Tentang Perjalanan

forever-cintaPagi-pagi tadi berkunjung ke rumah Mba Cinta, untuk mengintip-intip ada apa di sana?

Untuk mengetahui kabar beliau terbaru. Untuk menemukan hikmah-hikmah yang beliau bagi. Untuk menyapa meski menyampaikan semangat pagi. Untuk menghadirkan senyuman lagi. Senyuman yang sering-sering ku coba dan ku biasakan menghiasi wajah. Senyuman yang perlu menjadi bagian dari diri. Senyuman yang membuat hari-hari menjadi lebih berseri. Senyuman yang memberi ruang pada pikir untuk melentur sejenak. Mendingin. Melebur…

Melebur… yah, begitu judul catatan ayu beliau yang ku baca sepagi tadi. Catatan yang berisi rangkuman beberapa kejadian terakhir dalam hari-hari beliau. Catatan tentang beberapa cuplik kisah terbaru di sekitar beliau. Catatan yang membuatku tersenyum, bahagia, karena beliau mensenyumkanku. Alhamdulillah…

Dear Mba Cinta,

Semoga Mba Cinta sehat selalu, senantiasa dalam lindungan Allah, di mana pun berada. Semoga Mba Cinta semakin sering tersenyum dan bahagia menikmati hari-hari berikutnya. Semakin sering menemukan hikmah-hikmah dalam perjalanan. Semakin mudah menjalani hari-hari ke depannya. Meski dalam waktu-waktu tertentu bertemu dengan kejadian-kejadian yang ‘mungkin’ tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Begitulah kehidupan, ya Mba…  🙂 terkadang kita bertemu dengan hal-hal yang tidak kita inginkan, namun ia ada di depan mata. Semoga kita senantiasa selamat dalam perjalanan, yaa Mbaa. ^_^

Terima kasih yaa, untuk  berbagi dan membuatku tersenyum, lagi.

Lalu pada catatan lain sebelumnya dan sebelumnya, ku baca-baca juga. Gapapa yaa, Mbaa.. 😀 

Salah satunya berita yang beliau bagi atas terjadinya tabrakan beruntun yang beliau saksikan sendiri pekan lalu. Aku sedikit-sedikit bisa membayangkan, walau tidak jelas. Namun dari pemaparan beliau, terlintas dalam ingatan runtun kendaraan yang bertabrakan. Innalillahi,… Semoga semua terselamatkan, dengan keselamatan yang terbaik. Aamiin.

Oiyaa, tidak jauh berbeda dengan kejadian tabrakan yang Mba Cinta saksikan tersebut, aku pun mengalami hal serupa. Tepat kemarin sore. Sesaat sebelum ku menyeberang jalan. Sesaat sebelum aku sampai di seberang sana. Di jalan beraspal, ketika sebuah sepeda motor sedang melaju. Tidak kencang. Namun tenang dan kecepatannya tidak berlebihan.

Aku melihat pengendara adalah seorang Ayah muda yang sepertinya dalam perjalanan kembali ke rumah dari bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Beliau tidak ngebut. Namun naas, saat beliau sedang melaju di jalan tepat di depanku, seekor kucing kecil melintas cepat dan…. kucing pun menabrak sepeda motor.

“Dug…!!” Kucing kecil pun sempoyongan, terhuyung, pening, dan kemudian berputar-putar dalam kondisi rebah. Serta merta, warga yang ada di sekitar pun tanggap. Mereka menyelamatkan kucing kecil nan malang. Sedangkan pengendara sepeda motor juga langsung putar haluan dan bergegas mendekati kucing tersebut. Lalu aku? Apa yang ku lakukan?

Aku sudah terlanjur pusing. Aku sudah tidak tega. Aku sudah ‘seakan’ tidak sanggup lagi berjalan, namun masih berjuang melanjutkan langkah. Dengan kondisi kaki-kaki yang seakan tidak menapak. Seperti melayang. Yes! Keadaan ini ku alami, sebab aku sudah deg-degan juga sejak beberapa puluh menit sebelumnya. Sebab, sebelum sampai di jalan beraspal di mana kejadian tertabraknya kucing terjadi, aku sudah melintas juga di jalan beraspal lainnya. Dan jalan tersebut lebih lebar dari jalan beraspal ini. Dan, aku pun mempunyai pengalaman seru hampir tak terlupakan, saat menyeberang jalan tersebut.

Sebelum menyeberang jalan, aku selalu menenangkan diri. Supaya ia yakin sampai di seberang sana. Maka, kami pun melangkah dengan mantab. Hanya saja, sesekali, cemasku kambuh. cengengku muncul. Lalu, di saat menyeberang itulah aku bisa teriak-teriak ga jelas, tentu saja sambil terus melangkah sembari memberi isyarat pada pengendara yang sedang melaju untuk memberi jeda kosong sejenak. Supaya aku bisa menyeberang dengan lancar.

Yah. Saat ingat kondisi ini telah berlalu, aku sering tersenyum. Sebab aku bisa merasakan sangat, ada bantuan tidak terduga saat ku menyeberang jalan. Seperti ada malaikat bersayap sedang melintas juga di samping ku. Akhirnya sampailah aku di seberang jalan dengan selamat.

Aku yakin, semua adalah pertolongan Tuhan, untuk ku. Maka, mana lagi dari nikmat-Nya yang ku dustakan? Dia menyelamatkanku dalam perjalanan, saat penyeberangan dan selalu menjagaku dalam berbagai keadaan. Jadi, tidak asing lagi kalau sering ku terharu, tiba-tiba. Karena aku rindu… []

🙂 🙂 🙂

Advertisements

4 Comments

  1. makasih dek Surya sayang, makasih udah mau membaca coretab-coretanku. Dan maafkan bila mba Cinta ini kdgkala srg mellow 😁. Semoga ke dpannya bs mnjadi lbh baik lagi ya, aamiin 😇

    Liked by 1 person

    1. Aamiin. Iya, Mba Cintaa sayaaang…. Semangat selalu yaaa… 😀 iya Mba, melow ada untuk menghiasi hidup kita jadi lebih berwarna. Semoga kebaikan senantiasa menyertai Mba Cinta. *Akusukadengankatacinta,jadisukasenyumkaloingatnamanyaMbaCinta. 😀

      Liked by 1 person

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s