Kita Sukses Bersama

Aku sukses bersamamu, adalah hasil pencarian terbaru yang ku baca pada lembar statistik. Sehingga membuatku tertarik menelusurinya. Bagaimana tiga kata tersebut ada?

Menit berikutnya, ku penasaran, kepikiran. Kemudian ku coba juga menempelkan kalimat tersebut pada lembar Google. Hasilnya adalah… setelah ku telusuri satu persatu link-link yang muncul, aku pun melihat sebuah link tentang ‘Membangun Sukses Bersamamu‘ beberapa baris setelah baris pertama hasil pencarian. Sukses menemukan hasil pencarian, mengingatkanku untuk merangkai catatan lagi. Karena kalimat tersebut merupakan jalan sampainya seseorang ke sini. Siapakah ia? Seseorang yang menyusun tiga kata tersebut dengan sangat baik. Hingga menjadi sebuah kalimat. Kalimat singkat yang di dalamnya ada kata ‘sukses’.

Selamat yaa, selamat datang teman. Walau tanpa jejak yang engkau tinggalkan, namun sekelebat bayangmu terlihat olehku. Selanjutnya, selamat meneruskan perjalanan lagi. Terima kasih sudah menitip kata -sukses-.  😉

For you, engkau yang sempat mampir setelah merangkai tiga kata tersebut. Lalu terdeteksi pula olehku, terima kasih yaa. Bersamamu, ku ingin merangkai lagi kata-kata yang sukses membuatku tersenyum hari ini. Setidaknya, begitu. Selain ada lagi manfaat-manfaat yang ku peroleh dengan merangkai kata seperti ini. Aku suka dan bahagia. Semoga engkau pun bahagia. Siapapun adanya engkau, sampai berjumpa, lagi yaa.

Aku suka kalimat pencarianmu. Lalu menjadikan inspirasi. Rangkaian kalimat singkat yang segera ku jadikan judul catatan, namun nadanya menjadi “Kita Sukses Bersama”. Karena engkau dan aku adalah kita.”

***

Beda orang, beda pula cara memaknai suksesnya. Sukses yang sangat penting, menjadi bahasan menarik yang ingin ku ketik. Berhubung saat ini ku masih dan sedang bernaung di bawah atap sukses yang meneduhkanku dari terik sinar mentari siang hari. Di bawah atapnya, ku tersenyum. Senyuman bahagia, karena kita masih bisa berjumpa, teman. Aku suka menyapamu lagi, seperti ini.

Bagaimana kabarmu, hai, my dear friend? Bagaimana dengan suksesmu? Semoga makin sukses dan berjaya hari-harimu, yaa. Mudah-mudahan makin cerah berbinar terang raut wajahmu, yaa. Berharap juga, semakin tenang berseri-seri ruang hatimu, yaa.

***

Ingat juga ku merangkai sapa dan tanya, saat ini padamu. Karena, sebelum mampir di sini, ingatanku berkunjung pada seorang teman yang mengingatkanku lagi, tentang sapaan.

Seorang teman yang menjalani usia dengan kesuksesan versinya. Sehingga ia semakin menarik dan bertambah cantik dari hari ke hari. Semakin sukses, bertambah juga kebaikannya dari waktu ke waktu. For me specially, terkhusus, yang ku rasakan, yang ku terima. Maka, untuk mengingat beliau lagi, ku titip catatan tentang kami. Karena saat ini kami sedang tidak bersama lagi, sudah berjarak lagi.

Kami yang menjalani masa-masa gagal bersama. Kami yang mereguk segarnya sukses barengan. Kami yang berjuang dengan sisa-sisa semangat dan kembali kami perbarui dari waktu ke waktu ketika di perantauan. Karena hidup masih terus berlangsung, kami harus tetap hidup, terus hidup. Kami yang melanjutkan hidup dengan rupa-rupa hari yang berselingan antara sukses dan gagal. Kami yang ingin sukses juga, seperti mereka-mereka yang sukses lebih dahulu. Makanya, kami belajar lebih baik ketika menempuh pendidikan, belajar menjadi baik dalam menempuh kehidupan. Kami berusaha melakukan yang terbaik dalam berbagai kesempatan waktu. Kami, yang sukses merangkai kisah bersama. Kami yang sukses melalui segala rintangan bersama-sama. Woow, it’s very amazing friendship journey. Mengenangkan semua, mensenyumkan.

Walau mungkin ia tidak menyadari, betapa pentingnya ia bagiku. Sebagai sahabat, ia menjadi inspirasi tidak berujung. Sejenak setelah kami berkenalan dulu, berlanjut menempuh hari bersama dengan suka duka. Dan kemudian sempat berjarak tidak sedepa, lalu berjumpa dan bersama lagi. Setelah itu berjarak lagi. Di dalamnya adalah skenario Illahi untuk kami jalani, kami senyumi, kami syukuri, kami sabari, kami jadikan sebagai jalan kembalikan ingatan kepada-Nya. Lagi, lagi dan lagi.

Di antara potongan demi potongan episode hidup yang kami jalani, sungguh banyak cerita yang kami temui menjadi kenangan hingga nanti. Termasuk yang satu ini, pertemuan kami lagi menjelang senja. Setelah lama tak jumpa (padahal lamanya baru sepekan saja, tapi seperti sudah bertahun-tahun saja. Saat ia mengomentariku begini, “Bundo… udah lama kita tak jumpa, tanya-tanya kabar, atau apa kek. Aku gimana kabarnya? Ini enggaaaa ada tanya-tanya kabarku. Huhuhuuu… (mengucek mata, ia manyunkan bibir, dengan ekspresi unik). Makanya aku langsung datang aja,” (…because I miss you, yaa) bisikku dalam hati. Hihii. 😀

Dia adalah sahabatku. Sahabat baik yang tiba-tiba muncul membawa berkantong-kantong makanan, sebagai menu buka puasa kami pada suatu hari. Menu untuk bersama, banyak sekali. Alhamdulillah, rezeki anak saleh. Kami yang ia kunjungi pun bahagia menerima kedatangannya yang tiba-tiba. Ditambah lagi sebagai donatur, ia memberi kami kejutan dengan menu antik yang sweet abiez.

“Iya, nanti kalau tanya-tanya kabar, bilang lebai-lebai, gitu, soksokperhatian,” tanggap seorang teman yang ada di dekatku. Sedangkan aku, senyum manis mengiyakan alasan temanku, menanggapi komentarnya. Sesaat setelah sahabat bilang, mengapa aku tidak tanya-tanya kabarnya, padahal kami  sudah lama tidak berjumpa.

 “Huhuhuuu…, Bundo iiii… gitu,” masih ekspresi syahdu, sahabat menggugu. Ekspresinya membuat kami semua terharu. Kemudian sibuk menenangkannya supaya tersenyum lagi. Hingga akhirnya, senyuman mengembang di pipinya lebih sering dalam kebersamaan yang indah. Kebersamaan saat bertemu lagi, setelah kami lama tak jumpa.

***

Tentang sukses dan gagal, ku sangat ingin mengetahui tentang mereka berdua. Maka, ku baca-baca lebih banyak tentang sukses dan gagal melalui mesin pencari. Hingga, bertemu bacaan demi bacaan yang menarik dan membuatku tersenyum. Diantaranya ada yang mengatakan bahwa, “Orang Sukses adalah Orang yang Paling sering Gagal.”

Gagal dan (kemudian) sukses itu berdekatan. Mereka kakak beradik yang terpaut usia tidak jauh. Mereka teman sejawat yang berjuang bersama-sama. Mereka kembaran yang tidak identik. Beda jenis, beda nama, beda pula nuansa jiwa saat menjalaninya. Namun mereka saling membutuhkan. Sebab, tanpa ada salah satunya, yang lainnya belum tentu ada. Mereka adalah pasangan sejati yang saling setia menemani. Mereka adalah dua kata yang membuat kehidupan menjadi semakin semarak kita jalani. Dengan adanya mereka, orang-orang yang ada di bumi ini, mau bergerak lagi.

Ketika seseorang dalam kondisi gagal dan mau sukses, maka ia bergerak meneruskan perjuangan menuju sukses. Sehingga sukses yang ia citakan tercapai. Ketika sempat mengalami gagal lagi, namun ia masih ingin sukses, maka, ia rela bangkit lagi. Sampai akhirnya, sebuah kata sukses menjadi teman akrab dalam keseharian. Kemudian melanjutkan langkah-langkah bersama sukses yang menaungi. Karena sukses itu mensenyumkan. Bahagia menjalani hari bersamanya. AhA!   😀 

Berkaca dari kegagalan sebelumnya, seseorang yang sudah sukses tidak akan mau gagal lagi. Setelah berpengalaman kegagalan, ia menemukan cara-cara menggapai sukses. Bercermin dari kesuksesan orang lain, seorang yang gagal pun mau sukses. Ketika mereka sukses, mereka terus bergerak, bergiat, supaya tidak gagal lagi. Karena gagal itu menyakitkan. Perih. Ih!.  ~.^

Gagal terdengar tidak menarik, memang. Sehingga, kita maunya sukses yang menjadi bagian dari hari-hari kita. Ayo, siapa juga yang maunya gagal? Engga ada. Pasti kita maunya sukses dan sukses, bukan? Kalau pun gagal mendekat-dekat, sebisa mungkin kita mengalihkan perhatian darinya. Segera beralih darinya, lalu berfokus pada sukses yang kita damba. Sehingga, gagal yang sempat menemani pun berlalu pergi menjauh dari diri kemudian berganti menjadi sukses.

Sebaliknya, saat sukses sedang menemani, semaksimal upaya kita mendekapnya erat, tidak melepaskan. Kita bersamai sukses dengan senyuman, sebaik-baiknya.

***

Saat ini adalah kesempatan lagi. Kesempatan terbaik yang kita miliki. Waktu yang singkat, tidak akan datang lagi setelah berlalu. Lalu, bagaimana kita memanfaatkannya? Apabila ingin sukses, maka kita bisa belajar tentang kesuksesan dari orang-orang sukses. Lalu, bagaimana kalau masih saja gagal? Belum sukses-sukses?

Ya, saat ini juga waktu yang tepat sangat terbaik untuk kembali bangkit. Masih gagal? Coba lagi.  Begini pesan dari orang-orang yang sukses.

Gagal dan sukses itu berdekatan. Selangkah lagi engkau maju, engkau bisa berjumpa sukses. Selangkah saja engkau henti, sukses bisa saja tidak engkau temui. Kecuali engkau bergerak dan melangkah lagi.

Di depanmu, sukses menanti. Maka, saat engkau belum berjumpa suksesmu, jangan lelah dan menyerah. Namun bersemangatlah, berjuang dan optimis. Karena beda orang, beda pula cara memaknai suksesnya. Good luck, yaa.[]

🙂 🙂 🙂

 

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

2 thoughts on “Kita Sukses Bersama

  1. “I like your suport..sister yanii…

    Like

    1. Yes, thank you so much my brother and for all reader. You are amazing. Semangat lagiii. 😀

      Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close