Tak Tik Tak …

"When we feel love and kindness toward others, it not only makes others feel loved and cared for, but it helps us also to develop inner happiness and peace." (Dalai Lama)

***

Hening. Malam. Hanya terdengar bunyi detak jarum jam di dinding sebagai backsound. Lalu, aku pun terdiam. Masih di sini. Di sini ku berada kini. Kini kembali merenungi. Merenung sebelum lelap nanti bersama mimpi. Merenungi waktu dan detik yang tersia dan tersisa

***

Selalu terbuka jalan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik. Jalan-jalan yang mungkin tidak pernah ia sangka. Namun sudah membentang di depan mata. Jalan yang sudah tersedia untuk ia tempuh. Dan kemudian menyampaikan kebaikannya pada orang yang tepat.

Ya. Selalu saja begitu. Bagi orang-orang yang gemar berbuat baik. Ada saja cara untuk mewujudkan kebaikannya. Kebaikan yang sebelumnya telah ia ikrarkan di dalam hati, sebelum terlaksana. Kemudian saat jalan membentang, kebaikan pun ia laksanakan dengan ringan. Dengan mudah. Dengan cara yang tenang. Dengan proses yang baik pula. Sehingga kebaikan tidak hanya terbersit di dalam hati saja. Namun bisa mewujud nyata.

Selalu begitu. Ada-ada saja jalan bagi orang-orang yang berniat baik. Kalau bukan ia yang menemukan jalan tersebut sendiri, pasti ada yang menunjukinya jalan. Lalu bersama keyakinan yang mantab, bertebaranlah kebaikannya.

Jangan ragu berbuat baik. Walau pada orang-orang yang baru kita kenal. Begitu juga dengan orang-orang asing yang belum pernah kita kenali sebelumnya, namun mereka sudah di depan mata. Kehadiran mereka untuk kita baiki adanya. Maka baiklah. Apalagi pada orang-orang yang sudah kita kenal lama. Semoga kebaikan mudah menebar buat mereka, yaa. 🙂

Berbuat baiklah kapan saja. Tanpa perlu berpikir panjang sebelum melakukannya. Tanpa perlu mengulur waktu lebih lama. Namun ketika saat yang tepat datang, maka berbuat baiklah. Kebaikan yang tulus. Kebaikan yang ikhlas. Tanpa ada embel-embel. Pun tanpa pamrih setelahnya.

Ya, baiklah sebisanya kita. Baiklah sepenuh kemampuan yang kita punya. Karena tidak akan merugi selama kebaikan masih menyertai kita. Kalau kita melakukannya, maka orang yang kita baiki mungkin tidak langsung membalasnya. Namun tetaplah baik. Karena orang yang kita baiki pun akan melakukan kebaikan berikutnya. Tanpa kita minta. Tanpa sepengetahuan kita. Entah dengan cara apa. Mungkin sama atau berbeda. Karena kebaikan itu tidak pernah berhenti di satu orang saja. Maka, semoga aliran kebaikan yang kita laksana, bermuara pada orang-orang yang tepat berikutnya, di sana. Di mana-mana. Mungkin sampai melintas selat menyeberang samudera. Namun hakikatnya kebaikan itu terus menemui tempat terbaiknya.

Maka, ingatlah bahwa. Setiap kali kita menerima kebaikan, jangan sampai kebaikan orang yang berbuat baik pada kita berhenti sampai di kita. Namun berusahalah untuk baik juga. Meski pemberi tidak pernah meminta kita melakukan kebaikan juga. Tapi hati kita tentu berkata tentang kebaikan senada. Maka, ikutilah kata hati. Dengar-dengarlah saat ia berbicara. Dan menjadi jelilah. Karena suara hati pasti mengingatkan kita pada kebaikan. Ia tidak pernah menjerumuskan kita. Namun demi kebaikan kita.

***

Tentang mendengarkan suara hati, sejauh ini aku masih dan sedang belajar. Agar dalam berbagai kesempatan ia bersuara, ku dapat mendengarkan dan melakukannya. Namun memang tidak mudah. Terkadang ku cepat lupakan suara hati. Lalu ia pun berlalu terbawa detik waktu yang melaju. Dan setelah suaranya jauh pergi, tertinggalkan bersama detik-detik waktu yang lalu. Maka aku baru tersadar. Bahwa ia adalah suara hati yang menyampaikan kebaikan. Supaya aku berbuat baik. Itu saja.

Baru saja hari ini. Tentang hal ini ku alami. Tentang suara hati yang terdengar olehku. Namun aku tidak tanggap padanya. Hingga akhirnya ia berlalu. Dan di menit-menit berikutnya, setelah ia tertinggalkan, baru ku tahu. Ia memang baik. Ia mengingatkanku untuk berbuat baik.

***

Walau dengan cara sederhana, tetaplah baik. Meski pada orang yang sering kita jumpa, juga baik. Di mana saja. Namun mulailah dari diri sendiri. Mulailah saat ini. Tanpa mengharapkan orang berbuat baik pada kita terlebih dahulu, dan kemudian kita baru berbuat baik.

Bukankah kebaikan-Nya sangat banyak dan melimpah untuk kita? Lalu apakah kebaikan yang kita lakukan atas segala kebaikan-Nya? Sebagai cara untuk bersyukur.

Mensyukuri kebaikan-Nya padaku… Apakah yang ku lakukan saat ini? Lalu, detik berikutnya kebaikan apakah yang ku upayakan? []

🙂 🙂 🙂

3 thoughts on “Tak Tik Tak …

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s