🙂🙂🙂

Tersimpan lama di dalam kepompong kehidupan,

menjaga sayap yang belum sempurna,

melengkapi keindahan wujud seekor kupu-kupu,

mengikuti proses perwujudan diri,

melalui jalur ketetapan Illahi,

😀

77 thoughts on “^^ Awalnya

  1. Bersama semangat diri….
    dan do’a-do’a terindah dari hamba-hambaNya yang saling kasih-mengasihi, sayang menyayangi,

    – dalam semangat belajar –

    Like

  2. Tujuan marantau:
    1. ¤ Mambangkik batang tarandam
    1. * Maapuih malu di kaniang
    1. ¤ Mambangkik batang tarandam
    1. * Manjadi kabanggaan urang tuo, Insya Allah. Laahaula walaquwwata illabillahil’aliyyul’adzim.

    @ Badendang sabanta yuks..?!

    Tarapuang-apuang biduak den tumpang,
    sampan nan indak ado pandayuang,
    mabuak dek untuang,
    badan nan surang,

    Cinto den iyo babagi duo,
    alah bacakak tempe jo randang,
    rumiklah denai dek malarainyo,
    kasiah tatumpah ka urang Minang,
    cinto tasangkuik ka urang Jao,

    Tarapuang-apuang biduak den tumpang,
    sampa tasakek nan di kualo,
    Oy urang kampuang tolong dendangkan,
    sayang dek mamak pamiliah juo,

    “Sayang ka kampuang batinggakan.”

    Kalau di Minangkabau, tiok kito punyo guno:
    ¤ Nan buto paambuih lasuang,
    ¤ Nan pakak palapeh badia,
    ¤ Nan binguang di suruah-suruah,
    ¤ Nan cadiak tampek barundiang,
    ¤ Nan pandai tampek baguru.

    Wahai Ranah Bundo,
    lah lamo kito alun basuo,
    dunsanak taraso maimbau-imbau pulo,
    Saok Laweh nagari kito,
    basaba lah Mande, Ayah tacinto,
    wahai uda uni kasadonya,
    do’akan adiak nan di siko,
    untuak adiak-adiak dan di kampuang baitu juo,
    rajin baraja jo mambaco,
    mudah-mudahan batambah ilmu kito,
    tabukak pikiran ka nan Kuaso,
    Allah subhanahu wa ta’ala harapan kito,
    basamo wak saling manyapo,
    dalam do’a kito basuo.

    -Salamaik untuak kito salamonyo. Lakeh tacapai cito+cinto. Buliah basamo kito marasokannyo.-🙂🙂🙂

    Like

  3. Hehee, pagi ini begitu cerah. Hingga kecerahan itu merambat pula pada sekelilingku. Bahagia rasanya, dapat menatap mentari pagi lagi. Ia adalah karunia terindah dari Allah subhanahu wa ta’ala bagiku. Senyumannya yang merekah indah, menjadi inspirasi hati untuk kembali tersenyum pula. Alhamdulillah…😉

    Like

  4. Bersinar di tengah malam bercahaya lentera,
    setelah menjemput ilmu di Sangga Buana,
    wahai…jelas rasanya,
    nikmati semua yang ada,
    ia hadir sekejap saja,
    meski dalam nuansa kurang ceria,
    namun masih ada bahagia,
    bersama cita yang bertabur bulir-bulir cinta,

    Mutiara-mutiara kehidupan nan bersahaja,
    kembali datang menggoda,
    menyelingi pula dengan tawanya,
    ahay…akupun terpesona,
    lalu tersenyum dalam lega…
    Alhamdulillahirabbil’alamin,
    semoga semua lebih bermakna,
    bernilai dan berharga,

    “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.”
    |Q.S al Lail 1-8|

    #Miss. Hhhh..hatchii, hh..haattchiii, kembali menemani untuk memanjakan indera pembau ini. Ia menselaksai malam nan berwujud sebuah-history. Ada banyak bintang bertebaran di langit-Nya.

    “Bismika allahumma ahya wa bismika aamut.”

    🙂😉😀

    Like

  5. Semua pasti ada makna…
    Allah subhanahu wa ta’ala punya maksud,
    rencana-Nya sungguh indah…
    ku sangat percaya,
    “yakinku”,
    semoga semua hanya teguran,
    sebagai bukti Kasih Sayang-Nya,
    berhusnudzan pada ‘Sang Cinta’ senantiasa tenangkan jiwa,
    bangkitnya rindu terus menyapa,
    Astaghfirullahal’adziim,
    inginku selalu mendekat pada-Nya,
    menjadi lebih akrab,
    merasakan keberadaan-Nya yang dekaaat…

    @detik-detik penuh untaian permata.

    Kini, ku biarkan ia berlalu,
    Ku siap melanjutkan langkah lagi,
    bersama sahabat sejati yang terus menemani,
    kita kembali menspon>sori,
    oiya, sori…sori atas segala kisah ini,
    hanya untaian suara dari melodi hati,
    karena ia punya rasa,
    ia dinamis,
    setelah tergoda airmata,
    ia kembali mau membuka mata.

    “Hadir kita punya makna. Tiada yang sia-sia. Yes!”

    Kita punya HarapaN. Bersama kita saling menguatkan. Agar kita kembali mau melanjutkan langkah-langkah ini. Setelah tertusuk runcingnya bebatuan di perjalanan. Periih memang. Namun, ada kenikmatan tiada tara yang tercipta. Saat kita tersenyum menjalaninya. Satu kesanku saat ini, “Rasakan!”. Hahahaa😀

    Mengingat betapa lembut Allah subhanahu wa ta’ala dalam menghibur kita…Ya Rabbana, bimbinglah kami untuk tegak, berdiri, lalu melanjutkan perjuangan ini. Demi-Mu. Dalam yakinku, Engkau sedang tersenyum menatapku…

    “…Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhan-mulah engkau berharap.” |Q.S al-Insyirah: 7-8|

    “…laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah Menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” |Q.S al-Ahzãb: 35|

    🙂🙂🙂

    Like

  6. Menu keluarga sakinah:
    -Teh Mey, thangkyu ya..-

    PEKAN KE-1 dan PEKAN KE-3😉
    Senin:
    ¤🙂 Sayur asem
    ¤🙂 Tempe goreng tepung basah/kucai/tumbar ikan asin/sambel

    Selasa:
    ¤🙂 Tumis daun melinjo+teri goreng+minyak wijen
    ¤🙂 Tahu isi/bala-bala ebi

    Rabu:
    ¤🙂 Sup komplit (wortel, kol, kentang, tomat, (ayam/ceker/cincang)
    ¤🙂 Tuna bawang bombay/sarden

    Kamis:
    ¤🙂 Tumis kangkung+cabe merah ulek+daging cincang
    ¤🙂 Kering tempe+kacang+cabe merah

    Jum’at:
    ¤🙂 Tumis sayuran (brokoli, sawi putih, sawi hijau, bunga kol, waluh, buncis
    ¤🙂 Ayam goreng tepung
    ¤🙂 Oseng tahu pedas (cabe merah/ijo)

    Sabtu:
    ¤🙂 Asem kacang merah
    ¤🙂 Tempe goreng tepung kering
    🙂 )¤(🙂

    Like

  7. Menu keluarga sakinah
    PEKAN KE-2 dan PEKAN KE-4😉

    Senin:
    ¤🙂 Soto ayam (bihun+telor+toge)
    ¤🙂 Pergedel kentang
    ¤🙂 Sambel rawit

    Selasa:
    ¤🙂 Sayur bayam bening+jagung
    ¤🙂 Tempe mendoan

    Rabu:
    ¤🙂 Opor ayam+kentang/telur+tahu
    ¤🙂 Tumis wortel+buncis+lada hitam

    Kamis:
    ¤🙂 Pecel/dago-goda
    ¤🙂 Tahu isi/bakwan jagung

    Jum’at:
    ¤🙂 Capcay (wortel, sawi hijau, bunga kol, ampela/bakso)
    ¤🙂 Tumis telur ceplok+cabe hijau+kuah dikiit

    Sabtu:
    ¤🙂 Sayur daun singkong+teri goreng
    oseng tahu cabe hijau
    ¤🙂 Kerupuk

    🙂 )¤(🙂
    “Seorang mukmin tidak pernah kenyang akan ilmu dan kebaikan. Ia senantiasa haus dan lapar atasnya. Untuk meraih ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Mengharap bernaung di dalam surga-Nya kelak. Dekaat dengan Allah setiap saat. Merindu pada-Nya setiap waktu. Lalu memberailah bulir-bulir permata kehidupan dengan bebas. Tumpah…”

    Like

  8. Hai, tenang…wahai sahabat, Allah subhanahu wa ta’ala Maha Melihat. Allah yang memberi, kita yang membagikan. Ya, kita hanya sebagai jalan. So, kita adalah perantara saja. Sebatas singgah, mampir dalam genggaman, melintas melalui pikiran. Lalu, terbersit pula di dalam hati untuk mengungkapkannya. Yes! Segala cita pun mewujud cinta. Bukankah mencintai adalah merelakan, ya…hehee😀 bahagianya. Satu pinta dalam jiwa, tetaplah Allah Yang membalasnya. Ya, harapan kita selamanya.

    Wahai sahabatku yang baik,
    Teruslah menata kata-kata sebanyak-banyaknya. Sebagai hasil koleksi kita. Lalu kita memajangnya di pertemuan kalimat demi kalimat yang kita pajang. Ya, akhirnya kita memajangnya dengan bebas. Boleh…silakan…siapapun yang suka, bawalah. Semoga bermanfaat ya. Tersenyummu adalah bahagiaku. Senaang rasanya, kita dapat bersama di halaman maya ini. Meski belum sekalipun berjumpa dalam tatap nyata. Salah satu alasannya, karena kita berbeda. Namun yakinlah, pentingnya “Bhineka Tunggal Ika.” Dalam perbedaan yang tertera nyata, kita sehati. Ratanya jelajah fikir mendukungku selalu. Untuk terus mengikat bahasa hati tersebut dalam rangkaian kata-kata. Agar kita terus bersama. Meski perjumpaan raga belum mewujud nyata.

    Ya..🙂
    Saya baik-baik saja.
    Meski Miss. Hhh…aattchi.. Haattchi masih mengawal wajah ini. Sedangkan ia sibuk pula mendandan sang pemancar ekspresi yang Allah titipkan ini dengan pemoles itu. Hingga saat ini saya lebih anggun saja ‘rasanya’. Menjadi seorang putri yang terbaring tenang di atas singgasananya. -On my castle.-🙂🙂🙂 Muda kaya raja🙂🙂🙂🙂🙂🙂 Tua tersenyum lebìh indah, berbahagialah kita lebih lama🙂🙂🙂

    Like

  9. Ya, berbahagialah jiwa yang menjelang detik-terakhir usianya dengan senyuman. Karena ia sedang menatap pemandangan yang sangat rupawan di alam lain. Yang pada hakikatnya adalah kampung ‘abadi’ yang akan segera memeluknya. Dalam rengkuhan Sang Penguasa Yang Maha Mengatur segalanya, iapun siap menjejakkan langkah-langkah yang berikutnya di sana. Ya, kampung halaman yang sedang menanti bersama senyumannya itu. Senyuman terindah yang telah ia rangkai sebelumnya. Namun ia telah sampai terlebih dahulu di sana. Karena ia pernah merangkainya dengan cinta. Merelakan…kepergiannya.

    Oh, yes!😀

    Berarti…semakin banyak kita merelakan, maka lebih banyak lagi senyuman yang pergi lebih dahulu ya. Baik…baik…mari kita saling membantu, yuuks..?! Karena bersama kita bisa! Berkata bisa untuk masa depan akhirat nan penuh pesona. Membayangkannya..hamba terbuai seketika. Tidak akan sia-sia segala daya dalam upaya nyata. Bersama kita melanjutkan langkah-langkah ini. Dengan ‘satu Cinta’ pada ‘Sang Harapan’.

    @menatap masa depan…lalu kembali kita meneruskan kontribusi ne…🙂 ¤_¤🙂

    Like

  10. Bersama jiwa-jiwa muda yang ingin mewarnai dunia,
    bersama hati-hati kita yang terus merasa,
    bersama semua pikir yang menjadi nyata,
    kita masih ada.

    Wahai para pendamba bahagia,
    yakinlah ia ada di dalam diri kita,
    sapalah ia dengan segenap keramahan yang kita punya,
    ya, kita sedang bersamanya,
    setiapkali kita bersenang hati menyisakan sebagian waktu ini untuknya,
    karena ia perlu kita,
    sangat memerlukan bantuan kita,
    lalu, sudahkah kita menemukannya?
    🙂🙂🙂

    Like

  11. 😉 “Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang haqiqi adalah kaya jiwa (hati)”😉
    |HR. Al-Bukhari no 6446 dan Muslim no 1050|

    Hai..no hadits yang ini cantik ya.. saya suka padanya. Sehingga saya mengukir pula rangkaian kata-katanya di sini. Semoga senantiasa teringat lebih sering. Agar kita dapat memakainya setiap kali kita membutuhkan kekayaan. Karena kaya adalah penting. Keberadaannya dapat membuat kita menjadi bahagia dalam melanjutkan perjalanan ini. Yes! Semoga perjalanan kita berlangsung terus dengan berbagai kemudahan yang ia sebarkan. Aamin ya Rabbal’alamin. Kita jalan sama-sama yuuks..?! Kan kita bertemaan. Sesama teman, kita perlu saling menguatkan. Hehee.. ‘with love’🙂

    Wahai sahabat, bahagia yang terciptaaa..
    perubahan yang terlihat nyataaa..
    ia ada karena cinta-Nya..

    Wahai sahabat,
    siapapun Anda, engkau di sana,
    yakinlah.. ada cinta untukmu ya,
    selagi kita berkesempatan berjumpa dalam tatap kata,
    maupun dalam untaian bahasa jiwa,
    sebelum raga menikmat indahnya saat bersua,
    yakinlah..bersama kita bisa!
    untuk saling menjaga,
    karena saya belum kenal sepenuhnya ‘siapa Anda, engkau di sana?’
    hay…🙂😀🙂

    Like

  12. 😀 Ternyata oh ternyata…lembur itu adalah bekerja pada jadwal yang tidak semestinya. Dalam artian, keluar dari kebiasaan rutin yang sering kali kita lakukan. Ketika bekerja lembur, kadangkala tiada yang menemani. Jadi, kita melakukan tugas dan kewajiban ‘olangan’. Maksudnya, tiada kolega di sekeliling. Akibatnya, suasana terasa begitu sunyi, senyap dan tenang. Tanpa adanya gemerisik ataupun keusilan. wHa! Seingat saya, lembur kali ini adalah untuk yang ke-dua kalinya. Setelah dahulu kala juga sempat terjadi. Sudah lamaa banget. Tanpa sahabat.

    Ternyata oh ternyata. Kebersamaan ini memang indah ya. Teruskan perjuangan. Meski sahabat jauh di sana. Karena di dalam hati, ia selalu ada. Menghantarkan senyuman terindahnya untuk kita. Yes! Dalam yakinku, namamu terukir di dalam hari-hari ini, wahai sahabat. Hehee, ada cinta untukmu. Titipan dari “our Love.” Terima yaa.. ¤_🙂

    Like

  13. Idich..idiich.. yang lagi bahagia..😀
    apalagi bila dapat pula membagikannya..
    saya yakin, bahagianya lebih bermakna..
    karena bukan hanya ‘sang bahagia’ yang merasakannya..
    namun telah menebar pula pada yang lainnya,
    alam semesta, seluruh jagat raya, bertasbih untuk merayakannya,
    sedangkan ‘sang bahagia’ dengan terus tersenyum, mendekati objek-objek tersebut (alamnya),
    niscaya,
    gegap gempita nuansa yang ‘sang bahagia’ semaikan sejak semula,
    bersemi sudah, mewujud bunga-bunga nan beraneka warna.

    Alhamdulillahirabbil’alamin, terasa jelas manfaatnya. Ketika kita menemui ‘sang bahagia’. Serta merta lega menyelubungi sang jiwa. Tenang, teduh, damai, sungguh ringan. Ada kesejukan dan ketenteraman di sekitar. “Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzibaan.” Implementasi kesetiakawanan seringkali terasa kemudian. Setelah kembalinya ‘sang bahagia’. Lalu ia menyapa dengan segala pesonanya.

    Wahai sahabat,
    ia ‘sang bahagia’ nyata ada,
    ia siap menyambut kita kapan saja. Apalagi ketika kita terus menjaganya. Ia sangat loyal. Hal ini terbukti nyata, dari setiap pergerakannya yang terus tercipta. Bahagia. Ya, ia ada ketika kita mau bersahabat dengannya. Ia sangat baik.
    – Wallahu a’lam bish shawab-🙂🙂🙂

    Like

  14. Segala kata yang mencurah lepas, adalah ungkapan kebungahan ekspresi yang ada. So, tolong beri maaf pada saya yaa. Apabila ada yang kurang berkenan dengan pemaparan yang tersedia. Karena saya hanya ingin menjadi lebih baik lagi. Itu saja. Makanya, salah satu upaya yang saya lakukan adalah dengan mencurahkan segalanya di lembaran hari-hari ini. Alhamdulillah, berbagai hal menjadi terasa lebih ringan, dengan mengungkapkannya dalam rangkaian kata. Ketika ia tiada mampu lagi kita suarakan.🙂

    Termasuk juga ketika saya mengalami semacam rasa yang aneh. Ya, aneh. Ketika saya mengalaminya pada saat-saat tertentu. Inikah dunia? Dengan segala pernak-perniknya? wHaahahaaa..😀 Saya bahagia dengan semua ini. Baik ketika rasa suka menyapa, maupun ketika rasa tidak suka menyelimuti. Kemudian saya menikmatinya dengan lebih seksama, hikmat dan sepenuh hati. Karena dalam “yakinku”, ada hikmah yang ia bawa. Tiada mengapa,….. aku relaaa…😀

    “Yang penting happy”, Ima ever said to me. Tengkyu ya, Ima. 😉

    Selain itu, banyaknya kumpulan kata yang saya rangkai dari satu halaman ke lembaran halaman berikutnya, adalah bukti kebebasan berpikir. Lalu menjadikan dunia maya sebagai pelimpahannya. Dengan hasrat yang demikian bergejolak ria. Bahwa saya sangaaat ingin menjadi hamba-Nya yang bermanfaat. So, dengan segala daya, upaya dan kesungguhan, langkah demi langkah menuju ke sana pun saya lalui. Hihiii…😀 Meski seringkali tertusuk duri-duri itu. Namun, menikmatinya adalah sebuah pilihan. Bukankah segalanya telah tertulis nyata di dalam takdir diri, yaa. Bahwa tiada yang sia-sia. Kita ada karena kita berguna. Itu saja. Yaa… mari kita jalan sama-sama ya. Agar ada yang kembali mengingatkan. Saat salah satu dari kita mau membelok ke arah yang tidak seharusnya. Karena berteman itu adalah sebuah kebaikan. Apalagi bersahabat. Makin indaaaah terasa. Baiklah, terima kasih wahai sahabat. Ku selalu merindukanmu.😆

    Like

  15. Kelam malam tanpa cahaya,
    meski rembulan tersenyum gembira,
    tapi, mendadak gempita membahana jiwa seiring hadirnya bahagia,
    karena engkau tersenyum sahaja, *_^🙂🙂🙂

    #for you di sana.

    Like

  16. ||… karena hatiku tak akan ku beri..iii,
    pada kekasih yang tidak baik hati..iii,😀 ||

    Hehee..selirik kalimat yang pernah saya dengar, tiba-tiba saat ini pun saya perdengarkan di sini. Sebagai pengawal dalam curhatan sang koresponden kata pada hari ini. Tepatnya ‘tengah malam begini’. Hihii…😀 Hanya dalam rangka mengeksiskan diri untuk menjejakkan tapak ini, karena saya senang bersamanya.

    Baiklah, saat ini saya ingin menitipkan berbait-bait rangkaian kata untuk ‘beliau’ yang sempat membaca. Atau barangkali beliau lagi berjalan-jalan di sekitar kebun ini. Yes! This is for you, specially.😉 Saya menyampaikan seberkas dokumen. Untuk menjadi salah satu benih yang menghiasi persemaian kata-kata.

    Wahai sahabat hati,..
    ku menanti hadirmu dengan tawakkalku,
    memanggil namamu dalam rangkaian do’a-do’aku,
    menyambut pandanganmu dengan senyuman indahku,
    Subhanallah,
    di zaman yang akan kita tempuh bersama,
    dan kini masih rahasia-Nya,

    Wahai sahabat hati,..
    ku gubah suara jiwa mewujud kata demi kata,
    menchargernya dalam lantunan ini,
    ia bukan puisi,
    hanya getaran sanubari saat mengimpi teman berbagi,
    ialah sahabat hati yang masih memproses diri,
    meneruskan perjalanan suci,
    melanjutkan perjuangan murni,

    Wahai sahabat hati,
    semoga engkau terus terjaga dalam keadaan terbaikmu,
    Allah subhanahu wa ta’ala selalu Yang Menjagamu,
    bersama-Nya engkau melangkah,
    keep istiqamah yaa..
    dalam mengisi waktu-waktumu,
    menaburinya dengan makna demi makna,

    Wahai sahabat hati,
    teruskan perjuanganmu,
    melanjutkan dakwah,
    menyampaikan risalah Rasul-Nya,
    mengagungkan Allah senantiasa,
    bertasbih engkau dalam keakrabanmu bersama-Nya,
    engkau adalah khalifah yang Allah percayai,
    mengemban amanah dalam nyata,
    hingga akhirnya engkaupun tersenyum bahagia,
    telah merebak janji-janji-Nya yang semula engkau baca,
    lalu engkaupun menjadi pemelihara,
    atas izin dari-Nya.

    ¤Good Luck, yaa..¤🙂🙂🙂

    Like

  17. Setelah beberapa kali saya berpikir. Lalu saya pun kembali melanjutkan langkah-langkah ini. Kemudian masih dalam rengkuhan pikiran yang terus mendekatkan dirinya. Akhirnya saya mengambil keputusan. “Belajar di -tempat wisata kita- aja untuk malam ini”. Ya, sama seperti tadi malam. Dengan satu alasan pasti, saya lagi :kurang enak aja: ||hatiku berkata hal yang sama||. Begini saya selalu. Ketika sang hati belum mau berteman akrab, saya kembali bertanya selalu. “Ada apa denganmu?”

    @tanpa…🙂🙂🙂

    Like

  18. ||..gyaHAhaahaa..😀 senangnyaa…ketika bahagia kembali ku rasa kini||

    Tanpa kenal rasa apakah itu? Saya terus bertanya pada sang sahabat, “Wahai hati, ada apa denganmu?” Terdiam engkau begitu lama dalam teduhmu. Mengungkungku dalam rasa penasaran tak berkesudahan. Wahai.., akhirnya saya mulai memberai mutiara-mutiara ini. Yang sebelumnya sedang berasyik ria bermain-main di kedua telaga kehidupan yang membentang luas. Ya, sebelumnya ia begitu menikmati waktunya di sana. Menjuntai kaki-kakinya, menggerakkan air yang tak beriak itu. Ada ketenangan di sana. Namun, apa boleh buat. Ketika sang sahabat masih belum menggubris rasa ini. Sungguh!

    Akhirnya, terbukalah bendungan tipis ini. Beriringan dengan melubernya persediaan mutiara yang selama ini tersimpan rapi. Ia berlarian riang gembira. Eits! Saya pun tersadar, bulir-bulirnya terasa hangat. Menyentuh kedua pipi ini.
    Akhirnya saya memanfaatkan kehadirannya untuk meluluhkan ‘sang sahabat’ yang semenjak beberapa menit belakangan mengabaikanku. Ia tak membersamaiku beberapa masa.

    Beberapa saat kemudian…

    Yes! Dengan wajah yang berseri-seri…ia pun mengedipkan matanya seraya bergumam lugu, “Tadi aku membaca”.

    Astaghfirullahal’adziim, bersama istighfar, sang pikir pun mengajak saya untuk kembali menerawang masa lalu. Tepatnya beberapa jam yang belakangan. Ternyata, mata ini memang telah membaca beberapa bait kalimat. Yang berakibat sangat fatal bagi hati. Makanya… “hati-hatilah saat membaca. Kalau hati belum siap menerimanya, kita yang menanggung akibatnya.”

    Wahai sahabat,
    pengakuanmu akan menjadi saksi ketika nanti engkau telah menemukan pasanganmu. Beliau pun tersenyum menawan. Seindah rasa yang ku rasakan. ketika menatap sinar rembulan malam ini.

    🙂🙂🙂

    Like

  19. Hehee..saya kembali ada di sini. Setelah menghabiskan waktu-waktu yang sebelumnya juga lebih banyak di sini. Untuk apa? Yes! Menumpahkan segala rasa. Lalu memutar-mutar pikiran agar ia terus bekerja🙂 Hubungkan dengan |http://thinking.co.id|. Ada ga ya, situsnya?

    Kemudian, gabungan dari rasa plus hasil pikir tersebut saya bentangkan di sini. Sebagai sebuah tempat bermain. Untuk selanjutnya, saya kembali menyapanya. Setiap kali saya ingin bermain. Lalu bermain-main pula saya di sini. //Satu kalimat yang sebelum ini mengingatkan saya pada sebuah film. ‘Naga Bonar jadi 2’. Ya, mengingatkan aja//.

    Adapun tujuan lain saya mampir di sini. Untuk menghabiskan cadangan waktu. Makanya, pada pagi ini, di sela-sela aktivitas, saya menyempatkan bermain beberapa masa. Ya, main-main aja.😀 Untuk mengisi masa muda. Sekaligus mau promosi juga. Hahaa😀 Bagi sahabat yang berminat. Silakan berkunjung kapan saja sahabat mau, ke |http://masamudamai-n-main.co.org| Kalau sahabat My Surya belum menemukan situs tersebut. Silakan men-create-nya terlebih dahulu. Niscaya sahabat dapat kembali tersenyum saat ini. Karena masamu damai dan penting.

    Pada masa yang telah berlalu, pernah pula saya membaca bahwa masa itu identik dengan waktu. Sedangkan waktu adalah sangat penting. Untuk kita gunakan sebagai sarana pengingat.

    Oia, tadinya, saya mampir ke sini karena teringat sesuatu. Yaitu tentang waktu. Waktu itu kan aslinya tak terlihat ya? Begini pikir yang hadir menyapa sebelum saya sampai di sini. Di kebun tempat menyemai benih-benih harapan. Nah! Itu dia, satu harapan lagi yang hampir tadi. Yaitu, saya ingin menatap satu waktu. Dalam angka-angka pada penghitung waktu yang tertera sebelum tulisan |–.– am atau –.– pm| Saya ingin menatap satu waktu…yang dapat mengingatkan saya padamu. Bersama angka-angka yang tampil itu. Karena engkau adalah alarm ‘pengingat’ bagi kehidupan saya.

    🙂🙂🙂

    Like

  20. Iiiii😀
    Saya seneeeng, barusan angka yang muncul pada –:– am dalam senyuman yang sebelumnya adalah 5.55 am. Angkanya cantik dan unik kaaan? Hahaa. Akhirnya, engkau muncul juga, Nduk?! Bukankah dari dahulu ku telah mendambakan hadirmu? Bersama tawamu yang mempesona itu.

    Angka 5, ia begitu unik. Lihat saja postur tubuhnya. Ia terbentuk dengan gayanya tersebut. Awalnya memang menuju kotak. Namun, gagal. Karena kemudian ia melengkung dan terbuka. Ia siap menerima input kapan saja. Demi masa depan yang lebih baik. Namun ia tetap dirinya. Walau bagaimanapun situasi yang ia hadapi. Lima adalah Ibukota Peru.
    😀
    Pagi yang benar-benar berkesan.

    Ya Allah,
    engkau titipkan mewah,
    pada sebuah hati yang cerah,
    hingga membinar pada wajah,
    ia tersenyum meriah,
    bersama mentari pagi yang menatapnya ramah,
    Alhamdulillah,
    semangat! menjemput masa depan yang lebih ceraaah,😀

    Wahai Ayah,
    bersama teguh dan tabah,
    Ananda kembali bersekolah,
    meski tanpa seragam yang indah,
    ataupun ciuman santun di tangan Ayah,
    karena kini kita jauh terpisah,

    Wahai Ayah,
    bersama do’a yang terindah,
    Ananda kembali kuliah,
    berteman para inspirator yang gagah,
    dalam pantauan motivator yang tak kenal apa itu menyerah,
    meskipun berjumpa kami belum pernah,
    namun mengenal beliau merupakan salah satu anugerah,

    Wahai Ayah,
    kelak kita kembali berjumpa dalam suasana yang lebih indah,
    di dunia yang penuh dengan aneka hadiah,
    hingga nanti di jannah…
    ||Tempat berkumpul para kekasih Allah||

    Ya Allah, titip salam untuk Ayah…🙂🙂🙂

    Like

  21. Ya, karena ada sekeping hati yang perlu kita jaga. Berhubung ia terus kita bawa.
    Ya, karena ia adalah titipan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Maka kita mempunyai kewajiban atasnya.
    Ya, mengusahakan segala daya untuk memeliharanya. Kembali menata posisikan ke tempat semula.
    Ya, karena ia yang berbolak balik ada dalam penguasaan-Nya. Lalu kita memohon dengan penuh harap tiada terkira.
    Ya, semoga sekeping hati kita terjaga selamanya. Dalam pantauan dan bimbingan-Nya.
    Ya, karena kita hamba-Nya. Tunduk, patuh, ikut apa mau-Nya.
    Ya, karena itulah pilihan kita. Agar bahagia, senang, membersamai perjalanan hidup kita.
    Ya, ketika tiada lagi yang kita dapat usaha. Berdo’a dalam tawakkal adalah solusinya.
    Ya, penurut…atas takdir yang telah Allah tetapkan. Untuk melukis senyuman dalam hari-hari kita.
    Ya, setiap beda pasti punya makna. Untuk mengembalikan kesadaran kita.
    Ya, demi masa depan kita bersama. Menjelang akhir usia yang sedang berjaga-jaga.
    Ya, semestinya kita waspada. Kematian bisa datang kapan saja.
    Ya, untuk menjemput kita. Lalu membawa sang nyawa.
    Ya, membiarkan raga yang tak berdaya. Hingga menangislah sanak saudara.
    Ya, beliau tergugu bersama. Dalam untaian mutiara-mutiara.
    Ya, semoga kita tersenyum bahagia. Karena beliau begitu menyayangi kita.
    Ya, pantas pula kita berduka. Atas kepergiannya.
    Ya, siapa saja yang telah mendahului kita. Karena kita menyayanginya dengan sepenuh jiwa.
    Ya, itu adalah hal yang biasa. Namun, ia lebih bermakna.
    Ya, ketika kita mendo’akannya. Terus…sesering yang kita bisa.
    Ya, agar kita selalu bersua. Meski raga tiada bersama.
    Ya, ingatkah kita. Tentang Sang Penguasa sekeping hati yang terus kita bawa?
    🙂🙂🙂

    Like

  22. Alhamdulillah…akhirnya wajah-wajah adik-adikku yang manis kembali terlihat. Setelah beberapa hari belakang ku teringat pada beliau-beliau semua. He, ada dua orang. But, keberadaan beliau terasa 200 orang lebih banyak. Karena keunikan-keunikan yang beliau bawa. Hahaa..😀 Tawapun meledak seketika. Karena ku teringat akan ulah tingkah laku mereka. Sungguh mengesankan. Tetaplah menjadi adik-adik yang baik yaa.

    Dari kakakmu yang merindukan canda tawamu. Oia, titip salam untuk Ibunda kita, ya..🙂 Semoga beliau tetap dalam senyuman yang mengembang indah. Meneduhkan hati adik-adik semua.

    Wahai adik-adikku,
    tersenyum kapanpun engkau mau. Maka engkau menjadi lebih menarik. Kakak ingin bertemu dengan adik-adik yang baik sepertimu. Keinginan ini terus tumbuh bersemi seiring dengan perjalanan waktu. Ya, betul. Saat ini ia pun telah mewujud sebuah harapan. Do’a-do’amu dapat membantu. Untuk pertemuan kita pada suatu hari nanti.

    Wahai adik-adik yang baik. Maafkan kakak yaa. Karena belum menuliskan nama adik-adik di sini. Demi kebaikan kita bersama. Ya Rabb…Engkau Maha Mengetahui isi hati kami. Bimbing kami selalu dalam langkah-langkah ini. Dalam meraih ridha-Mu. Aamin ya Rabbal’alamin.

    Salam,🙂🙂🙂

    Like

  23. Kemuliaan seorang Ibu, tercermin dari akhlak sang buah hati. Ketika anak-anak yang telah beliau lahirkan pun bertumbuh. Maka beliau sangat bahagia. Namun beliau lebih berbahagia lagi. Saat mengetahui putra-putri yang beliau sayangi mampu menjaga nama baik beliau.

    Saya mengirimkan salam untukmu yang mampu begitu. Sebagai tanda bahwa saya mengagumimu. Sebagai seorang perempuan. Karena ada satu hal penting yang saya rasakan. Sama seperti harapan Ibu. Tolong kami dalam menjaga ‘sang harapan’ untuk terus bertumbuh hingga ia pun menjadi nyata, yaa.

    Terima kasih,🙂🙂🙂

    Like

  24. Neraca dan Laporan Arus Kas:

    NERACA😉
    🙂 Kegunaan🙂 Keterbatasan🙂 Klasifikasi🙂 Format🙂 Informasi Tambahan🙂 Teknik Pengungkapan🙂 Terminologi

    LAPORAN ARUS KAS😉
    🙂 Tujuan🙂 Isi dan Format🙂 Pembuatan🙂 Kegunaan

    Like

  25. Tenang, wahai sahabat…
    saya sangat sayang padamu,
    perjuangan kita masih berlangsung,
    kita melangkah bersama,
    hingga tanpa kenal lelah berjalan,
    engkau terus mengiringi langkah-langkah ini,
    yakinlah…
    untuk senyuman saja,
    kita bersama menikmatinya,
    apalagi yang lainnya; ketika goda menyapa,
    saat mengumpulkan hadiah yang bertaburan,
    lalu apalagi yang kurang?
    hayuk ceritakan bagaimana pendapatmu…
    saya siap menyimak dengan seksama,
    lalu mengabadikannya sebagai ‘Arsip Kita’,

    @ Demi masa pada detik berikutnya yang lebih baik lagi,

    🙂🙂🙂

    Like

  26. Jum’at pagi telah dataaang…😀
    mari kita segera,
    menyapa-Nya lewat huruf-huruf cemerlang, Asmaul Husna,
    |nama-nama indah| nan melegakan jiwa,
    lalu mensyalalaa..syalalaa..
    bahagia hati menikmatinya,

    Jum’at pagi telah kembali…😆
    menantang kita untuk menyemangati diri,
    menyapa-Nya dengan kalimah suci,
    sapaan terbaik nan menenteramkan hati, lalu menyanyi..hiihiihiii..😉

    Jum’at pada hari ini yang terbaruuu…🙂
    untuk kita tempeli prasasti itu,
    memanggil Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, Allahu,
    panggilan syahdu menyentuh qalbu,
    lalu kita menatap langit yang tenang itu..
    ada pinky, putih dan biru,
    sungguh! pemandangan yang menimbulkan haru,

    🙂 Jum’at pagi, hehehee…😀
    Jum’at pagi, hohohoo…😀
    mari kita melanjutkan berbenah,😀
    berjamaah,🙂

    Like

  27. Ya, terkadang kita membutuhkan diam sebagai jawaban. Karena dalam diam terungkaplah segala rasa yang kita punya. Ia menjalar deras dari kedalaman jiwa. Lalu naik ke sekujur tubuh bagian atas. Hingga akhirnya rasa-rasa itu bersinggah sejenak dalam pikiran. Untuk selanjutnya ia pun siap untuk menunjukkan bagaimana wujudnya. Pancarannya yang membayang pada wajah. Itulah segala rasa yang ada. Apakah mewujud suara yang mengalun indah? Hingga kedamaian menebari sekeliling. Atau cuma ekspresi penuh makna yang mampu kita hadirkan. Bahkan ditambah pula dengan taburan senyuman menawan nan mensenyumkan itu? Wallahu a’lam bish shawab. Semoga kita sejalan ya. Antara suara rasa hati, ucapan dan ekspresi serta tindakan dan perbuatan. Ternyata…
    Oh,
    ternyata…semua membutuhkan waktu untuk belajar. Karena tidak mudah memang mengaplikasikannya. Namun, insya Allah…dengan kemauan yang terus kita pupuk, jaga dan rawat. Kita pun mampu menjadi demikian. Aamin ya Rabbal’alamin.

    Wahai sahabat My Surya, do’akan saya tetap di jalan yang benar ya. Agar kita dapat terus bersama di jalan ini. Kita akan saling merindukan.

    🙂🙂🙂

    Like

  28. Sebait legenda masa lalu,
    mengatupkan sayap tak bertuan,
    miris memang,
    namun apa daya,
    takdir berpihak pada sang insan,
    genap sudah peruntungan,
    jejak telah tertinggalkan,
    hanya mampu menatapnya,
    sebagai legenda tak bertuan.

    Sudahlah, biarkan,
    toh semua tak kan abadi,
    hanya penghias hari,
    mengisi detik masa kini.

    🙂🙂🙂

    Like

  29. Mekar mewangi di taman hati,
    indah berseri,
    mengguncang jiwa nan hampa tanpa arti,
    untuk merengkuh zaman ini,
    kita ada di sini,😉

    Like

  30. Lagi..lagi..yukzs?😀

    Gelegar suara hati,
    memecah nafas dalam sunyi,
    ai…
    ia tak kan pernah pergi,
    sesekali mata melirik diri,
    ada keajaiban yang menghampiri,
    ada apa ini?

    Like

  31. Puisi bukan tali temali,
    ia adalah jejak-jejak kaki,
    merantai suara hati,
    tersusun sungguh rapi,
    mendunia meski sekali,
    setelah itu tak ada lagi,

    Olala..inikan masih pagi?😀

    Like

  32. Hahaa..kurang kerjaan memang. Makanya saya mampir di sini. Untuk menitipkan bait-bait yang tercipta. Meski begini adanya. Namun saya sukaaa..😀

    “Zebra itu warna tubuhnya hitam dan putih.”🙂🙂🙂

    Like

  33. Inginku mengarungi luasnya alam. Inginku tenggelam dalam lautan peradaban. Inginku meraih nuansa persaudaraan. Inginku tercipta untuk sebuah keabadian.🙂

    Like

  34. Jam terus berputar meski pelan. Jiwai pergerakannya dengan terus melangkah dan berjalan. Jika perlu berlari atau bahkan terbang saja sekalian. Jemarimu masih ada, kan?
    Jempolku… “bergerak sendirian”.😀

    Like

  35. Kuatkan tekad meraih impian. Karena kita ada untuk mengisi masa kini. Kerahkan segala kekuatan bersama kemauan. Kekeekee😀

    Like

  36. Munculkan satu huruf saja di dalam melodi jiwamu. Maka huruf berikutnya akan datang beruntun. Menatanya dengan hati-hati membutuhkan keterampilan.😉 Muach…

    Like

  37. Quote:

    “Adanya kamu untukku-Bolehkan, ku petik namamu untuk ku simpan-Cerminan persahabatan yang kita bangun di jalan ini-Dengan harapan kita dapat bertumbuh bersama hingga pada masa yang akan datang-Eksiskan diri untuk dunia-Fokus menata kisah dalam kehidupan-Gunungkan ide dan perhatian-Hingga kita menjelang ajal-Iman dan Islam tetap kita jaga-Jemput akhir usia berteman senyuman-Karena memang hal demikian yang kita pinta-Lewat do’a-do’a dan ikhtiar selama ini-Meminta pada-Nya dengan sepenuh hati-Nah!-Orang yang sedang menempuhnya adalah kita-Para pencinta sejati-Qalbu menjadi sahabat sejati-Raga dan pikiran saling mengisi-Sampai nanti-Tidak tahu pasti ujungnya kapan?-Ummm…-Via waktu, kita berangkat-Waktu..ya, waktu-X(sekali lagi)-Yes!-Zest.

    🙂😀🙂

    Like

  38. Suatu hari nanti, kita akan kembali membacanya. Semoga ia senantiasa ada. Sebagai salah satu jejak eksistensi. Selama kita ada di sini.😀

    Like

  39. Bolehkan? Kalau menebar pesona di kebun yang kita rancang sedemikian rupa. Agar kita menjadi lebih bebas berekspresi. Namun dengan tetap menaati segala rambu-rambu yang menjaga. Ya! Agar ada yang menampung segala pikir yang hadir. Lalu menerima dengan sungguh-sungguh. Atas suara isi hati. Supaya kedatangannya dapat pula kita deteksi. Untuk kita ketahui. Mmm…bolehlah…^_*

    Ya, agar kita tidak menebar pesona ke sana kemari. Hihihii…saya jadi kurang enak nie. Tadi habis membaca banyaaak banget kalimat yang menasihati diri. Ya, lagi-lagi saya membaca. Tapi kalau membaca di banyak lokasi, boleh kan, yaa..please . Karena saya pun ingin tahu tentang apa-apa yang sedang terjadi di alam sekitar. Ya, nun jauh di ujung sana. Termasuk keberadaan para sahabat sekalian. Saya merindukan cerita yang sahabat bagikan. Baik tentang pengalaman yang telah lama. Tentang aktivitas seharian. Maupun tentang aneka jenis ilmu dan pengetahuan. Sungguh! Saya menemukan banyak pelajaran dari sana. Saya belajar banyak dari sahabat-sahabat sekalian.

    Sahabat, saya sangat menyayangimu. Titip salam untuk keluarga yaa…
    Terima kasih atas segala kebaikan.
    Kita akan saling merindukan untuk hadirnya pertemuan.

    Salam,
    -Special-🙂🙂🙂

    Like

  40. Di sini empat di sana empat,
    sehingga total kupu-kupu yang ada sebanyak delapan ekor. Hohohoo..belum terlalu banyak, yaa? Namun untuk saat ini cukup segitu dulu. Karena saya masih menikmati indahnya persinggahan di halaman ini. Dari sudut kebun, saya sedang berjongkok diri. Seraya menatap sang mentari hati. Ai! Indah. Sungguh mengesankan. Ya, karena hanya aktivitas serupa yang mampu saya upaya. Karena saya pernah menyimak sebaris pesan begini “Tetaplah di rumah..” Ya, saat ini saya sedang berada di sekitaran rumah. Tepatnya di pojok kebun. Sedang tersenyum. Seperti ini🙂 Kalau hujan datang, saya kehujanan. Ketika panas mentari begitu terik, saya pun merasakan. Malam dalam pelukan sang bayu. Ketika siangpun begitu.

    |Saya adalah bunga yang sedang mekar. Suatu waktu akan berubah wujud. Lalu berpindah tempat. Tidak lagi begini|

    🙂🙂🙂

    Like

  41. Kota Bandung adalah kota kembang. Betul adanya. Karena di sini terdapat banyak kembang yang bermekaran. Masing-masing tampil dengan gayanya yang unik. Terkadang saya bertanya di dalam hati, “Inikah keajaiban?”. Ya, sebelum sampai di kota ini, saya belum pernah berpikir sebelumnya. Bahwa saya akan sampai di sini. Akan tetapi, semua telah terjadi kini. Bandung menjadi kota penghasil inspirasi. Hai..terima kasih atas segala kesan yang engkau selipkan di sudut hati ini. Bandung. Engkau ku hargai sebagai wadah ku meniti hari. Hingga dari kota ini pula, saya bertemu dengan sahabat-sahabat berbagi. Salah satunya adalah YoU. I wish to meet YoU. Yes! See you…🙂

    Like

  42. Berulangkali hari berganti. Tiada pernah mengenal istirahat. Meski sekejap saja. Tiada kata menunggu pula. Karena ia terus bergerak. Maka begitu pula dengan kita. Yes! Bergerak bersama hari-hari yang indah ini adalah sebuah pilihan. Benar. Hidup adalah pilihan. Terbukti kini. Ketika kita ingin tetap menikmati hidup ini. Maka kita perlu memiliki keberanian untuk memilih. Ya, memilih satu yang terbaik dari banyal pilihan yang ia tawarkan.
    Belajar. Ya, kata ‘belajar’ perlu kita bawa setiap saat. Kemanapun kita pergi dan bersama siapapun. Karena dengan belajar, kita menjadi lebih siap untuk menghadapi apapun. Bersamanya kita belajar menghargai orang lain. Termasuk belajar tersenyum dalam menjalani berbagai kemungkinan. Sungguh! Hidup ini sangat berharga. Apabila kita mengisinya dengan tersenyum. Tersenyumlah, bagaimanapun rasa yang engkau alami kini. Tersenyumlah, walau seberapa banyakpun pikiran yang menghampirimu. Tersenyumlah bersama rasa dan pikiranmu itu. Saat ini. Karena detik ini akan segera berlalu. Ia tak akan datang lagi. Maka, untuk apa ia ada kalau kita malah belum menikmatinya?

    Wahai sahabat, rangkaian ini untukmu. Sebagai hadiah dariku. Terimalah bersama senyumanmu. Maka senyuman inipun saya serahkan padamu.🙂🙂🙂

    Like

  43. Komponen kebahagiaan ada beberapa unsur, yaitu:

    1. Tatap mata kawan bicara ketika berkomunikasi. Tentu saja dalam batas-batas yang syar’i. Intinya, seseorang menjadi merasa lebih kita hargai, ketika kita memandang beliau. Kalau belum bertemu langsung, menataplah dengan mata hati. Insya Allah, hasilnya sungguh cantik.

    2. Tersenyumlah penuh makna pada waktu-waktu tertentu. Dengan demikian, kita mampu berbahagia. Berbunga-bunga gituu..hohoo😀

    3. Abadikan setiap objek yang kita tangkap dengan menggunakan kamera rasa. Niscaya ia menjadi abadi di dalam file hari-hari kita.

    4. Ingatlah siapapun yang kita cintai, pada berbagai kesempatan. Lalu rasakan bahwa ia sedang berada dekaat dengan kita. Aih..indahnya kalau mengimpikan seperti ini ya..🙂

    5. Segera kembali pada kenyataan. Lalu nikmati apapun aktivitas yang sedang kita lakoni saat ini. Dengan demikian, kita adalah orang yang paling bahagia di dunia ini. Indahnyaa…
    🙂🙂🙂

    Like

  44. Saat ini, saya sedang berada di Sangga Buana. Sangga Buana adalah tempat saya menempuh sebuah masa. Iya, masa-masa bahagia. Ketika pada zaman ini, saya kembali memiliki kesempatan. Untuk meneruskan jenjang pendidikan. Melanjutkan masa penuh pelajaran. Demi merengkuh dahan-dahan ilmu dan pengetahuan. Lalu memetik buah-buah pengalaman dalam prosesnya. Bahkan saya berkesempatan pula untuk bertemu dengan teman-teman baru. Kemudian, kita bergaul dengan sebaik-baiknya. Dengan salah satu tujuan, yaitu menjalani hari demi hari. Menuju masa depan yang lebih cerah. Agar kita mampu memperoleh kemudahan demi kemudahan dalam menjalani hari.

    Bersama kita di sini,
    mengisi waktu menjadi lebih berarti,
    mempersiapkan diri semenjak dini,
    untuk senyuman yang lebih indah lagi,

    🙂🙂🙂

    Like

  45. “Ketika engkau mencermati apapun yang terjadi di sekitarmu. Maka engkau mampu menangkap banyak makna darinya. Damai dan bahagia menjadi teman akrabmu setiap kali engkau membutuhkannya”.

    “Berapa harga yang mampu engkau bayarkan untuk membuat seorang yang engkau sayangi kembali tersenyum. Tentu saja engkau tiada mampu membuat ia tersenyum meski sesaat. Ketika engkau belum mampu menyentuh hatinya”.

    “Kita memiliki kesempatan untuk memenangkan setiap pertempuran. Terutama pertempuran yang terjadi di dalam diri kita sendiri. Yakinlah, sebenarnya hati, pikir dan raga ini terus bekerja. Ya, lebih tepatnya begitu. Sehingga kita temui ia mau berpindah dan bergerak setiap saat. Semua itu terjadi atas hasil kerjanya. Sedangkan Sang Operatornya adalah “Cinta Kita”. Yes! “Our love”, Sang Cinta Sejati. Berterima kasìlah pada-Nya, segera.

    🙂🙂🙂

    Like

  46. “Bukan dengan membahagiakan diri sendiri saja kita mampu menjadi bahagia. Namun dengan membahagiakannya, kita mampu menebarkan bahagia pada alam-Nya”.
    🙂🙂🙂

    Like

  47. Berbahagialah…maka engkau bahagia. Tetaplah dalam bahagia…maka engkau mampu membahagiakan orang lain. Teruslah berbahagia…maka bahagia ada kapanpun engkau membutuhkannya. Kemudian berbahagialah…maka engkau benar-benar bahagia. Sure! Hanya satu cara untuk dapat merasakan bahagia, yaitu berbahagialah. Dan ada satu cara untuk dapat menikmati bahagia, yaitu dengan menikmati kebahagiaan itu. Oh, ternyata bahagia adalah sebuah jalan untuk menjadi bahagia, yaa..😀

    Like

  48. Perlu adanya kepedulian dari masing-masing unsur yang terhubung dalam tugas tertentu. Sehingga dalam pelaksanaannya, masing-masing pihak dapat mengontrol aktivitas yang lainnya. Dengan cara seperti ini, maka hal-hal yang tidak diinginkan dapat kita antisipasi sebelum terjadi. Inilah pentingnya pengendalian intern dalam berorganisasi.

    😀 Ya Mas Bro Ya😀😆 Ya Mba Sist Ya😆

    Like

  49. Meski rembulan tak bersinar purnama malam ini,
    membayangkan terang cemerlang cahayanya ku bahagia,
    bubuhkan tempelan-tempelan rasa yang ada,
    memetik angkasa,
    meraih bintang-bintang nan berkerlipan,
    membuatku tersenyum riang,
    maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

    😉

    Like

  50. Bunga-bunga cinta, takut dan harap,
    ku jaga ia selalu,
    menatanya di dalam kebun iman,
    menyirami dengan ilmu pengetahuan,
    memupuknya dengan butir-butir pengalaman,
    kalau di dalamnya ada pengorbanan…
    ya, silakan,
    ku akan tetap menyinarinya dengan ‘mentari’,
    -menata hati setiap hari-,
    agar sang kebun menjadi indah bersemi,
    bersama bunga-bunga yang bermekaran tiada henti,
    namun bila musim berkata lain,
    ya, silakan…
    karena ia ada sebagai penghias peradaban,
    menjadi peramai sekitaran,
    hanya perlu pemahaman,
    kita ada untuk satu tujuan,
    bersatu dengan harapan,
    menyatu dalam kebun iman,
    ya, intinya memang demikian,
    untuk saling mengingatkan,
    agar kita tetap di jalur kebenaran,
    menjemput masa depan,
    dengan terus bergenggaman tangan dan saling menguatkan,
    agar kita kembali berjalan,
    saat gertakan zaman kembali mengagetkan,
    wahai insan, kita sama-sama ciptaan-Nya dan tiada yang membedakan,
    selain tingkat ketaqwaan,

    🙂🙂🙂 @renungan malam

    Like

  51. Kembali pada kenyataan adalah satu pilihan. Setelah kita terlarut dalam lautan harapan. Lalu kembali bangkit setelah tenggelam. Karena masih ada daratan tempat kita berpijak. Untuk kembali melanjutkan perjalanan. Ya, hari ini kita masih menerima titipan kesempatan. Untuk terus menggerakkan jemari tangan. Selagi ia masih memiliki kemauan. Untuk menyusun bait-bait ini.😀 Terima kasih atas jalinan persahabatan, yaa. Bersamamu, saya kembali menuai harapan. Berawal dari benih-benih s🙂 e🙂 n🙂 y🙂 u:) m🙂 a🙂 n yang bertebaran. Baiklah, mari kita meninggalkan malam untuk sementara. Lalu mempersiapkan segala perbekalan. Dalam rangka menyambut ‘sang mentari pagi’ yang saat ini masih dalam perjalanan. Baik-baik ya, Cin…?! Semoga selamat dalam perjalanan, yaa. Untuk pertemuan kita yang telah di ambang mata.

    🙂🙂🙂 @Menatap dari gerbang harapan🙂🙂🙂

    Like

  52. Kita perlu menjadi lebih baik lagi. Tiada dalam kondisi yang sama pada waktu yang berbeda. Wahai sahabatku yang baik, tetap do’akan saya ya. Agar senantiasa teguh. Tabah. Lebih sabar. Bertambah yakin pada Allah. Bahwa Allah menunjukkan Cinta dan Kasih Sayang-Nya kepada kita dengan cara-Nya. Semoga kita lebih sering mengingati-Nya. Dalam berbagai situasi. Apapun yang terjadi, Innalillahi wainna ilaihi raaji’un. Kepada-Nya semua kembali. Insya Allah ketenangan hati, kedamaian pikiran dan ketenteraman jiwa kembali menyelimuti kita. Ya, beginilah kehidupan. Ia penuh dengan warna dan warni. Bersyukur ketika Allah mencubit sesudut hati kita. Lalu membalutnya kembali dengan senyuman.

    “Sabar, ya Yan…”, begini ia menenangkanku. Sejenak setelah ia kena cubit. Hehee..sorry yaa… “Kita terus berteman, walau apapun yang terjadi”. Yes!

    🙂😀🙂

    Like

  53. Masih ku belajar untuk membuka mata (hati) ini,
    agar ia kembali mau menatap dunia (nyata) yang berjeda,

    untuk terus berkelana menuju (harapan) masa depan,

    menjaga tatapnya (tajam) demi menembus cakrawala,

    karena (ternyata) ia mampu,

    Tekun ku berlatih untuk dapat menuai (buah) rasa,

    agar ia mampu menjadi pengunduh (untaian) senyuman,

    untuk dapat ku nikmati (saat ini) ketika ku membutuhkannya,

    menggemakannya (mesti) ke seluruh penjuru dunia,

    karena (benar) ia bermakna,

    “Orang tuamu mengizinkanmu ke sini. Agar engkau menjadi lebih baik lagi. Masa iya, kamu-nya malah nangis di sini”, begini bunyi untaian kalimat yang paling berkesan dari beliau (orang tuaku di sini) untukku.

    Kalimat ini telah membuatku tiada mampu lagi menahan airmata. Hingga akhirnya sedu sedan itu menjadi jawaban. “Boleh… Silakan menyampaikan kalimat apapun padaku. Namun, satu pintaku. Orang tua. Beliau begitu berarti bagiku. Ketika engkau mengusik keberadaan beliau dalam menegur maupun menasihatiku. Tolong…izinkan airmata ini tumpah seketika itu juga. Karena itulah yang menjadi pendukungku. Beliau telah menitipkan banyak banget untukku. Inilah yang membuatku menjadi seperti ini. Dan sampai pada zaman ini. Cukup! Hanya Allah Yang Maha Tahu-menjadi tumpuan harapanku”.

    Ter…..serah padamu,

    ini adanya aku,

    🙂😀🙂

    Like

  54. Pikiran orang tua dengan pikiran anak-anak sangat jauh berbeda. Ketika orang tua memikirkan banyak hal yang akan terjadi sebelum bertindak. Maka anak-anak lebih senang menjemput risiko. Dengan demikian anak-anak mempunyai lebih banyak peluang untuk mengerjakan hal-hal yang baru baginya. Sedang seorang yang berpikiran lebih tua, ‘having and doing more of thinking before doing something.’

    “Ya, kita memang berbeda”.

    Terkadang kita memerlukan cara berpikir ketika masih kanak-kanak. Agar kita mau berinisiatif terhadap hal-hal baru. Karena kita tidak lagi memikirkan tantangan yang akan kita tempuh. Namun, kita lebih fokus pada hasil yang mempengalamankan kita. Sehingga kita lebih berani untuk mulai melakukan hal-hal yang menurut kita masih baru dan segar. Maka risiko segawat apapun, tiada pernah hampir dalam pikiran kita. Ia hanya sebuah kata. Hadapi tantangan, nikmati risiko. Kalau kita ingin memiliki pengalaman. Karena hidup ini bukan untuk bersenang-senang, Yan. Ia ada untuk mengajarkan kita arti kehadiran. Ia adalah diri kita. Semakin kita bersedia untuk melangkah. Maka hidup kita akan berubah. Yes!😀

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s