Tentang Indah pada Waktunya

Alhamdulillah, terima kasih yach ๐Ÿ˜˜
Alhamdulillah, terima kasih yach ๐Ÿ˜˜

Barakallahu lakuma wa baraka alaikuma wa jamaa bainakuma fii khair.

Saya ucapkan selamat kepada adik-adik sekalian yang akan menjalani kehidupan berumah tangga. Yang saya harapkan bangunlah rumah tangga yang sakinah atas dasar mawaddah wa rahmah.

Zaman sekarang ini yang menghancurkan hidup rumah tangga adalah banyak. Salah satunya persaingan ekonomi. Sebagai istri harus tahu berapa kemampuan suami. Ini yang penting.

Keinginan tiada batasnya. Namun kebutuhan, sesuai kemampuan suami. Dan suami bersungguh-sungguhlah untuk mencari nafkah. Kalau bersungguh-sungguh mencari nafkah, selagi mau berusaha, pasti ada rezeki. Sebab tentang rezeki kita, Allah yang menjamin.

Tahanlah emosi di saat terjadi perbedaan-perbedaan. Tidak bisa tidak, akan timbul nantinya kesalahpahaman, perbedaan pendapat, karena latar belakang yang berbeda-beda. Sabarlah menghadapi berbagai keadaan.

Selanjutnya, beliau mengajak kami menutup acara dengan membaca hamdalah.

***

Awalnya, beliau membuka dengan basmalah. Dan mengajak kami melantunkan berjamaah.

Kami adalah tujuh pasang calon pengantin. Kami sama-sama akan menikah dengan pasangan masing-masing. Beliau mengumpulkan kami dalam satu acara dalam rangka memberi nasihat tentang kehidupan berumah tangga. Waktunya adalah tanggal tiga belas November tahun ini. Tempatnya dalam salah satu ruang di kantor KUA setempat.

Di antara nasihat demi nasihat yang beliau pesankan, ku kemas menjadi rerangkai senyuman, tentang indah pada waktunya, seperti ini. Alurnya ya, begini. Hihii.

Mawaddah adalah cinta. Aku datang ke sini karena cinta kepadamu. Kedatanganku membawa rasa cinta. Cinta tidak terlihat mata. Namun cinta ada untuk ku bagikan. Inilah bukti cinta ku padamu.

Cinta, menghadirkan keinginan untuk berbagi. Berbagi kebahagiaan, sedikit demi sedikit. Kebahagiaan yang ku rasakan, semoga engkau pun merasakannya, teman. Teman berbagi kebahagiaan.

Beberapa waktu lalu, ku membagimu tentang sebuah kabar bahagia. Kabar yang ku jadikan sebagai alasan kembali ke sini. Agar masih dapat berbagi denganmu, meski sebuah kabar.

Saat ini, ku membagi lagi lanjutannya. Temanya adalah tentang indah pada waktunya. Keindahan yang terbukti seiring bergulirnya waktu. Keindahan yang terlihat dan tidak terlihat. Seperti halnya cinta, begitu juga keindahan, adanya.

Keindahan terkadang tidak terlihat, namun terasa dalam bahagia. Keindahan yang terkadang terlihat dan berlapis-lapis wujudnya dalam ketenteraman. Keindahan yang bisa membuat hati, berdegup seketika, di tengah tenangnya. Keindahan yang sukar terungkapkan melalui lisan, maka ku belajar menuliskan. Semoga, mensenyumkan. Senyuman demi senyuman yang bertaburan menjadi rangkaian huruf-huruf ini.

Ada cinta yang indah. Ada bahagia yang mewah. Ada sayang dalam mawaddah.

Rahmah adalah kasih sayang. Sayangi pasangan, dengan sepenuh hati. Bertutur santun dan lemah lembut, menyenangkan hati pasangan. Berupaya menjaga hatinya dengan kemauan. Meski pun keadaan tidak memungkinkan, tetap berupaya. Seperti, menahan diri dari berkata-kata kasar kepada pasangan. Sebab, di dalam diri pasangan, ada sekeping hati yang tersembunyi. Hati yang tidak terlihat, bisa saja terluka oleh sebaris kata yang tidak semestinya.

So, keep think before speak. When you speak, I will hear. When I speak, let me speak. Di saat aku diam, berbicaralah denganku. Saat ku bicara, diamlah. Silakan menyimak.

Perempuan adalah pribadi berhati lembut… perlakukan ia dengan penuh kasih sayang. Agar, kebaikan demi kebaikannya kembali padamu, wahai laki-laki.

Laki-laki adalah pribadi berjiwa tegar… perlakukan ia dengan penuh cinta. Agar kebahagiaan yang indah kembali padamu, wahai perempuan.

Pelajarilah diri masing-masing dan juga pasangan. Sebab perempuan dan laki-laki berbeda. Perbedaan yang tercipta sejak mula. Perbedaan yang terus berlanjut hingga akhir masa. Maka, jangan mencari-cari alasan untuk membeda-bedakan. Karena pada dasarnya, kita semua sama dalam pandangan-Nya. Hanya taqwa, pembeda kita.

Detik berlanjut bersama suara demi suara yang beliau alirkan. Suara yang membuatku tersenyum dalam ingat padamu. Engkau yang berbahagia dalam bahagiaku. Engkau yang tersenyum dalam senyumanku. Engkau yang sedikit banyak, mampu membuatku berganti ekspresi dalam waktu dekat. Engkau, yang ku sayangi dari dalam diri.

Beliau lanjut menasihati kami beberapa hal tentang dunia rumah tangga.

Adapun inti pesan beliau adalah untuk menanamkan kejujuran. Kunci dari rumah tangga adalah kepercayaan. Apabila antara pasangan sudah saling percaya, tiada lagi was-was dan sejenisnya. Maka, sakinah pun tercipta. Sebagai puncak dari tujuan berumah tangga. Setelah menanam cinta, memelihara kasih sayang, maka bahagia adalah buahnya.

Bagikan bahagia, sebarkan senyuman. Happy week end teman.

Terima kasih atas doa yang engkau lantunkan dalam berbagai keadaan, dan ku menerima dengan senyuman. Terima kasih atas berbagai kebaikan yang engkau bagikan dan ku menerima dengan sebaik-baik.[]

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Advertisements

15 Comments

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู โ€... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.โ€ (Q.S Ar-Raโ€™d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s