Ayo Bangkit Meski Sakit

Allahu Akbar. DIA selalu punya kejutan untuk kita. Kapanpun, di mana pun kita berada. Apakah kita taat atau lalai. Apakah kita ingat atau lupa. Namun masiiiih saja ada kejutan terbaik dari-Nya. Lalu kita bertanya, “Ada apa dibalik semua ini?” 

Tidak lain dan tidak bukan, untuk mengembalikan ingatan kita kepada-Nya. Dan kemudian tenang menjalani, bersama-Nya. Bersabar dalam kesakitan, kekurangan, bersyukur atas kesehatan, keberlimpahan. Terus yakin dan percaya, ketentuan-Nya sungguh indah. 

***

Tadi malam ku terlelap lebih awal. Sangat awal, malah. Lebih awal dari jadual yang esoknya ku mesti bangun cepat. Maka tidur pun lebih awal. Sebab esoknya harus siap-siap berangkat ke tempat aktivitas tepat waktu dan tidak sampai telat. 

Sebab apa?

Biasanya, bagiku, jadual tidur berpengaruh pada jadual bangun, lho. Semakin cepat tidur, semakin cepat juga bangunnya. Kalau tidur terlambat dari jadual seharusnya, bisa jadi sulit lagi untuk tidur. Kalau engga tidur-tidur, tentu pusingpala. Kurang damai menempuh masa. 

Nah, demi mengingat kesehatan, aku sangat memperhatikan jadual aktivitas yang satu ini. 

Ya, kalau mau rehat, rehat saja. Bahkan esoknya libur? Iyap! Tidak ada yang menghalangi. Karena semua kembali lagi pada diri sendiri. Dan pergunakanlah waktu-waktu berharga tersebut dengan sebenar-benarnya. Agar saat bangun bisa lebih semangat. Muncul lagi harapan. Hadir lagi senyuman. Dan langkah-langkah kembali terayunkan dengan indah, lebih damai di bumi.

Dini hari pun tiba, setelah sekian lama ku tak siuman. Hari pun berganti, tanggal bertukar, waktu terus berputar. 

Awalnya ku mendengar detak jam dinding samar. Lama-lama semakin jelas. Sedangkan di luar sana, gerimis menjadi nada-nada yang dapat saja melenakan untuk kembali rebah. Tapi, aku segera bangkit. Ayo, dear me, yaa.

Tidak lama membujuknya, kami pun duduk, melangkah dan bersenyuman dengan beberapa ekor kecoa yang melintas. Temasuk seekor cicak di dinding yang tetiba henti dari geraknya. Ia menoleh padaku, sekejap  Hap! Lalu ku tatap. 

Kami pun pandang-pandangan sesaat. Hingga aku tersadar, siapa ia dan diriku. Karena lama-lama bertatapan tanpa mengenal diri, bisa jatuh cinta dan engkau tahu kelanjutannya?

Sudahlah. Ini cicak semoga betina. Jadi, pandang-pandangan dengannya boleh ku ulang lagi. Kalau bukan? Ackckck, ini ga jelas. Skip.

Syuut! Ada suara di luar. Ramai sekali. Ku pikir jauh. Ternyata setelah ku simak teliti, ternyata Miao.

“Miao, ada apa berisik sekali?” sempat ku menyapanya dengan suara. 

Ia yang berteriak-teriak dari luar, di balik jendela kaca. Ia bicara padaku, ia meminta pertolongan. Dari suaranya, terdengar menyayat hati. Aku terenyuh, tidak tega mendengar saja. Meski ku coba abai, masih terasa di sudut hati. Berat membiarkannya.

Miao bicara sesuatu. Tapi aku tidak mengerti bahasanya. Wahai Sang Pemilik diri-diri kami, tolong lembutkan hati ini, untuk membaiki… Meski ia seekor kucing adanya.

Miao adalah seekor kucing. Kucing betina yang sedang hamil tua. Entah berapa usia kandungannya saat ini, yang jelas, ia terlihat kurang nyaman akhir-akhir ini. Mengapa? 

Sempat ku melihatnya rebahan di atap senja menjelang malam. Pernah juga pagi menjelang siang. Atau sore. Tampaknya ia kegerahan. Entahlah. Aslinya aku pun kurang paham. Walau begitu, ku sering memperhatikan, tingkah lakunya, lho teman. Ahiya? Buat apa?

Bagiku, Miao tak sekadar hiasan pandangan saja. Tapi ia adalah secuplik pesan yang tak tertulis untuk ku baca. Miao adalah pengingat diri kepada Pencipta kita, Allah Yang Maha Menciptakan. Termasuk gerak dan geriknya, dalam pantauan dan penglihatan-Nya. Jadi? Mana bisa membiarkannya begitu saja di luar.

“Miao, ada apa?” ku bertanya padanya dan tidak mungkin ada jawaban.

“Oow, mungkin ia kedinginan, mana dia,” seorang temanku yang sudah bangun juga, bicara tanpa ku duga. 

Ia langsung berjalan menuju pintu, dan membuka. Sedangkan Miao, ia tersedu dalam haru, memandang penuh syahdu. Masih dari balik kaca jendela. Ia seakan bilang, “Tolong buka pintunya. Aku mau masuk”.

“Ayo ke sini, sayang. Masuk, masuk,” sapa teman sebayaku dan lanjut berbahasa ala Miao. Sedangkan aku, tersenangkan rasanya. Karena Miao terselamatkan. Meski awalnya, aku pikir Miao tidak apa-apa di luar.

Pintu kami buka lebih lebar. Teman sebaya melongokkan kepala keluar menghadap Miao. Saat memandang ke arah pintu, Miao baru ngeh dan melangkah masuk. 

Ia langsung menuju lokasi yang biasanya ia tempati kalau berkunjung. Otomatis, tanpa kami arahkan. Begitulah tentang Miao. 

Saat ku dengar-dengar, ia sempat mengeluarkan suara seperti menahan sakit. Mungkin perutnya mules mau lahiran. Dalam pikirku begitu. Karena Scatzy my roommate pernah bantu kucing melahirkan dengan mengelus perutnya.

“Oia? Aku terkejut dengan pengalamannya. Sayangnya Scatzy lagi pulang kampung saat ini. Jadi ku tidak bisa menyaksikannya praktek membantu lahiran Miao”.

Menjelang subuh, suara Miao berkurang. Semoga sakitnya berkurang dan ia sudah lelap dalam mimpinya. Semoga Miao baik-baik saja. Kalau pun mau lahiran di sini, silakan. 

Tyaa salah seorang temanku siap mengadopsi anaknya, hihihii. Eh, bukan mengadopsi, karena di rumahnya udah banyak teman-teman sebangsa Miao juga. Jadi, dia mau saat datang ke tempat kami, ada yang bisa ia ajak main. Karena ia suka dengan makhluk unik yang satu ini.

***

Beberapa jam kemudian…

Adalah pagi menjelang siang hari ini. Sayup-sayup terdengar dari kamar depan, suara bayi kucing. Selamat buat hadir di dunia. Wahhh Miao, jadi ngekos sekeluarga. Hahaa.[]

🙂 🙂 🙂

10 thoughts on “Ayo Bangkit Meski Sakit

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s