Engkau, Ternyata :D

Kesabaranmu seluas apa? Aku mulai tahu.
Keikhlasanmu sebanyak apa? Aku mulai tahu.
Kedewasaanmu seperti apa? Aku mulai tahu.

Ya, ketika ku tidak menyahut sapamu, saat engkau menemuiku. Hei, tahukah engkau bahwa, aku sedang mempersiapkan diriku di bilik-pemantasan diri. Untuk mengawali, mensegerakan memenuhi panggilan-Nya, dari pada engkau.

Karena siapa engkau? Aku mulai tahu.

Ya, aku bukan menyengaja untuk mengabaikanmu. Namun Dia sangat telaten mengatur segalanya. Termasuk sedetik waktu berikutnya yang akan kita tempuh. Aku semakin percaya dan lega. Hingga ku tenang melanjutkan langkah-langkahku. Sampai menjelang pada titik jemu, engkau pun melintas di ingatanku. Lalu semangatku bangkit lagi. Engkau yang menyinari ingatan, mencahayai perasaan.

Hei, betul itu engkau? Aku mulai tahu.

Semalam juga engkau datang, bukan? Aku mulai tahu.

Tapi bukan menyapaku. Namun ayah dan saudara laki-lakiku. Aku malu.

Seperti yang engkau sampaikan sejak awal. Bahwa kehadiranmu untuk melengkapiku. Menjadi bagian dari waktu-waktuku. Karena engkau nyaman. Hingga engkau datang lagi dan lagi untuk berteduh di atap ruang hatiku.

Mengapa harus engkau? Aku mulai tahu.

Sesungguhnya tidak layak ku bertanya ‘mengapa’ seperti ini. Namun aku memang kurang pandai mengatur pikirku. Sehingga sekali berpikir, membuatku salah tanya. Hei, sepantasnya aku menerima, tersenyum, dan juga bahagia. Kemudian merasakan dengan sepenuh jiwa. Jiwa yang terbuka. Menerima dengan gembira. Segembira wajahmu yang engkau bawa saat menemui Ayah dan saudara laki-lakiku. Oiya? Engkau masih ingat, bukan? Atau, jangan-jangan ini hanya mimpi. Ya, sudahlah… Aku percaya, engkau datang lagi. Meski kita tak pernah berjanji. Namun janji-Nya pasti.

Baiklah, baiklah, berbaik-baiklah memprasangkai-Nya. Karena kelak seperti prasangkamu yang engkau alami. Aku masih belajar tentang hal ini.

Engkau juga sama, bukan? Aku mulai tahu.

***

Malam ini aku jadi pulang. Semoga esok kita bertemu. See you…

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close