Happy birthday to : You and Me

my-surya

Saat tidur kita bermimpi, maka mimpi tersebut adalah bunga tidur. Namun saat terbangun kita bermimpi, maka mimpi tersebut adalah bunga senyuman. Makanya, tersenyumlah berbunga-bunga dalam menjalani hari-hari yang seperti mimpi ini, kawan.

Sungguh, bahagia menjadi orang baik. Sehingga kebaikan pun datang padanya, tanpa ia minta. Karena kebaikannya tulus, maka kebaikan yang tulus pun mendekatinya. Begitu yang dapat ku rasakan. Saat aku memposisikan diriku sebagai dirinya. Ya, walau hanya mengimajinasikan, aku menjadi dirinya.

Aku tersenyum, menerima kuntum-kuntum bunga yang telah bersatu dalam satu ikatan. Cantik. Seikat bunga warna-warni yang mensenyumkanku pagi ini. Sesaat setelah ku terima, ku dekatkan kuntumnya ke hidungku. Lalu, terciumlah aroma khasnya yang semerbak. Begitulah bunga. Bunga yang segar dan penuh warna. Aku bahagia, karena pagi-pagi sekali, ada yang antar bunga ke tempat kami. Sukaaaaa. 😀 Ini Jum’at yang spesial, tanggal 3 Maret 2017. Sedangkan esok adalah hari ulang tahun beliau. Namun beliau menerima bunga lebih cepat, sehari sebelumnya. Karena beliau orang baik. Orang baik yang memang ku kenal baik. Kebaikan yang terlihat, terasa dan beliau tulus dengan kebaikannya.

“.”

“Terima kasih yaa…,” ucapku pada pengantar bunga. Kemudian pengantar bunga pun berlalu dengan bahagia. Membawa senyuman berbunga-bunga. Aku mengantarkan beliau dengan tatapan saja, hingga beliau hilang dari penglihatan.

Kami baru bertemu dan kemudian berpisah lagi. Ini seperti mimpi.

Sesaat kemudian, ku simpan bunga di atas meja. Lalu, aku pun melanjutkan aktivitas kembali. Nah tiba-tiba terpikirkan olehku, mau juga menerima bungaaaaaaa… Aku pun mendadak rindu. Ada yang menyerahiku juga seikat bunga, gitu. Sepertinya so sweet dan membuatku senang pastinya. Aku melanjutkan imajinasi. Aku berpikir, di masa depan, entah hari esok atau kapan-kapan, ada juga yang menghadiahiku seikat bunga. Bunga cantik nan harum, semerbak wanginya. Sebagai hadiah ulang tahun, misalnya. Atau surprise di moment-moment bahagia lainnya. Aku mendamba, mengimpi.

Aku masih mengimpi. Impian yang hari ini, hadir lagi. Impian yang membuatku segera bangkit dari duduk dan kemudian berdiri. Selanjutnya, ku abadikanlah kebersamaan kami pagi ini. Tentang aku dan seikat bunga yang menemani. Bunga yang bukan untukku, namun untuk beliau orang baik. Beliau yang memilikinya, sedangkan aku menerima titipan. Senang rasanya, meski hanya menjadi jalan sampaikan bunga pada tujuannya. Sehingga aku pun terinspirasi. Aku ingin juga, seperti beliau yang baik. Bukan untuk mendapat seikat bunga, namun kebaikan yang tulus. Mohon doanya yaa, semoga cita ini tercapai.

Aaaa, seperti mimpi lagi. Menjalani hari seperti ini.

Hari-hari yang terkadang seperti mimpi. Ia datang dan kemudian berlalu, pergi. Begitulah yang ku alami akhir-akhir ini. Pagi ini juga seperti mimpi. Sama seperti hari-hari kemarin dan hari-hari lalu yang seperti mimpi.

Mimpi rasanya, bisa di sini. Masih seperti mimpi. Namun ini bukan mimpi. Ini adalah kenyataan dan asli. Maka, aku menjalani hari dengan sungguh-sungguh. Untuk mensyukuri kenyataan. Karena hari-hari yang ku jalani, bukan mimpi. Namun kesempatan untuk mewujudkan impian.

Lusa adalah hari ulang tahunku yang ke sekian. Dan aku juga masih seperti mimpi. Ternyata usiaku sudah sekian. Dengan keadaanku yang sekarang ini. Hihiiii. 😀 Masih mimpi rasanya. Mimpi yang membuatku tersenyum menjalaninya. Karena tidak menyangka saja. Ketika baru kemarin rasanya berganti usia, ternyata lusa sudah ada angka baru lagi dalam usiaku. Sungguh, seperti mimpi. Mimpi yang ada dalam kenyataan. Walau setengah percaya, meski tidak menyangka, ku melanjutkan perjalanan juga. Karena walau bagaimana pun kenyataan, hidup harus tetap berlangsung.

Saat teman-temanku sudah berkeluarga dan mempunyai keturunan dalam keluarga bahagianya, aku masih belum seperti mereka. Aku pun mengimpi hal serupa. Namun ku percaya, waktunya akan datang juga. Karena semua jalan hidup kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuz-Nya, bukan? Sedangkan kita menjalani dengan sebaik-baiknya.

Mimpi. Juga seperti mimpi rasanya. Saat ini kita kembali bersapa, bersenyuman dan bercengkerama. Sedangkan kenyataan ada di balik semua ini. Kenyataan yang seperti mimpi. Mimpi yang memberi kita kesempatan untuk tersenyum.

Tersenyumlah di duniamu. Senyuman yang engkau berikan lagi untuk dunia yang membuatmu tersenyum. Semoga hari-harimu menyenangkan, bersama senyuman yang menawan… []

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close