Terima Kasih Semesta

Terdiam ku kembali, mengingati…
Tentang akhir perjalanan ini…
Perjalanan di bumi yang akan ku tinggal pergi…
Lalu tak kembali lagi…
Terima kasih ku ucapkan pada semua… semua…
Semua yang ada di sekitarku…
Walau tak terjangkau tangan
Meski tak tertatap pandang

***

Pada akhirnya nanti, di ujung perjalanan hidupku. Masih dan sangat ingin ku sampaikan ucapan terima kasih. Ya, berterima kasihku pada semua. Semua yang ku temui, menemuiku, pun memberikan kebaikan padaku dalam kebersamaan kami. Mereka yang baik dalam berbagai sisi. Baik melalui materi, non materi, ataupun melalui seuntai hikmah yang tak terbeli. Karena harganya sangat mahal, dan mana mungkin dapat ku ganti dengan materi? Maka, atas berbagai bentuk kebaikan yang ku terima dari mereka semua, ku ucapkan terima kasih lagi. Terima kasih yang tidak akan pernah berakhir, walau di ujung usiaku nanti.

Aku, mereka, engkau, dia, dan dirinya, di sana. Kita yang barangkali sempat bersapa, sering bersama, atau hanya berjumpa dalam pertautan kata yang tertata. Ku sampaikan terima kasih untukmu juga. Karena bagiku engkau berharga. Engkau yang mungkin saja tidak akan pernah ku berjumpa, kalau saja kita tidak bertukar bahasa. Kalau saja kita tidak pernah saling bercerita. Entah aku yang membaca cerita-ceritamu, atau engkau yang menemui kisahku. Maka, ku sampaikan terima kasih.

Engkau di sana, tetap semangat melangkah yaa, untuk melanjutkan perjuangan hidupmu. Untuk terus melangkah di jalan yang engkau pilih. Jalan-jalan yang dapat menyampaikanmu pada tujuan akhirmu. Jalan-jalan kebaikan, jalan yang engkau yakini. Dan saat melangkah, tetaplah dan gemar menebar inspirasi yang engkau petiki. Untuk hal berarti. Hei, pesan ini untuk diriku sendiri juga. Diri yang saat ini masih berada di bumi. Sama sepertimu, teman. Engkau yang masih melangkahkan kaki di atasnya. Di bumi yang sama, kita berada. Di alam yang sejuk, kita menikmati karunianya. Maka nikmat-Nya mana lagi yang kita dustakan?

Kagum, aku sungguh kagum dan sangat berterima kasih, kembali. Lagi dan lagi aku mengagumi. Kagum sekali aku pada mereka. Mereka yang mungkin tidak mudah dikenali. Mereka yang sangat baik dan benar-benar ada. Namun tidak mudah bagiku mengenali siapa mereka yang sesungguhnya. Maka, ucapan terima kasih pun ku sampaikan pada mereka, walau tidak tertulis nama di dalam diari. Seuntai doa dalam kesempatan terbaik, terkirim buat mereka yang berbudi, baik hati, dan tidak pernah mengharap puji.

Apakah ini jalan yang mereka tempuh? Benarkan karena mereka sedang benar-benar mengenali diri? Sehingga begini cara yang mereka pilih dalam meneruskan langkah di bumi? Supaya mereka dapat menjaga hati? Hati yang menjadi poros segala laku. Hati yang berada di dalam diri. Hati yang tidak terlihat, namun ia ada menemani diri. Bersama hati, mereka memberi. Dari hati, mereka berbagi. Hati yang memperlihatkan siapa yang ada bersamanya. Wujud seperti apakah yang membersamainya. Dan aku masih tidak mudah mengenali. Sungguh luar biasa! Sehingga seraya mengagumi, aku berkaca diri. Sering menanyai diri. Mengajaknya introspeksi. Sebab dengan begini, kami kembali mau meneruskan langkah-langkah lagi di bumi. Setelah hati menyampaikan beberapa jawaban. Jawaban-jawaban yang ku pahami, ku upaya untuk mengerti. Jawaban atas tanya yang ku sampaikan padanya.

Kagum, lagi dan lagi aku mengagumi. Mengagumi segala yang terlihat di sekitar. Mengagumi mereka yang tetap melangkah walau tanpa alas kaki. Memperhati mereka yang tabah walau tanpa bergelimang materi. Aku sungguh mengagumi. Meski kumpulan rumput yang ku pandangi dalam perjalanan hampir setiap pagi.

Rerumputan yang menghijau di sepanjang perjalanan, mengagumkanku. Karena mereka menghiasi pemandangan mataku, hingga ku rasakan segar di sekitarnya. Lalu, ku pandangi ia sekali lagi, seraya mencari-cari lembaran daunnya yang paling cantik nan unik. Kemudian ku dekati, lalu kami bercakap-cakap dalam sunyi. Rerumputan yang ku tanya, mengapa mereka ada di sini. Rerumputan yang ku pandangi dengan sepenuh hati. Rerumputan yang membuatku sering bertanya, tentang profesi yang mereka punya. Namun aku tidak memperoleh jawaban, hanya lembar daunnya bergerak kian kemari tertiup angin yang mendekati. Sampai akhirnya aku pun berdiri. Lalu melangkah lagi. Untuk meneruskan perjalanan pagi.

Sempat dalam sebuah kesempatan, ku ingin berselonjor di atas rerumputan yang ku lewati. Rerumputan hijau di halaman rumah tetangga yang ku lewati. Namun urung karena ku memilih tidak mau berlama-lama di sana. Sebab, masih jauh perjalanan yang perlu ku tempuhi. Terkadang memang begini. Aku memilih melangkah, tanpa mengikuti keinginan diri.

Buat rerumputan berwarna hijau juga, ku ucapkan terima kasih. Karena dengan memperhatikannya, aku masih mau melangkah lagi. Sebab, kaki-kaki yang saat ini membersamai, memiliki fungsi untuk itu. Untuk meneruskan perjalanan. Berbeda halnya dengan rerumputan yang ku perhati. Mereka memang terlihat tidak melangkah dan meneruskan perjalanan. Apalagi berpindah. Namun saat kita menyadari, sesungguhnya ia sedang bergerak bersama akar-akar yang melekat di bumi. Lihat saja dan perhatikan, sekumpulan rumput. Dari hari ke hari, mereka akan membentuk formasi. Semula sedikit dan pendek, lama kelamaan bertumbuh panjang dan melebar. Begitulah pelajaran yang ku temui, dari rerumputan. Rerumputan yang akan berada di atasku nanti, saat ku berada di alam kubur. Rerumputan yang saat ku melangkah, ia sejajar dengan kaki-kaki ini. Rerumputan yang tumbuh di atas tanah, tempatku berpijak.

Maka begitu pula dengan terima kasih ini. Terima kasih yang ku tata rapi dalam hari-hari. Semoga di akhir perjalanan nanti, terima kasihku masih bertumbuh dan bersemi. Hingga ke ruang-ruang hati mereka di sana. Termasuk pada rerumputan yang menghijau. Semua yang berkontribusi dalam perjalanan hidupku. Mereka yang mungkin tidak ku kenali nama, namun sangat berarti. Mereka yang pernah ku baca rangkaian katanya, namun kami belum sempat bersapa. Karena ternyata mereka sudah tiada, saat ku menemukan jejak-jejaknya. Oh, sungguh ku berterima kasih sekali. Dan aku mengerti kini. Bahwa seluruh perjalanan akan berakhir. Entah sampai kapan, di mana dan bagaimana caranya.

***

Tentang akhir perjalanan, kita tidak pernah mengetahui. Maka ingatan pada ujung perjalanan, semoga menjadi jalan bagi kita untuk senantiasa mengenali. Segala yang kita laksana, segala yang kita impi dan semua yang telah terjadi.
Termasuk semua yang kita perhati dalam perjalanan. Seperti rerumputan di pinggir jalan. Mereka ada di sana, dengan arti yang sempurna. Mereka menjadi bagian dari alam yang kita nikmati. Mereka ada untuk menaungi semut-semut kecil, kalau kita benar-benar memperhatikan. Karena ternyata, di bawah rerumputan terdapat hewan-hewan kecil yang sulit kita kenali, kalau kita tidak menelitinya lebih dekat.

***

Betul, betul, ada semut di bawah rerumputan yang ku lewati pagi hari. Maka, sebisa mungkin, akhir-akhir ini, aku berhati-hati saat berjalan di dekat rerumputan. Semoga semut-semut kecil yang bernaung di bawahnya, tidak terinjak oleh kaki-kaki ini. Makanya, saat ingatanku pada semut-semut itu menepi, aku tidak jadi selonjoran di atas rerumputan di halaman tetangga rumah kami.

Pada semut-semut di bawah rerumputan pun, aku berterima kasih. Karena ia sempat mengalihkan perhatianku saat melangkah di bumi. Supaya mengawasi langkah, berhati-hati dalam perjalanan.  #Belajardarisekitar

– Backsound : Until the day I die ~ Story of the Year

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s