Ayo Melanjutkan Perjalanan

my-surya
Walau bagaimanapun, karena lelah jangan lemah. Kuatlah. Kuat-kuatkan dan lanjutkan perjalanan

Hai kawan, bagaimana kabarnya hari ini? Apakah sehat-sehat saja? Dan masih semangat melangkah, khannnn?

 

Semoga engkau tetap tersenyum yaa, walau bagaimana pun kondisi. Semoga engkau masih mempunyai energi berlebih untuk engkau bagi, yaa. Kalau ada niat di hati. Maka, insyaAllah ada jalan membentang di depan untuk engkau tempuhi. Selamat melanjutkan perjuangan, kawan. Semangat meneruskan perjalanan. Dan selamat menikmati perubahan demi perubahan yang siap engkau jelang.

***

Sejak awal hari ini, badanku panas dingin. Termasuk di sekitar hidung. Seakan ada yang mengganjal, membuat pernapasan tidak lagi sempurna. Di tambah lagi dengan kondisi di sekitar mata yang berbeda dengan biasanya. Juga, saat menelan, ada yang menghalangi tenggorokan. Bersin-bersin pun menambah riuh keadaan ku kini. Sebuah kondisi, ketika raga tidak fit, ini pasti. Lalu, bagaimana ku menyikapnya?

Aku pernah mengalami kondisi seperti ini, dulu. Dulu sekali. Bahkan sampai hari ini, sudah terhitung tahun, seingatku. Yah, sudah lama ku tidak ‘sakit’ lagi. Ahihiii. Mungkinkah karena ku banyak dosa? Jelas saja. Atau sebab persediaan immun di tubuhku berkurang? Bisa juga. Oiya, sebab banyak pikiran kah? Mungkin, mungkin.

Walau atas sebab apapun, dalam harapku mendamba bersama doa,  “Semoga sakit ini menjadi jalan penggugur dosa-dosa, dan esok hari kembali berteman segarnya raga.”

***

Raga boleh lelah. Fisik boleh lemah. Namun jangan dengan jiwa. Semoga tidak dengan hati. Begitu pula dengan semangat. Ia perlu terus mengalirkan pikir sebaik-baiknya. Semoga, dalam kesempatan terbaik ini, kita dapat kembali memetik hikmah, yaa. Begini ku belajar menguatkan diri. Untuk tak luluh dan kemudian runtuh. Untuk kembali bangkit dan mau berdiri. Yups! Sebuah terapi yang sudah sering ku praktikkan. Karena saat kita mengafirmasi diri, maka ia pun ikut dengan kita untuk bergerak lagi.

Sejenak ingin menghayati keadaan saat ini, maka kembali ku mampir di sini. Mampirku adalah untuk menitipkan sekelumit suara hati. Suara yang masih ku dengar dengan rapi. Karena ia hadir dan kemudian akan pergi, bila tak segera ku petiki. So, beginilah yang ku alami saat ini. Bersama kondisi yang tidak sepenuhnya fit. Adakah terdeteksi dengan jelas, olehmu, kawan?

Ah, seperti keadaan saat ini, aku pun pernah melakukannya di hari-hari dengan kondisi yang sama. Saat raga tak sepenuhnya sehat, aku masih mau bergerak. Bergerak, meski jemari. Berjalan, walau sekeping hati. Berlari, meski selembar ingatan. Berjuang, untuk menitipkan sebuah pesan. Pesan tentang kondisi terakhir, untuk ku kenang-kenang lagi, nanti. Dan pernah juga ku masih mau menjejak kaki di bumi, untuk mencari angin. Sebagai penyegar wajah, lagi. Nanti lah yaa… saat mentari mulai berkurang panasnya. Karena kalau saat ini tidak mungkin.

Esok, belum tentu kita masih jumpa di sini. Maka, sekarang saat kita masih bisa bersapa, semoga kebersamaan ini dapat kita jalani dengan sebaik-baik kesan, yaa. Walau bagaimana pun keadaan, kita perlu terus saling mengingati. Meski jauh, kita perlu terus saling berkomunikasi. Sehingga dengan begini, semangat hidup kita tumbuh lagi.

Yah, karena seluruh alam menjadi saksi, bahwa keberadaan kita saat ini bukan tanpa arti. Termasuk kehadiranmu dalam ingatan ku. Ya, aku ingat padamu teman. Ingatan yang mengajakku untuk berlari ke sini. Lalu asyik menceritaimu dengan segala yang ku alami. Serta kedatanganmu menjemput informasi yang ku bagi, menjadi bukti bahwa ada yang ingin engkau bagi juga. Adalah semua, penuh arti.

Setiap kali kondisi seperti ini ku alami, maka aku tak mau merasa-rasai. Ya. Ku coba mengalihkan dengan tetap melakukan aktivitas dan kegiatan seperti saat ragaku dalam kondisi sehatnya. Supaya senyuman yang ku ukir dengan kondisi bagaimanapun, dapat ku perhati lagi. Adakah senyuman miris, meringis, manis, atau senyuman tipis. Peace! Bila ku terkadang tersenyum sangaat tipis saat kita berjumpa. Mungkin ku sedang lelah, namun masih memaksakan diri melangkah, dan kita pun berjumpa, bertatap mata. Ya, barangkali saja. Ini mungkin terjadi, tanpa ku menyadari.

Sesekali ku tersenyum pada mentari di atas sana… 🙂  Ia yang saat ini tersenyum tak menenteramkan. Karena silaunya sangat menyengat. Senyuman yang membuatku segera mengatupkan doa bola mata, agar tak langsung menatapnya. Sebab, kalau masih ku paksakan meliriknya, meski dari balik tirai, maka ia akan mempengaruhi suhu tubuhku yang tidak normal lagi. Ya, aku akhirnya memilih membiarkannya tersenyum untuk yang lain di luar sana. Sedangkan aku asyik di sini, menikmati waktuku bersamamu, kawan. Engkau mentari di hatiku.

Di sini, masih dapat ku saksikan sinar terang, seperti sinar mentari di luar sana.

Di sini, masih ku perhati senyuman-senyuman indah, seindah senyuman mentari yang cemerlang.

Semua mengingatkanku pada mentari yang semakin meninggi di luar sana. Ia yang hadir untuk menerangi alam, sehingga aktivitas siang dapat kita lakukan dengan bantuan penerangan gratis.

Adakah kita mensyukuri hadirnya mentari hari ini, kawan?

Sesekali ku masih meliriknya. Mentari yang bersinar di atas sana. Karena aku penasaran, adakah awan yang mendekatinya? Pun, aku ingin menyaksikan langit biru di atas sana yang menaungi kami dengan sempurna.

Sehingga aktivitas memandang langit dan mentari, masih ku lakukan sesekali, di sela-sela waktu menceritaimu tentang hari ini ku. Hari yang ku hayati benar-benar, karena ku tahu, ia akan berlalu.

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s