Ayo Bergiat

This slideshow requires JavaScript.

Hidup indah dengan berkegiatan. Hari-hari sumringah dengan melanjutkan perjalanan. Seiring senyuman demi senyuman yang terbit di ruang ingatan. Senyuman yang menebar ringan pada lembaran wajah sepanjang perjalanan.

Semoga, kita pun bertemuan. Setelah berpisah dan berjauhan.

Ketika engkau jauh, tetap ingat orang-orang terdekat. Agar engkau tak merasakan sendirian. Ketika jauh dari keluarga, tetap ingat beliau semua yaa. Supaya tumbuh semangatmu dalam melanjutkan perjuangan.

Ketika belum bertemu teman seperjalanan, ingatlah untuk tetap berkegiatan dalam pergerakan. Maka hari-hari di perantauan tak melulu tentang kesedihan. Akan tetapi, penuh keceriaan.

***

“Uni akan berangkat hari ini,” bisiknya di antara percakapan ke percakapan kami berikutnya.

Ya, aku mendengarnya seakan berbisik. Karena ia berbicara pelan, penuh kesungguhan, ketenangan dan kemantapan hati.

Tekadnya sudah bulat. Izin orang tua pun sudah lengkap. Ayah bunda merestui, demi melanjutkan cita dalam kehidupan Uni siap berangkat.

“OiYa?????,” terkagetlah aku.

Secepat ini ternyata waktu berlalu. Tidak terasa memang, sudah usai masa liburannya. Artinya telah tiba pula masa berjuang. Aku memahami, seraya meliriknya tenang.

Berikutnya tanpa sengaja, atau merencana, mengalirlah suaraku dengan damainya, “Mariii kita antarkan Uni, yuuuu.”

Padamu yang sempat ku salah sambungi sebelum kami berangkat, pardon me. Hihiii. Hari yang unik.

Apakah menjadi pertanda kalau ku mesti pamitan padamu sebelum pergi-pergi lagi?

***

Singkat cerita, sejam dua jam pun berlalu. Dua jam kemudian, kami sudah berada di bandara dalam rangka mengantar Uni Mega.

Yap, beliau akan berada di kota Gudeg untuk melanjutkan pendidikan. Lamanya sekitar tiga tahun ke depan. Tapi bisa pulang kalau kangen dan menyemutnya kerinduan. Asalkan tidak mengganggu jadual berkegiatan, ya Uni.

Uni bagiku adalah teman baru. Putri pertama salah seorang tetangga yang penuh kebaikan.

Beliau yang ramah penuh senyuman. Beliau yang asyik orangnya dan membuatku sering bilang, “Alhamdulillah… Terima kasih ya Allah atas kebersamaan kami meski tak lama. Inilah kehidupan yang mesti ku syukuri dalam keseharian. Sungguh rencana-Mu penuh kesempurnaan di sebalik rencana kami untuk melanjutkan kehidupan. Maka engkau mempertemukan kami, sampai terjalin nuansa kekeluargaan.”

Dari awal Ramadhan yang lalu, Uni dan aku bertemuan. Merupakan pertemuan kami pertama kali, dan aku terkagum. Ternyata ia sudah menamatkan pendidikan di sekolah lanjutan atas. Sehingga tahun ini memasuki gerbang perkuliahan. Lokasinya di perantauan.

Pertemuan kami beberapa bulan lalu untuk pertama kali, memang. Karena selama ini ku juga tenggelam di perantauan. Sehingga anak-anak sudah bertumbuh menjadi remaja, saat ku kembali lagi. Teman-teman sudah bertebaran, saat ku balik kampung.

Para tetangga senang ku kembali, dengan begitu kami dapat berakraban. Setelah satu persatu dari beliau menyapa dan mengajukan penawaran. Ayo ke sini, mari ke sana. Di sini aja, bagaimana kalau bersama kami?

Dari beberapa tawaran, ku menerima satu saja. Sedangkan yang lainnya berela hati ku lepaskan setelah mempertimbangkan. Kini, kebersamaanku dengan keluarga Uni Mega, sebagai tetangga yang penuh kebaikan.

Kami saling membantu, meringankan dan memberikan masukan demi masukan. Saling menolong dan bekerjasama dalam kebaikan. Dan hari ini bertepatan dengan keberangkatan Uni Mega yang ku maksud adalah kemarin.

Akhirnya kami beramai-ramai menuju bandara, melepasnya dengan senyuman. Sambil mengingatkan beragam nasihat sebelumnya.

Semoga Uni betah dan terus semangat di kota yang bagiku masih idaman.

Semoga kelak kami bisa melakukan kunjungan ke sana ya Uni, dalam rangka liburan keluarga.

Uni baik-baik yaa, sukseskan pendidikan dan jalani sepenuh perhatian. Selingi juga dengan berkegiatan, di luar jadual pelajaran. Semoga bertambah pengalaman dan pengetahuan dari lingkungan dan alam.

Belajarlah dengan baik, sampai kelak, tiba masanya untuk mengabdi. Apakah di kampung halaman atau kota rantau berbeda lagi.

Di mana pun berada, tetaplah Uni yang berbudi. Tetaplah Uni yang pemberani. Tetaplah Uni yang santun dan baik hati.

Uni, tidak ada yang jauh, hanya tentang persepsi. Tidak ada jarak antara kita, hanya tentang hati.

***

Saat Uni sudah melayang di dalam lorong besi yang membawanya lebih tinggi, kami pun kembali. Tidak lupa menghirup udara sore di tepi pantai. Meski hanya numpang lewat. Termasuk menatap senyuman pias rembulan menjelang senja.

Tidak lama kemudian, alam perlahan gelap. Rembulan yang semula pias menjadi bercahaya.

Ku pandangi rupanya yang sahaja, tanpa kata-kata. Ku lepaskan arah pandang hingga menyentuhnya. Ku kedipkan mata sering-sering, dalam keharuan. Karena pada saat sama, hadir ingatan pada kisah perjalanan. Ujungnya adalah senyuman. Karena akhirnya tercapai cita dan impian.

Seterusnya, alam semakin menggulita. Perjalanan kembali kami tempuh bersama rangkaian senyuman demi senyuman.

Di perjalanan, ku menyimak Bunda yang terus bercerita, hingga tidak dapat terlelap lama-lama. Kecuali sesekali saja. Sampai di rumah lagi, sudah menjelang tengah malam. Ragaku dan juga penglihatan mulai ada penurunan fungsi. Malam pun berlalu tanpa mimpi. Karena mimpi sudah ku alami dalam kenyataan.

Keesokannya adalah hari ini. Pagi bertamu tanpa sungkan. Hanya saja, tanpa mentari. Karena ia belum kelihatan sampai angka jam menunjukkan sembilan. Tapi ku tetap bisa tersenyum memula hari. Bersama si kembar yang tersenyum berseri-seri saat ku menemuinya.[]

😊😊😊

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s