Ia adalah Inspirasi

15409525381381514357543.jpg
Kupu-kupu persahabatan

Ia adalah engkau. Engkau adalah inspirasi.

Awal mula kami bertemu adalah di dalam ruang. Ruang sama dan itu sempit baginya. Makanya ia terus bergerak, mencari-cari cara. Agar bisa terbang, tinggi, jauh, ke alam bebas.

Ia datang, tiba-tiba sudah di depan mata. Ia berwajah manis, penuh senyuman. Sahaja. Sederhana. Sungguh. Aku pun jatuh pada tatapnya. Aku tenggelam beberapa lama. Aku tidak bisa bangun lagi. Setelah terhipnotis pesonanya. Ia berkharisma. Aku koma di dalamnya.

Aku melihatnya terus bergerak, mencari celah. Ia semakin menarik bagiku. Makanya, ku mendekati, dan menangkap. Hap.

Ia tidak mudah menyerah. Terbukti. Yuup. Berulang kali aku menangkapnya, berulang kali pula ia melepaskan diri. Bersama sayap-sayap lembutnya, menertawaiku, dong yaa. Tepat setelah bebas dari kulitku. Lalu, melayang, menari di udara.

Aku suka mengejarnya, saat ia mengelak. Aku senang. Kami pun bermain-main. Ia menghindar, aku mendekat. Ia menjauh, aku mendekap. Membersamainya, ku bahagia. Senang sungguh di luar duga. Aku menjadi terhibur oleh kehadirannya. Lalu, tersenyum juga.

Ia adalah inspirasi. Ia memgajakku bangkit dan berdiri. Aku pun ikut dengannya, tanpa menunggu lama. Lalu, asyik membersamainya. Sisitivi pun tahu, bagaimana kronologinya. Sisitivi tentu tertawa memperhati lelakuku demi berakraban dengannya. Ia adalah inspirasiku.

Aku loncat-loncat ingin menggapainya. Saat ia mencandaiku dan terbang agak tinggi. Aku pantang mundur. Namanya juga usaha. Iya kan?

Aku berjingkat dan naik ke kursi. Aha! Lalu ia terbang lagi, berlari pelan, menantangku, seakan-akan.

Aih! Ia sungguh penuh kesan. Ia bersuara dalam diam. Ia memesankan. Walau melalui ekspresi saja. Ia adalah inspirasi yang memenuhi ingatan.

Tepat sejak ia datang, ku coba pelan-pelan menangkapnya. Meski tidak mudah, aku meyakinkan diri, bisa. Iya. Akhirnya, bisa.

***

Begitulah sedikit kronologi tentang inspirasi, teman. Inspirasi yang hadir kapan saja, dari mana saja, berapa pun lamanya. Ayo menepikan menjadi tulisan, yuuk. Agar ada yang dapat kita kenang, kemudian. Atas hari-hari yang kita tempuh. Supaya bertemu teman, saat kita melangkah sendirian. Agar kita hidup penuh senyuman.

Yah! Bagiku, menulis adalah merangkai senyuman. Senyuman demi senyuman yang menebar lebih indah, setelah satu catatan hadir. Sebab ku dapatkan gambaran tentang isi pikiran, setelah menuliskan. Aku dapat membaca perasaan, melalui sebuah catatan. Aku juga bisa berjalan-jalan walau dalam diam. Semua berlangsung dengan aktivitas yang sungguh menyenangkan ini.

Menulislah, ya. Apakah saat engkau sudah terinspirasi atau belum. Ya. Carilah inspirasi dari apa saja. Lalu menulis bersamanya. Menulis dan tersenyum.

Dalam catatan ini, inspirasiku adalah seekor kupu-kupu, teman. Kupu-kupu yang ku lihat dalam ruangan sama denganku. Ia hendak terbang, namun terhalang. Maka, ku membantunya. Agar ia bebas, mengepakkan sayapnya.

Begitu pula dengan inspirasi. Aku menuliskannya. Aku merangkai senyuman bersamanya. Aku merangkainya menjadi susunan kalimat, hingga mensenyumkanku. Lalu, ia mengajakku ke mana-mana ku ingin berkunjung.

Tentang inspirasi, aku bertemu dengannya dalam ruang pikiran. Inspirasi yang tidak mau berdiam diri, tapi ingin keluar. Maka, keluarkanlah ia melalui tulisan. Ini menyenangkan, teman. Apalagi setelah menulis, ada yang menemukanmu. Horeey, seperti halnya engkau dan aku, teman.

Melalui tulisan, kita berkenalan, menyapa, bertukar bahasa, berbagi kisah, dan berbahagia. Karena melaluimu, impianku menjadi nyata. Ini sungguh membahagiakan. Alhamdulillah. Engkau, siapapun di sana, wahai teman, terima kasih atas segalanya. Aku senang kita berjumpa di sini.

Sepagian. Dapatkah engkau merasakan? Ketika hujan airmata jatuh di wajah ini. Membuat lembaran pipi ku basah. Huwwah. Ku peras tetesannya dengan kelopak mata. Agar tidak semua tumpah.

Ingatlah. Kita berasal dari Allah dan pasti kembali kepada-Nya.

Bersabarlah atas musibah. Bersyukurlah atas anugerah. InsyaAllah, tenteram menjalaninya. Engkau yang tabah, tersenyumlah cerah. Menemui sesiapapun di sana. Sebab, bisa jadi melaluimu, airmatanya tidak jadi tumpah. Lalu ia pun tersenyum indah. Meski di hatinya, ada gundah.

Tetap tersenyum yaach.

Ingatlah, tidak ada yang benar-benar pergi, hanya berjarak. Tidak ada yang benar-benar meninggalkan, hanya sementara.[]



Advertisements

9 Comments

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s