Teman…

Ya. Engkau adalah teman-temanku. Teman yang baik bertabur simpati. Teman yang unik berhias akhlak terpuji. Teman yang antik dan bersikap menarik. Teman yang memberiku kesempatan belajar banyak darimu. Teman yang membuatku senang meneladanimu. Karena ada-ada saja yang membuat dua ujung bibirku segera tertarik ke kiri dan kanan bersamaan, saat kita bersama. Apakah oleh canda tawamu yang menggelitik ruang hatiku. Apakah suara khasmu yang terdengar oleh indera pendengaranku. Bahkan saat melihatmu bobok cantik pada suatu siang pun, aku tersenyum.

Engkau adalah teman-teman baikku. Walau kita belum lama bersama. Meski kita bukan berasal dari orang tua yang sama. Meski pun dulu kita tidak berjanji jumpa di sini. Namun tertakdirlah kita bersua dan bersama hingga detik ini.

Sungguh ku bahagia dengan warna-warni yang engkau bawa dalam hidupku ini. Engkau yang sering membaikiku walau tidak ku pinta. Engkau yang suka menyapaku duluan saat ku diam saja. Engkau yang sering memahamiku dan mengajak bercanda saat ku tanpa suara. Engkau yang sukses membuatku tertawa ketika tidak ada ekspresi yang ku bawa. Bahkan engkau tak sungkan meminta masakin sebutir telor mata sapi pakai garam saja tanpa bawang. Saat ku asyik bereksperimen di dapur menyiapkan menu sarapan. Atau engkau minta tolong belikan es warna warni saat ku pulang nanti. Dan aku mau saja. Ahahaaa… 😀 Kalau ini kebiasaan Berbi.

Engkau yang membersamaiku menikmati makan sore menjelang malam. Sehingga selama kita bersama, menuku selalu habis ku santap dengan bahagia tanpa tersisa. Semangat makanku bertambah-tambah pula. Dan engkau yang suka bilang, "Kak… Hayoo kita lombaan gemuk." Dengan tidak lupa mimik segelas cucu sebelum tidur. Supaya kita sehat. Engkau yang suka susu putih sedangkan aku lebih suka susu rasa cokelat.

Engkau adalah Scatzy Moetz yang suka sering pulang kampung sekali sepekan. Setelah sebelumnya hanya pulang dua pekan sekali. Eits! Sering juga kita saling mendekatkan pergelangan tangan untuk mendeteksi pertambahan daging di tangan masing-masing. Karena konon kita sama-sama saling berjuang membuat tangan-tangan kita tak hanya terlihat tulang. Namun mau juga ada tambahan lemaknya. Yaaaaa… meski sampai sejauh ini masih belum ada perubahan berarti. Dan kita masih terus berjuang!

Engkau adalah temanku berbelanja ke pasar di hari-hari tertentu. Karena di antara semua, kita yang suka rutin masak-masak cantik setiap pagi. Lalu, saling berbagi menu. Dengan begini, keakraban kita semakin lekat. Sehingga sepagi saja engkau atau pun aku tidak memasak di dapur, sepi lah jadinya … Semangat masak pun meredup. Seperti itulah hadirmu dalam waktuku. Karena engkau penyemangat!

Pun, saat aku yang tidak memasak di suatu pagi, aku sampaikan padamu, "Eny, semangatt! 😀 ." Sedangkan engkau menyambut sapaanku dengan senyuman anggunmu. Bersama deretan gigi-gigi seri yang berbaris rapi. Senyuman gadis ayu nan baik, ramah dan sopan.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan. Baru beberapa bulan kita bersama. Namun sudah terikat hati kita dalam naungan rasa kekeluargaan yang erat. Sehingga saling mengingat saat yang lain jauh, sudah pasti. Menyisihkan sepotong cokelat untukku pun engkau lakukan. Ketika pada suatu malam engkau baru kembali dari aktivitas dan membawa cokelat-cokelat. Lalu menikmati bersama kawan-kawan yang masih terjaga. Sedangkan aku sudah terlelap. Esok paginya, engkau tidak lupa memberiku, "Ini untuk kakak yaa. Enak lho Kak, cokelatnya." Begitu pun aku. Saat memasak nasi goreng, ku lebihkan juga untukmu. Spesial sebagai tanda sayang, sepenuh cinta.

Engkau adalah gadis manis bermata sipit. Berwajah putih bersih ala gadis Jepang. Sejak awal berjumpa, ku terkesan denganmu karena pendiam. Dan kalau bicara yang perlu-perlu saja. Sehingga interaksi kita tidak berlebihan. Hanya saling tegur dan bersapa lalu senyuman. Dan setelah itu…, lama lama kemudian, diam lagi. Aku juga diam. Nah, ternyata kita berjodoh membentuk kumpulan perdiaman. Sungguh menarik!

Dalam hal ini pun mensenyumkanku. Karena ternyata sediam-diamnya aku, ada lagi yang lebih diam. Terkadang aku pun mulai membuka bicara saat engkau ku lihat diam lama-lama. Atau engkau yang lebih awal memulai obrolan saat aku terdiam membisu. Sampai akhirnya, kita pun mulai bisa membaur. Sehingga sejak pertemuan hingga saat ini, tertemukanlah ciri khas kita masing-masing. Kita saling menghargai perbedaan dan memahami persamaan. Hidup memang penuh cerita, yaa. Dalam diammu pun ada cerita, ternyata. Namamu Ade.

Berikutnya adalah gadis sipit lainnya. Di sekitar wajahnya ada beberapa tahi lalat. Dengan pipi tembemnya, ia suka bilang, "Aku gemuk, yaa. Lihatlah pipiku bulet. Heheee…." Ciri khasmu adalah senyuman manis dan tawa dengan suara halusmu. Serta keramahan dan kesopanan yang menawan. Sejak awal kita bertemu, engkau memang begitu. Sampai selama ini kita bersama pun engkau masih sama seperti dulu. Sebaya dengan Berbi, usiamu. Engkau adalah teman sekelas dan satu sekolah dengan Berbi. Namamu Ratna. Semangat belajar dan sukses selalu yaa. Semoga cita-cita kalian tercapai menjadi pengacara berikutnya. []

Love,
-My Surya-
#EtdePingkyKost

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s