Tentang Pilihan

my-suryaHaaaiiii.. kawan. Selamat berjumpa lagi dalam pertemuan siang menjelang sore nan menawan.

Ooiyaa, bincang-bincang tentang pemilihan, siapakah pilihanmu? Apakah yang engkau pilih, teman? Dan bagaimana cara memilih?  *mautauajah   😉

Hari ini adalah hari pemilihan. Pemilihan kepala daerah di tempat kita masing-masing. Lalu, siapakah yang kita pilih? Apapun pilihan kita, terserah yaa. Dan pastinya, pilihlah dengan bijak, arif dan sesuai hati nurani. Sehingga siapapun kepala daerah yang terpilih nantinya berdasarkan hasil penghitungan suara, adalah yang terbaik. Beliau yang menjadi pemimpin di daerah kita. Beliau yang terpilih. Hasil pilihan terbanyak.

Seperti halnya proses pemilihan kepala daerah yang sampai saat ini masih berlangsung. Maka begitu pula dengan kehidupan yang sedang kita jalani. Kehidupan yang masih berlangsung. Kehidupan yang semoga membawa kita pada hari-hari yang lebih baik, perasaan lebih baik, dan kebermanfaatan serta limpahan kebaikan demi kebaikan. Aamiin.

Kehidupan yang kita jalani, penuh dengan pilihan. Adapun pilihan-pilihan tersebut, kita yang menentukan. Apakah memilih menjadi orang baik, atau sebaliknya. Apakah memilih menjadi hamba-Nya yang bertaqwa atau tidak. Apakah memilih bersyukur, atau masih dalam proses belajar. Apakah memilih berusaha atau tidak berusaha. Apakah memilih berjuang atau malah berpangku tangan. Apakah memilih melanjutkan langkah atau malah mundur teratur? Apakah memilih ini… atau itu…? Semua pilihan tersebut terserah kita. Dan hasilnya pun akan kembali pada kita juga.

Pilihan yang kita tentukan, sangat besar pengaruhnya terhadap sikap kita dalam menjalani kehidupan. Berikutnya, berpengaruh pula pada hari esok yang sedang kita jelang. Seperti, kalau hari ini kita memilih ngomel-ngomel terhadap keadaan yang tidak kita suka, maka terlihat dari sikap kita seharian ini. Kalau kita memilih tidak bersyukur atas rezeki yang kita peroleh atas usaha, maka kita tidak akan merasa puas. Kita akan terus saja merasa kurang dan akibatnya apa cobaaaa…?  Yah, akibatnya membuat hari-hari yang kita jalani menjadi terlihat suram dan tidak semangat menjalaninya. Sedangkan kalau kita bersyukur, insyaAllah rezeki yang sudah tertakar menjadi berkah dan cukup. Rezeki tersebut malah bertambah-tambah tanpa pernah kita duga, jalan-jalannya. Maka, pilihan kita bagaimana? Terhadap rezeki yang kita terima? Apakah mensyukuri atau tidak? Terserah… Dengan resiko yang berbeda untuk setiap pilihan yang kita ambil.

Orang-orang yang shaleh dan bertaqwa … jalan rezekinya terlihat mudah. Maka jangan iri dan dengki pada mereka. Saat kita melihat padanya. Lalu berkomentar begini, “Heei, padahal dia cuma begitu dan begitu saja. Tapi ia malah mendapat rezeki lebih dari kita. Sedangkan kita yang begini dan melakukan ini, banyak sekali, malah mendapat segini… Iiiiiich…” Ujung-ujungnya timbullah prasangka. Dan kemudian membanding-bandingkan antara rezeki kita dengan orang lain.”

Padahal kalau kita telisik lebih dalam. Saat kita bersyukur dengan yang kita dapat, maka ada bahagia yang merebak. Ada ketenangan di dalam hati. Berikutnya, terpancar pada ucap, sikap dan perilaku. Sehingga tidak ngomel-ngomel dan mengumpat. Selanjutnya, rezeki berikutnya mengalir lagi… tanpa pernah kita kira dan duga-duga, jalannya.

***

Begitulah, uneg-unegku sehubungan dengan pilih memilih… Semoga menjadi ingatan dalam melanjutkan kehidupan. Catatan ini hadir karena keresahanku dengan orang-orang yang suka ngomel-ngomel, berdebat tanpa manfaat dan ngomongin orang laiiiinnn aja. Maka aku pun memilih diam atau berlalu. Coz, Awak ndak suko maota-maota ndak jaleh, do.  And you…? []

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close