Aku Ada Untukmu

Terdiam, terduduk, lama. Aku mematut-matut diri di depan cermin. Ku memandangi seraut rupa. Wajah yang tidak asing lagi, sedang berpikir dalam. Tampaknya, ia sedang membawa sebuah pesan untuk ku bagikan.

Pesan ini adalah tentangnya. Ia yang membersamaiku sejak lama. Ia yang bisa saja bertukar ekspresi tanpa ku duga, semudah-mudahnya. Ia yang terkadang tidak sabaran, dengan segala yang ada. Ia yang membuatku harus berjuang tegas, membawanya ke mana-mana. Agar ia tidak selalu terbawa suasana. Supaya ia bisa berteguh sedikit lagi, sebelum terharu dalam jiwa. Supaya mau tersenyum sebaris lagi, sebelum benar-benar tenggelam dalam kenyataan yang ada. Sebab itulah, aku memandangnya berulang kali, saat duduk diam, begini.

Di sekitarku, tidak ada sesiapa yang kelihatan. Kecuali kami, yang sama-sama tanpa suara. Sehingga yang terdengar hanya detak jarum jam di dinding, memecah sunyi suasana. Waktu yang tepat untuk kembali menyapanya, aku suka.

Hai, engkau yang ada di depan mata, lagi apa? Bagaimana keadaanmu saat ini, say? Apakah baik-baik saja? Sudah lama juga yaa, kita tidak bersapa seperti ini. Lama sekali rasanya, tidak bertukar tatapan lagi. Sejak seseorang hadir menjadi bagian dari hari-harimu, aku seakan terabaikan, sudah. Ah, mungkin ini hanya perasaanku saja. Semoga, pikirku salah. Sebab, engkau tidak pernah membiarkanku tanpa engkau pedulikan, benarkan?

Ya, sudah sangat kenal aku denganmu. Mengenalmu sangat baik, sejak kita tertakdir menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sudah ku tahu, siapa engkau sesungguhnya. Sudah, sudah cukup, heningmu baru saja, membuatku ingin menyapamu, wahai sahabat jiwa. Sahabat yang ku mengerti dengan sepenuhnya. Sahabat yang terlihat dalam masalah, yaa?

AhA! Engkau yang mudah terbawa suasana, tercengkeram keadaan, terbalut pikiranmu sendiri, pun terdiam. Diammu sangat lama. Lama, sejak dua puluh menit yang lalu. Diam tanpa melakukan apa-apa, sebab engkau terpikir-pikir sesuatu lagi, kan?

Hai, memikir udah. Bagaimana kalau saat ini kita merangkai senyuman? Senyuman yang ku harapkan, kita rangkai bersama-sama. Bagaimana, bagaimana? Setuju, yaa? Aku mencoba menyapamu dengan lirikan mataku, tanpa bersuara. Sedangkan engkau, terlihat mematuhkan tatapan, pada lembaran tikar di lantai. Engkau mulai terenyuh. Uh!

Sebentar kemudian engkau akan terseduuuuu-seduuuuh, huhuhuuu. Atau, berusaha untuk mengeluuuh, atau, tetiba berpeluh di puncak hidungmu, sebab engkau ingin menepikannya supaya menjauh, tapi tidak setega ittuch. Jadi, aku sebagai bagian dari dirimu yang tidak akan pernah jauh, segera menyapa setelah mendeteksi kondisimu terbaru. Sekarang bagaimana? Apakah sudah kembali seperti sediakala? Tanpa kecamuk di dalam pikiran, tanpa sesak di dalam dada, tanpa mendung di sudut mata yang siap engkau tumpahkan? Apakah engkau masih baik-baik saja?

Engkau menggeser dudukmu, sedikit. Lalu memberiku kode, supaya mendekat. Secepat kilat, ku melangkah menujumu. Dan selanjutnya, kita bertukar suara tentang keadaanmu terbaru. Engkau mesti kuat, engkau bisa wahai sahabat, engkau tidak sekali mengalami kondisi seperti ini, maka, selesaikanlah, secepatnya. Bukan untuk membawa-bawa sesiapa dalam penuhnya pikirmu, namun menemukan jalan terang untuk mencerahkannya lagi.

Semoga, ingatan yang ku alir ini, membuat senyuman mu hadir sedetik lagi. Meski saat ini, belum. Akan tetapi, ku ingin semua ini berakhir. Baiklah, yaa. Selamat berpikir. Pikirkan, pikirkan, berpikirlah…[]

J J J

Advertisements

2 Comments

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s