Apakah Senyumanmu Tulus Padaku?

kabar-bahagia-dari-tetangga
Kabar Bahagia dari Tetangga

Berpagi-pagi merangkai senyuman, yuu mariii. Karena pagi adalah awal kita memulai hari. Maka, kalau kita memulainya dengan senyuman, insyaAllah sepanjang hari ini akan menjadi berkesan.

Karena pagi hari adalah kesempatan terbaik untuk merangkai senyuman lagi. Senyuman baru, sebagai wujud syukur atas anugerah terindah dari-Nya. Karena kita masih mempunyai waktu meneruskan kehidupan di dunia. Maka, tersenyumlah membersamai pagi.

Walau hati gundah, meski jiwa resah. Sekalipun begitu, tetaplah sumringah. Karena dengan tersenyum, engkau dapat merasa lebih baik. Dan tentu saja, lebih bahagia. Dari pada melipat-lipat wajah, maka tersenyumlah…

Untuk tersenyum sumringah, maka kita perlu memperhatikan pikiran terlebih dahulu. Kita tanya ia, maunya apa? Kita perhatikan kondisi terbarunya, tentang pikirannya. Supaya kita tahu yang ia pikirkan. Apakah ia sudah memikirkan hal-hal positif atau malah sebaliknya? Karena untuk tersenyum, rupanya bermula dari pikiran. Termasuk juga suasana hati, turut mempengaruhi senyuman yang kita hasilkan.

Walau engkau tak cantik-cantik amat, namun kalau tersenyum maka engkau menjadi orang tercantik di dunia. Begitu menurutku, yaa. Dan juga sebaliknya, meski wajahmu cantik, namun kalau tidak mudah tersenyum, maka pudarlah kecantikanmu tersapu bayu. Sehingga, pilihan kembali padamu. Ya, terserah engkau mau menjadi cantik dan tetap cantik, atau membiarkan kecantikanmu bias.

Meski tidak semudah itu tersenyum, namun kalau kita mau tersenyum, tersenyum saja. Bukankah menarik dua bibir ke kiri dan kanan bersamaan hingga membentuk garis lurus, adalah tersenyum. Coba dech, pasti bisa. Yaa, kayak gitu, betul, betul. Seperti itu.

Pagi-pagi. Saat tiada yang bisa ku ajak tersenyum, maka aku pun tersenyum pada mentari. Saat ada yang mengajakku tersenyum, maka kami menghabiskan waktu bersama, dengan senyuman. Hai, apakah senyumanmu tulus padaku? Dan apakah senyumanku tulus padamu?

Pagi-pagi, hari ini. Saat ku terbangun dari lelap dan kemudian keluar kamar, aku tersenyum. Senyum-senyum karena tetiba tampilan ruang tengah sudah berubah. Seperti ada yang menyulapnya, dan aku tidak mengetahui ini kerjaan siapa? Ruang tengah yang sebelumnya ada lemari, kini tiada lagi. Karena ternyata lemari tersebut sudah berpindah ke salah satu kamar. Alhasil, ruang tengah pun menjadi lebih luang. Sudut yang sebelumnya ada lemari, telah berganti dengan sebuah meja yang ada televisinya. Sehingga kalau mau nonton bareng, kami bisa di ruang tengah yang sudah lebih lega ini.

Aaaaaaaaa… lega juga rasanya hatiku. Terima kasih kawan, untuk memberikan warna baru hari ini. Engkau yang mengerjakannya setelah ku terlelap semalam dan tanpa bantuanku. Sungguh. Apakah engkau tahu, aku tidur lebih awal karena aku lelah…? Dan engkau tidak mau mengganggu istirahatku. Engkau selalu begitu, engkau tetanggaku yang baik. Aku suka dan senang kita tetanggaan seperti ini.

Seiring dengan liku-liku hidup yang engkau hadapi, semoga kekuatanmu senantiasa bertambah yaa, dalam menjalaninya. Sehingga senyuman bahagiamu lebih mudah menebar. Dalam berbagai situasi, walau dalam kondisi apapun. Begitu juga denganku. []

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close