Tentang Kesempatan

“Karena mendapat kesempatan, maka orang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun semua itu bukan jaminan baginya untuk menjadi berhasil dan hidup lebih baik. Kalau ia tidak memanfaatkan kesempatan untuk belajar dengan baik. Karena ada juga yang tidak mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun menjadi orang berhasil dan berpengaruh. Karena ia terus belajar dengan baik dari waktu ke waktu. Ia belajar dari keadaan. Ia belajar dari sekitar. Dan terlebih penting, ia tidak melewatkan kesempatan belajar dari pengalaman orang lain.”

***

01 23 2017 08 09 07
– No Smoking Area –

Kesempatan. Ya, lagi dan lagi tentang kesempatan. Kesempatan yang selalu ada. Kesempatan yang ada di mana-mana. Kesempatan datang dari berbagai sisi. Kesempatan yang datang pada siapa saja.

Terkadang kesempatan datang pada orang yang akhirnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini tentang kesempatan di satu sisi. Sedangkan sisi lainnya, masih ada lagi kesempatan-kesempatan. Karena kesempatan tidak hanya tentang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

Terkadang kesempatan juga datang pada mereka yang berjuang dan terus berusaha. Meski tidak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun kesempatan untuk berjuang itu pun sudah sangat berharga baginya. Sehingga ia dapat berubah dan menjadi lebih baik. Meski dengan tingkat pendidikan yang tidak tinggi.

Satu kesempatan tidak datang sering kali. Namun ia datang sekali saja. Setelah itu tidak datang lagi. Kalau pun kesempatan datang di waktu lain, maka bentuknya berbeda. Caranya juga berbeda. Jalurnya juga berbeda. So, memanfaatkan kesempatan yang datang adalah sebuah kemestian bagi orang yang didatangi oleh kesempatan.

Jangan biarkan kesempatan datang begitu saja. Karena kesempatan yang sama tidak datang lagi. Apapun kesempatan yang ada dan dekat denganmu saat ini. Kesempatan itu berharga, kawan. Maka, hargailah kesempatan dengan setinggi-tingginya. Setinggi yang mampu engkau hargai.  Termasuk kesempatan untuk masih menjalani kehidupan saat ini.

Jangan sia-siakan kesempatan.

***

Hari ini, saat ini, di sini. Aku masih memiliki kesempatan. Kesempatan berikutnya, untuk mendengarkan. Ya, berkesempatan menjadi pendengar yang baik seperti ini, aku senang. Sehingga dalam kesempatan ini, ku belajar dengan baik. Supaya semakin terlatih tingkat kepekaan ku terhadap orang lain. Agar semakin bertambah pengalamanku tentang kehidupan di luar sana. Karena kehidupan ini bukan hanya tentangku, ternyata. Hahaaaa… 😀  #efekterlalulamaberkutatdengandirisendiri, aku baru menyadari tentang hal ini. Karena ternyata, dunia luar yang ada di sana, sungguh mempesona.

Dengan warna-warninya yang semarak, terkadang ku tertawa, menangis atau terdiam seketika. Setelah ku mendengarkan segala yang mereka alami, juga. Benar-benar, yang ku alami sudah pernah mereka-mereka alami. Maka, ku belajar dari mereka, dengan mendengarkan, begini. Walau pun aku tidak akan dapat menjalani, namun dengan mendengarkan, seakan ku alami semua. Tentang luka yang mereka bagi, tentang bahagia yang mereka beri. Sehingga hidupku ini tidak begitu-begitu saja. Saat melangkah, ada yang ku pelajari dan perhati. Ketika duduk manis, ada yang ku dengarkan.

Mendapatkan kesempatan mendengar seperti ini, sangat berharga bagiku. Karena dengan mendengarkan, ada yang sedang mengalirkan kekuatan padaku. Walau yang ku dengarkan adalah tentang kelemahan mereka yang berbicara. Begitu juga dengan kesedihan demi kesedihan yang ku dengarkan, maka kesempatan juga bagiku untuk menemukan cara pandang dalam mengartikan kebahagiaan. Sungguh-sungguh ku dalam hal ini. Agar terdata sebelum ku berkeluh. Supaya terdeteksi sebelum ku berkesah.

Semua ku hargai supaya bertumbuh juga pengetahuanku tentang ilmu hidup. Dan semoga saja, aku tidak hanya dan selalu menjadi pendengar yang baik. Namun dengan kesempatan yang ada, aku sedang berusaha untuk mengalirkan suara-suara yang hadir dari dalam diriku, juga. Suara-suara yang tidak selalu dapat ku sampaikan dalam bicara. Suara-suara yang juga ada, walau aku tidak berucap. Karena aku pun manusia, sama, seperti engkau adanya. Sedang menjalani kehidupan yang detik ke detik berikutnya tidak terduga.

Dari waktu ke waktu, aku mendengarkan. Hampir setiap hari, dari mereka yang menghubungiku. Atau, aku yang mendatangi mereka. Sehingga semakin ke sini, aku tidak hanya mendengarkan suara yang sampai ke telinga ini. Namun juga belajar mendengarkan suara hati. Karena saat ku mendengarkan, kami tidak selalu bertatap mata. Maka, dari nada-nada suara yang ku dengarkan, ku belajar mendengar suara dari hati. Apakah suara-suara tersebut berasal dari hati? Atau hanya melalui bibir yang sukanya berbicara. Apa saja ia alirkan tentang berbagai topik dan bahasan.

Lalu bagaimana cara mendeteksi suara yang berasal dari hati? Kita bisa mengetahuinya dari tekanan nada suara. Karena ada orang yang ceplas ceplos bicara, namun maksud hatinya baik. Hanya saja, cara penyampaiannya yang belum baik.

Terkadang, ku mendengarkan suara dengan nada tinggi. Namun, menjadi damai di hati. Tidak jarang, suara tinggi yang ku dengarkan membuat hatiku tersentuh. Atau ada juga ku mendengarkan suara halus dan lembut, hingga membuat hatiku terkaget. Ia surprised.  Ia tidak menyangka, bahwa suara tersebut ternyata sangat mempengaruhinya. Walau lembut, meski halus. 

Sedangkan untuk suara dengan nada tinggi lainnya, terkadang membuat pikiranku ‘mumet’. Karena berisik terdengar. Suara seperti ini, tidak ku masukkan ke hati.

Di sinilah, keterampilan mendengarkan ku asah. Untuk menyeleksi segala suara. Untuk memilah yang pantas masuk ke dalam hati atau hanya lewat melalui telinga. Dan kemudian biarkan terbawa angin. Abaikan. Sebab terkadang memang harus begitu, ku pikir.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s