Bahagia Mengenalmu

Di depan meja rias ku duduk manis. Menatap selembar wajah yang menatapku bersama senyumannya. Senyuman yang ku perhati, apakah ia benar-benar tersenyum? Atau hanya olah raga pipi seperti yang biasanya ia lakukan?

Bertanya ku padanya. Sekali lagi, setelah sebuah tanya sempat ku ajukan padanya. Tanya yang tidak ia jawab. Namun hanya tersenyum. Senyuman yang ku artikan sebagai tanda bahwa ia sedang mencandaiku. Ah, masih saja begitu. Padahal yang ku mau, kami segera sarapan. Maka, agar tidak berlama-lama di depan cermin, ku perlihatkan padanya beberapa buah hasil olahan buat sarapan. Namanya bakwan. Aha! Ia tertawa padaku, melanjutkan tersenyum lebar.

"Ayo, aku mau," bisiknya seraya menepikan perlengkapan rias yang sudah selesai ia pakai. Aku pun bergegas bangkit dan membantunya.

Kami sahabat. Ke mana lagi mencarinya? Apa lagi yang kurang darinya untuk tidak mensenyuminya dalam sehari? Keunikannya, ke – ke – ke lainnya yang tidak ku temukan selain darinya. Terima kasih say, untuk sebuah persahabatan yang engkau tawarkan sejak kita berkenalan. Hingga kini, dan selamanya.

From,
~Yours~

🙂 🙂 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Bahagia Mengenalmu

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s