Seperti hari-hari biasanya. Pagi-pagi ku suka memandang langit. Dari atap menatap angkasa. Dari atap mengedarkan pandang ke sekeliling. Sambil tak henti memuji-Nya atas semua anugerah yang luar biasa.

Sungguh. Sungguh mengharukan, mengajak jiwa tafakur segera. Lalu menanya diri tentang syukur. Apakah aku bersyukur hari ini? Apakah yang ku syukuri detik ini? Bagaimana ku mewujudkan syukur diri? Selama apakah syukur menemani? Apakah sekejap lalu ia pergi lagi? Apakah sesaat lalu tak ingat lagi? Apakah tak terbersit dalam hati sama sekali? Untuk mensyukuri semua rezeki?

Rezeki memang harus kita cari. Karena dengan mencarinya kita temukan kebahagiaan lagi. Baik dalam proses pencarian, maupun setelah rezeki terkumpul banyak. Maka akan kita rasakan kebahagiaan bersemi di ruang hati.

Hati yang bahagia kalau ia mensyukuri rezeki yang kita miliki. Hati yang menerima dengan sopan, sebanyak apapun rezekinya. Hati yang menerima dengan tenteram secukup apapun rezekinya. Maka bahagianya tiada terkira.

Bumi Allah luas nan lapang. Alam-Nya membentang indah. Angkasa penuh pesona. Sungguh kita sangat tidak apa-apanya dari semua ciptaan-Nya. Maka tidakkah kita mau merenungkan dan memikirkan segala ciptaan-Nya? Supaya bertambah-tambah syukur kita. Supaya kembalikan ingatan kita kepada-Nya. Atas segala suka yang melingkupi. Terhadap semua duka yang menghiasi waktu. Semua pasti dalam rencana-Nya.

Perhatikanlah profesi-profesi insan di dunia. Beranekaragam adanya. Dari semua profesi tersebut bermanfaatlah mereka di dunia. Menjadi bukti kontribusi sebagai penduduk bumi. Menjadi bagian dari khalifah-Nya. Menjalankan bakti sebelum kembali nanti.

Saat teman-teman kita mencapai mimpinya. Ketika ia menggapai citanya. Maka doakanlah semoga mereka menjadi bermanfaat sebesar-besarnya. Doakan mereka semakin mengenal arti diri. Doakan juga mereka semakin bertambah syukurnya. Doakan yang terbaik untuknya. Jangan iri dan dengki. Karena semua kita ada jalan rezekinya.

Di mana pun kita berada, berkontribusi nyatalah dengan hati. Lakukan aktivitas sepenuh jiwa. Bersungguh-sungguhlah nan ikhlas. Bukan untuk mendapat puji, namun karena panggilan hati. Lanjutkan berbakti, sebagai khalifah-Nya di bumi.

Saat ada teman yang menjadi pramugari, kita tidak harus menjadi pramugari juga supaya dapat berkontribusi. Saat ada teman yang menjadi atlet, kita tidak harus begitu juga. Namun temukanlah jalan kebermanfaatan kita. Carilah dan temukan sejak dini. Belum terlambat, selagi raga masih bernyawa. Masih ada jalan untuk mewujudkan manfaat diri.

Sebisa dan semampu kita, bangkitlah. Jangan putus asa, saat ada halangan menghadang jalan. Jangan patah semangat lalu berbalik arah. Ketika bertemu kegagalan di satu sisi. Karena kita tercipta untuk berarti. Dari sisi yang lainnya. Tidak harus selalu sama dengan profesi teman-teman kita. Bukankah perbedaan itu sangat indahnya?

Lihatlah mereka yang berhasil. Perhatikan mereka yang berjaya. Pantaulah mereka yang kita pandang sukses. Mereka bekerja keras dan berjuang. Mereka tidak pernah berhenti. Mereka gigih nan ulet. Temukanlah satu contoh. Jadikan pemotivasi diri. Untuk meneladaninya. Supaya kita semangat lagi. Maka, cita pun tercapai. Walau tak segera. Meski harus lama. Tapi pasti. So, jangan menyerah, yaa.

Mari kita berjuang bersama. Seperti halnya mereka yang telah berhasil. Karena mereka tak henti berjuang. Hingga saat kita tahu bahwa mereka sudah berhasil pun, perjuangan masih mereka lanjutkan. Selamanya. Sampai akhir usia. 😉

Ya, kalau mau sukses maka kita perlu belajar dari perjalanan sukses orang lain. Maka kita pun mencapainya. Walau bukan di bidang yang sama. Meski dari sisi berbeda. Karena setiap perjuangan pasti ada hasilnya. Walau pernah gagal awalnya. Selama kita terus bangkit dan mencoba lagi, maka hasil semakin dekat.

Jangan hanya berpangku tangan. Lalu berhayal menjadi berhasil seperti orang lain. Meski tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Namun keberhasilan setelah berusaha dengan tanpa usaha, tentu berbeda. Seperti mendapat nilai ujian tertinggi di kelas dengan mencontek atau belajar dulu sebelum ujian, beda bahagianya. Maka, berhasillah dengan usaha. Berhasillah walau harus tertatih-tatih dalam prosesnya. Berhasillah meski harus berjuang mati-matian. Dan kalaupun ajal menghampiri sebelum berhasil, engkau dapat tersenyum lega. Kemudian meninggalkan dunia dengan adanya jejak-jejak langkahmu. Karena engkau berjuang.

***

Ku tahu kau tiada duanya. Ku tahu kau seorang saja. Walau ada mereka di sana yang semirip denganmu. Namun pastinya engkau tetap satu. Hanya satu dan satu-satunya.

Mentari bersinarlah selalu. Tetaplah dirimu. Teruslah begitu. Jangan kau ragu ataupun malu. Meski rembulan mencari-cari kesempatan untuk mengalihkan perhatianku di pagi hari… Namun aku tetap melirik padamu. Dan memilih engkau untuk menemaniku. Sedangkan rembulan pun berlalu. Karena ia tersipu dan menyadari pilihanku atasmu.

Engkau mentari di hatiku. Bersinarlah. Tersenyumlah. Karena engkau sangat berarti bagiku dan mereka dan dia juga dirinya.

Engkau mentari, tetaplah menerangi. Menyinari dan memberikan bakti serta bukti untuk seluruh ciptaan Illahi. Berjanjilah engkau tak redup lagi. Berjanjilah untuk terus bersinar meski awan sesekali melingkupi.

Engkau mentari di hatiku. Kau sinari segenap relungku. Engkau selamanya di sini. Sehingga kita menjadi bagian tak terpisahkan. Tetap di sini. Di ruang hatiku. Di sisi yang berbeda dari yang lainnya. Because of : #YouareTheAmazingCreature

Love,
-My Surya-

Iklan

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s