Apakah Senyumanku Tulus Padamu?

Engkau. Ya, siapapun engkau. Walau di manapun engkau berada. Sejauh apapun jarak membentang antara kita. Meski sejauh dua samudera. Walau sejauh bumi dan langit. Namun kita senantiasa berdekatan. Selagi engkau mau tersenyum saat ini dan pernah mensenyumiku. Lalu kita pun bersapa lagi dalam ingatan. Ingatan yang mempertemukan kita. Ingatan yang mensenyumkanku.

Jarak adalah sahabat terbaik kita. Ia ada agar kita dapat saling ingat dan mengingatkan. Ingatan yang mensenyumkan.

Aku tersenyum karena bersyukur atas ingatan ini. Ingatan yang menyapaku untuk segera tersenyum seperti engkau mensenyumiku.

Terima kasih yaaa… untuk teladanmu. Bagiku, sangat berarti. Lalu saat sedang tersenyum padamu, apakah senyumanku tulus?

🙂 🙂 🙂

Love,
-My Surya-
#OntheWay

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close