Siapa Dia?

My Surya.jpg

“Orang-orang yang bertemu dengan kita, atau kita temui, di mana saja, adalah pengingat diri. Siapa pun mereka. Dan kemudian, mereka menjadi bagian dari perjalanan hidup kita.”

***

Suka, aku sangat suka. Ketika engkau terlihat bahagia. Lagi dan lagi. Tanpa ku sadari. Tetiba senyuman mengembang di pipimu. Senyuman yang menebar begitu saja, karena bahagia yang engkau rasa. Kebahagiaan yang terkadang luput dariku. Dan pasti saja, ketika melihat engkau berbahagia seperti yang baru saja ku lihat, maka aku pun tersenyum.

Ya, aku juga tersenyum, kawan. Senyuman yang menebar begitu saja pada wajahku. Senyuman yang hadir karena melihat kebahagiaan yang engkau bawa. Maka, aku pun berbahagia. Ini saja sudah cukup bagiku untuk mensyukuri lagi kebersamaan kita ini. Kita baru berjumpa dan engkau terlihat bahagia. Kebahagiaan yang menebar pada wajahmu. Siapakah engkau sesungguhnya?

Sesaat setelah kita berpandangan, engkau masih tersenyum. Senyuman yang engkau bawa selalu sepanjang kebersamaan kita. Walau engkau sesekali terlihat diam, namun engkau masih juga tersenyum. Sampai beberapa saat kita akan berjarak raga, lagi.

Aku tidak menyangka. Kita akan bersapa, lalu melangkah bersama, sepayung berdua, basah terkena hujan, karena hujannya lebat. Hujan di siang hari, bersama angin yang kencang sekali.

“Bu, kita berhenti dulu di canopy ini, ya, 😉 “ pintaku padamu. Berhubung hujannya semakin deras. Ditambah lagi angin yang semakin kencang. Beruntung kita sudah sampai di bawah atap. Tidak lagi berjibaku di bawah guyuran hujan yang semakin lebat. Sehingga, kita bisa mengambil nafas lega, penuh syukur yang terus menyerta.

“Iya, mariii, 😀 “ tanggapmu tidak kalah semangat. Lalu, kita pun berdiri bersebelahan, di antara orang-orang yang kehujanan lainnya. Mereka juga berteduh di bawah canopy yang sama dengan kita. Lalu, kita pun bersenyuman, lagi. Dengan bekas hujan yang menempel di sebagian pakaian kita. Iyah, aku kebasahan, engkau pun sama. Setengah rok ke bawah, basah. Dan juga, lengan serta sebelah pundak kita juga basah.

Aku mulai kedinginan. Engkau pun sama. Namun, kita segera mengalihkan dengan saling berbagi cerita. Terkadang aku bertanya, sedangkan engkau memberi jawaban. Ada waktu aku menjawab pertanyaanmu, bersama senyuman. Senyuman yang masih dan selalu kita jaga.

Masih ku lihat kebahagiaanmu saat berbagi cerita, meski dengan kondisi dingin. Aku bahagia kita bersama, walau aku juga dingin. Nah, beberapa menit berikutnya, kita siap melanjutkan perjalanan lagi, menuju ruang yang kita tuju. Sehingga kita tidak lagi berdiri kedinginan di bawah canopy di samping gedung yang kita kunjungi.

Yeah! Hari ini kehadiran kita di sini disambut oleh hujan. Tidak seperti biasanya, cuaca cerah dan berbinar. Walau begitu, aku senang, karena aku tidak kehujanan sendiri, tapi ada engkau bersamaku. Sehingga ada teman berbagi cerita saat memandang tetesan hujan melayang-layang di udara. Atau melangkah di antara cipratannya yang membuat sepatu dan kaki-kaki kita basah semua. Yha, aku suka main hujan kalau hujannya deras. Lalu ku injak-injak genangan air yang ada di sekitar kaki dengan cepat. Kemudian air pun menebar ke mana-mana. Aku pun tertawa. Ku sampaikan padamu juga, bahwa aku suka hujan-hujanan sesekali. Engkau menertawaiku, akhirnya.

Belum pernah kita bersapa, sebelumnya. Belum juga janjian untuk bersua, di sini. Namun karena DIA memberi kita waktu dan kesempatan untuk meneruskan langkah-langkah, maka kita pun bersua. Karena tujuan kita sama, maka kita bertemu. Maka, akankah kita tidak mau bergerak lagi di waktu-waktu berikutnya? Untuk bertemu dengan jodoh lainnya di sana? Di mana-mana.

“Aha! Tentu hari-hari kita menjadi semakin berwarna dan penuh cerita, seperti ini, yaa,” gumamku sambil meneruskan pandangan jauh ke ujung sana, menembus hujan.

Engkau lembut saat berucap. Engkau tenang saat menyampaikan jawaban. Engkau membuatku tersemangatkan lagi, untuk meneruskan perjalanan. Pun, engkau menjadi jalan bagiku untuk mengembalikan ingatan pada sebuah pertemuan.

Pertemuan yang memberi kita waktu untuk bersapa, bersama, dan berbagi cerita. Cerita demi cerita yang engkau bagikan dengan ringan, terselip hikmah dan pesan-pesan berharga. Terlebih lagi tentang urusan-NYA yang tidak berada dalam kendali kita. Seperti takdir jodoh, maut dan rezeki. Dalam hal ini, engkau berpesan padaku, untuk meyakini bahwa ‘jodoh diri’ ada. Hanya, mau kah kita sering-sering meminta kepada-NYA, ketika ia belum membersamai?

Usiamu bukan sebaya denganku. Namun jauh berbeda, engkau lebih 17-an tahun dariku. Dan tepat empat ratus tiga puluh hari yang lalu, engkau menikah. Dalam usia yang sudah tidak lagi muda. Namun pada saat itulah engkau berjumpa dengan pasangan jiwa. Alhamdulillah, tertegun engkau sejenak. Lalu, engkau meneruskan pesan-pesan untukku… Tentang kehidupan sebelum dan saat sudah berumah tangga. “Hidup ini sama, bisikmu. Sebelum menikah, ada ujian hidup yang menyerta. Begitu juga dengan ketika berumahtangga. Ada nuansa yang lebih berwarna lagi menghiasi hari. Yah, rasa yang komplit. Nano-nano gitu,” ceritamu di sela tawa yang renyah. Aku pun tertawa.

Ternyata . . . di luar sana, ada cerita berbeda dari orang-orang berbeda. Dunia memang penuh warna.

***

Buatmu, Kak Ina, begini aku memanggilmu setelah kita sangat akrab. Walau baru pertama kali bersama. Terima kasih yaa, atas semangatnya, cerita dan juga senyumannya. Semoga keluarga yang engkau bina dalam keluarga baru, senantiasa berlimpah ketenangan, ketenteraman dan nuansa surga ada di dalamnya. Aamiin.

“Kak Ina, doakan aku, yaa,” bisikku sebelum kami berpisah. Doa spesial yang beliau aminkan dengan tenang. []

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close