Finding Happiness Around

My Surya.jpgBahagia memang sangat sederhana. Kesederhanaan yang sebagian orang membuat bahagia, mungkin bagi yang lainnya belum membahagiakan. Sesuai cara pandang masing-masing orang dalam menemukan kebahagiaannya.

Hal-hal sederhana yang terkadang membuatku bahagia, ku temukan sangat dekat. Waktu yang tidak pernah ku sangka, ternyata membahagiakan. Ketika ku jeli menemukannya, memetik bahagia di sana, lalu tersenyumlah ku segera. Karena bahagia yang terasa, sering kali terlihat bersama senyuman yang tetiba hadir dari dalam hati. Lalu memberai pada wajah bersama senyuman yang cerah.

Nah, apakah ketika ku tidak sedang tersenyum tidak ada kebahagiaan juga yang ku rasakan? Belum tentu. Karena untuk bahagia ternyata tidak selalu mengekspresikannya dengan senyuman. Kerlingan mata bisa bicara. Termasuk nada suara yang berubah-ubah. Ini juga dapat mencerminkan bahagia yang ku rasa.

Saat suaraku bening, bisa jadi aku sedang bahagia. Saat suaraku berat, boleh saja aku sedang bahagia. Intinya, bahagia yang sejati ada di dalam hati. Terkadang ia tidak terlihat, namun terasa.

Bahagia yang ku temukan ada di sekitar, melalui hal-hal berikut :

  • Saat bisa menyampaikan segenap isi hati, baik melalui tulisan atau lisan bahkan dengan berekspresi, aku dapat merasa bahagia. Apakah isi hati berisi kebahagiaan atau malah ketidakbahagiaan. Namun, rasanya bahagia saja, ketika tahu isi hati seperti ini atau seperti itu. Bahagia saja, walau tidak ada yang tahu.
  • Tidak membanding-bandingkan kehidupanku dengan kehidupan siapapun. Dalam meneruskan langkah-langkah di perjalanan, sering ku mengenal diri. Ke mana ku sedang pergi? Apakah ku benar-benar menyadari yang ku lakukan? Apakah ku melakukannya dengan suka dan senang? Sering juga ku menanya diri, tentang apa yang dapat ku beri hari ini? Semua dapat menyibukkanku dengan diriku. Sehingga tidak ada lagi waktu untuk membanding-bandingkan diriku dan kehidupanku dengan orang lain. Apalagi untuk menyalahkan kekurangan-kekuranganku, atau membanggakan kelebihan-kelebihanku. Karena semua kita tercipta dengan kelebihan dan kekurangan, bukan? Ku sangat menikmati langkah-langkah. Melangkah sambil melihat ke bawah untuk bersyukur dan melihat ke atas untuk bersabar. Sepanjang jalan, seluruh gerak tangan, semua langkah kaki, ku teringat dengan diri. Menjadi sadar dan tahu diri, siapa aku dan mau ke mana? Haaaai, tahukah juga engkau teman, bahwa saat menjalani hari demi hari, ku ingat pada impian. Bahwa ternyata, aku pernah mengimpikan hal begini. Yah, impian yang teringat-ingat sepanjang hari, meski tanpa ku sadari. Namun setelah ku sadar, ternyata aku pernah mengharapkan begini.
  • Saat ku dapat melihat sisi baik dari orang lain. Karena aslinya memang setiap orang membawa kebaikannya masing-masing. Apapun yang akan ku lakukan, segera ku tanya diri. Kalau ku bersikap begini, apakah aku benar-benar menyukai kalau orang lain melakukan hal yang sama padaku?
  • Bertemu dengan teman lama dalam mimpi. Meskipun mimpi hanya bunga tidur, namun sedikit banyak, mimpi bahagia dapat membuat ku bahagia. Lalu tersenyum saat ingat perjalanan mimpi tanpa terputus sedikitpun. Apalagi kalau bertemu dengan teman lama yang tidak ku sangka menyapaku dalam mimpi. Padahal, sebelum tidur ku tidak teringat sama sekali padanya. Begitulah, walau mimpi juga, menjadi jalanku bahagia. Sungguh sederhananya bahagia.
  • Melihat orang angkat barang yang lebih kecil dari dirinya. Tapi kelihatannya berat sekali ngangkatnya. Bahagiaku hadir karena aku tidak mesti harus melakukan seperti yang ia lakukan. Beban kecil yang ia angkat tersebut yang ku pikir tidak berat, ternyata berat. Semoga kuat, kawan… gumamku tanpa dapat memberi pertolongan. Karena ia jauh dariku.
  • Saat pergi ke sebuah tempat dan selamat sampai tujuan. Dalam perjalanan, ku sering berharap aman dan nyaman. Begini ku afirmasi diri sejak awal berangkat. Nah, menemukan diri sudah sampai di tujuan dengan selamat, sungguh sangat bahagia rasanya. Alhamdulillah. Masih bersyukur sangat membahagiakan.
  • Melihat wajah yang tersenyum di depan cermin. Sejak pagi hari, ada yang tersenyum di depan cermin, membuatku sangat bahagia. Apalagi ku pandang wajahnya yang masih ada sisa-sisa kantuk termasuk mata yang masih sipit. Ini hal paling membahagiakan untuk memulai hari ini.
  • Datang lebih awal ke tempat aktivitas dan menunggu teman yang lain sambil merangkai catatan. Terkadang, menunggu itu membosankan. Sampai-sampai, dulu aku sangat tidak suka yang namanya menunggu. Namun setelah ku menyadari ia akan dan pasti saja hadir sesekali dalam perjalanan kita, maka menunggu dengan melakukan sesuatu sungguh membahagiakan.
  • Duduk manis di ruang ber-AC setelah jauh melangkah dan berkeringat. Saat engkau sedang berjalan, yakinlah bahwa tidak selamanya engkau berjalan. Ketika hari ini harus berpanas-panasan, ingatlah bahwa hujan juga akan turun. Maka, nikmati setiap langkah, abadikan perjalanan. Semua akan menjadi kenangan yang membahagiakan. Termasuk ketika menemukan tempat bernaung sejenak di ruang ber-AC, setelah jauh melangkah dan keringatan. Ini momen bahagia tidak terlupakan. Karena tidak harus kipas-kipas untuk merasakan kesejukkan lagi, bukan?
  • Saat berdiri, tiba-tiba angin sejuk menerpa pipi dan kening. Terkadang kita bertemu dengan hal-hal tidak terduga. Atau ada yang menemui kita dengan kejutannya. Seperti angin yang datang membawa kesejukkan, terimalah ia dengan senyuman. Karena angin datang menyampaikan perintah dari Tuhan, sebagai tanda cinta-Nya. Supaya kita kembali ingat kepada-Nya dengan memperhatikan, merasakan, mendengarkan sekitar.
  • Melangkahkan kaki menuju sukses bersama senyuman. Masih dapat melangkah hari ini, sungguh membahagiakan. Bahagia, masih dapat tersenyum ringan tanpa beban pikiran. Semua teralihkan sejenak, karena sukses menanti di depan.
  • Mendengar dering panggilan masuk seseorang, setelah lama engga  menelepon. Ini adalah kebahagiaan juga. Teman-teman juga menyadari, khan? Bahwa bahagia itu sangat sederhana. Hal sederhana seperti dering panggilan masuk pun membahagiakan, setelah sekian lama tidak mendengar suaranya. Ternyata ia masih ada, ingat padaku.
  • Menyambut orang berwajah cerah saat hati sedang hanyut oleh suasana sendu. Bahagia rasanya, ketika ada orang datang, lalu membawa senyuman. Padahal sebelumnya aku sedang sibuk dnegan rasa yang ku tata. Antara mau menangis atau tertawa, karena semua di luar batas kemampuan hamba. Tapi, angin segar datang, bersama wajah cerah yang membuatku tersenyum bahagia. Karena bahagia yang ia bawa, sampai padaku.
  • Melihat seseorang berkostum unik/aneh/norak/memang sedang musim, yaa? Rok warna orange cerah, atasan warna merah menyala dan kerudung ungu melintas di hadapan bersama motornya. Bagiku, pemandangan seperti ini membahagiakan juga. Karena ia dapat menjadi inspirasi dan pencerahan bagiku, sehingga dapat merangkai sebuah kalimat seperti ini. Terima kasih, ya Mba… Semoga selamat dalam perjalanan. Dan semakin banyak yang tercerahkan dengan kehadiranmu.
  • Nemplok di kasur dan langsung tidur, menempelkan kepala di bantal hasil kreasi sendiri. Makanya, aku tidak mau duduk-duduk atau dekat-dekat ke kasur. Karena ujung-ujungnya langsung tidur. Eiya, kalau semakin banyak tidur, nanti aku semakin tidak bahagia dong yaa?  Sebab, ku pernah membaca sebuah kalimat yang intinya begini, “Kebahagiaanmu terlihat dari banyak sedikitnya tidur.”
  • Sedia payung sebelum hujan, terkadang ku abaikan. Sehingga, terkadang memang sengaja engga bawa payung. Terus, saat sore hujan, pulang hujan-hujanan. Momen paling bahagianya saat bertemu anak-anak yang juga lagi main hujan di depan rumahnya. Mereka ramai-ramai menangkap ikan di selokan. Mau ikutan? Jangan, jangan. Karena nanti kedinginan sedangkan jalan masih panjang. Cukup perhatikan dan tersenyum, lalu melanjutkan langkah.
  • Memasak enak untuk teman-teman dan mendapat bonus panggilan sebagai Emak. Lhaaaa? Mana Bapakmu Naak…? Menjadi Emak aja bahagia, betapa lebih bahagia lagi kalau Bapak mereka juga segera datang ke rumah, yaa…  Kemudian kami menyantap makanan dengan bahagia saat makan malam atau sarapan bersama-sama.
  • Menerima piutang di akhir bulan. Hutang mesti kita ingat, sedangkan piutang; tergantung kesanggupan orang yang berhutang. Kalau kesanggupan orang yang berutang ada dan bisa membayar, boleh kita terima. Ketika yang berhutang mempunyai keperluan penting lagi sehingga tidak dapat membayar hutangnya, relakan… Membahagiakan orang yang kita pinjami dengan membayar hutang, ini membahagiakan kita juga, lho…
  • Menerima kabar bahagia tidak terduga dari ibu jauh di sana.  Walau beliau jauh di mata, kami bertemu via suara, dan mengabarkan tentang bahagia, maka semangat hidupku bertambah juga. Ku jalani hari demi hari dengan bahagia, karena doa beliau selalu menyerta.
  • Berpikir positif.  Meski terhadap hal-hal kecil, tapi berpikir positif, sangat membahagiakan.
  • Menerima curhat dari orang-orang yang tidak disangka. Hai, memang aku siapa dan siapa dia? Namun ternyata kami dapat berbagi kisah, ini sangat membahagiakan. Saat ku dapat menyaksikan ekspresinya dengan dua mata yang terbuka, hati yang turut merasakan, juga mendengarkan nada suaranya yang berubah-ubah. Ini sangat membahagiakan.
  • Masih bisa mengekspresikan suara ala emak-emak pada anak-anak padahal mereka teman-teman sendiri, merupakan bahagia yang menjadi nyata. Apalagi saat mengingatkan, supaya jangan keluar malam-malam bersama seorang laki-laki apalagi sedang gerimis. Iiiicccch, sebel dech. Saat mereka masih tidak mau mendengarkan. Kebahagiaan ku berkurang, saat mengetahui mereka pulang malam, setelah ku tertidur.
  • Melihat engkau bahagia, aku bahagia.
  • Menerima surprise. Terbangun dini hari, melihat hape ada di sisi bantal, lalu ku bertanya, “Siapa yang memindahkannya ke sini? Padahal semalam ada di dalam lemari. Bahagianya setelah ingat aku punya roommate yang baik hati. Ia yang mendekatkannya padaku, Scatzy, thank you dear.
  • Membaca sebuah catatan. Kemudian juga bisa merangkai kalimat lagi dan sangat bahagia sebuah tulisan tentang bahagia jadi. Sungguh bahagia rasanya.
  • Saat mengetahui orang yang berjanji menepati janjinya. Tahukah engkau? Saat engkau berjanji, seseorang terkadang mengingatnya. Mungkin orang lain tidak mengingat. Mereka yang mengingat janjimu mungkin mengharapkan supaya engkau menepati. Dan mereka bahagia ketika engkau menepati. Berbeda dengan mereka yang tidak mengharapkan janjimu, tentu tidak mempengaruhi kebahagiaannya. Maka, ingatlah sebelum berjanji, barangkali engkau bertemu dengan orang yang akan selalu ingat dengan janjimu padanya.
  • Ingat seseorang yang jauh di mata, lalu bergerak lagi supaya ia tidak hanya jauh di mata. Ingatan adalah alasan untuk bergerak. Maka, bersyukurlah dengan ingatan demi ingatan yang datang menemui. Karena bisa saja, kita belum bergerak melakukan sesuatu, karena kita tidak ingat padanya. Lalu, siapakah yang mengingatkanmu untuk bergerak? Berterima kasihlah padanya.
  • Bangun dan tidur sesuai jadual.  Terkadang untuk terbiasa, kita perlu membiasakan diri. Cara untuk membiasakan diri salah satunya ya, dengan menyusun jadual. Termasuk jadual tidur dan bangun, yang kita tata sedemikian rupa. Sehingga berpengaruh terhadap aktivitas lainnya yang harus kita lakukan juga. Karena hidup kita tidak hanya tidur yang panjang, atau selalu terjaga, bukan?
  • Menyelesaikan semua tugas-tugas tepat waktu. Bahagia rasanya, tidak terpikir-pikir lagi, kalau tugas-tugas selesai dengan baik. Lalu meneruskan aktivitas lainnya dengan senyuman.
  • Bersapa dengan tetangga. Sejak dulu selalu begini, tetanggaku idolaku. Menyapa mereka juga menjadi momen membahagiakan. Karena senyuman mereka, membuat kita semangat kembali ke rumah, karena akan bersapa lagi dengan mereka sebelum sampai di pintu.
  • Ditinggal sendiri lalu pasang music volume tinggi dan ikut bernyanyi. Untuk bernyanyi, memang suaraku tidak memungkinkan. Namun, sesekali, dengan bernyanyi, ku rasakan kebahagiaan. Apalagi saat tahu, suaraku tidak semerdu penyanyi yang ku ikuti. Akhirnya, menyadari diri juga. Kesadaran yang membuatku bahagia.
  • Saat mengetahui ternyata ada yang merindukanku. Aku masih ingat dan selalu ingat, siapa saja yang pernah menyampaikan rindu padaku. Ahaaa… ingatan ini yang membuatku tersenyum bahagia.
  • Menemukan dan menempuh jalan baru menuju sukses. Menempuh jalan yang sama pada hari-hari berbeda, sungguh membosankan. Maka, menemukan jalan baru sungguh membahagiakan. Apalagi pemandangan di sekitarnya menyegarkan pandangan dan ada daun-daun ide bertebaran untuk ku pungut di sana.
  • Menyapa ibu warung yang terkantuk-kantuk. Bahagiaku, karena sudah semakin dekat dan sebentar lagi sampai di rumah. Sebelumnya, ku lewat dulu di sebuah warung. Warung ibu penjual lotek. Sesekali ku mampir memesan lotek, sering kali hanya lewat saja dan menyapa beliau yang terkantuk-kantuk dan beliau sehat.
  • Bertemu teman di jalan dan say -Hello. Teman selalu sangat menarik untuk ku kenang. Apakah kebaikan mereka, atau perilaku yang tidak pernah ku prediksi. Ketika kami bertemu di jalan, ia menyapaku dan masih mengenali, walau kami lama tak jumpa. Aku juga bahagia saat berkenalan dengan orang baru, yang mengingatkanku pada teman lama.
  • Melangkah di samping seseorang yang dulunya jauh, akhirnya kami pun dekat dan akrab. Kemudian ia membagiku satu butir permen bertuliskan, “Just the Way you Are’ dan satu lagi permen untuk mencegah masuk angin. Selanjutnya kami melangkah bersama sambil bercerita. Saat itu, mentari perlahan meninggi, ia temanku kini. Sebelumnya ku kagumi saja dari jauh.
  • Masih sempat pakai kaos kaki menjelang tidur, padahal sudah ngantuk sekali. Kalau sudah sampai di tempat tidur, berarti ku siap terpejam. Namun bahagia ku rasakan, ketika tangan masih mencari-cari kaos kaki dan sukses memakainya walau terbalik kiri dan kanan. Bahagia saja, karena tidur menjadi lebih nyaman dan nyenyak bersamanya.
  • Mendengar detak jarum jam dinding sangat jelas di malam sunyi. Malam adalah momen bahagia untuk mendengar detak jam dinding. Karena tempat tinggal kami yang jauh dari keramaian, memungkinkan suara detak jam dinding terdengar jelas. Aktivitas ini membuatku bahagia, karena ia mengingatkanku untuk kembali terjaga.
  • Mendengar kokok ayam jantan dini hari. Jauh, sayup-sayup, merdu, suara yang membahagiakanku.
  • Duduk manis di tengah gelap dan airmata mengguyur pipi. Ini adalah menangis karena haru dan bahagia. Aku suka melakukannya pada waktu-waktu tertentu, begitu saja, alami.
  • Melihat pakaian yang tersusun rapi dalam lemari. Sebelum pergi-pergi, aku sangat suka pakaian yang rapi  dan tidak ada kerutannya. Nah, menemui tidak ada setrikaan hari ini, aku senang dan bahagia sekaliiii… 😀
  • Semua piring, gelas, dan peralatan masak kotor yang sebelumnya menumpuk di dapur sudah tercuci.  Selain aku, ada teman-teman lainnya yang memasak di dapur. Karena dapur kami milik bersama. Jadi, semua karakter memperlihatkan dirinya di sana. Apakah yang langsung terbiasa mencuci piring, gelas dan peralatan masa yang kotor? Atau membiarkannya tergeletak begitu saja dan bilang, nyucinya nanti saja? Maka, bahagiakan aku dengan mencucinya segera.
  • Membuang kain lap  yang sudah kotor di tempat sampah, bukan mencucinya. Kain lap yang kotor dan berminyak, sungguh tidak mudah mencucinya. Maka, aku merasa sangat-sangat bahagiaaaaaaaaa… saat langsung menitipkannya di tempat sampah dan membuang jauh-jauh hingga irit sabun cuci, khan? Kain lap pengganti, bisa memanfaatkan dari pakaian tidak layak pakai. Begini kebiasaanku akhir-akhir ini. Apakah ini kebiasaan baik atau malah mubazir karena buang-buang kain lap?
  • Bertemu catatan tentang impian di dalam diari yang telah menjadi kenyataan. Bahagia ada, karena ku tahu pernah menuliskannya. Walau sudah lama, namun ia masih ada menjadi pengingat untuk kenyataan hari ini.
  • Semua orang sedang tidur, aku bangun sendiri. Aku tidak takut sendiri, kalau merasa aman. Aku bangun sendiri, ketika yang lain di sekitarku tidur, membuatku bahagia. Lalu, mendengar suara tiang listrik dipukul-pukul tiga sampai empat kali sedangkan aku sudah benar-benar terjaga.
  • Menonton FTV siang hari ketika libur. Sesekali melihat layar televisi siang hari, ku manfaatkan dengan menonton FTV yang mengingatkanku pada masa muda dulu. Emang sekarang aku tidak lagi semuda dulu?
  • Menyambut tamu tidak terduga pagi-pagi sekali. Siapakah tamu tidak terduga yang datang pagi-pagi? Sehingga membuatku bahagia lalu menjadikannya sebagai inspirasi?
  • Bertemu dua orang yang sama di jalan yang sama sebanyak tiga kali di hari yang berbeda. Pertemuan dengan orang pertama, di dekat jembatan penyeberangan, bertemu adik perempuan, berkulit hitam manis, berkacamata, masih anak Sekolah Dasar, lalu kami bersenyuman. Pertemuan kami pertama kali, ketika aku akan menyeberang jalan, ia juga. Lalu kami menyeberang bersama-sama. Tanpa berkenalan nama. Nah, saat berjumpa lagi hingga sampai ke tiga kalinya di tempat sama, kami hanya bersenyuman. Pertemuan dengan orang kedua, di sebuah gang kecil, bertemu seorang adik laki-laki, berkulit hitam manis, seusia dengan adik perempuan yang pernah ku bertemu juga. Apakah mereka berjodoh, yaa?
  • Membaca tulisanMasku – Cooking oil’ dengan senter hape dalam gelap. Lalu tersenyum.

🙂 🙂 🙂

 

Advertisements

3 Comments

  1. Do’a utk sang penulis semoga apa yg menjadi niatan dlm gambaran tulisan dpt terwujudkan dan bisa menjadi impian terindah untk masadepannya…..amiiin…ya rabb….allamin ..dan terus tetap semangat…dan yakin aja senyuman akan sllu ada..

    Liked by 1 person

  2. Doa yang sama buat sang pembaca yang baik. Semangat dan senyuman semoga selalu menyerta, terima kasih yaa Maryadi, untuk menyukai juga.

    Best Regard, 🙂

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s