Sebelum Engkau Berlalu

Anggun wajahmu menampilkan kesederhanaan. Elok rupamu memperlihatkan kesahajaan. Di matamu ku tangkap cahaya ketulusan. Dalam setiap gerakmu semoga penuh keikhlasan.

Semoga kesuksesan senantiasa menyerta dalam setiap kegiatan. Mudah-mudahan lancar segala urusan. Hanya ini yang dapat ku sampaikan padamu, wahai teman.

Engkau temanku. Teman yang membersamai dalam jenak waktu tertentu. Apakah aku yang menghampirimu lebih dahulu? Atau engkau yang menuju padaku lebih awal? Ini tidak perlu. Yang penting, antara kita sudah ada alasan untuk bertemu. Yuuup.

Kali ini, temanku adalah Zoi, lagi. Xixii. Mengapa? Ya, begitulah. Kami bertemu lagi, setelah ia menghampiriku. Aku yang asyik sendiri, tertarik padanya. Apalagi setelah ia menari-nari di atas lantai, muter-muter dan kemudian rebahan. Selanjutnya, kami berbincang. Ia dengan bahasanya. Sedangkan aku dengan bahasaku. Apakah kami dapat berkomunikasi efektif, kalau begitu?

***

Sejak lama, ku mendamba. Sekian waktu, ku berharap. Pernah jatuh, lalu terseok-seok, bangkit lagi. Hingga sampailah pada hari ini, kebersamaanku berikutnya adalah dengannya. Ia yang tidak ku prediksi, ternyata ada di sini. Ia yang membuatku terharu sering-sering. 😍

Ya, tentang perjalanan hidup ini, kita tidak tahu. Di mana esok? Kecuali merencana, untuk ke mana. Selebihnya, jalani waktu sesungguhnya. Hadapi hari ini dengan penuh syukur. Bersyukurlah di mana pun kita berada. Apakah kita suka atau engga. Karena di balik ketidaksukaan, ada hikmahnya. Jadi?

Jadikan detik waktu yang kita temu untuk senantiasa melakukan yang terbaik. Sampaikan pada diri, ketentuan-Nya adalah yang sangat sempurna. Ketika ada di antara harapan yang belum menjadi nyata, tersenyumlah. Pun, ketika ada di antara hari-hari yang kita jalani di luar duga, semua juga ada dalam daftar rencana-Nya. Semoga kita menjadi hamba beriman, yang segala perkara adalah baik baginya.

Ada kebaikan apa yaa? Saat ku di sini, begini, seperti ini? Semoga kita dapat mensenyumi keadaan terkini. Dengan demikian, tidak mengeluh lagi, tidak merutuki keadaan. Namun menghayati. Benar-benar. Menghargai kesempatan hidup ini. Semoga, menjadikan kita lebih menyadari, diri. Kita siapa, dari mana, mau ke mana? Ngapain aja ya, di dunia ini?

Yah, bertemu dengannya, membuat diri ini kembali merenung… []

😊😊😊

Advertisements

8 thoughts on “Sebelum Engkau Berlalu

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s