Happy Free Day

Bebaskan hatimu dari keterpenjaraan dan ciptakan kedamaian

Bebaskan hatimu dari keterpenjaraan dan jalani kedamaian hidup dengannya

Jalan terbaik untuk kemajuan adalah kebebasan.
John F. Kennedy

***

Engkau bisa saja merasa berada di dalam ruang sempit, dikelilingi terali, pengap, sumpek tanpa udara segar. Kaki-kakimu terikat, tangan-tanganmu terbelenggu. Keadaan yang menyulitkan ragamu bergerak. Padahal tidak. Hanya perasaanmu saja.

Hai engkau dapat membebaskan hati dan pikiranmu. Kemudian melakukan perjalanan sejauh-jauhnya.

Terbanglah, dengan kemauan. Maka ada jalan untuk engkau tempuh. Percayalah. Yakin-yakinkan saja hatimu bila ia terus banyak tanya. Kendalikan pikiranmu, bila ia masih bercabang banyak.

Ya, keadaan sekitar tidak menentukan siapa engkau. Namun engkau yang menentukan bagaimana semestinya keadaanmu.

Keadaanmu tidak selalu dapat mempengaruhimu. Namun engkau selalu dapat mempengaruhi keadaan. Maka ciptakanlah nuansa yang hidup dalam waktumu.

Kuncinya engkau mau berupaya mengubah keadaan tertentu. Keadaan yang tidak sesuai dengan harapanmu. Keadaan yang jauh dari dambaan. Keadaan yang hadir tepat di depan mata dan engkau tidak bisa hanya memperhatinya begitu saja tanpa berusaha mengubahnya.

Walau terlihat berat, hadapi dengan pikiran terbuka. Meski terasa getir, jalani dengan hati yang lapang. Di dalamnya ada peluang. Masih terbentang jalan-jalan. Masih tersedia pintu-pintu untuk engkau buka. Yakinilah.

Hari ini, mungkin saja engkau berhadapan dengan masalah yang membuat kepalamu berat. Bisa jadi ada yang memenuhi rongga dadamu dan membuatnya sesak.

Hai, engkau dapat mengubahnya. Ubahlah cara pandangmu dan berbahagialah dengan hari inimu yang bebas.

Bebaskan hati dan pikiranmu. Bebaskan ia hingga kedamaian pun tercipta. Bebaskan dan sambutlah ketenangan yang sempurna.

Bagaimana cara membebaskan hati dan pikiran?

1. Berilah Kejutan

Tidak semua orang senang mendapatkan kejutan. Apakah pernyataan ini benar? Bisa benar dan bisa belum tepat. Sesuai dengan jenis kejutannya. Namun sejauh pengalamanku, sesiapa pun yang ku perhati memperoleh kejutan, terlihat senang.

Kejutan yang ia terima, membuatnya membuka mata lebih lebar dan tersenyum manis. Kemudian diikuti dengan barisan ucap, memuji dan berterima kasih pada yang memberikan kejutan. Setelah terkaget-kaget dan tidak percaya.

Kejutannya berupa setaman bunga di depan mata? Atau sebuah kado berpita merah? Isinya apa yaa, membuatnya sangat ingin membuka segera. Tapi belum bisa. Karena masih ada kejutan berikutnya yang masih menanti.

Ini salah satu caranya agar hati terbebas dan pikiran membentang luas.

Misalnya, pada diri sendiri. Bisa dengan melanjutkan aktivitas yang sangat tidak ia sukai tapi masih harus ia selesaikan. Karena telah menjadi kewajibannya.

Cintailah yang engkau kerjakan, bila tidak menyukainya. Maka selesai juga meski lama. Dan kerjakan aktivitas yang engkau sukai hingga tahap mencintainya. Engkau tidak mudah meninggalkan, kecuali meneruskan. Bagaimana pun, meski dari manapun dan dalam keadaan apapun.

Kelak, ia menjadi kejutan untukmu tanpa engkau duga. Meski saat melakukannya, engkau biasa-biasa saja. Pada saat menerima kejutan itulah engkau merasakan kebebasan yang tidak terucapkan. Rasanya mewah.

Ya, berikan kejutan khusus, untuk dirimu. Kejutan yang akan engkau perhati wujudnya di masa nanti, dengan melakukannya saat ini. Hargailah apapun wujudnya kelak, sebagai hasil dari upayamu.

2. Luangkan waktumu untuk berbuat, berkreasi, bergiat, bergerak dan melanjutkan

Saat melakukannya, engkau bisa saja lelah. Ah, namanya juga berbuat. Tentu tidak selalu nyaman. Engkau akan menemui uji dan coba dalam prosesnya.

Engkau akan berhadapan dengan hal-hal yang tidak engkau inginkan. Akan tetapi, semua ada sebagai hiasan yang akan mempercantik hasil kreativitasmu.

Tanpanya tiada keindahan.

3. Hadapi apapun yang terjadi dengan senyuman

Ada masa, engkau harus tersenyum. Ketika keadaan memaksamu untuk tidak melakukannya. Apa sebab? Sebabnya adalah dari dalam dirimu. Maka sapalah diri dan sampaikan padanya untuk membantumu tersenyum. Karena tersenyum, engkau sedang menjemput kebebasan.

Engkau bebas memakai ekspresi berikutnya, setelah senyuman hadir melenturkan wajah.

Engkau bisa tertawa dalam kedamaian atau menangis dengan tenteram. Sebab, dengan tersenyum engkau berada pada kondisi awal yang seimbang. Tanpa ekspresi berlebihan, namun terkendali.

4. Optimislah

Optimis, penuh harapan tapi bukan menghayal. Ah? Apa bedanya?

Orang optimis adalah mereka yang mempunyai harapan dan melangkah untuk mencapainya. Sedangkan penghayal hanya berharap-harap tanpa usaha. Hasil akhirnya tentu berbeda.

Orang optimis merayakan keberhasilannya. Orang penghayal masih menghayalkan pengharapannya sambil memandang langit berbintang setiap malam dan melihat dirinya ada di sana. Padahal ia masih di bumi, duduk tanpa melakukan apapun.

Berbeda halnya dengan seorang penyair. Ia yang memandang langit malam, sambil merangkai huruf-huruf. Hingga terciptalah bait-bait yang mengingatkan pada Sang Maha Pencipta angkasa dan seluruh isinya.

Meski dalam diam, ia merenung dan memeriksa diri. Seraya melenturkan jemari yang penat beraktivitas seharian. Malamnya ia melanjutkan kegiatan. Ini bukan penghayal namun penyair yang menyukai beningnya kesunyian alam.

Ketika engkau bertemu dengannya, teman. Tolong sampaikan dariku ada salam berikut permintaan, “Semoga ia berkenan menggubah untukku sebait pesan melalui syair.”

Hai, sudah lama ku mengimpikan. Apakah ada yang mau menyampaikan.

Aha! Bagaimana kalau di antaranya adalah engkau yang sempat mampir di sini?

Bahagianya aku, berpapasan denganmu. Aku yang tersenyum, menyadari kenyataan.

Engkau adalah bagian dari impianku. Terima kasih untuk tetap ada dan menjadi-nyatakannya. Meski di tengah kesendirianmu. Walaupun dari ruang penuh kesunyian yang engkau tempati.

Engkau bagiku, sungguh berarti.

Engkau yang memandang kehidupan dengan cara berbeda. Melalui kelihaianmu meracik kata.

Engkau yang menghadirkan suasana hangat pada malam hari meski tanpa sinar mentari. Engkau mentari di hatiku.

Engkau yang peduli, berpikiran positif, menebarkan kasih dan sayang melalui rentang kata.

Engkau yang memadupadankan huruf hingga tercipta rima dan berirama saatku membacanya.

Engkau bersuara melalui kata-kata yang engkau tuliskan dan ku menyimaknya.

Engkau mengemas bait-bait tentang urusan cinta tanpa kata cinta di dalamnya.

Engkau menemukan tambatan hati melalui kemahiranmu menata kata tanpa bicara.

Engkau menghemat energi dengan meluahkan segala ekspresi melalui tulisan. Tanpa ada yang mengetahui, tujuanmu pada siapa?

Bisa saja ada yang mengira pada dirimu sendiri? Sedangkan ia yang engkau maksudkan ada di depan suara jiwa yang engkau tuliskan.

Begitulah usahamu untuk menjaga agar hubunganmu dengan sesiapa, tetap baik-baik saja.

5. Miliki Visi dan Misi untuk mengontrol pergerakanmu

Ya, tidak ada yang sempurna, langsung jadi, secepat kilat dalam kehidupan ini. Semua tercipta dengan masa, waktu dan proses berkelanjutan. Maka, upayakan lagi dan lagi sesuai misimu. Bila yang engkau lakukan belum berhasil terbaik.

Jadikan misimu sebagai penggebrak semangat, penyuntik motivasi. Agar diri bergerak lagi.

Jangan henti, nanti mati. Jangan malas, nanti tergilas.

Tunjukkan bahwa engkau punya nyali. Hadapi hidup ini berseri-seri dan bebaskan hatimu dari iri dan dengki. Karena bisa menyulitkan dirimu sendiri, saat ia menjangkiti.

Jalanilah hidup yang seimbang dan harmonis. Mulai dengan diri sendiri. Maka kebersamaanmu dengan siapapun, mengingatkanmu pada misi yang engkau dekap dengan hati-hati.

6. Miliki kepribadian baik

Pribadi yang baik, semua menyukai di mana saja ia berada. Kehadirannya menjadi pemeriah suasana, pencerah cuaca, pengendali bencana. Karena pribadi yang baik, melakukan yang ia suka orang lain melakukan hal sama padanya. Maka kebaikannya pada sesiapa adalah bukti kebaikannya pada dirinya.

Tidak perlu ada yang meminta, ia sudah memberi. Tidak harus ada yang menyapa, ia sudah berseri-seri. Tidak mesti bahagia, ia sudah tersenyum.

Ini menjadi ingatan bagi diriku sendiri saat menemui dan membersamai pribadi seperti ini.

Kiranya impian tak perlu ku lanjutkan lagi. Karena ia sudah menjadi bagian dari hari. Hanya ku perlu memoles sikap diri dan menjadikannya sebagai cermin untuk ku teladani.

Sungguh membersamainya berkesan di hati. Dan aku ingin menjadi. Ini misiku membersamainya. Aku yang bercita ke arah yang lebih baik, dari diriku hari ini.

7. Berikan Apresiasi atas Sesederhana Apapun Prestasi

Engkau dapat merasakan kebebasan dengan memberi apresiasi. Engkau bisa tersenyum juga menyaksikan senyuman yang muncul di depanmu.

Ya, karena apresiasimu sampai padanya yang menghargai. Ia yang engkau pedulikan, engkau puji atas pencapaiannya, membuat hatinya senang melaluimu.

Dan semua yang engkau beri akan kembali padamu. Engkau pun senang melihat senyumannya yang menebar spesial padamu.

Senyuman utuh, membuatmu tersentuh.

***

Terima kasih atas sesiangan hari ini yang indah, ya Allah. Untuk semuanya, segalanya… semoga berberkah.

***

Karena di sini malam, jadi emoticon senyuman kali ini, bulan.[]

🌜🌚🌚🌚🌛

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s