Qadarullah

Dalam waktu-waktu terakhir, aku sering mendengar satu kata ini. Kata yang terlantun lembut melalui nada suara para sahabat saat berbicara. Nada yang ku simak sepenuh hati.

Sungguh damai, saat beliau-beliau melantunkannya di antara kalimat demi kalimat yang mengalir, meski ku belum memahami penuh apa artinya. Makanya, ku terpikir dan teringat untuk mengetahui lebih dalam tentang satu kata ini.

Selanjutnya, ku pelajari sedikit demi sedikit. Sehuruf demi sehuruf. Selanjutnya, ingin juga berbagi tentang hal ini. Sebab, ada yang bisa mengajakku tersenyum lagi kali ini.

Senyuman yang menepi di pipi, dalam berbagai kesempatan merenungkan kejadian dan keadaan yang ada di sekitar yang tidak luput dari perhatianku. Maka, catatan ini sebagai pengingat untuk diri, bila ia terlupa lagi dengan penerimaan atas ketentuan-Nya. Semoga menjadi jalan kebaikan bagi sahabat semua, yang sempat mampir dan membacanya pula, yaa.

^ _ ^

Jangan menyerah, ya bangkitlah. Selayak mentari yang terbit lagi maka hari bernama pagi, engkau pun begitu. Munculkan lagi harapanmu yang sempat meredup kemarin.

Hari ini, senyumanmu, ada yang menanti. Meski engkau tidak tahu. Seperti mentari yang bersinar lagi, engkau pun begitu. Semangatmu, ada yang meneladani, meski engkau tidak menyadari. Sebagaimana mentari yang menghangati bumi, engkau pun begitu. Menjadikannya sebagai pelajaran, ini perlu. Meski engkau bukan mentari, engkau adalah dirimu yang satu. Yuup. Engkau bukan ia.

Jangan menyalahkan keadaan atas segala yang terjadi atau engkau alami.

Ya berjuanglah. Jejakkan kaki-kakimu di bumi, lalu tersenyumlah. Bergeraklah, melangkah dan kelak pada masanya engkau sampai di tujuanmu, engkau bisa memperhati sekilas ke belakang. Untuk mengaca diri, untuk menjadikannya pelajaran dan pengalaman. Bila ada di antaranya yang tidak engkau ingini dan sukai, jangan ulangi lagi. Bila ada diantaranya yang sangat engkau sukai dan tidak dapat engkau lanjutkan lagi, sesungguhnya demi kebaikanmu.

Yakin dan percayalah, ada yang berada di luar kendali kita. Setelah berusaha, terkadang belum berhasil, bukan? Jangan menyerah, jangan putus asa. Engkau masih memiliki kesempatan, selama nyawa membersamai raga, untuk meraih impianmu. Tersenyumlah, menempuh waktu.

Selama engkau mau, ada jalan membentang di hadapan. Untuk menyampaikanmu pada segala cita dan cintamu. Untuk menghadirkan lagi motivasimu yang sempat hilang. Untuk memberikan yang terbaik padamu, meski engkau tidak menyadarinya sebagai peluang.

Yah. Perhatikanlah yang ada di sekitarmu, saat ini. Bagaimana kondisi kehidupanmu, hari ini. Tidakkah engkau mengerti, bahwa semua ada di dalam impianmu? Ingatlah lagi, dan tersenyumlah.

Engkau tidak pernah sendiri dengan masalah-masalahmu, jika engkau bilang hari-harimu penuh masalah. Engkau bukan yang pertama ia hinggapi, namun sudah ada yang mengalaminya. Engkau pun bukan satu-satunya dengan keadaan serupa, kecuali sudah ada yang menghadapinya. Bahkan, masalahnya lebih hebat darimu dan akhirnya berlalu seiring waktu. Sikaplah yang menentukan, seperti apa kesannya saat menjalani. Begitu pula denganmu. Engkau bisa, ya, tersenyumlah.

Ketika hari ini hujan airmata membasahi pipimu, tidak selamanya. Esok, lusa, airmata akan mengertimu dan mengering di pipimu. Bahkan, engkau bisa bersegera menghapusnya saat ini, tidak harus menunggu esok, bukan? Kembali pada dirimu sendiri, apakah engkau mau mengendalikan diri dan mengubah keadaannya? 

Sebab, akan ada hari-hari yang engkau belum siap menghadapinya. Karena tidak sesuai dengan harapanmu,  dan memang sudah ketentuan Allah, maka tersenyumlah. Ada hikmahnya, tentu. Ada maknanya, pasti. Ada pelajaran dan pengalaman yang dapat engkau selami sedalam-dalamnya.

Segala ketentuanNya untukmu, menjadi jalan bagimu dalam berlatih kesabaran. Untuk menjadi bekal di masa nanti, alasan tersenyum hari ini. Oke siip?

  🙂  🙂  🙂

2 thoughts on “Qadarullah

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s