Basaba

Ketika mimpiku padamu terus terpaut
Ketika mimpiku padamu terus terpaut
Dua puluh empat adalah jumlah hitungan angka jam dalam sehari semalam. Angka yang mengingatkanku padamu, engkau para inspirasi.
Engkau yang hampir setiap hari ku colek-colek, apakah merasa terganggu olehku? Engkau yang terkadang membuatku ingin meluahkan segala rasaku, tentangmu. Engkau yang selama ini, menjadi bagian dari keseharianku. Engkau yang menitipkanku ilmu dan pengalaman, secara tidak langsung. Tanpa ku menyadarinya, ternyata engkau sudah memberikanku kebaikan demi kebaikan.

Apakah melalui sebentuk sapa, salam, perhatian, pemakluman, pengertian, dan sejenisnya, yang membuatku segera terharu, kebaikanmu sampai padaku. Huhu. Hingga membuatku tersentuh olehmu. Meski pun engkau tidak sekali pun menyentuhku. Apakah ini namanya ukhuwah yang utuh?

Aku yang merasakan.

Ketika aku hampir rubuh, engkau segera merengkuh. Sebelum ku terjatuh, engkau segera menyambut. Meski pun ragamu bermandikan peluh, saat engkau melakukan semua, untukku.

Engkau yang memikirkan.

Bagaimana keadaanku terbaru. Makanya engkau segera menyapa. Sebelum ku menyapa, engkau sudah memberikan suara padaku lebih awal. Hingga ku selalu dan terus terpikir, tentangmu.

Begitu pula yang ingin saaaaangat untuk ku lakukan padamu. Kita dapat saling melengkapi dalam upaya bergerak dan menggerakkan. Supaya semua tetap merasakan betapa indahnya kebersamaan.

Walau jemari kita tidak selalu dapat bergenggaman. Akan tetapi potongan hati kita yang telah berkenalan, senantiasa berangkulan, saling menguatkan. Kekuatan yang dapat kita bagikan, meski sedikit demi sedikit, berulang-ulang, berupa rerangkai huruf mensenyumkan.
Akhirnya, benar tertemukan. Bahwa sendirian bukan menjadi pilihan. Apabila ternyata kebersamaan adalah lebih utama.
Terima kasih ya, untuk masih ada bagiku. Bersamamu, ingin ku terus dan tetap melakukan, aktivitas dalam ruang pikir, ini. Bersamamu, ingin ku mewujudkan impian melalui ruang rasa, ini. Bersamamu, ingin ku selalu ada. Untuk menjejakkan kaki-kaki lagi. Di mana saja kita berada. Selagi masih ada kesempatan, di ruang hari ini.
Apakah saat duduk-duduk manis? Seraya tersenyum atau menjemput sebuah senyum saja? Dalam rangka membagikannya atau menyelipkan pada sudut paling tersembunyi? Bersamamu ku mau tetap ada di sini.[]

😊😊😊

Advertisements

2 thoughts on “Basaba

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s