Tentang Nyamuk

Tidak ingin terlewat sebuah kesempatan sangat berharga, aku kembali hadir di sini, saat ini. Mengapa? Datang lagi dan lagi? Apakah ku tidak memiliki kerjaan selain di sini? Atau memang karena sedang kurang kerjaan, lalu nyari-nyari kerjaan di sini?

Setelah mengintip-intip dunia lain di sana, kemudian berharap juga dapat sampai di sana. Menyapa sesiapapun di sana dan ingin bersua dan bersama mereka pula? Menitipkan berbagai keinginan sebanyak-banyaknya, kemudian tersenyum saat ia menjadi nyata. Nah, bagaimana kalau keinginan masih di atas awan, bernama impian? Haruskah mesti terlelap kelamaan? Atau diam tanpa gerakan? Lalu datang seekor nyamuk, hup! Perih dan gatal yang ia tinggalkan menjadi ingatan.

Sebelumnya ku teringat dengan nyamuk. Lalu membaca-baca seputar nyamuk. Selanjutnya, melipir sejenak ke sini, menitipkan hasil pelajaran, lagi. Ya, sengaja ku sediakan ruang ini khususnya, menjadi penanda hal-hal yang perlu ku ingat, untuk ku baca lagi, dengan menuliskannya atau melampirkannya. Saat ini sungguh tepat, bukan?

Sebab, berada di sini, merupakan bagian dari impianku. Lebih tepatnya adalah kelebat ingatan tentang masa depan yang pernah hadir di masa laluku, menjadi seperti ini. Maka, ketika ada kesempatan dan waktu terluang lagi, aku mau saja menepi-nepi ke sini. Untuk apa lagi, kalau bukan meneteskan setetes dua tetes tinta hati, kemudian membacanya lagi, dan memajang dalam diari hari ini. Tentang catatan yang tidak akan pernah basi, namun bisa memperbaruinya lagi saat telah usang. Atau menghiasnya dengan pernik yang lebih baik, kalau sudah tidak layak lagi. Supaya ia tetap berharga, di masa nanti. Tidak langsung menjadi barang rong-sokan yang tidak berguna.

Yah, lari-larinya jemari di atas tuts, ku senyumi sepenuh hati. Senyuman yang ku bagikan untuk diriku sendiri. Supaya ia mau mensenyumi perjalanan yang kami tempuh lagi hari ini. Senyuman yang turut menyemarakkan perjalanan kami. Senyuman yang ingin ku titipkan lagi, supaya ia mensenyumkanmu juga, yaa. 🙂  Begini harapan diri tentang sebuah catatan lagi hari ini.

Catatan sungguh penting. Catatan sebagai pengingat di masa nanti, bahwa ternyata ku pernah begini dan begitu. Aku bertemu dia dan dirinya. Lalu, kami menghabiskan waktu demi waktu bersama.

Saat ini, ingin ku bagi sebuah ingatan tentang …– hal-hal kecil sederhana dan ada di sekitar, namun terkadang luput dari perhatian. Padahal, ia sangat berarti untuk menjadi renungan dan mengingatkan diri tentang penciptanya. Semua ada di dekat kita, sebagai penggugah diri untuk bangkit, berdiri, dan melanjutkan perjalanan lagi. Mereka bukan tidak bermakna, apalagi tanpa arti. Namun, sesungguhnya, ada pesan dan hikmah yang dapat kita petik, saat melihatnya. Lalu, apakah hal-hal sederhana terlihat kecil di mata yang ku maksud?

Ini tentang nyamuk.

Yah, nyamuk. Nyamuk yang suka menciptakan kebisingan di telinga, dengan suara-suaranya yang riuh ketika ia sedang terbang. Nyamuk yang membuat jemari dan telapak ingin bersatu, lalu membunuhnya supaya tidak berisik lagi. Nyamuk yang sangat mengganggu ketika kita sedang tidur-tidak terlelap, lalu menyadari kehadirannya membawa keramaian. Nyamuk yang malam hari, membuatku terbangun dan tidak bisa melanjutkan tidur lagi selagi ia masih ada. Nyamuk yang ku inginkan agar menjauh sejauh-jauhnya, sehingga kedamaian ada di sisi.

Sunyi, sepi, ini keadaan yang ku sukai sehubungan dengan nyamuk-nyamuk ini. Kalau ada nyamuk, sungguh membuat ku tergerak untuk menghilangkannya dari pandangan, dari pendengaran. Sedapat mungkin, semampu ku bisa. Walau harus memburunya berkali-kali, tapi ia gesit melarikan diri. Hiks.

Pengalaman gagal berburu nyamuk, mengantarkanku ke sini akhirnya. Nyamuk, terima kasih ya, untuk ada di sekitar dan menjadi bagian dari hari ini ku juga. Sehingga membuatku merenung, berpikir, tentang hadirmu.

Nyamuk-nyamuk yang kecil, membuatku sangat ingin membahasnya saat ini. Supaya ku tidak terpikir-pikir lagi tentangnya, namun menghayati kehadirannya. Nyamuk-nyamuk yang ku jadikan sebagai inspirasi, teringat untuk menuliskan tentangnya. Tepat, saat ia mendatangiku yang sedang berbaring, lalu mendekat, pergi, dan datang lagi. Tapi di tengah gelap, aku tidak dapat mengetahui keberadaannya. Hanya mempertajam pendengaran, supaya dapat memprediksi di mana ia berada?

Hai, di rumahmu apakah juga ada nyamuk, teman? Bagaimana engkau membersamainya? Apakah ia pun mengusik ketenanganmu? Bagaimana engkau memperlakukannya? Apakah engkau merasa terganggu oleh bising yang ia perdengarkan saat dekat di telinga?

Kalau di sekitarku, memang ada nyamuk. Jumlahnya tidak banyak, hanya ada saja. Satu atau dua. Hari berikutnya ada lagi dan lagi. Sekalipun sudah ada yang menjadi korban di telapak tangan pada hari sebelumnya.

Ini pengalamanku bersama nyamuk. Nyamuk-nyamuk kecil yang cantik dan menarik berbintik-bintik putih, lemah dan rapuh raganya, imut nan kecil sayapnya, lembut nan halus mulutnya, namun perih saat ia menempel di kulit.

Berkali-kali gagal mengejar nyamuk, memburunya, membuatku tidak henti. Hingga akhirnya, seekor nyamuk kecil berada dalam genggaman. Ia sangat kecil, halus, kurus dan sepertinya sangat lapar. Sehingga harus berjuang mencari mangsa untuk ia santap. Namun, naasnya, ia harus meninggal sebelum memperoleh makanan bergizi.

Pada kesempatan lain, ku masih memburu nyamuk. Terkadang karena iseng saja, atau sengaja ingin memperhatinya setelah ia mati. Di kesempatan berikutnya, ku juga menangkap seekor nyamuk lainnya. Nyamuk yang kondisinya berbeda dari sebelumnya. Nyamuk yang ku tangkap terkadang sudah gemuk. Buktinya, saat ia mati di telapak tanganku, ada titik merah menempel di sana. Nyamuk yang malang, nyawanya harus terbang melayang, sekalipun sudah kenyang.

Yak.

Apakah hikmah dan inti pesan yang dapat ku petik dari catatan tentang pernyamukan kali ini? Sebegitu pentingkah ia untuk ku abadikan dalam hari ini ku?

1. Semangatnya

Nyamuk ku lihat penuh semangat. Ia tidak henti mendekat lagi dan lagi, meski pun nyawanya terancam dalam bahaya. Nyamuk tidak menyadari ada yang siap-siap menangkapnya. Sehingga ia mudah saja terbang kian kemari, lagi dan lagi. Ia sungguh meneladankan tentang semangat tidak henti. Untuk menjemput rezeki. Hihiii. 

2. Kesabaran dan kedermawanan kita

Aih! Bersediakah kita berkorban setitik darah yang ia hisap, supaya nyamuk dapat melanjutkan hidupnya? Atau, relakah kita membiarkannya terbang menjauh sebelum sempat kita bunuh? Tegakah kita melihatnya harus mati di tangan kita, saat kita berjuang memburunya hingga berada dalam genggaman?

3. Menjaga kebersihan

Mungkin ada yang belum bersih, sehingga nyamuk setia berkunjung. Mungkin ada yang kotor lagi, makanya nyamuk datang lagi. Inilah pelajaran paling penting yang ku perhati dari nyamuk ini. Untuk memperhatikan kebersihan di sekitar, supaya nyamuk tidak datang-datang lagi.

4. Bangkit dan bergeraklah

Nyamuk hadir membawa hikmah untuk kita. Supaya kita tidak berlama-lama berdiam dalam kenyamanan. Namun, sering bangun dan bangkit lagi, melanjutkan aktivitas. Makanya, saat ia melihat kita duduk-duduk atau tidur-tidur lama-lama, ia datang mengalihkan perhatian dengan suara bisingnya di telinga atau langsung menempel di kulit.

Nyamuk, sungguh kecil, memang. Akan tetapi, ada pelajaran besar yang dapat kita gali darinya. Ayo, belajar lagi tentang nyamuk-nyamuk kecil itttuch. 😉 []

 ***
Reff :

http://saifuddinasm.com/2013/11/13/al-baqarah26-27-nyamuk-sebagai-perumapamaan-yang-menarik-perhatian/
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/15/03/19/nlg4pm-dua-pelajaran-dari-nyamuk
https://haedarrauf.wordpress.com/2015/10/03/2-nyamuk-binatang-menakjubkan-dalam-al-quran-dan-hadits/
https://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s