My Episode Diary

"I could rise above on a higher love. I am not too late for it until then I’ll sing my song to cheer the night along." (Anonim)

***

Sesorean menikmati udara segar dari puncak bukit kecil di kampung halaman kami. Desa yang sangat ku rindukan saat kami berjauhan. Ya, aku bertumbuh di bawah lindung atap rumah sederhana kami. Rumah yang sejuk dan merupakan villa ternyaman. Tempat kami sekeluarga berlindung dari terik sinar mentari dan juga hujan saat mengguyur bumi.

Berlama-lama menikmati nuansa sore, sangat ku suka. Ya, aku sangat suka udaranya, alamnya, termasuk pemandangan yang berseri berhiaskan kehijauan di sekitar. Walaupun mentari yang bersiap tenggelam tidak dapat kami saksikan langsung sampai ke tepi langit Barat. Karena tatap kami terhalang oleh rerimbun pepohonan. Sehingga cerah sinar mentari hanya dapat kami saksikan sampai sekitar pukul empat sore. Selanjutnya, alam berubah teduh.

Menikmati pemandangan sore di kampung halaman, mengingatkanku lagi pada masa kecil dulu. Ya, masa kecil yang akrab dengan alam. Karena kaki-kaki kecilku akan mudah bersentuhan dengan tanah basah dan berbecek-becek ketika turun hujan.

Di rumah belajar lagi malam hari, setelah mengenyam pendidikan melalui bangku sekolah siang harinya. Aku betah berlama-lama di dalamnya, dengan kenyamanan yang ia tawarkan. Sampai akhirnya, perjalanan hidup membawaku jauh darinya.

Ketika ku kembali lagi dan berada di bawah atapnya membuatku sungguh senang. Karena nuansa di rumah masih sama dengan dulu, penuh kenyamanan nan menenteramkan.

Aku bersyukur dan bahagia, kembali lagi ke rumah setelah beberapa tahun lamanya kami berpisah. Perpisahan sementara, demi melanjutkan perjalanan hidup di perantauan. Aku suka, kembali ke rumah membawa wajah tenang, hati senang dan pikiran terang. Karena selama di perantauan, ku belajar banyak hal tentang kehidupan yang berwarna. Menempuh jalan yang berliku, mengingatkanku pada orang-orang sukses untuk ku tiru.

Bagaimana tetap belajar dalam kondisi berjuang. Bagaimana masih berjuang ketika rindu menyerang. Bagaimana cara menata rindu yang sering kali datang. Bagaimana mendatangkan semangat yang terkadang hilang. Bagaimana menghilang dari kerumunan, lalu meneruskan langkah-langkah yang semakin panjang sendirian.

Yah! Aku pernah menenggelamkan diri dalam dunia yang ku ciptakan sendiri. Bertepatan dengan hadirnya masalah demi masalah yang harus ku hadapi. Masalah yang membuatku tidak boleh henti. Namun harus terus bergerak, agar tetap hidup. Supaya masih dapat mencicipi sejuknya udara sejak pagi. Agar esok lebih ringan ku jalani. Demi menjemput segala impian. Karena ia terlanjur ada. Maka, di sela-sela rintangan yang datang silih berganti, ku nyalakan harapan. Harapan terbaik, sebagai sandaran. Supaya saat ku lelah, tidak langsung rebah. Agar saat ku lemah, tidak selamanya. Untuk bangkit lagi, melangkah dan berjalan.

Hidup adalah rangkaian perjalanan. Ketika kita melewati sebuah jalan, di ujungnya kita bertemu persimpangan. Pada saat itulah, pilihan menampakkan wajahnya. Ke mana akan melangkah lagi? Apakah tujuan ada di depan? Di kiri? Di kanan? Atau ternyata jalan yang telah kita lalui belum tepat? Berarti harus berputar arah, balik dan meneruskan langkah lagi. Sempat bingung tak tentu arah, sempat salah tanpa kompas. Namun, selagi ingat tujuan, nyalakan lagi harapan.

Semaikan kemauan, pasti ada jalan. Perteguh keyakinan, memohon kepada-Nya bimbingan, pinta doa dari orang-orang tersayang. Karena ternyata, aku, engkau, kita tidak sendirian. Ada banyak saudara kita temukan di perjalanan, kawan, sahabat, juga teman. Mereka sama seperti kita, juga melangkah dalam kehidupan. Hanya saja, terkadang kita lupa. Sehingga merasa sendirian. Padahal bukan demikian. So, tersenyumlah sembari berjalan. Edarkan pandang ke sekeliling. Engkau miliki harapan lagi.

Menyapalah, bertanyalah, memperhatikan, walau tidak mengetahui apa-apa. Miliki kemauan, pasti ada jalan. Orang-orang sukses pun melakukan. Mereka berproses tidak instan langsung menjadi seperti adanya mereka. Namun, mereka pun menemui halangan, rintangan pun ujian. Akan tetapi, ada hal-hal yang mereka rutinkan. Hingga sukses dalam genggaman.

Apa sajakah kebiasaan orang-orang sukses yang mengantarkan mereka seperti yang kita lihat sekarang?

1. Banyak Membaca

Mau berhasil, sukses, menang, banyakin membaca. Baca apa saja untuk menambah pengetahuan. Baca Al Quran dan terjemahan, barisan iklan dan koran, majalah, selembar wajah, segala yang ada di perjalanan, tulisan-tulisan di kertas bekas, buku-buku pelajaran dan hikmah serta pengembangan diri, termasuk nama-nama jalan yang engkau lewati. Baca juga baris quote di punggung baju seseorang. Maka, bacaan tersebut dapat mensenyumkan.

Membacalah lagi, sambil tersenyum. Secara tidak langsung, engkau sedang belajar. Jangan berhenti oleh keterbatasan. Namun jadikan sebagai tantangan. Kalau tidak bisa beli buku-buku bacaan, pinjam di perpustakaan atau pada teman. Tapi jangan lupa mengembalikan, yaa. Hai, teman… Mari kita lihat kebiasaan berikutnya orang sukses, yuuk?

2. Bertanggung jawab

Orang sukses memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Ia bertanggung jawab atas rencana-rencana yang ia susun untuk ia lakukan. Ia bertanggung jawab menuntaskan pekerjaan yang sudah ia mulai. Ia bertanggung jawab atas hasil apapun yang ia peroleh. Kalau gagal tidak menyalahkan. Kalau sukses tidak membanggadiri. Karena rasa tanggung jawabnya tersebut, ia mencapai sukses kemudian. Kesuksesan yang ia pertanggungjawabkan sebagai bukti dari perjuangannya.

Mereka sukses dengan tanggungjawabnya. Karena merasa bertanggungjawab untuk kesuksesannya. Engkau yang sukses, juga melakukan hal sama khan ya? Sukses yaa, teman.

3. Memperluas jaringan pertemanan

Orang-orang sukses memiliki relasi yang luas. Sehingga melalui relasi demi relasi, hubungannya dengan lingkup yang lebih luas terbuka lebar. Dari temannya teman, ia menemukan jalan sukses. Melalui ibunya saudara teman, ia menjemput sukses. Relasinya berkembang, semakin luas. Kesuksesannya semakin dekat. Adakah aku dan engkau sudah begitu? Semoga, yaq. Kalau belum, masih bisa memulai hari ini.

4. Senang belajar hal-hal baru

Baginya, ada banyak jalan menempuh hari penuh kesuksesan. Dengan belajar hal baru, salah satunya. Ia berani mencoba, tanpa penolakan. Bila ada yang menawarkan pelajaran dan ilmu baru, orang sukses maju dan ambil bagian. Ia mencoba dan menatap ke depan. Ia belajar walau bertemu kesalahan. Ia temukan pengalaman dalam masa belajar, menjadi tambahan pengetahuan.

5. Mencintai yang ia kerjakan

Orang sukses tidak mencari-cari alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Namun ia mencari alasan mengapa ia melakukan sesuatu. Sehingga dengan alasan tersebut, ia cintai pekerjaannya, komitmen meneruskan, dalam berbagai keadaan. Walau halangan membadai, ia tidak keberatan melanjutkan. Meski membanjir keringat melakukan, ia cinta dan meneruskan. Suksesnya berkata, "Aku di depanmu. Lanjutkan perjuangan. Selangkah lagi, kita bertemuan." Maka ia semakin cinta yang ia lakukan.

6. Bangun pagi

Bangunnya semenjak pagi. Lalu memulai hari dengan antusias. Melanjutkan lagi rencana yang sudah ia tetapkan dan menyusun rencana baru untuk ia jalankan. Bukan bermalasan. Karena orang sukses giat, rajin dan tekun, pantang menyerah apalagi putus asa. Namun, menatap jauh ke depan, meneruskan kerja mencapai tujuan. Karena orang-orang sukses miliki tujuan di depan. Ia membuat perencanaan dan menjalankan. Mulai sejak pagi, awal hari.

7. Menjaga kesehatan

Kesehatan adalah salah satu nikmat yang ia jaga senantiasa meneman. Karena kesehatan merupakan faktor penting yang ia perhatikan. Saat sehat, badan bugar, pikiran segar, hati pun lapang, gerak gesit dan menebarkan energi positif dalam berbagai pertemuan.

8. Melakukan perbaikan-perbaikan kecil, sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, berkesinambungan, kontinyu.

Langkah-langkah itu sempat terhenti sejenak. Karena ku kembali, pulang. Pulang menemui beliau tersayang, yang penuh kasih padaku. Maka, ku ingat lagi pulang. Pulang kampung yang tidak sering-sering. Namun beberapa kali saja dalam setahun. Bersyukur, setahun terakhir ku bisa pulang sekali tiga bulan. Karena rantauku sudah tidak sejauh sebelumnya. Apakah semua faktor uang? Sehingga ku jarang pulang? Ketika merantau, dulu? Hanya sekali dua tahun saja pulangnya. Hup! Bukan sepenuhnya begitu, sayang. Namun ku rasa adanya berkah dalam uang. Termasuk cara pandang dalam pemanfaatannya. Ke mana ku ruangkan, untuk apa saja, ke sini-ke sini ku pelajari lagi cara mengalokasikan pendapatan. Walau sebegitu, cukup untuk anggaran pulang. Sebagai ganti jalan-jalan di hari libur, maka aku pulang. Walau setelah di rumah, yah di rumah aja. Itulah indahnya, semua berhikmah. Untuk ku jadikan sebagai bagian dari kisah perjalanan.

Ada waktunya jauh, ada masanya dekat.
Ada waktunya pergi, lalu kembali pulang.
Pulang yang ku rindu saat jauh.
Jauh yang menghasilkan rindu untuk pulang.

Yah, ku pikir mengapa dulu ga bisa pulkam dari perantauan, yak? Trus apakah ini ada hubungannya dengan jumlah biaya untuk mudik? Atau niat? Atau jarak? Atau teman di perjalanan? Atau hal-hal lain? Mungkin, ku belum mengenal kebiasaan orang sukses. Karena ternyata kebiasaan lain orang sukses menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat.

9. Menyayangi keluarga, santun pada orang tua, kasih pada adik kakak, mendengarkan dan mematuhi saran orang tua, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Ayo menuju sukses di jalan yang kita pilih. Sukses versi kita, tentunya. Karena setiap orang berbeda mengartikan suksesnya. Meski dalam prosesnya bertemu kritik membangun, terima dengan senang. Sebab menyadari ketidaksempurnaan diri.

Masing-masing kita membawa kelebihan dan kekurangan, kenalilah, cintailah diri sendiri. Bersamanya kita menjalani hari. Apakah yang sering kita sampaikan padanya kalimat positif atau sebaliknya?

10. Bermental kuat dan tidak mengeluh

Pribadi sukses, adalah orang-orang bermental kuat. Mau bangkit lagi pantang menyerah.

Apakah di antara kebiasaan-kebiasaan tersebut sudah menjadi kebiasaanmu, teman? Engkau adalah pribadi sukses. Sukses yang setiap orang menginginkannya. Sedangkan engkau sudah memilikinya. Tugasmu melanjutkannya, semoga sukses selalu menyerta dalam perjalanan hidupmu selamanya, ya.

Bila engkau lelah saat melangkah. Bertemu masalah yang mengelamkan tatap, sesungguhnya masalah tidak lebih besar dari luasnya langit. Ingatlah, Allahu Akbar. Semoga esok lebih berbinar bersama mentari menyinari alam. Engkaupun tersenyum menyambut pagi dengan syukur di hati dan melangkah menuju dan atau sudah bersama sukses.

Sampai berjumpa lagi. []

🙂 🙂 🙂

Advertisements

4 thoughts on “My Episode Diary

  1. “Bagiku sukses itu ya”,,ibuku yg sudah membesarkanku hingga sebesar ini..saya tidaklah bangga pada sukses org lain tapi sy iri pada ibu saya..(lain orang lain persepsi)..allahhu akbar…and semoga sukses,my pray for you…

    Liked by 1 person

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s