Image result for smile for youHai, engkau. Apa pun cuacanya. Tahu kah engkau bahwa, setiap kali kita berjumpa, maka pertama kali ku senyumi engkau. Walau perjumpaan kita dalam ingatan, saja.

Yah, karena aku bahagia sungguh senang, kita kembali bersua. Entah aku dalam kondisi sedih, atau benar-benar bahagia. Namun, kalau pun aku sedang dalam kesedihan mendalam, maka mensenyumimu sudah cukup membuat suasana hatiku membaik. Lalu, kebahagiaan pun merebak di sana. Dari sudut hatiku yang tersenyum. Senyuman yang mengembang pada lembaran pipi. 🙂 Semoga senyuman pun lebih sering menemanimu yah. Sebagaimana yang ku alami saat kita bersama. Seperti saat ini, saat engkau mensenyumiku. Saat kita bersenyuman. Sebab, bersama senyuman, semangat hidup bertambah lagi. Karena ada kemudahan menyerta bersama senyuman.

Benar, untuk tersenyum dan mensenyumi kenyataan hidup ini, tidak terlalu sulit, memang. Tidak sesulit ku menemukan jawaban, saat tiba-tiba airmata menetes pelan. Padahal tidak ada angin ataupun hujan. Tiba-tiba saja ia sudah membasahi pipi. Dan aku pun bertanya, ada apa denganku? Walau keadaan seperti ini tidak sering ku alami, hanya sesekali saja. Sedikitnya sekali dalam sebulan. Begini ku perhatikan akhir-akhir ini. Saat ku sudah mulai memedulikan diriku sendiri. Ketika tidak ada lagi yang dapat ku jawab ketika ia bertanya. Maka ku bertanya pada diri. Ku kembalikan pertanyaan padanya. Maunya apa? Apa maunya?

Yah, hari ini kita bertemu lagi, walau sekejap. Namun bagiku, sangat berkesan. Yah, sangat berarti. Karena pasti saja ada pesan yang engkau sampaikan. Seperti halnya saat ini, engkau berpesan lagi untukku, “Ikhlaskan saja. Karena jadi orang harus ikhlas. Kalau engga, bisa repot nanti.” Engkau menyampaikan pesan di antara gurih tawamu. Seraya memamerkan gigi-gigi serimu yang berbaris rapi. Kemudian, senyuman pun menepi di pipimu nan bening. Engkau manis, semakin manis bersama senyuman. Senyuman yang ku suka. Sehingga di mana pun berada, saat ku ingat kamu, aku pun tersenyum.

Iya, atas segala yang terjadi dan telah berlalu, ikhlaskanlah. Berikutnya, jalani hari ini dengan sebaik-baiknya. Dan kemudian bersiaplah untuk masa depan yang lebih baik.

Jika pada waktu-waktu yang lalu serba salah karena tidak tahu, jadikan sebagai pembelajaran. Kalau sebelumnya pernah rugi karena harus membayar mahal untuk barang yang kurang bermutu, maka jadikan sebagai pengalaman. Semoga pengalaman dan pembelajaran tersebut, menjadi ingatan bagimu. Supaya lebih teliti, hati-hati. Selanjutnya menjadi semakin menyadari. Bahwa tidak semua keadaan yang kita hadapi sesuai dengan keinginan diri.

Ada kalanya memang begitu. Kita harus bertemu dulu dengan kegagalan-kegagalan, supaya tahu arti keberhasilan. Kita harus berjumpa dulu dengan kesalahan-kesalahan, sebelum menemukan kebenaran. Dan kita harus menghadapi percobaan berulang kali, supaya bertemu dengan kesempurnaan.

Sempurna. Di mataku engkau sungguh sempurna. Kesempurnaan yang tanpa cela. Kesempurnaan yang ku lihat sejak awal kita berjumpa. Kesempurnaan yang ku pikir terjadi begitu saja. Namun ternyata aku salah. Setelah engkau banyak bercerita tentang perjalananmu, maka ku tahu engkau juga pernah lelah. Setelah engkau sering menyapaku saat ku terdiam, maka ku tahu mengapa engkau begitu ramah. Setelah kita lebih sering berteman, maka ku tahu engkau tidak sempurna. Setelah kita lebih sering menghabiskan waktu-waktu penting bersama, maka ku tahu engkau juga manusia biasa yang pernah salah.

Nah, pertemuan demi pertemuan kita memang tidak lama-lama. Walau sekejap saja seperti tadi. Namun sudah cukup. Karena dalam waktu yang sekejap itulah aku mencari tahu lebih banyak tentang engkau. Tentang kesempurnaanmu yang terlihat. Tentang senyumanmu yang sering menemani.

“Semua membutuhkan proses dan waktu yang panjang,” bisikmu pada ku. Kemudian, engkau pun berlalu dari hadapan ku. Walau begitu, engkau kembali membersamaiku dalam ingatan demi ingatan. Dan saat mengingatmu, aku pun merangkai senyuman, seperti saat ini. Sebelum sampai di sini, aku teringat lagi denganmu. Lalu, aku pun tersenyum. Senyuman ini untukmu, yaa…

“Aku sedih, saat kita harus berpisah. Namun ku sangat bahagia lalu tersenyum, saat kita kembali bertemu dalam ingatan.”

🙂 🙂 🙂

Iklan

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s