Bersama Zoi

Engkau bilang, “Kopi adalah “Ketika otak perlu inspirasi.” Maka, carilah inspirasi tersebut dengan ngopi sejenak yuk!”

Aku bilang, “Engga suka ngopi, air putih aja. Karena air putih… bla,bla,bla.

Selanjutnya kita bertukar suara, kisah dan kabar terbaru. Sebab memang sudah lama juga yaa, kita tidak berbagi kabar.

Bagaimana kabarmu di sana? Apakah sudah sarapan, makan siang, semalam makan engga? Kegiatannya gimana? Apakah lancar dan melakukannya penuh kesungguhan? Lalu, apakabar hati? Apakah ia masih menyapamu atau engkau menyapanya? Apakah engkau masih suka memberinya nutrisi bergizi? Dan pikiranmu, bagaimana perkembangannya? Masih ada vitamin yang engkau alokasikan untuknya?

Aih! Sangat banyak yang ingin ku ketahui tentangmu. Nah, bertemunya kita kali ini, beberapa pertanyaan yang sempat ku ajukan padamu, terjawab sudah. Begitu juga dengan pertanyaan yang engkau sampaikan padaku, terjawab juga. Alhamdulillah, lega ya rasanya, bisa berkomunikasi lagi. Hihii. 😀 Ini dan begini, aku suka. Walau sepanjang pertemuan kita, ku senyumi engkau lebih sering, dalam bicara tanpa suara.

***

Komunikasi untuk saling ‘memberi dan menerima’ pesan. Komunikasi untuk berbagi ingatan. Komunikasi untuk mengerti dan memahami. Bagaimana engkau menanggapi kabar terbaruku? Bagaimana aku memaklumi kabar terkinimu?

Ehiya, engkau benar-benar sungguh, sangat, membuatku kembali ingin bilang, “AhA Engkau luar biasa. Alhamdulillah. Sungguh, bahagianya mengenalmu. Engkau temanku. Teman yang sejauh ini, menitipkanku aneka ekspresi. Walau dalam diam sekalipun. Engkau mampu mengajakku berekspresi serupa. Engkau tenang, aku pun. Engkau senyum, aku juga. Engkau blak-blakan tidak terkendali, jangan pikir aku tidak. Jadi, ini namanya apa? Inspirasi, bukan?”

Ya, bagiku, engkau adalah inspirasi. Great inspiration. Selamat yaa, dan terima kasih untuk masih ada. Walau pertemuan kita tidak lama. Sebentar saja.

Inti pesan yang ku petik kali ini, melaluimu adalah :

  • Tidak ada alasan tidak bisa, kalau ada kemauan.
  • Selagi ada kemauan, maka ada saja jalan-jalan yang membentang indah untuk kita tempuh.
  • Jalan ada di depan supaya kita mau bergerak dan melangkah di atasnya.
  • Jalani hidup ini penuh kesabaran dan rasa syukur. Semoga bahagia selalu menyertai.
  • Iringi usaha dengan berdoa dan tawakkal
  • Kalau ngantuk, rehatlah. Engkau pun kembali ke kebiasaanmu, yang masih saja belum berubah. Zzzzz…… Zoi, Zoi.
  • Jangan lupa tersenyum. Karena apapun yang terjadi, ada hikmahnya untuk kita.
  • Walau sedikit, nikmatilah. Meski sederhana, hayatilah. Meski sebentar, tidak mengapa. Thank you and see you, kapan-kapan lagi, yaa.[SZ]

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

2 thoughts on “Bersama Zoi

    1. Hehe, thank you brother. 🙂

      Liked by 1 person

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close