Ketika Dia Datang Tiba-tiba

Engkau tahu teman? Bagaimana cara menyelami waktu tanpa jeda? Seperti apa memerangi malas yang tiada obatnya?

"Oiya? Siapa bilang malas tiada obatnya?" Tanyamu.

Buktinya, mengapa masih saja ada orang yang bodoh?

"Hei, engkau mungkin belum tahu saja, teman," jawabmu.

Apalagi yang harus ku tahu? Bukankah aku sudah banyak tahu.

"Nah, inilah jawabannya. Orang malas sebenarnya adalah yang tidak mau mencari tahu dan merasa bahwa dirinya sudah tahu. Padahal pengetahuannya…" Engkau tidak melanjutkan bicara, hanya menggelengkan kepala.

Ku perhatikan ekspresimu yang tiba-tiba berubah. Engkau terdiam. Tatapan matamu kosong. Sedangkan wajahmu mulai menyiratkan ketidakpercayaan.

"Ternyata, masih saja ada orang sepertimu yang tidak menyadari siapa sebenarnya diri. Kalau saja engkau masih begini, selamanya engkau akan begini. Engkau tidak mau begini-begini aja bukan? Engkau juga masih punya cita dan harapan, betul? Engkau masih memiliki masa depan, sayang… Tersenyumlah, angkat wajahmu, tarik dua ujung bibirmu ke kiri dan kanan bersamaan. Ini lebih menyegarkan. Begini lebih menyenangkan. Daripada engkau hanya memandangku seperti itu," engkau menepuk nepuk pundakku. Bersamaan dengan senyuman yang juga menebar pada wajahmu. Senyuman khas yang aku pelajari dari waktu ke waktu.

"Okey, ini aku sudah tersenyum. Bagaimana? Manis khan, senyumanku 🙂 ," ku melirikmu dengan sudut mataku. Kemudian beralih dari posisi dudukku. Aku bangkit,lalu melangkah ke arahmu.

Engkau sejak tadi berdiri tidak jauh dariku.

Oiya, aku lupa memintamu duduk dulu.

"Silakan duduk, teman. Selamat datang lagi, ya, dalam hari iniku. Semoga kehadiranmu kali ini tidak tersia. Karena ada seseduh dua seduh minuman hangat yang tersaji, untukmu. Sebagai sajian yang ku hidangkan. Walau sederhana, nikmatilah. Meskipun hambar, cicipilah. Masih bisa tambah manisnya dengan senyuman, yaa," semoga suka.

***

Obat kemalasan adalah rajin. Obat kebodohan adalah belajar. Selama masih ada kesempatan, manfaatkanlah dengan penuh kesungguhan. Sebelum kesempatan berlalu, dan timbul penyesalan. Karena kesempatan yang sama tidak datang dua kali. Meski masih ada kesempatan lagi tentu berbeda.

Saat ini adalah kesempatan, teman. Kesempatan untuk mendata diri, menata lagi hati, menanyai, barangkali di dalamnya ada sejenis virus yang tidak terlihat ini. Virus yang dapat menghancurkan segala amal, hilang, tidak berbekas. Mengapa? Kalau di dalamnya ada riya. Siapakah riya?

Riya, ada saat di dalam hati ada niat lain selain Allah, saat melakukan ibadah ingin mendapat penghargaan dan balasan dari manusia, bukan karena Allah. Riya adalah bagian dari penyakit hati yang sangat berbahaya. Merupakan syirik kecil, karena menduakan Allah dalam ibadahnya.

"Tapi, khan kita engga nyadar, saat riya datang tiba-tiba? Awalnya memang bukan karena siapa-siapa selain Allah. Bagaimana menghadapinya?" Tanyaku.

Cara mengatasi riya yang datang tiba-tiba?

1. Menjaga hati! Bukan hanya awal, tapi sepanjang beramal. Sejak awal, hingga akhirnya.
Jika ujug-ujug datangnya, kita berusaha membersihkan segera dengan istighfar, supaya Allah mengampuni. Ya, apabila ada yang berlebihan, cara mengobatinya dengan kembali kepada Allah.

Karena memang, saat kita melakukan kebaikan, hati memberikan signalnya.

2. Ada proses pembersihan hati dengan menyebut Allah, kesabaran, tawakkal, cinta kepada Allah, sehingga hawa nafsu yang menjadi raja di dalam hati, hati sebagai poros tindakan, kembali menyadari bahwa pasti ada campur tangan iblis yang berusaha menggelincirkan hati. Caranya dengan memunculkan keikhlasan lagi. Sehingga tipu daya iblis tidak sanggup menggerogotinya, hati. Semoga hati senantiasa sehat, terjaga dari penyakitnya, dengan mendeteksi dari waktu ke waktu.

🙂 🙂 🙂

2 thoughts on “Ketika Dia Datang Tiba-tiba

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s