Status

Hai Sukses, Aku Datang

Image result for perjalanan menuju sukses

🙂 “Sukses itu ga hanya duduk-duduk, baca-baca…” 🙂  Picture dari Sini

Aaaaaaaa.aa.a.a.a. ku baru datang dan kemudian berada di antara mereka. Empat sekawan yang sebelumnya sampai lebih dahulu. Mereka terdiri dari tiga orang laki-laki muda dan seorang adik perempuan cantik. Mereka adalah tetanggaku di sini. Tetangga dekat.

Hampir setiap pagi kami bertemu, lalu bersenyuman. Sesekali ngobrol dan seringnya diam-diaman. Karena aku dan mereka sama-sama pendiam. Sehingga untuk memanfaatkan jeda waktu beberapa puluh menit ke depan setelah berjumpa, begitulah yang kami lakoni. Berbicara seperlunya saja dalam kondisi berdiri atau bersandar. Sesekali melayangkan pandang ke langit biru atau ke sekeliling. Bahkan asyik memperhatikan kendaraan yang melaju kencang. Aktivitas pagi yang kurang menyenangkan. Karena di dalamnya ada penantian.

Yah! Biasanya begitu, namun hari ini berbeda. Karena ada perubahan. Kalau biasanya setelah kami (aku dan adik perempuan cantik) bersenyuman, aku yang menyapanya duluan. Lalu tanya-tanya sesuatu. Maka hari ini, ia yang menyapaku terlebih dulu. Setelah sebelumnya, ia dan tiga orang temannya terlihat bercakap-cakap sambil senyum-senyum.

Aku yang baru datang, bersikap biasa saja. Sesaat setelah sampai, selanjutnya aku pun memilih posisi berdiri agak dekat dengan perempuan tersebut. Ia adik yang manis. Kemudian, ia pun menghampiriku.

“Kak, orang bertiga itu nge-fans sama kakak, lho, 😉 ” ucapnya mendekati ku. Sambil melirik pada tiga orang laki-laki muda, teman-temannya yang sedang duduk berjejer. Ia menyapaku dengan ekspresi unik, sehingga membuatku tersenyum.

“Ahaa? Oiyaa? Mereka bilang apa barusan?” sambil aku pun melirik pada tiga orang temannya  yang masih duduk berjejer.

“Iya, terutama yang paling ujung, dia yang ngefans banget. Coba samperin aja. Tanya ada apa, gitu,” tambahnya memperjelas informasi.

Terlihat tiga orang temannya pun kikuk. Apalagi yang paling ujung, wajahnya langsung memerah. Karena merasa kami perhatikan. Sehingga ga tau harus bagaimana lagi dan mungkin juga malu.  Sedangkan yang berdua, asyik berbicara entah apa. Mereka seperti mau menoleh ke arah kami, tapi ga jadi. Pemandangan pagi yang memberi warna baru bagiku. Bersama teman-teman muda yang tidak sebaya denganku. Namun kami akhirnya bersama untuk bersapa dan mereka menitipkan cerita dalam hari ini ku.

“Hheehee, ”  tanggapku.

Selanjutnya, hening. Aku asyik dengan pikiranku. Sedangkan mereka pun sama. Tiga laki-laki tadi masih duduk sambil ngobrol, sedangkan adik manis ku tanya sesuatu pada detik-detik berikutnya. Sampai akhirnya penantian kami pun usai. Karena yang kami tunggu sudah datang.  Alhamdulillah, penantian hari ini tidak terlalu lama seperti hari-hari sebelumnya.

***

Lagi dan lagi bersyukurku kepada Allah, karena perjalanan pagi yang ku tempuh berlangsung lancar. Sepanjang perjalanan, banyak yang terlihat mata, terdengar telinga dan terbersit dalam hati. Untuk selanjutnya menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terbeli. Lalu, ku usaha membundelnya dalam ingatan, sebelum ia berlalu dan menjauh pergi meninggalkan diri. Namun ku tahu diri, bahwa ingatanku tidak selamanya membersamai. Seiring dengan detik waktu yang terus berganti. Ditambah pula dengan datang dan perginya ingatan terhadap sesuatu. Maka, untuk mengabadikannya, aku pun mampir lagi ke sini. Mencengkeramai huruf dan angka. Kemudian mengajaknya senyumi hari.

Sebab, hari ini sangat berarti untuk ku tinggalkan tanpa sebaris senyuman.

Ku jalani hari ini dengan sepenuh hati. Ku ingat pesan-pesan yang terselip dari keadaan yang ku alami dari waktu ke waktu. Termasuk perjalanan berikutnya yang ku tempuh masih dalam hari ini.

Yap, hari ini aku melanjutkan perjalanan lagi. Untuk menyelesaikan urusan kami yang lainnya. Harus hari ini. Tidak dapat ditunda atau dinanti-nanti. Sehingga mau tidak mau, aku pun mesti melangkah lagi. Melangkah dengan semangat. Bersama niat yang kuat.

“Ciiaaaat!”, melompatku dari satu genangan air melintasi genangan air berikutnya. Begitu juga dengan jalan di jembatan penyeberangan yang biasanya kering. Hari ini ada air menggenang di sekitarnya. Genangannya lumayan luas. Sehingga aku tidak dapat melompat lagi, namun pelan-pelan menempelkan sepatu di air. Supaya aman.

Saat asyik melangkah, tetiba gerimis turun pelan-pelan. Awalnya sedikit, lama kelamaan banyak. Lalu, ku kembangkan payung warna marun. Payung marun yang aslinya bercorak kalau terkena tetesan air. Namun coraknya tidak terlihat kalau kering. Maka, berpayung rialah aku untuk langkah-langkah berikutnya. Saat melangkah, ku ingat-ingat hikmahnya untuk diri. Ku selami maknanya untuk ku bagi. Supaya ku dapat melangkah dengan ringan dan senang hati.

Dan hikmahnya adalah, apapun yang kita alami saat ini, memberi kita jeda untuk mengingat-Nya lagi. Walaupun kita sudah berencana, namun IA mempunyai rencana yang lebih indah untuk kita. Dengan cara-Nya, walau pun kita tidak mengetahui. Namun saat kita mau peduli, maka kita dapat tersenyum menjalani. Menikmati langkah-langkah kaki yang menapak bumi, mengayun pasti.

Walau pun tidak semua rencana kita menjadi nyata, kita tetap harus mempunyai rencana dan memiliki tujuan. “Karena hidup butuh perencanaan dan manajemen waktu yang baik.” Lalu berusaha merealisasikannya dengan proses yang terbaik.

Setelah berusaha, beriring doa dan hasil akhir yang berada di luar kendali kita, kembalikan kepada-Nya. Supaya keindahan tawakkal pun menjadi bagian dari hidup kita. Hidup yang semestinya kita hiasi dengan berpikir positif dalam menghadapi masalah-masalahnya. Agar kita bahagia dan hati menjadi tenang

Sesekali, ku luangkanlah waktu mengingat-ingat perjalanan minimal sehari terakhir. Menelusuri jam ke jamnya. Di dalamnya ada kenyataan yang tidak pernah ku sangka, tidak ku duga, namun aku menjalaninya. Walau berada di luar rencanaku. Ujung-ujungnya mensenyumkan, juga.

“.”

Begitulah pagi hariku hingga siang menjelang senja yang bertabur pesan, di sini. Sedangkan engkau, bagaimana kabarmu teman? Apakah engkau dalam kondisi terbaikmu? Semoga senyuman lebih sering menghiasi wajahmu. Dengan mengingat-Nya menenteramkan jiwamu.

Bagaimana dengan hari-harimu yang bertabur hadiah? Tentang pekerjaanmu, semoga banyak kemudahan. Oiya, jangan lupa menjaga kesehatan ya, karena sehat itu mahal.  😆

Bagaimana dengan perjalananmu, kehidupan keluarga dan pertemananmu? Semoga lancar dan berkah yaa. Aku sungguh merindukanmu. Rindu yang membuatku sangat senang dan bahagia. Karena ingatanku masih tertaut denganmu. Maka, ku jumpai engkau segera dengan doa-doa yang semoga sampai padamu.

Terima kasih banyak, yaa, karena sudah meluangkan waktu untuk menyelami kisah hidupku. Walau hanya sebagian kecil dan sedikit-sedikit dari hari ke hari. Sebenarnya masih banyak yang ingin ku bagikan, namun butuh waktu untuk menyusun kata menjadi kalimat. Besar harapku, kita dapat berjumpa lagi, esok. Aamiin ya Rabbal’alamiin…

***

“A Little Note for You and Me”

Jangan lewatkan kesempatan emas yang hadir dalam kehidupan dan hari-harimu. As like as looking at the sunshine smile.  

No body perfect in the world. So, we need other who rememberance us in this life. For better life than yesterday and be the best from our self; before.

All are not same like you. I have good respect about you.

Please continue your activity and enjoy time. Keep spirit and good luck for you.

Thank you very much and pardon me if there is false on sentences.  

Take care and have a nice day. See you.

Heehee, senyum dong ah…  Serius amat dari tadi.    😀

***

Perjalanan kaki bisa saja berakhir dengan sampainya ku pada tujuan. Perjalanan menuju sukses. Perjalanan yang akan ku kenang sebagai bagian dari hari ini ku. Perjalanan yang ku tempuh, setelah menit-menit sebelumnya aku sempat duduk manis di dalam mobil hitam klimis. Bersama orang baik yang mengajakku ikut dengannya. Lalu rehat sejenak di ruangan sejuk ber-AC.

Aku ingat, bahwa orang-orang baik selalu ada dan senantiasa ada di sekitarku. Untuk membaikiku dan kemudian ku terima kebaikannya dengan senyuman. Seperti halnya yang ku temui di bawah atap sukses ini. Mereka yang ada hari ini untuk membersamaiku. Mereka yang menyambutku dengan senyuman terbaiknya dalam pertemuan kami. Mereka yang memudahkan urusanku, saatku berurusan dengan mereka. Mereka yang mudah bekerjasama, membuatku terharu. Mereka yang menyemangatiku lagi, untuk meneruskan perjalanan. Mereka yang menjadi jalan dari kebahagiaanku hari ini, membersamaiku bahagia.

Saat menerima soal ujian ketika sekolah dulu, ada tulisan  

*****Good Luck*****

di bagian akhir lembarnya.

Dan di sini, ia juga ada.

“Semoga kesuksesan senantiasa menyertamu, kawan… Sebagai jawaban dari doa-doa keluarga dan beliau semua yang menyayangi, mencintaimu dan tulus ikhlas padamu.”

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s