Asking for Something then Smile

my-suryaHaii, teman… Kalau mau bertanya, ya, bertanyalah. Tanyalah sesuatu. Maka, apakah engkau akan memperoleh jawaban setelahnya, jawaban yang tepat, atau masih membuatmu bertanya, sudahlah yaa… Intinya adalah kalau mau bertanya, bertanyalah. Ya, tanya-tanya saja. Karena dari aktivitas ini dapat membuatmu tersenyum, percayalah.

Aha! Aku suka, sangat suka di sini. Karena di sini ada-ada saja orang baru yang ku temui atau orang baru yang menemuiku. Mereka semua unik-unik dengan kepribadian serta karakternya yang berbeda. Apakah ia laki-laki atau perempuan. Apakah sudah berusia atau masih belia. Apakah ia mensenyumkanku atau membuatku berpikir ulang. Lalu mengerutkan kening seraya bertanya, “Apa maksudnya. Maksudnya apa ya?

Ku bertanya kalau ku belum tahu. Ku bertanya saat ku ingin bertanya. Ku bertanya-tanya, segalanya yang membuatku penasaran. Dan selain bertanya, aku juga menerima pertanyaan.

Pada suatu hari, seorang abang ganteng datang menemuiku. Postur tubuhnya tinggi dan langsing. Wajahnya bersih dan ia mendekatiku dengan senyuman.  Aku pun tersenyum.

“Mau tanya satu boleh Kak?,” ia meminta izin terlebih dahulu. Apakah aku bersedia untuk beliau tanya atau tidak.

Aku berpikir sejenak dan tersenyum, menyambut beliau. “Oo… boleh-boleh, silakan. Tanya aja,” jawabku senang.

Aku senang saat bertemu wajah-wajah segar dan cerah. Aku suka berjumpa dengan orang-orang baik nan ramah. Aku sangat terkesan dengan beliau yang menitipku pesan. Bahkan saat kedatangannya untuk bertanya pun, aku suka. Apakah aku dapat memberi jawaban yang membuat beliau senang dan bahagia, atau kembali dengan berpikir serta membawa pertanyaan. Intinya adalah, aku ingin memetik hikmah dan pelajaran, itu saja. Maka aku senang.

Sesaat setelah ku menjawab, beliau pun mendekat lagi denganku, sejarak bicara dua orang yang sopan. “Gini, Kak. Aku mau tanya alamat ….. (beliau membaca tulisan yang tertera pada sebuah amplop yang beliau bawa). Kemudian, aku pun berpikir. Ahiyaa, ini sudah tidak asing lagi olehku. Tapi aku lupa, pernah lihat di mana yaaa? Aku pun bertanya. Bertanya pada diriku sendiri. Aku tersenyum, lalu diam sejenak. Ya Allah, mohon petunjuk-Mu.

“Ooiya, ada dekat dari jalan ini, Bang. Lurus aja, nanti sebelum persimpangan ketemu dech, di sebelah kiri,” jawabku setelah berpikir sebelum memberi jawaban.

Abang ganteng pun senang, karena ia memperoleh jawaban.

“Oke, dekat lagi ya, siap,” jawab beliau sambil memperhatikan kembali amplop yang beliau pegang. Lalu menunduk dan bilang, terima kasih. Kemudian, beliau pun berbalik dan siap berlalu.

“Iya, Bang, sama-sama, semoga ketemu yaa,” ceriwisku bahagia. Lagi dan lagi, ku antarkan beliau dengan tatapan saja. Beliau yang menjauh dan semakin jauh, ke sana. Beliau sedang menjalankan tugas, mengantarkan sebuah dokumen untuk mitra, sepertinya.

Semoga perjalananmu lancar… kawan.

Dalam perjalanan, tetaplah bertanya, atas ketidaktahuan. Bertanyalah juga, untuk membuat hari-harimu menjadi penuh senyuman. Karena saat ketidaktahuan dan penasaran meraja, yang ada malah kebingungan dan bertanya-tanya. Akibatnya, waktu terbuang habis di perjalanan dengan nyasar-nyasar, bukan? Namun dengan bertanya, waktu menjadi hemat dan tidak sia-sia. Tentang hal ini, aku pun mempunyai pengalaman serupa. Bahwa sebuah pertanyaan saja, dapat mengefektifkan dan mengefisienkan waktu yang ada. Dibandingkan mencari-cari tanpa pengetahuan, lebih baik bertanya saja. Namun bertanyalah pada ahlinya dan mereka yang sekiranya bisa memberikan jawaban. Karena bertanya asal-asalan tentu membuat kita semakin bertanya-tanya.

Melanjutkan perjalanan tanpa bertanya, kita menemukan pengalaman baru. Namun melanjutkan perjalanan dengan bertanya, kita memperoleh pengetahuan baru. Maka, apakah mau bertanya atau tidak, kembali lagi pada diri kita masing-masing. Bertanyalah sesuai kebutuhan untuk memenuhi ketidaktahuan.

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close