Melipir Sejenak Saja, Boleh Yaaa…

“Berhitung satu sampai lima belas, setelah itu aku pun mulas.
Beruntung orang-orang yang ikhlas, seluruh amalnya menjadi bernas.”

***

Melipir sejenak ke sini, boleh yaaa.. Untuk menghilangkan mulas, mengukur ikhlas, sudah sejauh apa? Sepanjang apa? Apa ada apa tiada? *lagimulas,hehe  😀 *Semoga engkau tak ikut mulas

***

Beramal, juga tak boleh pilih-pilih. Seperti halnya berteman, kita juga tak boleh pilih-pilih. Beramallah seluruhnya, bertemanlah dengan semua. Namun, dalam beramal atau pun berteman, perlu adanya ikhlas. Supaya tak mulas, agar waktu demi waktu bernas. Sebab, amal yang tidak ikhlas akan hampa, tidak berisi, kosong. Sebab berteman tidak ikhlas juga tak bermakna, tiada kesannya.

Dalam beramal atau berteman, keduanya harus diiringi ikhlas. Supaya saat malas datang, amal masih berjalan. Meski terpaksa awalnya, lama-lama juga biasa, dan akhirnya menjadi ikhlas. Begitu juga dengan berteman, kalau sudah ikhlas, maka temanpun menjadi senang dengan kita. Saat tidak dipanggil, ia datang. Saat tidak tersapa, ia menyapa. Saat tidak bersua, ia merindukan, lalu ia selipkan nama kita di dalam doa-doanya. Sebab, untuk berjumpa membutuhkan biaya, waktu dan tenaga. Sebab untuk bersua memerlukan perencanaan, perjalanan dan usaha. Namun dengan doa, teman jauh terasa dekat. Walau raganya tidak terlihat, namun senyumannya menghiasi perjalanan kita. Ia menemani, meski hanya dalam doa.

Keikhlasan dalam beramal, membuat amal menjadi berharga mahal.
Keikhlasan dalam pertemanan, membuat teman menjadi loyal.
Keikhlasan dalam beramal dan berteman, menjadikan hari-hari semakin bersinar.

Terima kasih teman, untuk segala keikhlasan yang tidak terlihat, memang. Namun terasa adanya dengan segala ucap, langkah, maupun ingatan. Semoga semua berlanjut, berkesinambungan, terus berlangsung. Senantiasa menjadi teman hingga ke akhirat, seperti halnya amal. Amal yang menjadi teman selamanya, ketika dunia+harta+saudara+kedudukan+jabatan dan segala titipan di dunia ini, tidak dapat kita bawa serta. Namun doa dari teman yang ikhlas, menemani selalu. Kemanapun, sampai kapanpun. Selayaknya amal yang menerangi di kegelapan kubur.

Walau teman tak tahu, tidak mengapa. Tetaplah berdoa untuknya.
Meski teman tak pernah bertemu, tidak mengapa. Tetaplah berdoa untuknya.
Sekalipun tidak ada kesempatan bersua di dunia, teruslah menjaga harapan untuk pertemuan, di surga-Nya. Tempat berkumpulnya orang-orang yang ikhlas saat beramal semasa di dunia.

***

Untuk menjadi ikhlas, tidak mudah, memang… Namun membutuhkan proses panjang… Perjalanan jauh… Hingga saat menjalani semua menjadi terasa ringan, pun, belum tentu ikhlas menyerta. Karena hanya Dia Yang Maha Tahu, nilai keikhlasan seorang hamba. Ikhlas yang terletak di taman hati. Semoga taman hatimu, teman, penuh oleh bunga-bunga keikhlasan yaa.

***

Tentang ikhlas, aku ingat Bapak pernah menyampaikan begini, “Yang ikhlas yaa…“. Pesan singkat yang ku renung-renungkan dalam diam. Pesan singkat yang mengingatkan saat ku lupa. Pesan singkat yang membuat ku bertanya setiapkali melakukan sesuatu. Adakah ikhlasku melakukannya? Pesan singkat yang membawaku menelusuri jalan waktu dari hari ke hari. Pesan singkat yang mengingatkanku pada beliau yang berpesan. Beliau yang baik, berbudi, terlihat dari sikap dan ucapan. Beliau yang saat ini, jauh di mata. Beliau yang berharga. Terima kasih, Bapak… []

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close