Anak-anak adalah penyejuk mata, pendamai tatap, peneguh rasa, pengungkit semangat, penggugah asa menjadi berdaya. Bersama anak-anak maka indahlah dunia, semakin berwarna, penuh suara, mengguyur ekspresi di ruang masa. Sehingga, kehadirannya adalah harapan bagi semua keluarga.

Bersyukur diri ini berada dalam keluarga yang ada anak-anak. Lalu menjelmalah aku sebagai bagian dari dunia mereka.

Ya. Berbahagia hati ini melihat anak-anak, sebagai peneduh tatapan mata. Apakah malam hari sebelum terlena impi atau subuh kelam setelah terjaga. Menyaksikan anak-anak mampu mengubah ekspresiku segera. Sejenis ada yang menggodaku, supaya tertawa dalam sedih, tersenyum saat pedih. Begitulah peran mereka, bagiku.

Sehingga, bersama anak-anak, aku pun lupa dengan waktu. Aku lupa usiaku. Aku lupa seperti apa berekspresi. Yang ku ingat adalah, saat bersama mereka, ku bahagia. Apa sebab?

Ku bertanya pada sesiapa yang membersamaiku, selain anak-anak. Bagaimana mereka menilaiku adanya?

Kamu kok kayak anak-anak sih, mudah tergelak, cepat terisak. Terkadang enggak jelas, teriak-teriak tanpa sebab. Atau lain waktu, membuatku cemas berulang-ulang. Tanpa sebab, tetiba jingkrak-jingkrak. Haghaghag. Aku jadi pusing kan? Memangnya kamu siapa siih?

Aku juga heran. Sedih-sedih pun engkau tertawa. Engga punya tetap bahagia. Berpunya apalagi. Semaunya saja melepas ekspresi. Tidakkah engkau berpikir, apa kata mereka nanti?

Tuch, tuch, tuch, lihatlah, orang-orang pada memperhati. Malulah, sedikit. Over pede kali ih!

Nah, ada lagi. Kamu masih saja engga peduli. Padahal sudah diingatkan berkali-kali. Untuk jaga-jaga image, gitu. Masa iya? Udah seusia gini, masih loncat-loncat, lari-lari, diam dong, duduk manis dan tersenyum, saja. Jangan bicara sembarangan lagi yaa. Berubahlah! Engkau sudah tidak anak-anak lagi. Okee?

He. He. He. He. Aku jawabnya gini, “Bcoz of, masa kecilku kurang bahagia. 😁 Sehingga aku merdeka melakukan apapun yang ku ingin. Sebab, aku punya teman yang mengajariku. Pelajaran yang mereka beri, tidak menggurui, namun dengan teladan, sikap, bahasa tubuh, sebab mereka belum bisa bicara. Begitulah, harap maklum yah.”

Selanjutnya, sesiapapun yang menilaiku seperti anak-anak pun tersenyum, membawa pikiran yang aku pun tidak tahu, tentang apa?

Yang ada dalam pikirku hanya, hidupku adalah tentang mengekspresikan diri, memantau perkembangannya dari hari ke hari, melalui sapa salam yang ku layangkan padanya, dalam waktu-waktu tertentu. Supaya aku dapat mengenalinya lebih baik, dengan caraku. Seiring pengenalan sesiapapun yang membersamaiku dalam hidup ini.

Terserah, bagaimana mereka memperhati. Tidak mengapa, seperti apa mereka menilai, aku pun mempelajari bahwa diri ini terus belajar dari semua. Bersama mereka, bertumbuh menjadi sesosok pribadi yang tidak ada duanya di dunia ini. Karena setiap kita unik, bukan?

Yah, yah, ini sekadar luahan suara hati yang sungguh peduli padamu, wahai diri. Diri yang ku bawa ke mana-mana, membersamai. Diri yang memang tidak dapat berubah bentuknya yang sudah begini yaa begini. Akan tetapi, bagaimana menyikapi, menjadi sebentuk hadiah untuk diri di kemudian hari.

Semoga, sesiapapun yang hadir dalam hari-hariku di dunia ini, berbahagia. Semua tersenyum dalam senyumanku, sebab bersama mereka ku bertumbuh, berkembang, menjadi diriku hari ini.

Kesan, pesan tidak akan pernah usai, walau titik menjadi penutup kalimat, ku mengucapkan, terima kasih atas perhatian dari dalam hati. Sebagai sebentuk peduli pada diri ini. Diri yang ada jiwa anak-anak di dalamnya. Meski sesekali kambuh. []

😊😊😊

Advertisements

2 thoughts on “Belajar dari Anak-anak

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s