Miss Serious

my-suryaHai, miss serious, why you are so serious? Let’s smile for a minutes and take a picture, please.

***

Tahun-tahun berlalu begitu saja. Tanpa ada kesan yang bermakna. Pun tanpa ada jejak-jejak tercipta. Sebab, terlalu serius dalam melanjutkan langkah. Karena sangat asyik dengan pikiran sendiri. Sehingga tanpa terasa, usia pun bertambah. Kulit wajah pun berubah menjadi berbeda dari sebelumnya. Seiring dengan pertambahan usia, begitulah adanya. Sudah takdir Ilahi dan menjadi perjalanan hidup di dunia. Seorang miss serious, kini sudah bertambah usia sehari lagi.

Serius. Memang begini kesan yang terlihat dari dirinya. Ia yang serba serius dalam menanggapi apapun juga. Termasuk saat melangkah, ia sangat serius. Serius sangat. Sampai pada suatu pagi, seseorang menyapanya begini, “Kamu kok cantik…?”

Dia pun menanggapi setengah sadar, “Hahh…??”. Maksudnya adalah menanya balik si penyapa. Karena ia tidak mendengar jelas sapaan sebelumnya. Padahal jarak mereka tidak terlalu jauh, hanya beberapa langkah saja. Namun karena sejak tadi ia sangat serius dalam melangkah, ia pun tidak segera terkoneksi dengan penyapa.

Penyapa pun mengulang begini, “Kamu kok cantik…?”.

Sedangkan Miss serious, kembali ber-haah ria, untuk kedua kalinya. Maksudhnya adalah untuk memastikan lagi. Apakah si penyapa sedang bertanya sesuatu? Ia masih melangkah. Dan di saat mereka sudah berpapasan sangat dekat, si penyapa bilang lagi, “Kamu kok cantik?” Baru lah Miss serious ngeh. “Oooo, iya lah, terima kasiiih,” tanggapnya seraya tersenyum manis. Lalu di dalam hatinya berkata, “Karena perempuan memang cantik, kalau laki-laki tentu ganteng dan tampan.”

Selanjutnya, tanpa meneruskan pembicaraan lagi, mereka pun berjauhan. Si penyapa yang sedang berhenti di pinggir jalan bersama sepeda motornya yang ia duduki, tersenyum ia tinggalkan. Sedangkan Miss serious pun melanjutkan langkah-langkah lagi. Pertemuan mereka memang sejenak saja. Namun kesan yang ia peroleh dalam perjalanan tersebut, membuat seraut wajahnya tersenyum. Senyuman pagi yang mengingatkannya pada seraut wajah serius. Wajah itu adalah wajahnya. Miss serious. Wajah yang sangat jarang tersenyum kalau sedang serius. Termasuk saat merangkai catatan ini, semula ia sangat serius. Namun kemudian senyuman menepi di pipinya. Karena ternyata ia belum sempat tersenyum cantik. Karena terlalu serius menjalani waktu seharian ini.[]

🙂 🙂 🙂

Advertisements

2 Comments

    1. Haii, Mba Tetik… Senang berjumpa lagiii… 😀
      Ooya, ini kisah nyatanya miss serious, Mba.
      “Karena kalau ku pandang-pandang, saat sedang serius miss-nya memang tanpa senyuman. So, terinspirasilah untuk merangkai catatan ini. Supaya bisa ‘belajar senyum’ lagi miss serious-nya, Mbaak.. 🙂

      Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s