Demi Masa

demi-masa
Demi Masa

Saat ini, masa masih kita jalani. Masa yang memberi kita lebih banyak kesempatan untuk memanfaatkannya dengan baik. Sebaik-baiknya, selagi bisa. Sebisa-bisanya, selagi mau. Namun bukan semau-maunya, sehingga kita alpa dari tujuan.

Ya, hiduplah dengan tujuan. Bergeraklah dengan tujuan. Berjuanglah dengan tujuan. Dengan demikian, kita kembali tersemangatkan lagi, saat lelah menerpa raga. Kita mau bangkit lagi, saat gundah mendera jiwa. Dan kita mau tersenyum lagi, saat duka melara hati. Sungguh-sungguhlah dalam mencapai tujuan.

Hari ini adalah bagian dari masa yang kita miliki. Kita sedang berada di dalamnya. Lalu, apakah yang kita lakukan, agar kita tidak merugi? Sungguh-tidak beruntung orang yang merugi. Maka, saling mengingatkan pada kebenaran dan kesabaran, adalah jawabannya.

Ya, sebagai manusia, tentu kita pernah khilaf dan salah, bukan? Dan tidak selamanya kita selalu ingat. Ada waktu kita lupa, ada masa kita lalai. So, bertemu dengan orang-orang yang mau mengingatkan kita dalam kondisi demikian, akan menghadirkan senyuman. 🙂

Mengapa tersenyum? Karena kita bahagia, masih ada yang sayangi kita. Maka mereka ingatkan kita. Masih ada yang kasihi kita, maka mereka menghampiri kita. Lalu, menepuk pundak dan memamerkan gigi-gigi serinya pada kita.

“Haaiiii…., apa engkau lelah? Istirahatlah sejenak. Karena kalau engkau teruskan berjalan, engkau akan tumbang. Dan juga, engkau perlu asupan cairan untuk menambah energi? Minumlah dulu. Supaya hausmu berkurang. Agar wajahmu segar lagi, basuhlah ia sejenak. Berwuduklah, lalu shalat. Ketika azan sudah berkumandang. Bersegeralah, sayang… Jangan menunda. Kalau tidak ada keperluan sangat genting dan penting, engkau harus mengutamakannya. Supaya kita sama-sama selalu,” bisiknya padaku.[]

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close