image201702110001_2.jpg

Haiii, kita bertemu lagi hari ini. Alhamdulillah. Kita sama-sama masih hidup. Horee. Hehee.   😀

Engkau, bagaimana kabarmu teman?

Semoga sehat selalu yaa.

Apapun cuacanya, tetap bahagia.

08.51 WIB

Aku tersenyum padanya. Ia pun sama, tersenyum dengan ekspresi uniknya. Mata semakin sipit, bibir tertarik ke depan, sedangkan pipi pun mengembang pelan. Ekspresi khas yang ku tahu darinya. Begitu ia mensenyumiku setiap kali kami bertemu dan kemudian bersapa. Selanjutnya, terungkap kalimat positif dari bibirnya, “Cantik kali hari iniii.” Senyumannya berubah, dengan posisi bibir yang tertarik ke kiri dan kanan simetris. Nah, senyuman seperti ini membuatnya semakin manis. Yah, manisss sekali. Aku suka.

My Surya
Bersyukurlah, maka engkau bahagia.

“Iyaa, terima kasiih,” balasku sebelumnya mengatupkan dua tangan di depan dada. Karena kami berjauhan. Ia di sana sedangkan aku di sini. Lalu, kami pun berpisah lagi. Karena aku perlu meneruskan langkah. Begitu pun dengannya. Ia yang sudah siap dengan mantel hujan sebagai pelindung. Sepertinya ia ingin pergi ke suatu tempat.. Aku tidak menanya banyak. Kemudian kami berpisah dengan masih membawa senyuman masing-masing.

Ramah tamah pagi hari dengan tetangga seperti ini, terasa sangat membahagiakan. Karena, pagi adalah awal kita menjalani hari. Semoga hari ini kita lalui dengan kebahagiaan berikutnya, aamiin. Begini harapanku.

08.40 WIB

Tidak seperti pagi hari kemarin yang berhiaskan sinar mentari, hari ini berbeda. Karena sejak subuh tadi, hujan mulai turun. Awalnya gerimis. Lalu deras. Kemudian gerimis lagi. Karena suaranya terdengar halus nan lembut. Ia datang dan pergi sesuka hati. Terkadang reda dan gerimis lagi. Begitu sampai saat ini. Suara hujan yang jatuh di atap masih halus terdengar.

Walau hujan masih gerimis, ia tidak mengalihkan perhatianku untuk menjalankan aktivitas. Seperti biasanya, aku pun berangkat. Kali ini di bawah payung lagi. Melangkah, berjalan. Seraya menikmati suara hujan menetes di payung. Anugerah pagi yang sempurna. Aku suka nuansa seperti ini. Sesekali ku rentangkan sebelah tangan, supaya ia dapat pula merasakan sejuknya tetesan hujan yang turun ke bumi. Aku tersenyum sambil terus melanjutkan langkah.

08.45 WIB

Selanjutnya, hujan pun mulai mereda. Gerimis yang tadi ramai, perlahan menyusut dan hilang. Lalu, ku katupkan payung. Innalillahi! Jemari tanganku terluka. Tersangkut salah satu besi-besi kecilnya yang tajam. Perih dan ternyata berdarah pada bagian dalam jemari tengah. Ku coba membersihkannya, dan menutup supaya darah berhenti dengan jempol tangan kiri. Kemudian meneruskan langkah-langkah lagi.

08.50 WIB

Aku pun sampai di tujuan. Masih membawa senyuman, karena mensyukuri keadaan dan selamat di perjalanan. Saat aku mampir ke sini, aku masih merasakan perih di jari tengahku yang tergores. Apalagi saat terkena air, perihnya makin menjadi-jadi. Dan ku nikmati saja. Karena ia akan sembuh lagi.

Beberapa jam kemudian…

Saat merangkai catatan ini, jari tengahku masih melaksanakan fungsinya dengan baik. Karena ia mendapat tugas memencet huruf-huruf tertentu saja. Seperti huruf E dan D. Hehe. Sepertinya ia tidak merasai sakitnya. Sehingga aku pun ingin sepertinya. Aku tidak mau merasa-rasai juga. Bahkan ku tidak membalutnya dengan perban. Karena luka yang ia rasa tidak terlalu parah. Namun hanya tergores saja dengan kondisi kulit mengelupas sedikit. Sedikit. Ya, sedikit.

Oiya, kehadiran ku ke sini lagi saat ini adalah untuk mewujudkan satu syukur lagi hari ini. Yaitu aku bersyukur karena lukaku hanya sedikit dan itu pun sudah perlahan berkurang rasa sakitnya.

Selain itu, kehadiranku ke sini juga untuk menitipkan sebuah paragraf tentang kondisiku akhir-akhir ini yang sering cedera. Seperti satu lagi yang terjadi kemarin. Sesudut jariku yang lain terkena tempelan korek api yang masih ada baranya. Sehingga panasnya yang menempel di kulit luar jari manisku menyisakan bekas yang masih terlihat. Sejenis gelembung berisi cairan, gitu. Awalnya juga terasa perih. Namun sekarang sudah tidak terasa lagi. Semoga dalam beberapa hari ke depan benar-benar sembuh dan hilang tanpa bekas.

Walau jari-jariku mengalami cedera ringan, namun hatiku bahagia. Karena kita masih berjumpa.

Aku, menjumpamu bersama senyuman yang mengembang di pipi. Apakah engkau sedang tersenyum juga, kawan…?  []

🙂 🙂 🙂

Iklan

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s