Secerah Hari Ini

Harapanmu tak pernah pudar, namun terus engkau perbarui. Begitu pun senyumanmu. Engkau senantiasa membiarkannya bertaburan pada wajahmu. Seakan persediaannya sangat banyak sekali. Buktinya, begitu mudah bagimu membagi-bagikannya. Hingga sampai pula padaku.

Bersamamu, rasanya berada di dalam taman yang sangat indah. Nuansanya damai, teduh, adem, ayem, walaupun cuaca terik bermentari sesiangan ini. Namun dekatmu ku memperoleh naungan sempurna. Ditambah lagi dengan aroma wangi yang engkau bawa. Membuai indera penciuman dan membuat mata tergoda untuk segera merapat. Tapi ku tahan, demi menikmati kenyataan. Karena ku takut, mengatupkan mata meski sekejap, aku bisa saja kehilanganmu, lagi.

Ya, engkau memang seperti impi. Seakan ada namun tiada. Tapi kini ku benar-benar tahu, engkau ada di hadapanku. Mensenyumi, setiap gerak dan lelakuku. Apakah karena ku selucu itu di matamu? Atau? 😌

Engkau bilang, sebelum kita berdekatan, "Tetap di sana, yaa. Biarlah aku yang datang menemuimu dengan kendaraan kasih sayang."

Hatimu mendadak cerah, ketika itu. Secerah hari ini. Thank you.[]

😊😊😊

Advertisements

Dear Soulmate

🌸

Ketika pencarian berujung penemuan,

Sebelum bertemu engkau di mana? Aku terus mencari. Mencari dan mencari lagi, karena penasaran dengan keberadaanmu. Setelah ku tahu engkau di sini, asyik! Tersenyumku sendiri, akhirnya. Ternyata jodoh memang tidak ke mana. Karena masih berjodoh, makanya kita bersama, saat ini.

💌

Ketika pencarian berujung ingatan,

Sebelum bertemu engkau di mana? Aku terus mencari. Mencari dan mencari lagi, karena penasaran dengan keberadaanmu. Setelah ku tahu engkau memang tiada di mana-mana, aha! Aku pun teringat, lokasi keberadaanmu. Tersenyumku sendiri, akhirnya. Ternyata kita tidak berjodoh. Makanya tidak bisa bersama, saat ini. Ketika pencarian berujung ingatan terhadapmu, baiklah, ku masih akan mencari.

😍

Ketika pencarian berujung senyuman seperti ini,

Ku ucapkan terima kasih. Karena engkau telah menjadi bagian dari hari iniku.

Engkau di sana. Jika masih ada dan berguna, mengabdilah sesungguhnya.

Engkau di sini, mari berbahagia dalam menempuh hari. Karena ku bahagia bersamamu. Kebahagiaan yang tidak terungkapkan lagi. Hanya ku nikmati sepenuh hati.[]

😄😄😄

Angel

Pagi-pagi sekali, hari ini. Sebuah sapa darimu, menggerakkanku lebih awal. Bahkan sebelum terlihat senyuman mentari. Ya, tidak mengapa. Karena senyumanmu menerangi.

Selayak bidadari, engkau datang menghampiri. Membawa wajah rapi, ekspresi ceria, mata yang tetiba mengecil sejak tersenyum. Aha! Aku mengerti kini, kehadiranmu untuk sebuah inspirasi.

Inspirasi. Ya, engkau bidadari dalam pandangan mata ini. Engkau yang tersenyum, berseri-seri.

***

Sempat ku mengistikharahi tentang kita, malam tadi. Untuk sebuah keputusan terkait hari ini. Supaya langkah-langkah terayun lagi. Dan ku mau bangkit sepenuh hati. Alhasil, ada jalan yang terbuka untuk ku tapaki. Ada ingatan yang mendekati, melaluimu. Ya, engkau sebagai jalan, dear angel.

Engkau memberi solusi, alhamdulillah. Bukan karenamu ini pasti. Akan tetapi, dengan izin-Nya pemilik diri. Terima kasiiih, yaa, ku ungkapkan padamu. Saat ini kita bersua lagi. Aku menyukai kebersamaan ini. ♡ Sehingga masih terdata sejejak lagi dalam kesempatan ini. Alhamdulillah.

***

Biru

Terhenti sudah kisah pilu. Seiring bermula kisah baru. Semoga berjaya selalu, bidadariku.

Titipan darimu ku jaga selalu. Sebagai penghias perjalananku. Bersamanya ku melanjutkan langkah-langkahku.

Pemberianmu ku terima haru. Supaya senang hatimu. Hari ini, ku pakai dengan wajah bersemu.

Terima kasih atas segala izin, doa, harapan, perhatian, persahabatan. Ku ulurkan tangan menyambutnya, menekuk wajah menuju jemarimu. Engkau seorang ibu.

Ibu, bukan tingginya gelar yang engkau sandang di pundak, memuliakanmu. Bukan juga sekadar susunan huruf-huruf lusuh dan berdebu. []

😙😙😙

Sebelum Engkau Berlalu

Anggun wajahmu menampilkan kesederhanaan. Elok rupamu memperlihatkan kesahajaan. Di matamu ku tangkap cahaya ketulusan. Dalam setiap gerakmu semoga penuh keikhlasan.

Semoga kesuksesan senantiasa menyerta dalam setiap kegiatan. Mudah-mudahan lancar segala urusan. Hanya ini yang dapat ku sampaikan padamu, wahai teman.

Engkau temanku. Teman yang membersamai dalam jenak waktu tertentu. Apakah aku yang menghampirimu lebih dahulu? Atau engkau yang menuju padaku lebih awal? Ini tidak perlu. Yang penting, antara kita sudah ada alasan untuk bertemu. Yuuup.

Kali ini, temanku adalah Zoi, lagi. Xixii. Mengapa? Ya, begitulah. Kami bertemu lagi, setelah ia menghampiriku. Aku yang asyik sendiri, tertarik padanya. Apalagi setelah ia menari-nari di atas lantai, muter-muter dan kemudian rebahan. Selanjutnya, kami berbincang. Ia dengan bahasanya. Sedangkan aku dengan bahasaku. Apakah kami dapat berkomunikasi efektif, kalau begitu?

***

Sejak lama, ku mendamba. Sekian waktu, ku berharap. Pernah jatuh, lalu terseok-seok, bangkit lagi. Hingga sampailah pada hari ini, kebersamaanku berikutnya adalah dengannya. Ia yang tidak ku prediksi, ternyata ada di sini. Ia yang membuatku terharu sering-sering. 😍

Ya, tentang perjalanan hidup ini, kita tidak tahu. Di mana esok? Kecuali merencana, untuk ke mana. Selebihnya, jalani waktu sesungguhnya. Hadapi hari ini dengan penuh syukur. Bersyukurlah di mana pun kita berada. Apakah kita suka atau engga. Karena di balik ketidaksukaan, ada hikmahnya. Jadi?

Jadikan detik waktu yang kita temu untuk senantiasa melakukan yang terbaik. Sampaikan pada diri, ketentuan-Nya adalah yang sangat sempurna. Ketika ada di antara harapan yang belum menjadi nyata, tersenyumlah. Pun, ketika ada di antara hari-hari yang kita jalani di luar duga, semua juga ada dalam daftar rencana-Nya. Semoga kita menjadi hamba beriman, yang segala perkara adalah baik baginya.

Ada kebaikan apa yaa? Saat ku di sini, begini, seperti ini? Semoga kita dapat mensenyumi keadaan terkini. Dengan demikian, tidak mengeluh lagi, tidak merutuki keadaan. Namun menghayati. Benar-benar. Menghargai kesempatan hidup ini. Semoga, menjadikan kita lebih menyadari, diri. Kita siapa, dari mana, mau ke mana? Ngapain aja ya, di dunia ini?

Yah, bertemu dengannya, membuat diri ini kembali merenung… []

😊😊😊