Ice Breaking

Meregangkan otot sejenak dapat mengembalikan kesegaran yang sempat pergi. Yuuuk mariii kita ke sini. Sejenak, sejenak saja. Untuk apa. Supaya dapat tersenyum dan mengabadikan senyuman, tentunya. Karena terkadang, dunia yang kita jalani memberi kita kesempatan untuk penuh konsentrasi. Namun saat konsentrasi perlahan meluntur, maka memperbarui energinya lagi adalah pilihan.

Seperti mendapat angin segar di tengah cuaca panas menyengat, rasanya. Saat mendapatkan lagi konsentrasi yang sempat pergi.

Yah, konsentrasi memang terkadang pergi-pergi. Entah karena lelah dan penat, atau karena kelamaan berada di satu tempat tertentu. Lalu berakibat jenuh dan otot pun menjadi kaku. Serta pikiran menjadi tidak mudah bersinergi dengan diri. Ia ke mana, kita ke mana. Buyar. Maka untuk menghilangkan kebuyaran konsentrasi, melakukan peregangan adalah solusi.

Berdiri dari posisi duduk.

Melangkah dari posisi berdiri.

Lalu meregangkan otot. 

Sungguh menyegarkan. 

Lalu, jangan lupa hiasi wajah dengan senyuman. Agar hari ini menjadi hari yang berkesan, menyenangkan dan menjadi luar biasa.

***

Selain meregangkan otot, ada lagi aktivitas agar dapat menghadirkan kembali konsentrasi yang sempat hilang. Salah satunya adalah membaca catatan para sahabat. Dan aktivitas ini pun ku lakukan sejenak yang lalu. Di sela-sela aktivitas, di antara waktu bernas. Untuk apa? Supaya semangat ku tumbuh lagi. Supaya gerakan ku lebih cepat lagi. Tidak melambat, karena lelah. Tidak berhenti, karena penat. Namun, masih sempat menggerakkan jemari. Meski kaki-kaki tidak melanjutkan langkah seperti sebelumnya.

Tentang konsentrasi. Untuk apakah kita memilikinya? Apakah konsentrasi berperan sangat penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari?

Yap! Tentu, dan pasti. Karena tanpa konsentrasi, kita akan menjadi tidak optimal dalam menjalani aktivitas. Bisa juga berakibat cedera, saat beraktivitas pada bidang yang mempunyai risiko tinggi. Seperti mengemudi, misalnya. Kalau pengemudi tidak konsentrasi, bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, bukan?

Terkadang, konsentrasi juga hilang saat kita mulai ‘ngantuk’. Lalu mata ingin mengatup, dan pikiran meredup. Nah, sebelum ia terjadi, segera kenali tanda-tandanya. Dan kemudian bergerak untuk berubah dari posisi sebelumnya.

Belum sempat menguap, aku. Dan peregangan cukup untuk mengembalikan lagi kesegaran. Mata tidak mengatup, karena ku segera bangkit dari duduk dan berdiri, lalu melangkah ke mari. Untuk membaca, untuk memetik hikmah yang terberai rapi. Dari satu lembaran suara hati, ke satu lembaran diari. Karena aku sangat suka membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan hati.

Selanjutnya, setelah ku petiki hikmah, ku ajak ia untuk menemani ku melangkah lagi. Dan menitipkannya pada lembaran prasasti diri. Untuk ku senyumi lagi, nanti. Saat ini, atau kapan saja ku kunjungi kembali. Semoga engkau pun tersenyum saat membersamainya, kawan. Sehingga senyuman demi senyuman silih berganti terhadirkan pada wajah-wajahmu menjadi berseri.

***

Sebelum mampir di sini, aku sempat lelah. Aku merasa penat. Wajah ku berat. Sukar tersenyum. Parah. Haha. 😀 Ditambah lagi dengan pikiran ku yang juga berulah sama. Ia tidak dapat lagi berpikir optimal. Sehingga untuk beberapa waktu, ku duduk diam, sambil memegang sebuah pena, lalu mencoreti kertas yang ada di depan ku.  Dan kemudian terciptalah sebuah oretan, yang akhirnya ku senyumi. Beberapa waktu sebelumnya, wajahku sempat juga berhias bersin-bersin. Ich 😉 Sebetulnya, aku butuh ice breaking sejenak ……………?  😉

sebuah-prasasti
Samudera biru di depan mata, mendamaikan tatapku. ^^

Karena setelah ku pelajari oretan yang terdapat pada lembar kertas tersebut, aku membutuhkan creativity. Supaya tidak monoton. Agar perjuangan masih berlanjut dengan penuh persahabatan bersama diriku.

Ya, di sini salah satu jalannya. Karena berada di sini, sering ku dapat tersenyum lagi. Setidaknya, mensenyumi keadaan diri yang ku tahu. Termasuk juga mensenyumi keadaan orang-orang di luar sana yang ku kunjungi. Walau mereka tidak tahu, sesungguhnya mereka berarti untuk ku.

Terima kasih, yaa. Sudah menjadi jalan kembalikan konsentrasi ku lagi. Meski hanya sekejap di sini, ku harap engkau mengerti. Bahwa ku mesti melanjutkan perjalanan lagi. Di bumi. Untuk melangkahkan kaki. Kelak kaki-kaki ku mulai membutuhkan rehat, ku langkahkan lagi jemari di sini. Kemudian menceritaimu tentang hari-hari ini ku di sini. Oke, yaa.

Semangat berbagi. Dan tetaplah bernafas lembut demi menempuh kehidupan  yang damai bersama penduduk lainnya di bumi.  []

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s