menghampirimu. Lalu, hadapilah dengan segenap kemampuanmu. Kemudian selingi kedatangannya yang beruntun dengan do’a-do’amu. Lalu, taklukkan lagi dengan geramnya semangat juangmu. Insya Allah engkau berhasil, Nak..! Lalu, terimalah hasil terbaik yang Allah titipkan padamu. Untuk menemani senyumanmu dalam mengisi hari”.

    From:
    @part of my heart for Ibund@🙂

    Like

  47. Meningkatkan kecantikannya,
    menata perlengkapannya menjadi lebih rapi,
    membersihkannya lebih sering,
    mengelapnya membeningkan,
    mencemerlangkan ia,
    saya ingin melihatnya lebih sering bahagia,
    lalu kita duduk bersama mengisi waktu,
    di kebun yang terus kita rawat,
    wahai sahabat,
    …tersenyumlah,
    like this…🙂🙂🙂

    Like

  48. Jaga sahabat kita,
    ia menjadi jalan bahagia,
    ia awal hadirnya senyuman di wajah,
    ia raja nan berkuasa,
    ia dalam genggaman-Nya,
    ia dinamis berbolak-balik,
    mari kita menyapa penggenggamnya lebih sering,
    agar kita mengenal siapa ia sesungguhnya?
    Ia adalah sang qalbu,😉

    Like

  49. Saya punya teman sepermainan. Kami seringkali bersama dalam mengisi waktu di sini. Kami memang berbeda usia. Namun tidak terlalu jauh jaraknya. Hanya berbeda beberapa bulan saja. Dan beliau lebih tua. Saya memanggil beliau ‘kakak’. Kakakku yang satu ini baik banget, lho. Beliau bernama Nur yang berarti ‘cahaya’ bagiku. Beliau adalah seorang yang penyayang dan perhatian. Kami gemar bercurhat ria dalam berbagai kesempatan. Hingga saat ini, kami menjalani kebersamaan dalam indahnya persahabatan. Saling mengerti dan memahami, adalah salah satu prinsip kami dalam menjaga hubungan.

    Wahai sahabat,
    derai tawamu mampu memecah suasana,
    menyadarkan setiap insan akan hakikat pertemanan,

    Wahai sahabat,
    keceriaanmu,
    menghiasi hari-hari ini,
    seakan mentari bersinar cerah setiapkali engkau di sisi,

    Wahai sahabat,
    suara indahmu,
    mengingatkanku pada seorang yang pernah ku kenal,
    beliau yang memiliki apa yang ku damba,
    apa yang menyelingi pikiranku akhir-akhir ini,

    @panggilan syahdu.

    “Sahabat. Meski tidak banyak jumlahnya. Namun, kehadirannya dalam sebagian waktu-waktu kita menjadi sangat berkesan. Ketika ia datang pada saat yang tepat. Sedangkan saat yang tepat untuk menyambut kehadiran sang sahabat adalah kapanpun. Karena ia begitu berarti.”

    #Terima kasih wahai sahabat terbaik…engkau adalah cahaya kehidupan.

    Like

  50. Beberapa nasihat dari negeri seberang, sesaat sebelum saya berpindah ke perantauan:

    ¤* Niatkan berangkat, demi masa depan, mengharap ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Not others. (By Ibunda)
    ¤* Jalinlah hubungan dengan teman-teman yang baik. (By Ma’ Wo)

    ¤* Tirulah orang-orang yang cerdas. Insya Allah berhasil. (By Om Jhon)

    ¤* Ingat! Jaga sikap yaa.. (By my brother Own)

    Terima kasih wahai semua hamba-hamba-Nya yang baik…”Tiada balasan kebaikan, kecuali hal yang lebih baik lagi.”🙂

    Like

  51. Iman. Walau bagaimanapun badai godaan menerpanya, ia perlu tetap dalam keteguhannya. Karena iman bagai sekuntum bunga. Dia membutuhkan perhatian, perawatan dan penjagaan. Agar ia dapat tumbuh dengan subur. Senantiasa dalam kondisi terbaiknya. Oleh karena itu, kita melindunginya dengan penuh ketelitian dan menyirami secara berkala. Lalu kita menjalani detik waktu bersamanya. Selalu.

    Banyak asa yang terukir bersamanya,
    berjuta cita yang terangkai dengan bantuannya,
    bermilyar kata yang terangkai oleh kehadirannya,
    ia bermakna,
    sungguh tak terhingga,
    ada ketentraman di sampingnya,
    hidup ini terasa lengkap bersamanya,
    kebahagiaan kembali mengalir deras dengan kehadirannya,
    kesejukan menaungi seiring munculnya sapa,
    kelembutannya yang terasa,
    bak permata berbalut kasih sayang,
    memancarkan gemerlap sinar tak berkesudahan,
    bernafaskan wibawa,
    ia terus melangkah bersama senyuman,
    tetap! ia mentari di dalam hati,

    Ia yang mampu menghipnotis sang jiwa,
    bersama aura yan menebar…mempesona,
    menghadirkan debaran aneh ketika bersamanya,
    potensi yang tergali semakin memikat jiwa,
    ia sungguh istimewa,
    bersinarlah selalu melanjutkan bahagia,
    engkau ada karena-Nya,

    @gurauan hati seorang hamba mengisi siang di alam dunia. Menata rasa di dekat bentangan fatamorgana.😀

    Like

  52. Ingin menjadi seorang sahabat yang terbaik, memberi bukti pada dunia,
    demi sebuah cinta,
    ia hadir menyapa senja,
    berteman jingga di angkasa sana,

    Ingin menjadi …
    sahabat yang sejati,
    muslimah berani,
    mencontoh istri Nabi,
    meneladani akhlak yang terpuji,
    bersikap murni,
    menenteramkan hati sang suami,
    “Ya Allah, pada saatnya nanti. Kirimlah “hamba terbaik-Mu” pada hamba-Mu ini. Yang Engkau ridhai untuk urusan dzahir maupun bathin kami. Menyatukan hati untuk melanjutkan langkah bersama, menuju pada-Mu. Untuk saling membantu dalam mempersiapkan diri kami yang terbaik saat nanti berjumpa dengan-Mu (Engkau memanggil kami). Kemudian menjadi partner dalam bekerjasama demi mengumpulkan bekal terbaik untuk ‘pulang ke kampung halaman yang abadi’. Aamin ya Rabbi.”🙂

    😀 Hai..-hai..! Everybody, ternyata kampung halaman kita sama yaa… Semoga nanti kita bertetangga ya, bahkan serumah. I hope, bersama-sama denganmuuu di ruangan terbaik yang telah Allah persiapkan untuk kita. Menjadi penduduk surga-Nya. Subhanallah…indah membayangkannya ya… “Rindu Allah, Rabb kita…” Mari kita sama-sama mendo’akan agar kita selamat sampai ke tujuan yuuks..?!
    Terima kasih yaa,
    saya selalu merindukanmu…🙂🙂🙂
    Oia: titip salam untuk sahabat kita yang lain yaa.. Trim’s,😉

    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu batalkan sedekahmu itu dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti (menghina).”
    (Q.S Al Baqarah: 264)

    Like

  53. Tetes-tetes bening itu bercucuran satu persatu, silih berganti,
    Alhamdulillah..betapa Maha Kreatifnya Allah subhanahu wa ta’ala,
    Yang Menciptakan hujan sekecil itu, menetes…
    tidak menumpah…🙂

    Like

  54. “Apa yang sedang kita lakukan sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita yang selanjutnya.”

    “Sabar. Smile.🙂 Lalu melihatlah ke depan. Ada banyak opportunity di sana.”

    “Untuk hal-hal yang belum kita tahu, kita harus banyak mengambil pelajaran darinya.”

    “Optimalkan nothing activity and rest. Maka kita mampu menjadi apa yang kita cita.”

    “Bersemangat terus menerus dalam meneruskan semangat.”

    “Hidup ini membutuhkan rencana demi rencana dan manajemen waktu yang baik.”

    Menulis adalah keterampilan dalam merangkai kata. Sehari tanpa menulis rasanya ada yang belum lengkap dalam hidup ini. Oleh karena itu, saya menulis pada saat-saat terbaik. Baik di waktu luang maupun dalam jadwal-jadwal yang padat. Saya kembali menulis setiap kali saya menginginkannya. Adapun topik yang saya tulis bermacam-macam. Intinya, tergantung pada keadaan yang sedang saya alami pada suatu waktu tertentu. Kadang saya menulis tentang apa yang sedang saya pikirkan. Namun sering kali tentang apa yang terasa. Ya, meski begitu adanya, saya sangat senang melakukannya. Karena ada kepuasan tersendiri yang saya alami. Setiap kali sukses merangkai kata demi kata. Sehingga saya dapat membacanya pula. Namun sekarang, saya belum akan kembali ke awal paragraf ini. Untuk membaca apa yang telah saya tulis. Karena saya ingin menulis sebuah paragraf ‘mini’ tentang sebuah abjad.

    Pada kesempatan terbaik ini, saya ingin menulis menggunakan abjad “M”. Mengapa “M”? Karena saya suka. Titik.😀

    Sebenarnya, banyak kata yang bisa kita bentuk dengan unsur abjad “M”. Baik ia berada di depan sebuah kata, di tengah-tengah dan atau di belakangnya. Sebagai conto adalah kata “malu”. Kata malu terdiri dari empat abjad pendukung. Yaitu abjad m,a,l dan u. Adapun abjad m- terdapat pada awal kata “malu”. Malu adalah satu sifat yang harus kita pakai dalam kehidupan. Malu di sini dalam arti apabila kita akan melakukan suatu hal yang Allah tidak suka. Maka kita malu pada Allah kalau tetap mengerjakannya.

    Demikian, sebuah paragraf mini untuk menjadi bukti bahwa saya senang merangkai kata-kata.🙂🙂🙂

    Like

  55. Ketika ukhuwah menembus rasa,
    menyentuh langit-langit jiwa, asa dan cinta,
    sungguh!
    ia menjadi hal terindah di dunia,
    terus bersemi sepanjang masa,
    menghempaskan beda,
    mencari yang sama,
    Subhanallah, ini semua karunia-Nya,
    dengan bersyukur…abadilah ia,
    untuk menemani senyuman kita,
    selama-lamanya,🙂🙂🙂

    Like

  56. Sedetik waktu begitu bermakna,
    bila berisi sia-sia,
    istighfar sesering kita bisa,
    untuk meluluhlantakkannya,
    karena tak semestinya ia ada,
    apalagi menyapa kita,
    segera abaikan kedatangannya,
    agar kita kembali terjaga,
    dari masa ke masa,
    semua demi keselamatan kita,
    yang masih balita, belia, remaja, muda dan tua,
    maupun yang telah lanjut usia,
    karena kita sama-sama hamba-Nya,
    yang sering mudah terbuai goda,
    wahai sahabat hati temannya jiwa…
    yuuks kita bekerjasama,
    saling membantu yaa..
    demi senyuman kita bersama,
    tak hanya berdua..

    Hahaa..😀
    (suara jiwa mencengkeramai.
    “Mari kita tertawa sejenak,” begini ia menggoda).

    -Astaghfirullahal’adziim.-

    Like

  57. Mempunyai seorang sahabat yang pengertian, ramah dan jujur adalah bagaikan memiliki dunia dan segala isinya. Hari demi hari menjadi lebih sering ceria dari biasanya. Detik demi detik berlalu tanpa terasa. Bersamanya indah selamanya. Wahai sahabat jiwa, engkau sungguh berharga. Meski dalam diam, engkau sedang bercakap-cakap dengan seribu bahasa. Wahai adakah ini karena cinta? Tolong, jelaskan. Apakah ini semua karena cinta?
    ai! Ia ada-ada saja, yaa.😀

    Like

  58. Alhamdulillahirabbil’alamin…

    Senin pagi berseri-seri,
    gempita rasa sedang menemani,
    lalu saya menaburnya di sini,
    menyemai senyuman sepenuh hati,
    semoga engkau pun merasai,
    betapa senangnya hati ini,
    Ya Rabbi… semoga berkekalan persahabatan kami,
    untuk terus saling mengisi,
    tak hanya saat ini,
    namun hingga nanti,
    akhirat menyambut diri,

    Senin pagi menjelang siang,
    gempita rasa menebari kasih sayang,
    lalu saya menaburnya berulang-ulang,
    menyemai icon senyuman sebagai perlambang,
    semoga engkau pun menerima dengan bahagia alang kepalang,
    betapa senangnya hati saat terbayang,
    Ya Rabbi… semoga berkekalan persahabatan dan kasih sayang,
    untuk terus saling menunjang,
    tak hanya sekarang,
    namun hingga akhir usia menjelang,
    malaikat Izrail pun datang.
    🙂🙂🙂 Have a wonderful Monday yaa.. sahabat berbagi. Special for you yang seringkali teringat. Lalu mensenyumkan hati ini. Engkau ku banggakan. Ku sebut namamu seiring dengan hadirnya senyuman yang lebih indah di wajah ini. Peace.😉 Harap Allah subhanahu wa ta’ala meridhai. Aamin ya Rabbal’alamin.🙂🙂🙂

    Like

  59. Belajar memandang cakrawala dunia dari kedalaman jiwa,
    agar ia mampu mengungkap lebih banyak tanya,
    kemudian menjawabnya bersamaan dengan senyuman ceria,
    karena bahagia pun menyapa seketika,
    wahai indahnya terasa…🙂

    Like

  60. Seringkali kita berusaha untuk belajar hal-hal yang baru. Meski itu sungguh asing. Namun, bersama sikap yang baik, ia menjadi hal yang biasa. Yes! Tiada yang tidak mungkin di alam dunia. Selagi kita bersedia membersamainya. Lalu, menampilkan senyuman terbaik lebih dahulu. Ketika ia baru saja menampakkan wajahnya.

    “Belajar hal-hal yang baru? Why not. I like this. Semoga jalan kemudahan beriringan datang silih berganti. Aamin ya Rabb.”

    Katakan ‘Yes!’ untuk berbagai peluang.
    Ucapkan ‘Sure!” pada setiap kesempatan.
    Sampaikan ‘Senyuman’ pada berbagai tantangan.
    Mereka hanya sebuah ‘Kata’. Keteguhan dalam menangkapnya adalah sebuah kemestian. Oke. Innallaha ma’ana. Bersama-Nya, kita bisa!😀

    @support dari sang sahabat berbagi.

    Like

  61. “Untuk semua sahabat terbaik. Engkau begitu berarti.”

    Terus berjuang yaa.. jalan untuk kita lalui,
    masih membentang rapi,
    ia siap untuk kita tempuhi,
    menuju masa depan terbaik yang sedang menanti kedatangan kita-kita ini,
    utamakan keselamatan diri, fikir dan hati,
    sampai bersama lagi,😉

    Like

  62. Gerimis datang menjelang,
    lebat hujan pun menghadang,
    mereka hadir untuk menyejukkan padang gersang,
    namun memudarkan arah pandang,

    Namun, bagaimana kabar mentari yaa..? Setelah sekian lama ia menghilang?

    Ku rindu cerah sinarnya,

    semoga ia baik-baik saja,

    meski rela mengalah untuk sementara,

    @ >*< mentari di alam maya,

    nanti bersinar lagi ya,

    karena engkau sungguh berharga,

    wujudmu mulia,

    meski masih kasat mata,

    namun ku percaya,

    bahwa engkau ada,

    untuk saya,

    hahaa😀

    Like

  63. “Goresan kata-kata hanyalah luapan rasa. Ia mampu menyemai bahagia. Hingga tersenyumlah kita bersamanya.”

    “Gabungan kata demi kata mampu menjadi penyela tiada jeda. Namun ia pun mampu menghadirkan makna.”

    “Goresan kata-kata hanyalah tumpahan hasil pikir sang hamba. Ia mampu menjadi penjaga setiap saat kita membutuhkannya. Hingga tenteramlah kita bersamanya.”

    “Gabungan kata demi kata mampu menjadi penggugah jiwa. Namun ia pun mampu membangkitkan pesona kita.”

    “Goresan kata-kata hanyalah sarana belajar. Ia mampu mengubah kita. Hingga mengerti tujuan kita menciptanya.”

    “Gabungan kata demi kata mampu mengguncang dunia. Namun ia pun mampu mendamaikannya.”

    @permainan kata menutup senja. Semoga abadi adanya.🙂

    Like

  64. “Hai…mari kita berkumpul di sini, di rumah kita,” ajak pesan, kesan dan harapan pada sahabat-sahabatnya. Lalu satu persatu dari mereka pun mulai berdatangan. Ada yang berwajah ayu nan jelita. Ada pula yang anggun rupanya. Namun tidak terlalu jelita memang. Tak seperti teman-temannya yang lain. Meskipun demikian, ia tetap menjadi dirinya. “Be my best self,” begini gabungan kata yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Setelah itu sahabat-sahabat yang lainpun terus berdatangan. Mereka membawa tampilan yang berbeda satu sama lain. Meskipun demikian mereka saling mengayomi. Kini, setiap sahabat berkesempatan menunjukkan “performa” yang ia punya.

    Pertama, adalah giliran pesan. Ia berkata dengan ringan:
    “Apapun adanya saya. Saya tetaplah saya. Yang tercipta karena waktu. Dan saya hadir untuk menjadi kenangan. Sekaligus sebagai hasil pelajaran. Saya berfungsi sebagai pengingat dan penasihat. Saya hadir dari -masa lalu-. Lalu sang pesanpun tersenyum sungguh menawan. Ia hadir sebagai pelajaran.

    Kemudian tibalah giliran sang kesan untuk berorasi. Dengan tampangnya yang keren, berwibawa dan wajah cerah ceria ia bercuap-cuap dengan bebasnya:
    “Saya adalah kumpulan para abjad. Yang mewujud kalimat-kalimat berikut ini😉

    “A. Ambisi yang terus kita perjuangkan sangat mendukung dalam upaya merengkuh masa depan yang lebih baik.”

    …(bersambung ke bag-2)🙂

    Like

  65. (bag-2… sambung menyambung menjadi satu. Inilah sambungannyaaa…😀 )

    “B. Berani mengungkapkan penawaran adalah salah satu upaya untuk meminimalisasi pengeluaran.”

    “C. Cerita yang kita baca, berasal dari pengalaman-pengalaman orang lain yang bersukarela membagikannya. Agar kita mau mengambil hikmah darinya.”

    “D. Dunia dan seisinya adalah anugerah terindah yang kita terima dengan cuma-cuma. Lalu, apa yang sedang kita perbuat terhadapnya? Di abad penuh teknologi seperti ini, tiada yang tak mungkin terjadi saat kita membersamainya.”

    “E. Ekspresi adalah tanggapan awal yang kita munculkan atas berbagai suasana yang hadir menyapa kita.”

    “F. Fiksikan dalam rangkaian kata atas banyak kejadian yang kita alami. Maka kita mampu berimajinasi.”

    “G. Gambar adalah tulisan terbaik yang mampu menceritakan banyak hal dalam satu waktu.”

    “H. Hehehee…😀 Hemat adalah menggunakan segala sesuatu sesuai dengan porsi yang semestinya. Dan itu adalah benar.”

    “I. Ibunda adalah sumber inspirasi tiada terhingga. -If you brave to be different, you win!-”

    “J. Jemputlah asa, cita dan harapan bersama cinta yang kita punya.”

    “K. Kalau ingin maju, berubahlah! Ingatlah beliau yang saat ini telah berhasil. Beliau begitu karena beliau berani dan mau berubah.😉 (Terima kasih wahai Bapak inspiratorku. Peace, yaa..).”

    “L. Lembaran hari terus berganti, bagaimana dengan kita?.”

    “M. Mengembangkan ide, kreativitas dan terus berinovasi untuk melakukan yang terbaik.”

    “N. No time without sharing.”

    “O. Orang yang cerdas adalah beliau yang sedang tersenyum saat ini.🙂 (I wish look your smile. Because of You are so cute with it).”

    “P. Promosi yang berhasil mampu meningkatkan pendapatan.”

    “Quality is our value.”

    “Rencana yang terorganisir mampu meningkatkan rasa percaya diri. Untuk kita terapkan dalam melanjutkan langkah yang terbaik.”

    “S. Sampai sejauh mana kita mau berperan aktiv dalam kehidupan ini?”

    “T. Time is an opportunity.”

    “U. Usia. Kita tidak pernah tahu sampai kapan ia menemani?. Apa yang kita lakukan dalam mengisi dan memanfaatkannya?”

    “V. Visualisasikan hasil pikir meski dimulai dari dunia maya.”

    “W. Wajah yang menjelma kata-kata, mampu menarik minat untuk menatapnya lebih lama. Lalu ia menjawab dengan senyuman.”🙂🙂🙂

    “X. X-ita mampu apabila kita mau. Yes!”

    “Y. Yakinku.”

    “Z. Zzzzz…zero*kan diri lebih sering. Untuk menjadi lebih dekat dari hati ke hati.”

    ¤_¤ Allahu A.k.b.a.r…¤_¤

    Like

  66. Bersinar lagi…
    hihii…🙂
    tersenyum geli pagi ini,
    mampu mencerahkan wajah dan hati,
    setelah beraktivitas yang tadi-tadi,

    Wahai bahagianya,
    hahaa…😀
    tertawa gembira membuka mata,
    mampu menciptakan gejolak rasa,
    setelah bercengkerama mesra,
    bersama sang surya yang datang menyapa,
    mentari pagi, ia tiada duanya,
    bahagia bersamanya,

    Bersama kita mampu…
    huhuuy…🙂
    telusuri langkah-langkah itu,
    menemui arah yang satu,
    silakan lanjutkan gerakmu,
    padamu ku berguru,
    menyerap beraneka ilmu,
    tingkiyuuu…😉

    Cabang ilmu itu banyak jenisnya,
    seperti pikiranku yang tercipta,
    ada yang mengarah ke Timur, Barat, Selatan dan Utara,
    ia melanglangbuana semaunya,
    menembus cakrawala,
    tersenyumku menyaksikannya,
    lalu yakinku muncul pula,
    mengucap kata, “Tersenyumlah… bebaskan ia. Lalu teruslah menatanya sepenuh jiwa. Agar ia mampu membawa makna. Demi masa depan kita. Yaa…Zip!.”🙂🙂🙂

    Bersama kita bahagia…
    wahai indahnya,
    menempuhi jalan cahaya,
    menuju hari-hari berjaya,
    yang penuh bunga-bunga,
    bermekaran di taman jiwa,
    tumbuh bersemi di kebun kita,
    bersama asa yang terus kita sirami dengan cita,
    hingga mewujudlah harapan menjadi nyata.

    @special note tentang pesan (afterthought), kesan(happening) dan harapan (desire and expectation).

    😀 “Allah subhanahu wa ta’ala is my hope. My hope is my love. My love is my life. My life is my smile. My smile is YoU!”😀

    Like

  67. Berbenah masa muda,
    semoga tiada apa-apa,
    baiklah, yaa…
    keep calm aja,
    karena ku ingat Ibunda,
    beliau berpesan tiada hingga,
    “Baik-baik ya, Nak? Di dunia kita hanya sementara.”

    Sudahlah, kita ada karena berguna. Saatnya kembali ke alam nyata. Siap!😀
    ¤😉 “Yihuiiiy!”😉 ¤

    Like

  68. Jasa-jasamu Ibu,
    terus bertumbuh bersama waktu,
    menebar dalam hari-hariku,
    wahai Ibu…
    (meski saat ini beliau tiada di sisi. Saya siap menggantikan beliau. Untuk ber-off road ria. Karena medan ini benar-benar asing. Sungguh, asing). Belajar hal-hal yang asing untuk terbiasa. Sehingga kita benar-benar bisa. Mampu menaklukkan tantangan ini. Yes!😀

    Like

  69. Tidak seperti biasanya, sore ini begitu berbeda. Ada aura lain yang ia bawa. Suasana yang sukses membuat saya tertegun beberapa lamanya. Teduh. Damai. Syahdu. Menemani waktu. Hah!😀 waktu begitu cepat kau berlalu, baru saja aku merasakan kebahagiaan yang membuat hati berbunga-bunga dibuatnya. Hai sang penyejuk hati kenapa kau begitu menarik hati. Aku terlena di buatnya. Kau penyembuh di saat aku sedang duka. Kau penyejuk di saat aku sedang marah. Kau pelindung di saat aku sedang tak bahagia. Hari ini aku rindu padamu. Kau selalu ada di sekelilingku dimana pun aku ada di situ juga ada kau. Angin seandainya kau merasakan apa yang sedang aku rasa saat ini. Aku merindukan dia. Katakan padanya aku merindukannya. Aku tak peduli pada pohon yang akan tau perasaanku kepadanya. Biarlah ia tahu dan semoga dia mengetahuinya. Biar dia tahu rinduku kepadanya amatlah rindu. Haahaaaahaa😀 Meski sayang dan kerinduanku ini hanya impian belaka. Tapi aku selalu berharap suatu saat nanti dia akan datang untukku. Dan semoga ini menjadi kenyataan. You always in my heart. -Titih-^

    Like

  70. Gyahahaay,..😀 Neng Ti, aya-aya wae dikau Nduk. Curhatanmu yang kembali saya hayati, mampu mensenyumkan wajah ini di gelapnya malam.
    I like your words, friend. (Lain kali, semoga beliau berkenan lagi menitipkan pesan hati di salah satu sudut lembaran ini).

    Tak dinyana tak diduga, ternyata rasa kita sama. Karena kita berteman. “Kalo kita engga samaaa enggaaa.. mau bertemaan ya.😀 ”
    Ini adalah falsafah selingan yang saya sampaikan, setiap kali beliau terjebak dalam ‘wajah tak berekspresi’ setiap kali kami menghabiskan waktu bersama. Hingga kita tersenyum kembali, lebih indah pada akhirnya.”🙂🙂🙂

    Like

  71. Di usia yang ke-32 tahun?
    itukan tahun 2018,
    yes!
    segala beda menjadi sama,
    sama seperti yang telah berlalu maupun yang sedang berlangsung,
    Ya Rabbana,
    kami hamba-Mu,
    selalu harap rengkuhan-Mu,
    selalu rindu panggilan-Mu,
    selalu ingin mendekat dengan-Mu,
    bertahta di kerajaan cahaya,
    …🙂🙂🙂

    Like

  72. Tetesan hangat yang menyejukkan…
    syukur pada-Nya yang menitipkan nikmat tiada terhingga…
    mendamaikan jiwa seketika itu jua…
    melegakan pikir hamba-hamba-Nya…
    meluruhkan raga yang tiada berdaya apa-apa…
    semua dalam kuasa-Nya…
    Ya Allah…
    rindu pada-Mu begitu menyesak jiwa…
    namun longgar desakannya lebih segera…
    bersama luruhnya tetesan hangat nan menyejukkan…
    buliran permata kehidupan nan membuai…
    luluh… luruh… seiring hadirnya senyuman ini…🙂🙂🙂
    Alhamdulillahirabbil’alamin…
    “Fabi ayyi alaa irabbikumaa tukadziban.”
    -Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan?-(Q.S 55: 53)🙂🙂🙂

    Like

  73. Kadang ia tersenyum. Pada lain waktu ia pun menangis. Lalu tertawa ceria ‘bahagia’. Sembari mempertontonkan gigi serinya beberapa episode. Bahkan seringkali ia terdiam ‘merenung’. Pada kesempatan lainnya, ia tatapkan matanya lebih fokus, sedangkan ke dua alisnya mengernyit-ngernyit, seiring dengan munculnya kerutan tipis di dahinya. Ia sedang serius! Begitulah manusia, banyak akalnya. Sehingga ia berekspresi semaunya. Ada-ada saja.😀 Dengan demikian, keberadaannya di alam dunia menjadi lebih terasa. Bersama rasa itu pula ia menikmatinya.🙂🙂🙂

    Like

  74. Tak ku lihat cerahnya sinar mentari saat ini, (yaiyaiii…malam begindang,😀 )
    namun ku yakin saat ini ia sedang tersenyum,
    secemerlang senyumanku saat ini, (memukau🙂 menundukkan hati),
    semoga esok, saya masih berkesempatan menatap elok perawakannya,
    (berjalan di bawah sinarnya,😆 )
    sembari menatap sejenak ke angkasa,
    (tersenyum kita bersama🙂 )
    dalam upaya menata dunia muda,
    yang sungguh penuh goda,
    semoga kita selalu terjaga di dalam dekapan-Nya,
    kemudian kita kembali bersuara,
    na..naa..naaa..mengisi detik detak masa yang berhias pancaroba,
    agar tak tenggelam kita di dalam fatamorgananya,
    🙂🙂🙂

    Like

  75. Mau main-main di kebun dulu aaach…
    Ikutan yuuks..?!😉
    (berbenah..menata..menyemai benih-benih..menjaganya..menyambut kehadiran penjaganya..merefresh my mind, open my heart, and keep my health).

    “Broaden our hope for our better life.”

    “Travel can be a broadening experience.”

    Special for my visiting fireman. Welcome @ http://chocolatebutterfly9.wordpress.com

    Wonderful regard,
    .)’¤'(.🙂🙂🙂

    Like

  76. Bertanya malam pada bintang, “Adakah engkau datang untuk menerangiku?”
    Bintang menjawab, “Aku ada untuk memperindah tampilan langit agar ia tersenyum indah. Karena aku menaburinya dengan wujudku yang berkelap-kelip”.

    Bertanya siang pada sang mentari, “Adakah engkau menjadi penerang untuk membahagiakanku?”
    Mentari menjawab, “Iya, betul… Aku ada untuk menjadi penerang bagimu.
    🙂🙂🙂

    Like

  77. There are many other way for us, if we still have much of spirit to continue our steps. One of that way is this way. Hohoo… ¤_¤

    Let’s continue our steps, together. Yuukzs😀

    Like

  78. Creating our future together, yuukss? Because ours is our life today. So. Let’s continue our effort at Sangga Buana, now. It will be the way that send us to our best life. In future. It is a second later. 🙂

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s