Pesan Sayang

Morning BirdLalu aku teringat mentari, adakah ia bersinar hari ini? Ternyata, langit bermendung. Namun ada pemandangan menarik pagi ini. Lihatlah, ada yang sedang memandang jauh ke sana, menatap indah alam-Nya.

***

Sabtu pagi ba’da Subuh, ku menyalakan radio lagi. Radio yang suka ku simak akhir-akhir ini, karena menarik dan meneduhkan. Segera, setelah terkoneksi sempurna, ku simak dengan baik. Terdengarlah suara dari narasumber kuliah Subuh. Temanya tentang “Kiat meredam rindu terhadap lawan jenis.” Ku merangkai menjadi catatan untuk diri, berikut ini :

  1. Menyegerakan nikah sedini mungkin. Dengan catatan sebelumnya telah mempunyai kemampuan untuk memberi nafkah pada istri dan keluarga, kelak. Atau kalau belum mampu menikah, agar rasa rindu bisa teredam, maka banyaklah berpuasa.
  2. Berusaha untuk ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Sampai tahap merasakan manisnya beribadah kepada Allah, hingga meninggalkan segala macam kerinduan termasuk pada lawan jenis.

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.”  

(Surat Al-Anfal Ayat 24)

  1. Hendaklah banyak bermohon kepada Allah, supaya menghindarkan dari keburukan dan mendekatkan pada kebaikan. Jawaban doa dari Allah ada tiga, Allah segera mengabulkan, menjadi simpanan di akhirat nanti atau dapat menghindarkan dari kejelekkan yang semisal. Makanya, jangan pernah putus asa bila doa belum Allah kabulkan, namun teruslah bermohon kepada Allah.
  2. Selalu menjaga pandangan tatkala melihat, menundukkan pandangan, yang dapat meningkatkan rasa cinta kepada Allah. Dengan tidak melihat aurat sesama jenis atau lawan jenis. Tidak memandang wanita yang bukan mahramnya, juga dapat meredam rasa rindu.
  3. Lebih giat dan menyibukkan diri dengan aktifitas-aktifitas yang positif. Baik aktifitas kepentingan dunia maupun kepentingan akhirat. Misalnya membaca buku-buku pengetahuan, menyelesaikan tugas-tugas bila masih menempuh masa pendidikan, ikut kegiatan-kegiatan positif, menghadiri majelis-majelis ilmu, sehingga dapat memangkas kerinduan sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu.
  4. Berusaha menghindari nyanyian dan film per-ci-n-t-a-an. Karena dapat terhanyut dalam kemasannya yang mendayu-dayu nan mengharu biru. Semoga Allah melindungi kita.
  5. Kita harus bisa membayangkan kekurangan si dia. Karena terkadang orang yang dilanda kerinduan ada bentuk ketidakadilan padanya. Sebab yang teringat olehnya pada orang yang ia rindui hanya dari satu sisi saja, yakni kebaikannya saja dan melupakan kejelekkannya. Hanya melihat dari sisi positif orang yang ia rindu, sedangkan sisi negatifnya ia abaikan.

“Semoga Allah subhanahu wa Taala senantiasa menjaga kita dalam keselamatan tentang hal ini. Sehingga tidak membuka pintu zina. Naudzubillah min zalik. Mari kita bertaqwa kepada Allah di manapun berada dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya.”

~Via Radio Hidayah [Saluran Tilwaah Al Quran dan Kajian Islam] 103,4 FM, Pekanbaru~

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s