Pulang Kampung sebagai ‘Pengingat’

my-surya-dan-sahabat-kecil
Musim, silih berganti; menyiapkan bibit terbaik, menyemai benih, bertanam, menyiangi, panen raya. Belajarlah dari alam: Tentang menjadi seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Ayoo, kita belajar lagi. Masih banyak yang belum kita tahu. Hari ini masih di sini, yuuu… kita semangat!

Akan tiba hari, ketika engkau tidak perlu lagi memikirkan hal-hal yang tidak perlu engkau pikirkan. Seperti halnya ketika engkau perlu memikirkan hal-hal yang perlu engkau pikirkan. Ya, karena semua ada masanya.

Aku masih ingat tentang hal ini. Sebuah pesan yang ibunda sampaikan, ketika kami berjauhan raga tidak lagi sedepa, pada tahun-tahun yang telah berlalu. Pesan manis yang ibunda sampaikan di sela waktu kami bertukar suara untuk saling menenangkan dalam gejolak. Pesan suara yang ibunda lantunkan mewujud bait-bait kata yang ku coba rangkai. Supaya aku ingat dan menjadi jalan ingatkan ku lagi dengan beliau.

Ibunda, seorang yang sangat berarti dalam perjalanan hidupku. Hingga hari ini, sampai detik ini. Dan saat ini, kami kembali berjauhan raga tidak lagi sedepa. Namun rangkaian pesan yang beliau sampaikan walau sudah usang, senantiasa baru dalam ingatan. Ia hadir mensegarkan lagi ingatanku pada beliau. Pesan tersebut menjadi jalan tumbuhkan lagi semangatku yang semula melayu, menjadi berseri-seri nan mensegarkan.

Ibunda, selamanya selalu ku merindukan beliau. Baik saat dekat, apalagi ketika jauh dari beliau. Kerinduan yang mengajakku untuk mendekati beliau, lalu kami menghabiskan waktu bersama. Dari detik ke menit, hingga jam berlalu tidak terasa.

Rindu pada ibunda adalah seperti rindu pada kampung halaman, saat kita berada di tanah rantau. Adakah engkau pun merasakan hal yang sama, teman? Rindu yang membuatmu mau berjuang untuk mencapainya. Menempuh jarak untuk mendekatinya. Dan kerinduan ini pun terlepas sudah, ketika kita pun berada dalam dekapannya.

Sejuk, segar, dan suasana alam yang sangat higienis, adalah kampung halaman. Kampung halaman tempat kembali. Kampung halaman yang menampilkan pesona surgawi. Karena di kampung halaman, ada rumah yang sedang menanti. Ada kenyamanan di dalamnya. Ada kedamaian merebak senantiasa. Ada ketenangan, ada hiburan pun ada pelepas lelah. Intinya, keadaannya akan selalu kita rindukan lagi, walau baru beberapa hari meninggalkannya. Begitulah kampung halaman di hati. Ia melekat, ia mendekat, selalu melambaikan jemari, memanggil-manggil kita kembali. Kampung halaman yang saat mengingatnya, membuat semangat kita meninggi (lagi). Kampung halaman yang saat menemuinya, membuat kita tersenyum lagi. Begitulah ia menebarkan aura terbaiknya. Lalu, di manakah kampung halaman kita yang sesungguhnya?

Adalah dunia tempat kita merantau. Sedangkan kampung halaman kita sejati adalah surga yang kita rindui. Sehingga, setiap kali ingatan muncul pada kampung halaman, engkau pasti mau bangkit lagi untuk meneruskan perjuangan ini. Engkau siap berjalan lagi meneruskan perjalanan diri. Engkau akan semangat lagi, apabila diingatkan pada kampung halaman tercinta.

alira-khayla

– Ekspresi update wajah-wajah bidadari cilik; Duo sahabat kecilku – [Nak Ira mulai bicara, maamaaa… papaaa…]  I miss you, aku merindukanmu.

Hai, engkau musafir dalam perjalanan ini. Kelak engkau kembali ke kampung halamanmu, semoga semua mensenyumi. Mereka menyambutmu dengan senyuman saat engkau ‘pulang’ nanti. Pun merelakan kepergianmu dengan keikhlasan ketika engkau ‘kembali’ ke kampung halamanmu. Ingat, ingat, ingat lagi. Bagaimana ujung perjalananmu saat berada di perantauan ini? Berbuatlah yang lebih baik lagi dalam menempuh hari-hari. Semoga berakhir senyuman berseri, aamiin ya Rabb.

“Tiada daya dan upaya kami, kecuali dengan pertolongan-Mu. Selamatkan kami, saat melangkah, hingga sampai ke tujuan abadi. Menemui-Mu dengan tenangnya jiwa. Mengingat-Mu dalam berbagai waktu kami hingga tenang di hati.”

***

Saat berada di kampung halaman, banyak kisah untuk kita bagi. Diantaranya yaitu kisah tentang perjalanan diri di perantauan. Kisah tentang harapan yang kita jangkau saat jauh darinya. Kisah tentang perjuangan yang tidak mudah, memang. Namun semua teratasi dengan keyakinan yang semakin meninggi pada Ilahi Rabbi. Semua menjadi pelecut jiwa untuk senantiasa mau berbagi. Karena ia tidak pernah sendiri. Masih banyak para pejalan ‘musafir’ yang juga sedang melangkahkan kaki-kaki. Begitu pula dengan yang musafir alami. Ia yakin, saudara, sahabat dan karib mereka banyak sekali. Banyakkkk, hanya ia perlu jeli menemukan sahabat sejati. Sahabat yang tidak pernah meninggalkan dalam berbagai kondisi. Namun saling bersinergi, untuk menjadi lebih baik lagi, berbuat baik, dan menjadikan bumi sebagai sebuah tempat melanjutkan perjalanan yang semakin indah dari hari ke hari. Sungguh-sungguhlah tentang hal ini. Maka engkau dapati sesiapapun di sana, menjadi bagian dari kisah hidupmu yang akan abadi.

Seiring dengan waktu, sepanjang masa, seluruh diri, akan kembali … Begitupun engkau, wahai diri. Maka, melangkahlah dengan ringan, lanjutkan merangkai mimpi yang belum menjadi kenyataan. Serta tak lupa bahwa engkau tidak pernah benar-benar melangkah sendiri. Walaupun engkau sedang sendiri. This is just reminder for you, Yani! 😀

butterfly-and-flowers
Menjadi kupu-kupu surga, mengepak sayap-sayap indah menghias pemandangan mata bagi Ayah dan Bunda

Ingatlah wahai diri, bahwa perjalanan ini akan berakhir dan pasti terjadi. Maka, nikmati langkah-langkahmu. Hayati detik waktumu. Ia yang telah pergi, tidak akan pernah kembali lagi. Maka, bergiatlah untuk sering mengenali diri. Tentang apa yang ia lakukan, bagaimana dan bersama siapa ia berkreasi. Sering-seringlah mengintrospeksi.

Dalam yakinku. Di seluruh langkah-langkahku, ada doa ibunda menyertaiku. Bahkan di detik-detik mendebarkan yang ku jalani saat melangkah. Adalah ingatan pada doa-doa terbaik yang beliau ulurkan padaku, menenangkanku lagi. Ketenangan yang membuatku siap menempuh detik-detik berikutnya dengan lebih positif. Aku yakin, ada kebaikan di depan sana. Ada pencerahan selangkah lagi. Ada harapan untuk menemukan kekuatan. Ada senyuman menanti di depan sana. Namun semua tidak terjadi begitu saja. Harus diiringi dengan usaha.

“Ya, bergeraklah, Nak. Bahkan untuk mengubah keadaan yang tidak engkau inginkan, engkau harus bergerak. Seraya memikirkan hal-hal yang perlu engkau pikirkan. Oke?,” nada suara beliau masih terdengar jelas.

Semalam seperti mimpi. Ia telah berlalu dan kita jalani. Sedangkan esok belum pasti. Mungkin hari ini menjadi akhir perjalanan kita di bumi? Semoga kita ingat lagi. Untuk berhati-hati sebelum melangkah, ingat saat melangkah dan sering mengingat Allah… InsyaAllah, ketenangan menyertai senantiasa.

Setelah langkah engkau ayunkan, jangan lupa istiqamah. Sebelum sampai ke tujuan, maka engkau perlu terus bergerak, berbenah dan berjuang sampai akhirnya jannah menjadi tempat peristirahatan terindah.

buah-kebun
Di bumi kita bertanam, di akhirat memanen hasil.

Perjalanan kita masih berlangsung, kawan. Jangan lupa untuk tetap dan terus saling mendoakan yaa. Semoga di kampung halaman yang abadi nanti, kita dapat berjumpa untuk saling menceritai tentang kehidupan yang kita jalani. Bukan untuk merasa lebih baik dari yang lain. Namun untuk mengingatkan kita setiap detik selama masih di bumi, bahwa di sini hanya tempat bersinggah, sedangkan kampung halaman kita yang sejati bukan di sini. Tapi di sana… Ayoo berjuang! Wahai para sahabat seperjalanan. []

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s