Di Bawah Pepohonan Rindang

Hai, ku mampir lagi, di sini. ๐Ÿ˜€

Aku ada di bawah pepohonan rindang. Di sekitar, angin bersemilir menyejukkan. Mentari yang bersinar terik, sedikit menyilaukan pandangan. Sedangkan awan gemawan memutih di atas sana, cukup meneduhkan tatapan mata. Semua menarik perhatianku.

Apalagi birunya langit yang beberapa bagiannya, tertutup oleh awan. Membuat suasana siang ini semakin mengesankan. Di tambah lagi dengan riuh suara anak-anak berusia tiga sampai delapan tahun di ujung sana. Mereka, membuatku tidak bisa tidak, tersenyum saja untuk saat ini, memperhatikan. Beberapa waktu lagi, aku akan bergabung dengan mereka, lalu kami menghayati kebersamaan. Sehingga akan tercipta kenangan tentang kami, lagi.ย 

Ya, ini adalah suasana terdekat denganku. Suasana yang mengingatkanku pada impian-impian beberapa tahun lalu. Impian untuk berada dalam kondisi seperti ini. Impian untuk dekat denganmu juga, meski dalam ingatan. Walau tidak bertatapan, tidak mengapa yaa.

Tidak mengapa, tidak bersua. Tidak mengapa, hanya menghadirkanmu dalam ingatan saja. Karena, begini pun lebih mendamaikan jiwa. Berikutnya, apa lagi yang ada di sekeliling?

Rerumputan bercengkerama dengan sesamanya. Dedaunan tenang-tenang saja, saat angin tidak bertiup untuknya. Sedangkan beburung yang ada di dahan-dahan pohon, membuatku sangat ingin menyapanya. Tapi, urung. Karena ku sedang menyapamu, di sini. Bagaimana kabarnya, teman?

Sudah sekian lama tidak berkabar, ada secuplik rindu yang ku perhatikan. Rindu yang semakin mendekatkan kita, walaupun dari kejauhan. Rindu yang menarik-narikku datang ke sini, walau sekadar singgah?

Dari jauh, aku datang. Dari pelosok alam, di daerah perbukitan. Dari sesudut negeri, di tengah alam yang penuh kehijauan. Dari nuansanya yang hening, tanpa keriuhan. Dari dalam hati yang sempat bimbang dengan keadaanmu di sana, ku alirkan ucapan, “Semoga sehat, lekas sembuh. Buat sobat yang kurang sehat.

Dari jauh, aku menyapa. Dari pelosok desa, di daerah perbukitan. Dari sesudut negeri, di tengah alam yang penuh kehijauan. Dari nuansanya yang hening, tanpa keriuhan. Dari dalam hati yang sempat bertanya dengan keadaanmu di sana, ku alirkan ucapan, “Semoga semangat, sukses selalu. Buat sobat yang berkegiatan.

[Special for You]

๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Advertisements

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู โ€... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.โ€ (Q.S Ar-Raโ€™d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s