Kura-kura

Ada banyak hal dalam hidup ini yang dapat kita rencanakan. Begitu pula dengan harapan, keinginan dan impian. Kita dapat menyiapkannya lebih banyak, semakin banyak dan banyak. Namun ada satu hal dalam hidup ini yang tidak dapat kita kendalikan. Yaitu kenyataan yang kita temui. Kenyataan yang membuat kita sering bertanya? Bagaimana cara menyikapinya? Supaya kita masih mau melangkah dengan anggun. Agar kita masih mau menjejakkan kaki di bumi dengan tekun. Untuk menemukan lebih banyak kenyataan yang tidak dapat kita kendalikan. Supaya kita mengerti, bahwa ternyata, bukan hanya kenyataan yang kita alami saja yang tidak dapat kita kendalikan. Namun nun di luar sana, kehidupan orang-orang sekitar kita, kehidupan mereka yang kita jumpai. Mereka juga tidak dapat mengendalikan kenyataan hidupnya. Namun kita melihat bahwa mereka masih dapat menjalaninya dengan berbagai sikap yang mereka buktikan.

Adalah kita sebagai bagian dari orang-orang yang menjalani kenyataan. Kita perlu belajar lebih banyak lagi. Kita perlu mengenal lebih dalam lagi. Kita perlu memahami, tentang segala yang terjadi. Kita perlu menghayati semua yang kita alami. Supaya tidak hadir prasangka, namun lebih pada pengertian. Karena kita mengerti, tidak semua dapat kita kendalikan. Terkadang kenyataan berada di luar kendali, namun kita masih harus menjalani.

Kita bisa bertemu dengan orang-orang yang mengesalkan, menyebalkan, membuat muak, bahkan memberi kita ruang untuk mengeluarkan emosi terje-lek yang kita punya. Untuk apa? Supaya kita menyadari, bahwa bertemu dan berhadapan dengan orang-orang tersebut, untuk mengingatkan kita lagi. Supaya kita mau belajar dari mereka. Agar kita dapat menjadikan mereka sebagai jalan mengenal diri. Karena pada kenyataannya, mereka tidak semengesalkan yang kita kesali. Mereka juga tidak semenyebalkan yang kita sebali. Mereka juga tidak sememuakkan yang kita muaki. Mereka hanya memiliki sikap berbeda dengan harapan yang kita ingini.

Mengapa kita kesal?
Mengapa kita sebal?
Mengapa kita muak?
Karena kita bertemu dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Ketika kita berhadapan dengan keadaan yang tidak kita inginkan.

Akhir-akhir ini, aku bertemu dengan keadaan ini. Keadaan yang jauh dari kendali. Kenyataan yang sesungguhnya tidak ku ingini. Namun aku ter’jeb-ak’ dalam kenyataan tersebut. Kenyataan yang membuatku sempat ke-sal, sebal, juga muak. Akan tetapi, aku pun menyadari, bahwa aku bukan sesempurna yang ku harapkan. Aku juga tidak sebaik yang ku inginkan. Maka, kembali ku belajar dari kenyataan. Ku menepikan diri sejenak pada kenyataan. Ku teliti segala yang ada di sekitar. Terhadap hal-hal dan keadaan yang terdekat denganku, lebih awal. Aku menanya padanya, ku beri ia beberapa pilihan. Apakah akan selamanya menyikapi dengan kondisi serupa untuk jangka waktu lama? Atau engkau belajar untuk mengerti? Sebab, tiada yang terjadi di sekitar kita, tanpa arti. Tidak ada yang hadir di sekeliling kita, tanpa makna. Maka, ku menepikan pikiran tersebut yang -ternyata ku ciptakan sendiri. Ya, aku menciptakannya dari pikiranku. Maka aku pun menjadi kesal, sebal dan muak.

Selanjutnya, beberapa saat kemudian, aku kembali sadar dan menenangkan diri. Menanya pikir memberi ia ruang untuk memikirkan hal-hal baik dari kenyataan yang ku hadapi. Kemudian, tersenyum… walau awalnya tidak mudah. Aku belajar mengendalikan perasaan, pikiran. Karena untuk mengendalikan kenyataan atau tindakan orang lain, tidak dapat ku lakukan. Namun aku yakin, dengan mengendalikan diri, bersikap baik, maka ku dapat menaklukkan diri sendiri. Ia yang paling dekat denganku. Yoyoooi. Karena terkadang, aku tidak setenang yang kau pandang. Aku juga sama sepertimu, kawan. Punya emosi yang ku kendalikan, punya pikiran yang ku tanya, punya hati yang ku tata, lagi.

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close