Single

Now, I am single. But, I am not alone. Because you are with me.

Hi, how are you today, friend?

94364-13706931_1188707247848691_187348417_nSendiri begini, masih bisa ku merenung“Karena tak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati ‘Teriknya Matahari Esok Pagi’.  <– Picture dari sini.

***

Single. Ya, tiba-tiba saja ingatanku mampir pada satu kata ini. Satu kata yang muncul bersamaan dengan keinginanku untuk mencari tahu tentang artinya. Satu kata yang muncul sejak ku sampai di sini. Di tempat pemberhentian sementara. Setelah beberapa waktu yang lalu ku berjalan dan melangkah, sendiri. Melangkah sendiri di jalanan sepi. Sepi dan sunyi. Sungguh, aku percaya bahwa keadaan sebelumnya yang ku jalani tersebut, turut menjadi latar belakang hadirnya pikir ku tentang satu kata barusan.

 

Single. Yah, sepertinya menarik untuk ku bahas di sini, saat ini. Lumayan, untuk mensenyumkanku lagi, nanti. Supaya ada yang ku kenang tentang sendiri ini. Sendiri yang tidak selamanya sunyi dan sepi. Namun ia membuat hari-hariku menjadi ramai dan semakin riuh oleh kesan dan pesan tentangnya. Sendiri yang apabila ku selami maknanya, sungguh, sungguh, bahagia rasanya menjalani. Sebab dengan single begini, ku masih bisa belajar lebih banyak lagi. Belajar hal-hal asing dan unik bagiku.

Sendiri, di sini, bersama rindu.

Sebelumnya, ku sempat pula mendeteksi di lembaran google, tentang satu kata ini. Lalu, sampailah aku pada halaman-halaman yang membahas tentang topik serupa. Dan aku pun membacanya pula. Bacaan yang membuatku terkadang miris, senyum-senyum, dan bahkan sempat juga ‘proud‘ dengan single ini. Sebuah kondisi yang ternyata merupakan bagian dari orang-orang di luar sana, pun. Bagian yang membuka cakrawala pikir tentang maknanya. Satu kata ini, menyampaikanku ke sini… lagi.

Membahas tentang single di akhir pekan? Bahagianya pasti ada. Termasuk kesan-kesannya. Semua bermakna, mengingatkan diri untuk terus positif thinking. Sebab, semua pasti berlalu… Yuhuu.

Oke, bro! Hohoo.  😀 Aku masih ada dan melangkah di dunia.

Akhir pekan belakangan, aku sering mendapat kunjungan dari temanku. Seorang wanita single juga. Beliau yang terkadang ‘galau’, sering menceritaiku tentang kehidupannya yang beraneka corak. Lalu, sembari menghabiskan waktu akhir pekan, kami terkadang mampir ke atas atap kosan ku. Untuk kemudian menyaksikan taburan bintang sampai malam. Dan terkadang senyum rembulan memantau kami dari atas sana, pada beberapa hari saja.

Kisah pun bergulir, menderas, namun tertata. Tentang segala gundah dan gulana. Tentang bahagia yang menyerta. Tentang harapan dan impian yang ia jaga. Tentang semua yang menghiasi hari-harinya. Ku pikir semua tidak sia-sia. Tentang kehadirannya dalam kehidupanku, atau aku yang hadir dalam kehidupannya? Bukankah kami ada untuk saling menguatkan di tengah goda? Bukankah kami merupakan saudara yang dipersatukan untuk saling mengingatkan tentang keadilan-Nya? Bukankah semua sementara? Semua yang menjadi uji untuk menaikkan kelas ataukah sebagai teguran untuk mendapatkan maaf? Bukankah semua ada, agar kami semakin yakin akan kuasa-Nya? Semua yang kami bahas adalah tentang warna-warni hari sebagai wanita single.

Aku pun yakin, kami tidak berdua saja. Masih banyak di luar sana, kalau kita mau membaca. Bahwa, kondisi dan keadaan yang mereka alami serupa, walau tak sama. Bahkan, banyak lagi kendala-kendala yang mereka temui dalam perjalanannya di dunia. Namun mereka tidak menyerah lalu menjadi kalah. Mereka tetap bangkit, berdiri, dan mengubah single menjadi kondisi yang berkesan. Sehingga membuat mereka ‘bangga’ dengan keadaan yang mereka jalani. Karena semua, ada waktunya. Sebab, setiap kita tercipta berpasang-pasangan, bukan? Aha! Ini jawabannya. Jawaban atas segala tanya yang menyerta. Jawaban untuk para single yang mendamba. Jawaban untuk single yang ‘menderita’.

Lha, yang sabar ya, Nduk… ^^  😆

Mari kita lanjutkan perjuangan. Hidup ini terlalu indah untuk kita jalani dengan duka-duka saja. Saatnya para single bahagia, tanpa galau lagi dengan tanya ‘di mana couple nya berada?’ Termasuk aku, juga sedang menguat-nguatkan hati dan menenang-nenangkan diri, saat tanya tersebut hadir. Tentu saja tak lepas ikhtiar dan berdoa. Doa orang tua, terutama. Selama doa beliau menemani, aku tidak pernah merasa sendiri. Sehingga single yang melekat pada diri, sebatas yang terlihat di mata. Sedangkan di dalam hati, mereka semua dekat, ada di sini.

Siapapun ia yang ku temui, ku kenali, atau memperhati. Aku selalu menjaga rindu ini. Sampai nanti kami bertemu, atau sudah akan berpisah lagi.

Saat jauh menguntai benang-benang rindu, kala dekat menyatukan benang-benang rindu. Supaya kita selalu dekat, walau berjauhan.

Ini awal kita bertemu. 
Aku merasa, ini adalah pertemuan kita yang pertama. 
Tanpa pernah kita berjumpa, sebelumnya. 

Ya. 
Atau ini perasaanku saja?
Iyyahh..., aku sungguh perasa.

Saat kita bersua, ku seperti pernah mengenalimu sebelumnya. 
Namun di mana dan kapan yaa? 
Wajah yang sudah tidak asing, ternyata ada di depanku. 

Engkau tersenyum, memperhati. 
Sedangkan aku, masih bertanya, engkau siapa? 
Bertanya ku lagi dan lagi.
 
Apakah engkau benar-benar pernah ku jumpai sebelumnya? 
Atau benar, ini adalah awal kita bertemu?

Semoga kita bertemu sejak di dunia.
Ku jaga rindu ini untukmu.

----------------------- A week end note, from a single. 
Created : Heartfully
🙂 🙂 🙂
Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

3 thoughts on “Single

  1. tapi disaat ditanya juga gak enak banget sih?
    kan udah biasa tu para tante dan bude saat lebaran, pasti tanya kapan nikah? mana pasangannya? dsb nya..
    tapi jomblo itu pilihan, yang mungkin lebih baik di zaman sekarang ini. Jomblo menunggu Halal 🙂

    Like

    1. Iyak biasanya begitu Mas Nur.
      Tapi, para tante dan bude tidak hanya nanya mestinya yaa, namun udah sekaligus nyiapin calon dari masing-masing.

      Mariii kita doa kaaan… 😀 Semoga tante, bude, dan saudara semua sehat selalu. Semua ‘yang memilih’ jomblo panjang umur dan kemudian jumpa pasangannya masing-masing, aamiin ya rabbal’alamiin. 🙂

      Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close