Senang Menemanimu

“Kemarin kita bertemu kenyataan unik, esok pun sedang menanti kenyataan menarik. Enjoy it.”

Sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa yang akan kita lakukan esok hari. Begitu pun dengan ketentuan akhir dari perjalanan hidup kita. Maka, tetaplah melangkah, kawan. Untuk meneruskan perjuangan hidup ini. Karena selagi nyawa masih membersamai raga, maka selama itu pula kita perlu terus memberdayakannya supaya ia bermakna.

Seperti hari-hari yang telah berlalu. Hari-hariku masih sama. Hari-hari yang berhias ‘surprise’, kejutan-kejutan, pun hal-hal tak terduga meneman waktu. Hari-hari yang saat kedatangannya, ku menjalani dengan sepenuh kemampuan.

Ya, seperti halnya engkau, aku pun begitu, teman. Karena terkadang rencana kita jauuuh dari kenyataan, yaa. Maka untuk dapat menikmat hari dengan penuh semangat, kiranya penerimaan menjadi pilihan yang tepat.

Kita harus siap menerima, kapan saja. Untuk menjalani hidup yang telah tergariskan untuk kita jalani. Berikut rencana-rencana indahnya yang tidak pernah kita sangka. Dan ternyata, kita sedang menempuh hari yang penuh cerita.

Sepekan belakangan, aku dan seorang sahabat baik, tinggal bersama. Yah, kami tinggal bersama karena kesempatan menjemput orang tua beliau untuk menunaikan ibadah umrah menjelang akhir tahun ini. Sehingga, kondisi rumah yang biasanya lebih ramai, menjadi mendadak sepi. Walau beliau tidak benar-benar sendiri di rumah. Namun beliau ingin ku menemani untuk beberapa hari. Aku pun enjoy saja, karena sepertinya, ini pun pernah ku bayangkan dulu.

Duluuu, sekali. Bahkan saat ku belum menjejakkan kaki di kota ini. Ya, saat hari-hari ini ku, masih imajinasi. Aku pun mendamba, untuk bisa nginap di rumah sahabatku yang ‘anak mama‘ ini barang sehari dua hari. Aha impian indah, khannnn??!  😀  Hingga, seiring waktu berlalu, tibalah masanya, impian menjadi kenyataan.

Kenyataan yang ku jalani, bersama senyuman dan syukur menjadi teman.

Aku senang, berteman dengan beliau, seorang gadis manis yang sangat baik. Baik sejak kami berkenalan, hingga saat usia persahabatan kami terhitung tahunan. Lebih dari setahun, bahkan puluhan tahun. Hu um, sudah sepuluh tahun enam bulan kami berteman. Pertemanan yang berhiaskan corak ragam cerita tentang pertemuan, perpisahan pun kebersamaan. Cerita yang kami ukir dengan menawan. Seraya menemukan makna dan hikmah di sepanjang jalan persahabatan.

Dia sahabatku, seorang yang ku tahu tidak selalu sempurna. Ya, beliau memang terlihat sempurna di mata, namun siapa tahu kondisi di dalam jiwa? Kita bahkan tidak dapat menerka, keadaan sesungguhnya ia di sana. Namun dalam sudut pandangku, kesempurnaan yang beliau miliki sangat sempurna. Karena beliau hidup di tengah orang-orang yang menyayangi, sahabat-sahabat yang peduli –walau cara menunjukkan kepeduliannya berbeda-beda-.

Maka, tetaplah berbahagia menempuh hari, teman. Bersamaku, di sini. Aku yang ‘mungkin’ tidak selamanya berada di dekatmu seperti kebersamaan kita akhir-akhir ini. Namun yakinlah bahwa walau jarak kita terbentang nanti, ku selalu merindukanmu. Aku rindu kebaikanmu, aku rindu ketegaranmu. Aku rindu dirimu yang benar-benar engkau sejati. Dan darimu, aku belajar banyak hal sepanjang pertemanan kita di bumi. Secara langsung, maupun tidak langsung.

Temanku sejati, kita memang tidak selalu sehati. Namun saat kita berhati-hati dalam memperlakukan orang lain, maka kita belajar untuk memperhatikan. Belajar menjadi seorang yang perhatian. Hehee. ^^

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s