(S)el(A)mat (HA)ri (BA)hagia (T)eman 🌟

Ibu, di jendela waktuku beliau berada. Merancang segalanya untuk ku laksana. Mendata setiap suasana. Apakah pagi, siang, sore, menjelang malam hingga subuh tiba. Beliau memantauku tanpa lupa. Hanya saja aku yang sering lupa.

Lupa meminta maaf atas salahku. Lupa memberi ucapan terima kasih atas kebaikan-kebaikan beliau. Lupa siapa aku bagi beliau. Lupa waktu dan asyik bermimpi. Sampai usiaku sudah segini. Namun beliau senantiasa memberikan cinta sangat berharga. Menterjagakanku dalam lelap. Agar tidak tidur lama-lama dan membersamai dunia mimpi dengan bunga-bunganya.

Ya. Ibu sedikit bicara namun banyak bekerja. Ibu semenjak pagi membuka jendela saat aku terbuai impi. Seperti pagi ini. Beliau menyapa ku lagi dan lagi. Memintaku bangkit dan berdiri.

Ku bilang, "Lagi demam amak, bagaimana ini?" Sambil berekspresi penuh senyuman dengan wajah berseri-seri. Seraya bangkit dan melipat selimut menjadi rapi. Membereskan tempat tidur dan berdiri.

"Apa pula ini, jangan cengeng," beliau bersuara tenang memaklumi. Sebab beliau pun tahu, sejak semalam aku tidak bisa hening. Bersin-bersin dan mata berair sebelah. Huwah. Hidung pun tidak mau kompromi. Ada ketidaknyamanan yang ia alami.

Bermulanya sejak awal malam tadi. Minum obat sudah. Namun aku baru bisa rehat cantik menjelang dini hari. Sudah mencoba tidur pun sejak awal malam, tidak sukses memejamkan mata. Karena perih di sekitarnya.

Ya. Flu tahunanku kambuh lagi. Keadaan yang ku alami jarang-jarang, memang. Biasa ia hadir sejak ku mulai banyak pikiran. Aih, padahal mau lebaran. Bagaimana bisa menghayati momen berkesan nanti dengan kondisi seperti ini?

Setelah bangun, aku mengumpulkan kekuatan dan berjalan. Meski tidak sepenuhnya dalam kesegaran. Karena aktivitas hari ini mesti tetap ku jalankan.

Terima kasih ibu, untuk tidak memanjakan. Dengan begini ku masih bersedia berjalan. Meneruskan perjuangan hari ini, bersama senyuman. Termasuk menyapamu lagi, wahai teman.

Ku menyempatkan menyapamu, agar kita dapat berbagi kebahagiaan. Bahagia yang tidak kelihatan namun ada. Bahagia yang mesti ada dalam berbagai suasana. Bahagia yang menjalar dan bersimpuh di hadapanmu wahai teman.

Aku ingin meski dari kejauhan. Kita masih bisa menebarkannya satu dengan yang lain. Supaya tidak ada yang terlarut dalam kesedihan. Apabila memang kesedihan itu ada.

Ada yang bersedih hari ini. Karena jauh dari keluarganya. Aku pernah merasakan nuansa serupa, dulu. Sedangkan sekarang tidak demikian. Malahan berbahagia. Tersebab hari raya telah menjelang dan menyambutnya bersama keluarga.

Sempurnakan bahagia dengan yang ada. Bersyukur namanya. Sempurnakan bahagia dengan yang tiada. Bersabar namanya. Sempurnakan bahagia menyambut hari raya Idul Adha dengan kebersamaan.

Dari mana saja engkau berada. Tidak perlu sedih bila tak jumpa. Karena pertemuan ingatan lebih dari segalanya. Membuat senyuman menebar mudah nan indah. Lebih megah kesannya mewah. Alhamdulillah.

Sahabat tak pernah meninggalkan. Walau dengannya engkau tak dapat bertatapan. Namun ia tahu yang engkau rasakan. Semoga segera bertemuan bagi yang berjauhan. Termasuk engkau dan aku.

Engkau sebentar lagi tenggelam. Membawa kehangatan dari seluruh alam. Esok kembali bersama senyuman yang engkau tebarkan.

Mentari terima kasih untuk menerangi hari ini. Walau flu di hidungku masih terasa dan silau di mataku oleh sinarmu mulai meredup. Ku tak jemu. Namun tumbuh lagi semangatku dalam melanjutkan perjalanan hidup ini. Engkau juga, yaa. Engkau bisa. ALLAHU AKBAR.[]

😊😊😊

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s